My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 20


__ADS_3

"Ah..sudahlah" ucap Noel keluar dari selimutnya.


"Akhirnya kau ke-"


Sebelum perawat itu menyelesaikan kalimatnya, Noel melewatinya dengan cepat pergi kekamar mandi UKS.


"Tidak sopan sekali" ucap perawat lainnya yang melihat kelakukan Noel.


"Hey kau kenapa ?" tanya perawat lainnya melihat temannya begong setelah dilewati Noel.


"Dia terluka" ucap Perawat itu dengan berkeringat dingin.


"Apa ? cepat panggil kepala kesehatan !!" ucap Perawat lainnya yang ikut berkeringat dingin.


'Apa yang terjadi sebenarnya ?' batin Roka dan Ryota yang bertanya-tanya akan kejadian yang baru saja terjadi.


Di dalam Kamar mandi UKS.


"Uks...sakit sekali rasanya apa jahitannya putus !?" tanya Noel kepada dirinya sendiri dan melepaskan jaketnya dan seragamnya.


Terlihat seragamnya sudah berwarna merah dibagian depan dan kaos hitamnya juga berwarna merah walaupun samar-samar.


"Darahnya tak mau berhenti" ucap Noel dengan melepaskan kaosnya dan terlihatnya badan kekar Noel dengan banyak perban dan melihat lukanya sendiri.


"Uhuk.." seteguk darah pun keluar dari mulut Noel.


BRAK


"Kenapa kau tak memberitahuku bahwa kau terluka ?" tanya kepala kesehatan yang seorang laki-laki.


"Kau bilang jika aku terluka lagi atau lukaku terbuka lagi kau tidak akan mengobatiku" ucap Noel sembari mengusap darah yang darah dibibirnya.


"Ha...baiklah ini salahku, ikut aku" ajak Kepala Kesehatan itu.


"Perawat, urus baju milik Noel" ucap Kepala Kesehatan itu.


"Baik" jawab mereka.


Mereka pun keluar kamar mandi dan duduk disamping Ryota.

__ADS_1


Posisinya Roka-Ryota-Noel.


'Dia bermasalah' batin Roka dan Ryota yang melihat tubuh dan perban yang melekat ditubuh Noel.


"Kalian jangan coba-coba meniru Noel" ucap Kepala kesehatan itu kepada Roka dan Ryota.


"Baik" jawab mereka, ya mereka tak mungkin ingin seperti Noel.


"AUU...hati-hati, sakit rasanya" ucap Noel kesakitan karena kepala Kesehatan itu membuka perban Noel dengan kasar.


"Itu salahmu sendiri, luka ini ku jahit beberapa waktu yang lalu kenapa bisa seperti ini ?" tanya Kepala Kesehatan dengan penasaran.


"Atau jangan-jangan.....Noel apa kau bertarung tadi ?" tanya Kepala Kesehatan itu menekan kapas yang sudah diremdas alkohol.


"AAAAAA....SAKIT" teriak Noel dengan rasa mau mati.


"Rasa itu, heheehee" tawa perawat yang sedang menjahit luka milik Roka dan Ryota.


'Aku tak berani melihatnya' batin Roka dan Ryota yang tak kuasa melihat adegan penyiksaan itu.


Beberapa jam kemudian.


"Bertahanlah, Ketua Noel" ucap Roka dan Ryota yang memberi semangat.


Dan jiwa Noel kembali lagi ketubuh Noel...


'Syukurlah...' batin mereka yang sudah bisa tenang.


'Rasanya mau mati' batin Noel yang mengetahui jiwa sudah balik lagi.


Beberapa hari kemudian, Roka, Ryota dan Noel sudah bisa kembalu kekehidupan sekolahnya.


"Akhirnya aku bisa keluar dari tempat itu" ucap Noel pergi meninggalkan Roka dan Ryota.


Karena hari masih sore, Noel tiduran di kasurnya.


DRT DRT DRT


Sebuah ponsel bergetar diatas meja.

__ADS_1


'Siapa yang menelpon sore-sore ini' batin Noel yang mengangkat ponselnya dan terlihat arah layar yang tertuliskan "WAKIL CEO 04". Wakil Coe milik Noel bukan cuma satu, satu perusahan satu wakil Ceo.


"Hallo, ada apa ?" tanya Noel.


"Maaf mengganggu waktu Anda, ini masalah tentang seorang Ceo perusahaan lain datang ke perusahaan milik Anda di kota ***" ucap Wakil Ceo itu dengan panik karena mengganggu waktu istiri0ahat Noel yang biasa.


"Hah !?" ucap Noel.


"Ma-maaf saya" ucap wakil itu dengan bergetar ketakutan.


"Ha...terserah, aku akan datang kesana" ucap Noel dengan menutup panggilan itu.


Tut Tut Tut


Drt Drt Drt


Noel sedang menelpon sopirnya.


"Hallo, Tuan Ceo, ada yang bisa saja bantu ?" tanya sopir itu dengan sopan.


"Jemput aku di ***" ucap Noel sambil bersiap-siap.


"Siap" ucap sopir itu tanpa membantah.


Tut Tut Tut.


"Huft....sudah lama aku tidak memakai jas kerja" ucap Noel yang melihat dirinya sendiri dicermin.


'Poniku tambah panjang' ucap Noel yang mencari Jel rambut.


"Ini dia" ucap Noel dengan memakai jel rambut dan mengarahkan poninya kebelakang.


"Sudah" ucap Noel pemandang dirinya dicermin, jika rambitnya ditarik kebelakang, Noel terlihat seperti Idol.


Di tempat yang dijanjikan.


"Tuan Ceo senang bertemu dengan anda, anda terlihat lebih tinggi dari sebelumnya" ucap Sopir itu menyambut kedatangan Tuannya.


"Ya, cepatlah" ucap Noel sembari duduk dibelakang.

__ADS_1


#BERSAMBUNG#


__ADS_2