My Silver Star

My Silver Star
The Sea


__ADS_3

"Sora hari ini aku ada agenda dengan senior Jo," kataku pada Sora.


"Agenda? Uwow sudah seperti orang penting saja! Memang apa agenda kalian?" Tanya Sora.


"Kami akan pergi ke ..."


"Ke ...?"


"Kami akan pergi ke Gangwon-do."


"Mwoya?!??! Kalian serius? Wah daebak! Dari stasiun Seoul ke Gangwon bukannya sebentar! Maksudku 2 jam itu kan tidak sebentar ..." Sora terkejut mendengarnya, ia mengatupkan tangan di mulutnya dengan ekspresi takjub.


"Aku ... Juga tidak mengerti."


"Daebak! Tapi ... Musim gugur kali ini cukup dingin, di Gangwon terkenal dengan hidangan laut kalian wajib coba!"


"Ara ..."


"Jangan cemberut gitu! Ayo senyum! Kau akan dating dengan pacarmu loh uwuw!" Kata Sora sambil menggandeng ku menuju keluar gerbang sekolah.


Hari ini cukup dingin, aku memakai long coat agak tebal berwarna cream dan Sora memakai coat biasa yang tebal berwarna coklat susu. Aku belum menghubungi senior Jo apakah kita akan langsung berangkat atau pulang dulu. Perjalanan dari stasiun Seoul ke Gangwon sekitar 2 jam lebih 5-10 menit. Total waktu yang dihabiskan untuk perjalanan pergi-pulang 4 jam lebih.


"Ah! Sora! Sebentar handphone-ku berdering."


Aku menghentikan langkahku untuk menjawab panggilan telepon. Panggilan telepon dari telepon rumah, tidak biasanya ada yang menelepon dari telepon rumah.


"Halo?"


"Halo ... Kim Agassi, ini aku ahjumma Jung. Ada yang menunggumu di rumah, seorang pria muda yang tampan dan sekarang sedang berbincang dengan Tuan Kim. Aku sudah meminta sopir Han untuk menjemputmu, kumohon cepat pulang ya."


"Ya?"


Tut Tut


Telepon ditutup, belum sempat aku menjawab . Dan di depan gerbang sopir Han sudah menungguku. Ada apa sih dengan orang-orang saat akhir-akhir ini? Aku belum sempat mengeluarkan suara tapi sudah mengambil keputusan saja. Aku tau siapa 'pria muda yang tampan' yang sedang menungguku.


"Vivi, sopir Han sudah menjemputmu. Kau duluan saja ... Aku akan pulang dengan Oppa," ucap Sora padaku.


"Ah ... Baiklah."


"Hati-hati yaa!"


"Kau juga! Bye!"


Aku berlari menuju mobil meninggalkan Sora. Sebelum masuk ke mobil aku berbalik melihat Sora yang sudah dihampiri dengan senior Nam. Aku merasa lega, Sora sudah tidak sendirian. Aku langsung masuk ke dalam mobil, sopir Han menjalankan mobil tanpa berkata apa-apa. Hah ... Rasanya mengantuk, ku senderkan kepalaku di jendela mobil dan melihat jalanan. Ku pejamkan mataku perlahan tapi kemudian aku sadar, mobil kami sudah mendekati rumahku.


Tidak ada mobil senior Jo di luar rumahku. Aku keluar dari mobil, melihat ke arah samping dan menemui tetanggaku sedang bermain dengan kucingnya. Ku langkahkan kakiku memasuki rumah. Ahjumma Jung langsung menyambutku dan mengajakku untuk ke kamar. Tampak di ruang tamu pacarku yang tampan dan kakekku sedang berbincang dengan masing-masing gelas kopi di depan mereka.


"Agassi, sebelum nenekmu dan ibumu pergi ke restoran. Ibumu menitipkan bingkisan ini untukmu, pakailah ..." Ucap ahjumma Jung padaku sambil memberikan bingkisan paper bag berwarna putih.


"Terima kasih banyak. Aku akan segera turun."

__ADS_1


Ahjumma Jung keluar dari kamarku, aku segera mandi dan berganti pakaian. Pakaian yang cocok digunakan saat ke Gangwon di musim gugur ini, sepertinya pakaian rajut dari wol yang hangat. Gangwon yang dekat dengan laut pasti terasa dingin sekarang. Aku membuka lemari dan memilih satu baju rajut wol yang tidak terlalu tebal namun terasa sangat hangat. Baju rajut turtleneck panjang berwarna silver ku padukan dengan rok hitam panjang sebetis. Untuk sepatu aku memilih sepatu pantofel hitam simpel.


Untuk outfit sudah selesai, saatnya berdandan. Kali ini aku lebih memilih make-up coral yang simpel dan kelihatan fresh. Bingkisan paper bag dari Eomma di atas kasurku membuatku penasaran dengan isinya. Ku buka perlahan, ternyata sebuah long coat edisi musim gugur bermotif kotak-kotak dengan garis merah. Warna coat didominasi dengan warna coklat tua dan garis merah terang yang begitu mencolok. Cantik sekali!


Selesai bersiap aku turun menuju ruang tamu. Tidak lupa tas kecil kesayanganku, juga ku bawa. Dan tentunya ... Long coat dari Eomma yang langsung ku pakai. Di ruang tamu, kakek duduk di hadapan senior Jo dengan setelan suit format yang rapi sepertinya kakek akan mengunjungi restoran baru miliknya. Senior Jo memakai long coat berwarna mocca dan tatanan rambut yang sangat rapi ala atasan kantor. Aku tersenyum lebar pada mereka berdua, kakekku juga tersenyum lebar. Senior Jo tersenyum 'pelit' namun eye smile miliknya tampak begitu jelas dan sangat cute.


"Kakek, aku akan pergi dengan senior Jo," kataku pada kakek.


"Aigoo~ baiklah. Hati-hati di perjalanan dengan Tuan muda."


"Kami akan berangkat Kim-ssi," ucap senior Jo sambil membungkuk hormat pada kakek dan aku pun juga membungkuk hormat untuk berpamitan.


"Bye bye kakek!"


.....


"Senior kita berangkat naik bus saja ya. Lebih cepat dari naik subway," kataku pada senior Jo.


"Baiklah ... Rasanya lebih menyenangkan naik bus."


Aku dan senior Jo berangkat ke terminal bus dengan bus di halte dekat rumahku. Untuk berjaga-jaga aku sudah memesan tiket bus ke Gangwon dan jadwal yang ku pilih tidak terlalu cepat keberangkatannya. Sampai di terminal bus, senior Jo yang memegang tiket menggenggam tanganku sambil mencari nomor bus yang sesuai. Ada satu bus yang nomornya sesuai dengan tiket kami.


Orang-orang di dalam bus tidak terlalu ramai, kebanyakan para pekerja dan beberapa pemuda saja. Aku dan senior duduk di bangku bagian belakang sebelah kanan. Aku duduk di dekat jendela dan senior Jo duduk di sampingku. Kami tiba tepat 10 menit sebelum keberangkatan kami.


"Apakah semua sudah datang? Kita akan segera berangkat," ucap ahjussi sopir bus kepada kami sambil menghitung jumlah penumpang.


Selesai menghitung dan melihat jam tangannya, ahjussi sopir bus duduk di kemudi. Bus yang kami naiki mulai berjalan secara perlahan. Angin dingin yang berhembus di tengah musim gugur, jalanan yang terlihat licin, dan awan yang mendung. Suasana yang pertama kali aku rasakan saat tinggal di Korea. Aku tidak menyangka akan ada seseorang yang mengajakku merasakan pengalaman ini.


Senior menggenggam tanganku dengan erat. Aku melihat ke arahnya, senior menepukkan bahunya dengan isyarat padaku untuk menyender padanya. Aku menurutinya dan bersender di bahu senior Jo. Perjalanan dengan bus sekitar 1 jam lebih, singkat namun penuh kenangan. Kenangan yang tidak akan ku lupakan seumur hidupku.


"Bagaimana dengan senior?" Tanyaku padanya dengan suara yang pelan juga.


"Aku tidak apa-apa, aku terbiasa untuk lelah sampai lupa rasanya lelah."


Aku tertawa kecil mendengarnya, dan kembali menyenderkan kepalaku di bahu senior. Senior mengelus rambutku dan memasangkan earphone ke telingaku. Aku sedikit heran, lalu senior memilih sebuah lagu aku sangat menyukai lagu itu. Aku mendengarkan lagu itu sampai aku benar-benar tertidur. Selama perjalanan aku tertidur nyenyak di bahu senior dengan memeluk erat lengannya.


Now playing : Seulong - Sea of Love


.....


Aku terbangun dari tidurku yang singkat. Ku angkat kepalaku dari bahu senior dan melihat ke arah luar jendela. Aroma laut, sangat terasa sekarang. Jauh dari hiruk-pikuk kota Seoul dengan debu halus yang mendominasi.


"Sudah bangun?"


Aku mengangguk mendengarnya.


"Kita sebentar lagi sampai kok."


Aku kembali melihat ke arah luar jendela, aku sangat menikmati pemandangan khas laut di Gangwon. Bus mengarah ke terminal memberi 'sinyal' bahwa kami sudah sampai. Para penumpang sudah bersiap untuk turun begitu juga denganku dan senior Jo. Bus berhenti dan pintu bus mulai terbuka, beberapa penumpang yang lebih tua turun lebih dulu. Setelah itu aku dan senior turun dari bus.


Keluar dari bus senior mengajakku ke rest area. Ia membelikan ku air mineral dan membukanya untukku. Aku duduk dan meminum air mineral yang senior Jo belikan. Senior Jo terlihat lebih dewasa dengan style rambutnya itu. Pacarku ini juga terlihat semakin berwibawa seiring berjalannya waktu. Dan seiring berjalannya waktu pula yang memisahkan kami kelak.

__ADS_1


"Aku sudah memesan taxi untuk kita berdua."


"Taxi?"


"Untuk ke tempat yang kita tuju, aku juga sudah memesan tiket untuk pulang. Aku berjanji pada kakekmu untuk membawamu kembali."


"Baiklah ..."


Kemudian senior mengajakku ke sebuah mobil taxi yang sudah dipesan. Awan tidak terlihat terlalu mendung dari sebelumnya. Sopir taxi menyapa kami dan menanyakan tempat tujuan. Senior yang menjawabnya, dan aku baru mengetahui bahwa kami akan pergi ke pantai. Wah ...! Aku belum pernah ke pantai selain di musim panas di Indonesia. Aku sangat menantikan tempat tujuan kami.


Tiba di tempat tujuan kami, yaitu pantai. Dingin tapi terlihat hangat, itulah yang aku rasakan. Aku berjalan perlahan menyusuri pantai dengan pasir yang berwarna putih. Mendekati perairan yang menarikan ombaknya dan membuatku mundur kembali. Senior mengajakku berlarian di pantai, ia tertawa begitu juga denganku. Meskipun kami hanya bermain di pasir namun tidak membuatku bosan. Suasana baru seperti terekam sebagai memori indah di otakku.


"Hahaha! Apa kau menyukainya?"


"Apa senior tau? Aku tidak pernah ke pantai selain di musim panas. Ini pertama kalinya untukku dan aku pikir ini sangat indah!"


"Maaf, aku pikir ... Aku tidak punya cukup waktu untuk mengajakmu ke pantai saat musim panas. Jadi ... Ketika aku menonton drama encounter dan melihat pantai ini, ku pikir akan menyenangkan mengajak seseorang menikmati suasana yang berbeda."


"Senior menonton drama juga? Hahaha!"


"Aku jadi malu mendengarnya."


"Tidak apa-apa senior! Aku suka di pantai ini hanya ada kita berdua saja!"


"Begitu?"


"Ya!"


Senior memelukku dengan hangat, aroma mint yang khas milik senior sangat terasa. Pelukan dari senior Jo untukku setelah banyak hal yang kami lalui. Aku tau, perjalanan kami masih panjang. Pertunangan, perpisahan karena melanjutkan pendidikan, mencoba untuk bertahan memang tidak mudah tapi aku akan menghadapinya. Semua itu bagian dari kehidupanku, milikku.


Senior melepas pelukannya dan menatapku lekat. Perlahan wajahnya mendekati wajahku sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Hidung senior Jo yang mancung bersinggungan dengan hidungku. Dengan perlahan bibirku dan bibir senior bersentuhan. Rasa yang lembut seperti ice cream vanilla, senior menciumku di hari itu. Aku memejamkan mataku dan merasakan rasa yang lembut itu.


Desiran ombak yang menari-nari dan suara burung camar di sekitar kami. Pasir putih yang melukiskan jejak kaki kami. Tepat pada detik ini, aku melepaskan ciuman pertamaku dengan orang yang aku cintai.


Your sea


Without that common wave calmly


It unfolds before me today


Even if everything changes


I'll stay here


Put in the wind


Tell me again


If a wave comes to you someday I'll listen quietly until you regain


I think so

__ADS_1


I don't know a bird in my heart


I think of you again that day


__ADS_2