My Silver Star

My Silver Star
Branching Off


__ADS_3

... lagi dan lagi terhenti di persimpangan jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.


H-5 ujian dan senior Jo meneleponku malam ini. Aku ingin menjawabnya, tapi disisi aku tidak ingin berbicara dengannya. Sudah kedua kalinya ia mencoba meneleponku, tanganku ragu-ragu untuk menjawab. Pada akhirnya, aku menyerah dan mengangkat panggilannya.


"Halo?" Suara senior Jo rasanya sudah lama tidak kudengar.


"Halo senior ..."


"Bagaimana kabarmu?"


"Baik, senior?"


"Sudah lumayan membaik."


"Ada apa senior meneleponku?"


"Aku menyerah ..."


"Apa?"


"Aku yang memutuskan untuk bersikap biasa saja tapi aku menyerah. Aku tidak bisa ..."


"Karena itu kau meneleponku."


"Ya ..."


"Senior aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu."


"Apa itu?"


Aku tidak bisa bilang langsung meskipun di telepon. Tenggorokanku sedikit tercekat ketika akan mengatakannya.


"Senior apa kau ingat? Aku pernah berjanji kepadamu. I Will fix you, kuharap kau percaya padaku dan tidak menghilang nantinya."


"... Aku percaya padamu."


"Aku bersyukur karena senior menyerah."


"Aku tau kau juga merindukan ku bukan?"


"Tidak! Aku hanya butuh teman mengobrol saja."

__ADS_1


"Kau punya Sora, kau lebih sayang pada Sora daripada denganku."


"Tentu saja!"


"... Aku butuh penyemangat ... Aku membutuhkanmu."


"Senior ... Apa kau pernah mendengar kisah bulan yang kesepian?"


"Aku sudah lupa dongeng saat masih kecil ... Maukah kau ceritakan lagi?"


"Baiklah ... Bulan kesepian karena ditinggal kekasihnya, Kaisar Jade tidak menghendaki mereka bersama, jadi ia dan kekasihnya dipisah menurut titah sang kaisar. Disini kita bukanlah si bulan yang kesepian, kalau memang rindu tidak ada yang memisahkan kita bahkan Kaisar Jade. Salah satu dari kita akan menitipkan rindu ke angin malam dan angin akan menyampaikan pesan rindu."


"Kalau begitu aku akan menjadi Kaisar Jade dan kau harus menjadi permaisuri ku, karena tidak ada yang berani melawan titah sang kaisar jadi kau akan tetap bersamaku."


"Aku tidak akan jatuh pada pesona sang kaisar."


"Hahaha! Apa ini artinya kita berbaikan?"


"Tidak! Kita masih musuhan! Kecuali senior mentraktirku Chatime!"


"Kalau itu ... Nanti sehabis ujian. Bagaimana kalau mulai besok kita belajar bersama?"


"Kalau senior janji akan mentraktirku aku akan menyetujui."


Malam itu kami membicarakan banyak hal, mulai dari keadaan sekolah, Sora dan senior Nam, latihan Hapkido, dan aku juga menceritakan tentang tetanggaku pak Kwon. Aku bilang pada senior Jo bahwa pak Kwon punya anak seumuran denganku, kata Eomma hari ulang tahun kami sama tapi aku tidak yakin.


"Menurut senior apa mungkin sama?"


"Mungkin saja ... Seperti Sora dan Yeon Seok."


"Tapi mereka kan beda tahun. Besok aku akan menanyakannya langsung, oh iya dia bersekolah di dekat sekolah kita juga. Jadi mungkin aku akan berangkat bersama dengannya ke sekolah. Tidak apa-apa kan?"


"Dia kan teman dan tetanggamu, tidak apa-apa kok. Jangan lupa mengenalkannya padaku ya."


Suara senior Jo ini seperti karakter tsundere yang berbicara lembut padahal ia tidak tenang. Senang rasanya bisa kembali seperti sebelumnya. Selesai bertelepon ku sempatkan untuk belajar sedikit, tidak ada yang namanya skip belajar. Semester pertamaku di Korea harus mendapatkan nilai yang bagus. Tidak perlu mendapatkan juara tapi tidak ada nilai yang merah itu saja sudah cukup. Orangtuaku juga tidak menuntut untuk juara dan nilai tinggi.


.....


H-3 ujian banyak teman-teman yang menginap di ruang belajar, sebagian besar. Aku bukan tipe yang bergadang semalaman atau berhari-hari tanpa memperhatikan kesehatan. Mungkin karena di Indonesia tidak seperti ini ketika musim ujian. Hari ini berangkat bersama dengan Junsu, selalu 1 jam lebih awal ke sekolah agar bisa belajar di kelas.


"Hei! Aku menumpang denganmu ya!" Teriakku pada Junsu sambil berlari kecil ke arahnya.

__ADS_1


"Cepatlah!"


"Ayo berangkat!" Kataku setelah menaiki sepedanya.


"Kau ini seperti bos saja!"


"Aku memang bos mu! Oh iya! Omong-omong tanggal ulang tahunmu berapa?"


"Kenapa menanyakan ulang tahunku? Mau memberi kado?"


"Jangan ge-er! Ayo jawab! Apa tanggal 9 April?"


"Bukan! Aku tanggal 8 April! Kita beda sehari saja."


"Sudah kuduga ..."


"Apa?"


"Tidak ada, lanjut saja."


Ulang tahun kami memang berbeda, hanya sehari saja. Tapi tetap saja berbeda, dan tempat lahir kami juga berbeda. Eomma hanya bercanda saja, harusnya tidak ku tanggapi serius.


Aku sudah sampai di sekolahku, masih sepi maklum saja aku berangkat terlalu awal. Aku mengucapkan terima kasih pada Junsu dan ia melanjutkan perjalanan ke sekolahnya. Setiap hari ia berangkat dengan sepedanya, katanya ia merasa lebih bugar jika naik sepeda. Aku langsung menuju ke kelas dan sudah ada beberapa temanku yang datang untuk belajar. Aku juga belajar sebelum kelas dimulai, untuk mencicil materi yang akan diujiankan.


.....


Kelas hari ini sudah berakhir, aku dan Sora langsung menuju perpustakaan untuk memilih tempat. Perpustakaan sudah ramai dan akan susah untuk memilih tempat belajar. Di salah satu meja aku melihat senior Jo dan senior Nam mereka melambaikan tangan kepadaku dan Sora. Mereka sudah menyisakan tempat duduk untuk kami, kami langsung menuju tempat duduk untuk bersiap belajar.


"Terima kasih senior! Hari gini perpustakaan sudah sangat padat!" Kata Sora kepada senior Jo.


"Benar ... Karena itu kami datang duluan dan memilih tempat duduk." Jawab Senior Jo


"Ayo kita mulai belajar!" Ajak senior Nam


Aku sudah menghubungi Eomma sebelumnya karena hari ini akan pulang larut. Hari ini juga aku diantar pulang dengan senior Jo, jadi aku tidak sendiri. Ditengah-tengah pembahasan handphone ku berdering karena pesan masuk, isi pesannya berasal dari Junsu, ia menanyakan apa aku ingin pulang bareng dengannya. Aku membalas pesannya dengan cepat bahwa aku akan pulang larut karena belajar, jadi ia duluan saja. Senior Jo melihat dan menanyakannya.


"Ini dari Junsu, karena tadi aku berangkat sekolah dengannya."


"Begitu ..."


Kami belajar hingga pukul 01:00 AM beberapa siswa ada yang pulang dan ada yang menginap. Kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah masing-masing. Sora yang sudah mengantuk pulang bersama senior Nam, aku pulang dengan senior Jo. Senior Jo menelepon sopirnya dan kami pulang menggunakan mobil. Senior Jo bilang ayahnya menginap di apartemen miliknya karena ada bisnis di Gangnam. Jadi jika ia pulang larut ia biasanya menelepon sopirnya untuk mengantar pulang. Mulai hari ini dan seterusnya hingga hari-H ujian kami belajar bersama.

__ADS_1


Hari-hari berikutnya aku pulang dijemput sopir Han, dan ketika berangkat sekolah aku juga diantar sopir Han. Junsu berangkat lebih awal dari sebelumnya jadi kami tidak berangkat bersama. Hingga hari-H ujian aku dan Junsu tidak pernah bertemu, setiap pagi ia selalu berangkat lebih dulu dan ketika pulang jam pulang kami juga berbeda. Masing-masing merasakan tekanan karena ujian, ujian beberapa hari pasti dapat dilalui dengan baik.


Ciayo!


__ADS_2