
I can't bear to see you suffer.
So I began to pretend not to think of you.
Eomma mengatakannya dengan tersenyum, aku juga hanya tersenyum mendengarnya. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar. Aku sudah tau senyuman dan perkataan Eomma ada maksud dibaliknya. Aku membuka kamarku dan ... Di atas kasur sudah ada setelan formal yang cantik, desain cheongsam dress yang didominasi desain modern berwarna mint. Dan dekorasi berupa jahitan bordir bunga sakura membuatnya semakin manis.
Di meja rias juga ada jepit rambut berwarna perak dengan motif gelombang. Di sampingnya ada cincin giok berwarna hijau. Di bawah meja rias juga ada high heels 5 cm berwarna perak juga. Sudah ku duga, tamu yang datang benar-benar orang yang spesial. Aku bersiap-siap mandi dan berganti pakaian, selesai mandi dan berpakaian aku juga berdandan. Polesan akhir di bibir dengan liptint berwarna pink dan parfum beraroma mawar.
Selesai berdandan aku keluar kamar menuju ruang tamu bersama Eomma. Aku melihat sekilas keluar, tidak ada mobil Appa. Appa sudah berangkat kerja lagi. Eomma masih duduk di sofa sambil menikmati minumannya. Aku menghampiri Eomma, berputar ala ballerina di depannya dan Eomma kagum melihatku. Eomma tersenyum dan meletakkan minumannya, ia berdiri dan menciumku.
"Aigoo~ anak gadis Eomma sudah sebesar ini ya." Kata Eomma padaku sambil tersenyum.
Aku tidak menjawabnya, hanya tersenyum saja. Lalu aku duduk untuk menikmati minuman juga. Tak lama Eomma pergi keluar dan memanggilku juga. Ada mobil yang datang, lalu keluar seorang kakek dan nenek dari mobil itu. Itu kakek dan nenek! Aku bahagia dan langsung menghampiri mereka berdua. Aku memeluk mereka berdua, aku sangat senang sekali. Ternyata tamu spesial yang dimaksud adalah kakek dan nenek!
"Harabeoji, halmeoni~ ayo kita masuk." Ajakku pada mereka berdua.
Kakek dan nenekku di Korea tinggal di Busan. Mereka kemari dengan mobil pribadi dan seorang sopir. Sopir menurunkan barang-barang milik kakek dan nenek. Aku, kakek dan nenek masuk ke rumah. Di depan pintu Eomma menyambut kami dan memeluk nenek. Terakhir kali aku bertemu mereka berdua ketika aku masih SMP kelas 1 saat libur panjang kami pergi ke Busan.
Di dalam rumah, ahjumma menyiapkan minuman dan cemilan tteok. Juga beberapa buah yang sudah di potong. Nenek mengenakan dress berwarna merah maroon dengan aksen beludru. Dan kakek mengenakan suit informal berwarna senada. Kedatangan mereka adalah surprise bagiku.
"Abeoji, kami sudah menyiapkan kamar untuk menginap. Dan sekarang Hanbin (nama Appa) sedang bekerja, kedatangan abeoji sudah kukabari." Kata Eomma.
"Aigoo~ terima kasih kalian tidak perlu repot-repot. Cucuku juga sudah besar sekarang, pasti sering bermain keluar dengan temannya." Kata kakek sambil menyeruput secangkir teh.
"Kami akan menginap beberapa hari saja, lalu akan menginap ke pusat kota Seoul." Kata nenek selagi mengaduk teh.
"Kenapa kakek dan nenek ke Seoul?" Tanyaku
"Eunsu, kakek akan menemui rekan bisnis di Seoul. Untuk mengembangkan restoran di Busan, rencananya akan membuka cabang di beberapa distrik di Seoul."
"Wah! Daebak! Akhir-akhir ini aku selalu berkutat dengan obrolan bisnis."
"Apa uri Eunsu tertarik dengan bisnis?"
"Sebenarnya tidak juga, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa."
__ADS_1
"Tidak harus sekolah bisnis untuk mewarisi bisnis keluarga. Hanya butuh ketekunan saja kok, pelan-pelan pasti akan mengerti."
"Benar ... Kami juga tidak memaksa Eunsu untuk menggeluti dunia bisnis." Kata Eomma-ku.
Kakek dan nenek banyak membawa oleh-oleh untukku dan juga orangtuaku. Panggilan kesayangan mereka padaku adalah Eunsu. Eunsu adalah nama Korea ku yang diberikan oleh kakek. Aku membicarakan tentang sekolah dan kegiatanku selama di Korea pada kakek dan nenek. Eomma juga memberi oleh-oleh dari Indonesia yang disiapkan untuk kakek dan nenek.
"Oh iya ... Apa abeoji dan eomoni tau? Eunsu kecil dekat dengan seseorang." Ucap Eomma sambil melirikku dan tersenyum, aku tau arah pembicaraan ini.
"Oh benarkah? Sudah berapa lama dekatnya?"
"Belum terlalu lama kok, hanya senior di sekolah saja."
"Sudah lama tidak melihat cucuku dan sekarang sudah mau bertunangan saja ya ckckck."
"Tidak! Belum secepat itu kok. Aku kan masih sekolah."
"Duh duh~ kurasa ibumu belum cerita ya? Dulu ayah dan ibumu juga bertunangan saat masih seumuran mu juga kok."
Apa-apaan ini! Aku mengambek pada mereka, aku tidak menanggapi satu pun obrolan mereka. Mereka malah tertawa, begitu senang melihatku marah ya.
Aku tidak menjawab apapun, aku hanya memakan cemilan tteok. Cemilannya manis dan kenyal, aku suka.
"Abeoji, mungkin belum saatnya. Kita juga harus menunggu persetujuan pihak laki-laki. Belum ada pertemuan formal atau informal, semoga saja tidak terjadi apa-apa." Kata Eomma sambil merangkul ku.
"Benar ... Kita tunggu kabar baiknya saja." Ucap nenekku.
Cukup lama di pertemuan ini kami mengobrol, aku merasa jenuh dan lelah. Jadi aku pamit untuk kembali ke kamar. Hasil ujian akan diumumkan sebelum liburan musim dingin. Para senior kelas 3 akan sibuk mempersiapkan ujian masuk universitas. Waktuku untuk bersama senior semakin sempit, saat awal musim semi acara kelulusan senior kelas 3 dan kenaikan kelas bagiku menjadi senior kelas 3.
Aku duduk di kasurku melihat keluar jendela. Sayup-sayup terasa mengantuk, aku hampir tertidur. Eomma mengetuk pintu kamarku, suara ketukan pintu membuatku kembali tersadar.
"Dear ... seseorang menunggumu dibawah, seorang pria tampan. Ayo keluarlah!" Panggil Eomma dari luar kamarku.
"Aku akan segera keluar ma ..."
Aku keluar kamar dan menuju dapur untuk minum terlebih dahulu. Lalu melangkah ke ruang tamu. Disana ada Appa dan juga senior Jo, kakek juga ada disana. Ku lihat mereka sedang berbincang-bincang. Ah situasi ini! Kakek akan menggombal di hadapan senior Jo. Tanpa ragu aku langsung menghampiri kakekku.
__ADS_1
"Halo semuanya, ah Appa sudah pulang! Halo senior Jo!" Sapaku pada mereka.
"Senior? Kau masih memanggilnya senior? Kenapa masih malu-malu dihadapan kami?" Kata kakekku.
Aku sudah menduga kakekku akan berkata begitu. Aku cemberut dan diam saja. Senior Jo juga hanya tersenyum saja, ia masih mengenakan suit yang tadi saat di rumah Junsu.
"Baiklah ... Kalian boleh pergi. Kami tidak akan ganggu kencan kalian hahaha!"
"Harabeojiii!"
"Kalau begitu kami pamit dulu Kim-ssi."
Aku dan senior berpamitan pada ayah dan juga kakek. Ayah hari ini pulang cepat karena menemui kakek.
"Jangan lupa segera cucuku kenalkan ke orangtuamu ya!" Teriak kakek pada senior Jo.
Kakek membuatku malu saja, senior membawa mobil kemari. Ia juga ditemani sopir yang biasanya. Senior Jo dan aku masuk mobil, ia datang tiba-tiba tanpa memberitahuku terlebih dulu. Ia juga tidak memberitahu kami akan pergi kemana.
"Vivi ..."
"Ya?"
"Apa kau tau pekerjaan ayahmu?"
"Ya, ia bekerja di sebuah perusahaan."
"Itu saja?"
"Memangnya kenapa? Ada apa?"
"Tidak ada ..."
"Ada apa sih? Hari ini kita mau kemana?"
"Ke tempat pertama kali kita bersama."
__ADS_1