
"Tugas, ya? hmm" gumam Noel yang memasukkan ujung pistol kedalam mulut mata-mata itu dan menembak.
dor dor dor
Mata-mata itupun mati mengenaskan dengan berlumurran darah dan ciprattan darah pun terkena dipipi Noel.
Semua orang terkejut dan takut akan kekuatan Noel dan terkejut lagi setelah mendengar sirine dari mobil polisi di tempat perjudian.
"KAU SUDAH TERKEPUNNG, KELUARLAH DENGAN TANGAN DIKEPALA" terdengar keras suara yang superti perempuan, sedangkan semua orang terkejut dan bertanya-tanya siapa yang dimaksud bahkan aku tidak melakukan pembunuhan ?
Sedangkan Noel tersenyum dan melempar pistol itu kearah pemilikinya.
"Hiiiiiiii" ucap takut dari paman pemilik itu karena pistol itu sudah berlumurran darah dan melempar-leparkan pistol itu keteman-temannya.
"Haahaahaha"
Tanpa sebab, tanpa alasan Noel tertawa dan memakai penutup kepala di jaketnya.
"Pffff...hahahahhaaa...hahaha maaf-maaf..Hhahahaa ha...ha...Kakak yang disitu ..hahahah...apa kau bisa melempar itu ...hahahaha" sambil menujuk sebuah pistol panjang dan sebuah tas hitam besar yang berisikan amunisi puluru untuk pistol itu yang berada di samping seorang laki-laki yang umurnya sekitar 19-20 tahun gitu.
"Ah..ya" ucapnya dengan melempar kedua pistol itu dan Noel menangkapnya.
__ADS_1
"Makasih" ucap Noel dengan senyum khasnya yaitu dengan menampakkan taring-taringnya yang runcing.
"Ah..sama-sama" ucapnya kembali setelah Noel berterimakasih kepadanya.
"Baiklah, sekarang mari kita main" ucap Noel dengan melangkah kedepan rumah perjudian dan melihat-lihat anjing dari Amerika (polisi).
Setelah berada didepan rumah dan menatap para polisi dengan tatapan haus darah untuk mereka.
"Yo,Komandan ! lama tak bertemu ya?" ucap Noel yang berbicara dengan Komanda yang berarti orang yang memimpin pasukan.
"Ya lama tak berjumpa" ucap Komanda itu yang ternyata wanita dan memengan pistol dan mengarah ke Noel berserta pasukannya juga mengarahkan pistol mereka ke arah Noel.
"AYO TEMBAK ANJING-ANJING AMERIKA, AYO !!!" perintah Noel kepada pasukan itu untuk menembak kearahnya. Tapi kenapa dia yang memerintah ?
"Anjing katamu ? SEMUA TEMBAK!!!"
"SEMUANYA MENUNDUK" terikan satu pelayan dan diikuti oleh semua orang yang disana karena bisa saja mereka mati tertembak oleh peluru milik polisi.
DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR
Suara adu tembak yang berlangsung lama dan Noel masih berdiri kokoh walaupun sedikit bergeser kebelakang karene ada ledak dari peluru miliknya, sedangkan pasukan polisi mulai berkurang dan berkurang jumlah karena tembak.
__ADS_1
Suara tembakan itu menggema disisi jurang dan bisa terdengar sampai jarak 5 kilometer jauhnya.
"BAGAIMANA BISA KAU TIDAK TERLUKA ?" tanya komandan itu yang sudah tertembak dibagian paha kanan. Kenapa dia harus berteriak ? karena jika tidak berteriak suaranya tidak dapat terdengar.
"JAKETKU INI ANTI PELURU YANG AKU DAPATKAN DARI INGGIS" teriak Noel dengan senyum hangat tapi malah terlihat menyeramkan dengan bercak darah di pipinya dan mata yang merah darah yang juga sama kerasnya dengan kemandan wanita itu.
'WTF DARI INGGRIS ? SIAPA BOCAH INI SIH ?' dalam pikirran mereka berteriak dengan keras karna dia mendapatkan Jaket itu dari Inggris.
DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR
Masih dengan adu tembak yang belum kelar-kelar.
"Komandan sebaiknya kita mundur ?" salah satu polisi mendekat ke arah komandan.
"Sudah banyak korban berjatuhhan, baiklah kita akan mundur" perintah komandan itu kepada bawahannya.
"Siap, laksana-AKH" kepala bawahan itu tembak oleh tembakan dari Noel.
'Mau kabur takkan kubiarkan' walaupun jauh sekalipun, walaupun berisik kesalipun pendengaran Noel tetap tajam sehingga dapat mendengar percakapan singkat itu.
"APA" keterkejutan Komandan itu yang melihat bawahannya diserang saat bicara. Komandan itu menatap tajam Noel sedangkan Noel hanya tersenyum dan seperti puas akan hal itu dan senyumannya dan tatapan Noel benar benar gila dan haus darah seakan-akan berkata lagi lagi lagi dan lagi harus membunuh.
__ADS_1
-《BERSAMBUNG》-