
Memilih jalan yang berbeda agar bertahan hidup ...
Sudah beberapa hari ini aku hampir tidak pernah melihat senior Jo lagi. Kata Sora mungkin senior Jo sedang bersiap untuk pertandingan selanjutnya. Aku hanya menerima beberapa informasi dari Sora, bahwa senior Jo dekat dengan senior Nam. Terkadang aku melihat senior Nam juga seorang diri, tanpa teman-teman yang lain.
Senior Nam memiliki tinggi yang hampir sama dengan senior Jo, mata senior Nam sedikit lebih bulat, mirip seperti mataku. Senior Nam memiliki hidung yang mancung dan kulit yang tidak terlalu cerah. Potongan rambut senior Nam sama seperti siswa lain hanya saja senior Nam merapikan rambutnya sehingga terlihat lebih klimis. Perbedaan yang mencolok antara senior Nam dan senior Jo adalah caranya bercengkrama dengan sesama murid atau orang lain.
Awal mengenal senior Jo memang ia ramah tapi lebih banyak diam. Tidak terlihat kaku, daripada terlihat tidak bisa mencari topik pembicaraan ia lebih terlihat malas mengobrol, antusiasme nya hilang.
"Kau mencari senior Jo?" kata Sora padaku
"Hm ... tidak juga ..."
"Kau bisa bertanya pada senior Nam jika memang mencarinya ..."
"Aku saja tidak kenal senior Nam begitu juga dengannya, gimana mungkin langsung bertanya tentang senior Jo ..."
"Kau ini ... kalau memang mencarinya akan ku kenalkan pada senior Nam."
"Kau dekat dengannya?"
"Tentu saja, kami bertetangga."
"Ah begitu ..."
"Nanti akan ku kenalkan, daripada kau terlihat galau begini, aku yang terganggu ..."
"Terima kasih ya Sora-ku~"
"Aish iya iya."
Bagaimana pula tidak memikirkannya, setelah ia menemaniku malam itu sekarang ia malah menghilang. Padahal aku belum mengucapkan terima kasih, apa semua cowok seperti itu? Menghilang begitu? Kami bahkan tidak bertukar nomor, rasanya malah jadi canggung kalau begini. Sora-ku ini seperti punya kemampuan telepati hehehe bisa membaca pikiranku. Terima kasih Sora!
.....
Aku kembali kesini, lorong di lantai 2 yang mengahadap ke arah lapangan basket lama. Kali ini lapangan basket itu kosong, yang terlihat mencolok hanya bunga-bunga liar yang kecil dan berwarna. Sinar matahari membuat warna bunga-bunga semakin terlihat jelas, liar namun cantik bila dipandang dari sudut yang berbeda. Hari ini langit begitu biru dihiasi dengan awan-awan yang terlihat seperti kapas. Burung-burung liar terbang kesana-kemari, tempat ini memang cocok untuk relaksasi walau hanya melihatnya saja.
Tidak lama kemudian datang sosok familiar yang selama beberapa hari aku tak bertemu dengannya. Seperti biasa, dengan pakaian olahraga dan ransel army yang ia letakkan di pinggir lapangan. Sebelum memulai latihan sepertu biasa ia makan dari bekal yang ia bawa, ia duduk di pinggir lapangan dan menikmati makan siangnya. Aku sudah terbiasa dengan pemandangan ini, dan lagi-lagi aku hanya sebagai "monitor" yang memperhatikan dari jauh. Aku masih penasaran dengan insiden tahun lalu yang banyak dibicarakan orang hingga saat ini, aku ingin mendengar langsung dari mulut Senior Jo. Aku masih ingin melihatnya latihan tapi waktu sudah tidak memungkinkan, aku harus kembali ke kelas.
.....
"Weekend nanti datanglah ke rumahku ya!" ucap Sora
"Ya ya aku akan datang kok." jawabku pada Sora
"Senior Nam sering datang saat weekend, saat itu waktu yang tepat untuk berkenalan kan."
"Hm iya iya."
"Apa nanti kau ada kelas tambahan?"
"Ya, tapi sepertinya nanti aku ke perpustakaan sebentar, ada buku yang aku cari."
"Kalau gitu aku nanti duluan saja ya?"
"It's ok, nanti Eomma-ku yang akan menjemputku."
"Arasseo~"
Perpustakaan tempat ternyaman untuk belajar, suasananya sangat tenang bahkan untuk sekedar mendengarkan musik lewat earphone sudah menyenangkan. Aku mengambil beberapa buku yang aku cari dan meminjamnya. Kali ini aku tidak ingin berlama-lama di perpustakaan, segera setelah meminjam buku aku langsung keluar dari perpustakaan. Baru beberapa menit yang lalu aku keluar perpustakaan, di lorong perpustakaan aku bertemu dengan sosok familiar yang aku cari-cari selama ini. Ia berdiri mematung melihatku dengan menggendong tas ransel miliknya. Aku juga berdiri mematung melihatnya, ntah hanya aku saja, tapi aku merasa agak canggung. Mungkin karena beberapa hari tidak melihatnya langsung, hanya melihatnya seperti stalker.
"Aku tau kau sering melihatku latihan di lapangan basket itu." Ucap senior Jo tiba-tiba. Bagaimana ia bisa tau? Apa aku terlalu ribut saat itu? Atau ada orang lain yang memberitahunya?
"Ya, terkadang aku melihatmu latihan disana." Jawabku dengan santai padahal aslinya aku speechless tapi berusaha menutupi. Jarak antara kami sekitar 3 meter, dan kami hanya berdiri di tempat masing-masing.
"Kau pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa tau, tidak ada yang memberitahuku tentang itu karena tempat itu hanya aku yang tau."
__ADS_1
"Lalu?"
"Bahkan Nam Yeon Seok juga tidak tau."
"Jadi apa inti percakapan kita?" tanya ku pada senior Jo
"Aku melihatmu beberapa kali, mungkin kau lengah sedang tidak memperhatikanku tapi aku memperhatikanmu. Di tempat yang sama dengan seragam sekolah, kenapa kau ada disana sendirian?"
Senior Jo malah bertanya balik, aku masih tidak mengerti kenapa kami malah membicarakan hal yang tidak penting.
"Memangnya kenapa kalau aku sendirian? Apa kau tidak suka aku melihatmu?"
"Bukan begitu, terlalu berbahaya untukmu sendirian disana. Jika aku tidak mengenalimu lalu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan gimana?"
Kali ini kami bicara informal apalagi hanya ada kami berdua, rasanya orang yang tidak mengenali kami juga akan berpikir kami seumuran.
"Tapi kau mengenaliku kan ..." balasku pada senior Jo
"Lain kali tidak usah seperti itu ..."
"Ya lain kali aku tidak akan menonton lagi."
Senior Jo diam saja menatapku tajam, dia tidak menjawab apa-apa kurasa dia setuju dengan pernyataan ku.
"Kalau ingin menonton datang saja langsung, jangan diam-diam seperti itu kalau terjadi apa-apa dan aku tidak mengenalimu nanti aku yang disalahkan, karena aku ada disana juga."
Setelah mengatakan hal itu senior Jo langsung berbalik dan melangkahkan kakinya, aku bisa melihat sekilas ia tersenyum kecil. Dasar ... Dia ini tipe yang tidak bisa ngomong langsung. Aku masih berdiri menatap bayangan punggung itu yang perlahan menjauh dan menghilang. Deringan teleponku membuatku tersadar, kulihat ternyata Eomma-ku yang menelpon.
"Halo?"
"Halo dear, Eomma sudah di depan."
"Okay aku akan turun."
.....
"Pulang nanti sopir Han yang akan menjemputmu ya dear."
"It's all right Eomma."
"Take care my dear."
"Thank youuu."
Sepertinya Appa bekerja lembur malam ini, mulai terasa kesibukan seperti saat di Indonesia dulu. I don't mind dan memilih fokus belajar saja.
.....
"Aku pulang~"
"Oh sudah pulang dear ... Tadi sopir Han yang menjemput kan?"
"Iya ... Dia sopir kita?"
"Mulai sekarang ... karena Appa akan jarang mengantarmu lagi."
"Begitu ya, tidak apa-apa. Putrimu ini harus mandiri juga kan ..."
"Ganti baju dan beristirahatlah."
"Oh iya, besok sudah weekend jadi aku akan ke rumah temanku ya, boleh?"
"Mau Eomma antar? Eomma juga akan membeli beberapa keperluan besok."
"Boleh juga, aku akan beristirahat, Good night Eomma."
__ADS_1
"Good night dear~"
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar, segera mengganti baju dan cuci muka. Aku coba menghubungi Sora melalui chat, aku bilang padanya bahwa besok aku akan ke rumahnya jadi aku minta share lokasi. Aku dekat dengan Sora, senior Nam dekat dengan senior Jo. Kebetulan yang aneh, mungkin memang sudah ditakdirkan oleh langit.
.....
Aku sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Sora, tadi pagi ia memberikan lokasi rumahnya. Bersama dengan Eomma-ku yang akan pergi berbelanja. Sampai disana, Sora langsung menyambutku dan disana ada ibunya Sora juga. Aku berkenalan dengan ibunya, ternyata benar kata Sora. Senior Nam juga ada disana, sedang mempersiapkan makanan ringan, mereka ini seperti keluarga.
"Oppa, kemarilah dan kenalkan ini temanku yang ku ceritakan kemarin." kata Sora
"Halo? Namaku Nam Yeon Seok, karena ini diluar sekolah tidak perlu panggil senior, panggil apapun saja terserah hehehe."
"Ya senior."
"Hm ku bilang jangan panggil senior."
"Oh ya ... Oppa?"
"Begitu lebih baik."
"Ah iya, namaku Olivia Kim biasanya dipanggil Vivi, senang berkenalan denganmu Oppa."
"Yep me too."
Senior Nam ini ... maksudku Yeon Seok Oppa ini, terlihat sangat dekat dengan Sora, apa mereka pacaran?
"Anu, Oppa memang biasanya main ke rumah Sora?"
"Ya kami ini ... bertetangga sejak lahir, apalagi tanggal lahir kami sama."
"Hah?"
"Beda setahun kok." ucap Sora
"Kami memang lahir di tanggal dan bulan yang sama tapi beda tahun."
"Bisa begitu ya ..."
"Kami ini juga ..." Sebelum melanjutkan kata-katanya Yeon Seok Oppa melihat sekeliling kemudian berkata dengan nada rendah
"Kami dijodohkan."
"HAH???"
"Sssttt kecilkan suaramu!"
"Ah iya, maaf."
Aku bukan hanya terkejut karena tanggal lahirnya sama ternyata mereka juga dijodohkan dari kecil. Tidak heran mereka dekat, sudah pasti begini Sora tidak berjodoh dengan Taeyong Oppanya hahaha. Aku ingin menanyakan beberapa hal tentang senior Jo, tapi aku merasa belum tepat saja. Aku merasa tidak sedekat itu dengan senior Jo.
"Ada yang ingin kau tanyakan tentang Eunbyul?" tanya Yeon Seok Oppa
Aigoo~ pasangan ini sepertinya memang berjodoh seperti memiliki kemampuan telepati saja.
"Ya ... ntah lah. Aku seperti penasaran namun tidak penasaran."
"Haih~ apa yang perlu ku ceritakan ya ... Kau bisa menilainya sendiri karena menurut pandangan setiap orang kan berbeda-beda. Aku yakin kau memiliki pandangan yang berbeda juga."
"Benar ... kurasa aku begitu."
"Jalani saja ..."
"Hah? Apa maksudnya?"
"Hmm~ aku haus mau mengambil minum dulu."
__ADS_1
Sora dan Yeon Seok Oppa tidak terlihat berbeda, karakternya mirip. Omong-omong aku kemari kan untuk bermain, kalau tentang senior Jo. Besok kami masih bertemu, kali ini tidak memonitor lagi dari jauh. Semoga besok cuacanya cerah, karena tadi saat memperhatikan senior Jo latihan aku juga melihat ada bunga-bunga liar kecil yang akan mekar. Sepertinya besok akan mekar, pasti cantik sekali.