My Silver Star

My Silver Star
Circle Pattern 2


__ADS_3

Pola lingkaran yang terus berada di sekitar kita ...


Tidak terasa sudah H-2 pertandingan olahraga senior Jo, dan aku masih menemaninya latihan. Hari ini aku datang lebih awal dari biasanya, aku mau melihat bunga kecil yang bermekaran di sekitar lapangan basket. Sudah hampir 45 menit aku menunggu namun senior Jo tidak datang juga, ia juga tidak menghubungiku. Apa dia lupa? Tempo hari saat makan ayam di restoran kami bertukar nomor telepon, dan isi dari chatting kami hanya soal jadwal latihan saja.


Aku mengecek handphone ku berulang-ulang, tidak biasanya senior Jo seperti ini. Aku mencoba menelponnya namun tidak diangkat, sudah 4 kali aku menelponnya dan sekarang sudah 1 jam berlalu. Aku memutuskan untuk kembali karena akan ada kelas nanti. Di perjalanan kembali ke kelas handphone ku berdering, ku lihat ternyata itu dari senior Jo.


"Halo?" ucap senior Jo


"Halo ..." jawabku


"Maaf aku baru melihat handphone, aku juga tidak bisa memberitahumu hari ini skip latihan ..."


"Begitu ya."


"Apa kau datang ke lapangan basket."


"Begitulah ... aku menunggu sejam lebih."


"Maaf ... aku minta maaf. Aku sudah di asrama sekarang, maaf tidak memberitahumu karena mendadak."


"Tidak apa-apa kok."


"Aku ingin ... kau datang ke pertandingan ku lusa."


"Aku pasti akan datang, jangan khawatir dan fokus latihan saja."


"Ah ... iya."


"...."


"...."


Percakapan macam apa ini! Kenapa jadi canggung begini? Di seberang sana ia juga diam saja, memang benar. Lebih baik bertemu langsung saja, kalau begini rasanya tidak enak.


"Senior ... Aku harus masuk kelas."


"Ah, baiklah. Aku juga akan latihan ..."


"Ya sudah ku tutu ..."


"Tunggu! Nanti malam apa kau ada kelas tambahan?"


"Tidak, kenapa?"


"Ayo kita bertemu, aku ingin kita mengunjungi tempat rental komik biasanya."


"Bukankah kau sibuk?"


"Malam ini saja ... sebelum pertandingan."


"... Baiklah."


"Terima kasih Vivi."


"Sama-sama senior."


Menebak dari suaranya senior Jo terdengar senang, hari ini pasti ia habiskan untuk latihan agar malamnya kami bertemu sebelum menjelang pertandingan. Dibanding dengan pertemuan pertama kini senior Jo sudah banyak perkembangan dan lebih baik. Senior Nam juga bilang ia tidak menutup dirinya lagi, ia tidak lagi menyendiri seperti sebelumnya, support juga banyak berdatangan untuknya.


.....


Kelas terakhir tidak begitu membosankan tapi bagi beberapa orang yang tidak suka kelas sastra pasti akan tertidur, seperti Sora sekarang. Beberapa kawan-kawan juga ada yang tertidur, sebagian memperhatikan dan mencatat materi, sisanya sibuk sendiri ntah apa yang dilakukan. Sinar matahari perlahan tenggelam dan kini bulan yang menggantikan posisinya. Hembusan angin malam menutup kelas terakhir hari ini, aku mengecek handphone dan ada pesan masuk dari senior Jo, ia bilang ia menungguku di halte dekat sekolah.


Aku hampir lupa membangunkan Sora yang tertidur, Sora kelihatan sangat lelah kurasa wajar saja, kemarin ia perform lomba dance di Daegu. Kantung mata Sora mulai tampak, sangat jelas bila dilihat dari dekat. Sora pulang dengan Senior Nam, mereka menuju halte yang berbeda agar rute pulangnya tidak rumit.


"Sora!"


"Ya?"


"Apa lusa kau mau menemaniku nonton pertandingan senior Jo?"


"Tentu saja! Aku akan mengajak Oppa juga!"


"Maksudmu Taeyong Oppa?" tanyaku sambil bercanda


"Hmp! Ya aku akan mengajak Taeyong! Dan semua member NCT! Puasss??"

__ADS_1


"Ayolah aku hanya bercanda saja ehehehe."


Aku, Sora dan Senior Nam keluar sekolah berbarengan, dan di halte sudah duduk senior Jo menungguku.


"Aku duluan ya."


"Take care Vivi." ucap Sora


"Kalian juga~ Bye bye!"


"Bye~"


Aku menghampiri senior Jo, senior Jo berdiri untuk menyambutku. Rasanya sudah lama tidak melihatnya, style rambutnya juga berbeda. Bagian atas telinga ia perpendek lagi, ia memakai setelan kasual dengan sepatu MLB abu-abu bergaris neon dan jaket Hoodie hitam dipadu kaos putih bergaris dan celana jeans hitam. Tampilannya malam ini sangat monokrom dan terlihat simpel, ia tersenyum padaku aku juga membalas senyumannya.


"Senior hari ini terlihat tampan! Dan juga berpakaian rapi aku juga mau berpakaian rapi!"


"Mau ku antar pulang dulu?"


"Ya! Aku tidak mau terlihat seperti anak sekolahan! Senior akan mampir ke rumahku dan bertemu dengan Eomma-ku, karena jam segini Appa biasanya belum pulang."


"Baiklah baiklah."


Tidak lama kemudian bus datang menghampiri kami, selain kami ada juga beberapa anak dari sekolahan kami yang naik bus berbarengan kami juga. Di dalam bus, aku duduk di dekat jendela dan senior Jo disamping ku. Perjalanan ke rumah ku memakai bus tidak begitu lama, hanya beberapa menit sudah sampai di halte dekat rumahku. Di halte ini hanya kami berdua yang turun, dari halte menuju rumahku berjarak sekitar 50 meter. Aku sudah terbiasa berjalan ketika berangkat atau pulang sekolah menggunakan bus.


Senior Jo berjalan disamping kananku, karena kami berjalan di sisi kiri trotoar jadi posisi senior seperti seorang bodyguard. Tak lama kemudian kami sampai di rumahku. Tampak mobil Appa sudah di rumah, tapi Appa-ku belum pulang kantor. Toko kecil Eomma-ku masih buka dan sebentar lagi akan tutup, di depan tampak sopir Han sedang merapikan pot-pot tanaman.


"Halo pak Han! Aku sudah pulang!" sapaku pada sopir Han


"Aigoo Nona sudah pulang! Kenapa tidak menelpon ku saja, pasti akan ku jemput tadi."


"Tidak apa-apa kok! Aku naik bus ditemani oleh senior ku. Oh iya perkenalkan ini senior Jo ..."


"Halo boy! Siapa namamu?" tanya sopir Han kepada senior sambil berjabat tangan.


"Namaku Jo Eunbyul pak, senang bertemu dengan anda."


"Tidak perlu segan begitu! Aku adalah sopir Han, sopir dari Nona Kim. Aku juga senang bertemu denganmu boy!"


"Kami akan masuk ya pak. Eomma ada didalam?"


"Ah iya, Nyonya ada didalam sedang mempersiapkan makan untuk Nona."


"Sama-sama Nona."


Senior Jo membungkuk hormat ke pak Han begitu juga dengan pak Han yang membalas salamnya. Kami berdua masuk ke rumah, lampu-lampu masih menyala tampak siluet Eomma-ku dari dapur dan menuju meja makan untuk mempersiapkan makanan.


"Eomma~ Aku pulang~"


"My dear sudah pulang ya. Oh! Siapa itu dear?" Ekspresi Eomma-ku terkejut dan sedikit penasaran karena aku datang dengan senior Jo


"Eomma ... perkenalkan ini adalah senior Jo."


"Halo Tante, Namaku Jo Eunbyul aku senior dari kelas 3A. Senang berkenalan dengan Tante." Sapa Senior Jo sambil membungkuk memberi salam


"Halooo Eunbyul aku Eomma nya Vivi, Tante juga senang berkenalan denganmu."


"Ah ... Vivi segera ganti baju dan makan, Eomma sudah menyiapkan makanan. Eunbyul kau juga makan disini saja ya."


"Eomma kami akan keluar sebentar ..."


"Tidak apa-apa, makanlah dulu. Nanti kalian tidak kelaparan lagi. Ayo duduk!"


"Tidak perlu repot-repot Tante, Terima kasih banyak."


Aku menuju kamarku untuk berganti baju, dan senior Jo ikut menata meja makan bersama Eomma. Aku bersiap-siap untuk date dengan senior Jo meskipun sebenarnya tidak layak disebut date karena kami hanya mengunjungi tempat rental komik langganan kami. Hanya menghabiskan waktu untuk membaca komik dan bercanda saja. Tidak perlu bermake-up hanya natural saja dengan tone up cream dan juga liptint pink natural. Aku juga hanya memakai celana baggy jeans biru dan kemeja flanel pendek berwarna maroon, tidak lupa membawa tas kecil. Untuk rambut hanya sedikit ku rapikan saja, dan ku ikat agar kelihatan fresh.


Aku turun dan mendapati meja makan sudah tersusun rapi, senior Jo juga sudah duduk untuk bersiap makan. Eomma-ku duduk ditempat biasanya Appa-ku duduk. Aku duduk berseberangan dengan senior Jo, tepat di depan senior Jo duduk.


"Selamat makan ...!" ucapku sambil mengambil sumpit


"Selamat makan ..."


Malam itu pertama kalinya aku makan bersama Eomma dan senior Jo di satu meja makan. Setelah selesai makan, kami membantu Eomma membereskan meja makan.


"Sebaiknya kalian berangkat sekarang saja agar tidak pulang larut ya."

__ADS_1


"Tapi ..."


"Nanti akan dibereskan bibi Eun Eomma juga akan memantau toko sebelum tutup."


"Arasseoyo~"


"Hati-hati ya dear!"


Aku dan senior melangkah keluar rumah, dan melanjutkan perjalanan ke tempat rental komik. Senior tampak senang setelah makan malam, saat aku ke kamar pasti ada yang dibicarakan dengan Eomma kan?


"Senior ..."


"Ya?"


"Tadi, senior dan Eomma ngobrol apa saja?"


"Hmm ... normal-normal saja, dimana aku tinggal, berapa umurku, apa pekerjaan orangtuaku, jumlah saudara ... Ya begitulah."


"Tidak ada yang khusus?"


"Ada. Tapi rahasia hahaha."


"Mwoya? Aku juga penasaran loh."


"This is secret!"


Kami sudah sampai di tempat rental komik, pemilik tokonya sudah hapal dengan kami karena kami sering datang kesini. Karena sudah malam hanya ada beberapa orang yang membaca di tempat sebagian besar menyewa untuk dibaca di rumah. Awalnya aku dan senior mengambil lorong yang berbeda, ia dibagian lorong action dan aku dibagian lorong horor. Tapi setelah ku lihat-lihat aku merasa bosan dan pindah ke lorong action tempat senior.


Senior berdiri disana dan tampak fokus membaca satu buku komik. Aku mendekatinya, dan membaca judul bukunya ternyata ia membaca komik Magic Michiru. Kelihatannya senior suka genre sci-fi, fantasi dan action. Ia melirik ke arahku yang melihatnya dan tersenyum.


"Ayo kita duduk. Eh mana bukumu?"


"Aku baca Detektif Conan saja."


"Baiklah ..."


Ini namanya bukan dating, memang bukan. Mana ada dating di tempat rental komik begini dan membaca komik masing-masing. Ah omong-omong aku sudah lama tidak membaca Detektif Conan jadi seru lagi, seperti refreshing.


"Vivi ..."


Suara senior Jo membuatku sedikit terhentak karena aku fokus membaca komik. Sepertinya aku lah yang suka dating semacam ini ....


"Terkejut ya? Aku ingin memberimu sesuatu."


Senior Jo mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong jaket nya, seperti kotak kecil berwarna off white dan tertera merk diatasnya "Vera Wang". Senior meraih tanganku dan meletakkan kotak itu diatas tanganku.


"Buka lah ..."


"Ini untukku?"


"Ya coba buka saja ..."


Aku membuka kotak kecil itu dan ternyata didalam ada sebuah kalung berwarna emas putih. Desain rantai yang seperti tali ganda dan mainan berbentuk simbol Yin Yang. Aku terdiam sejenak, apakah ini nyata? Ini mahal sekali ...


"Itu hadiah untukmu, aku ingin kau memakainya."


"Sungguh?"


"Sure! Desainnya aku meminta khusus, Yin dan Yang ada dalam diri manusia. Di dalam Hapkido keseimbangan harmoni adalah yang paling utama, kuharap kau senang. Ini tidak seberapa ..."


Tidak seberapa katanya ... Memang seorang kaisar berbeda ya. Aku segan menerimanya karena aku tau ini mahal tapi dia bilang dia meminta desain khusus untukku.


"Tidak perlu sungkan ... Aku akan memakaikannya untukmu."


"Ah ... iya terima kasih senior."


Bukannya aku tidak terlihat antusias hanya saja ini sedikit ...


Ia mengambil kalungnya dan memasangkannya di leherku. Ia pasti bukan tipe orang yang royal dengan orang baru, aku juga mendengar dari senior Nam kalau senior Jo tidak sembarangan melihat dan berteman dengan orang. Ini pertama kalinya, wajahku terasa panas dan tersipu. Selesai memasang kalung, senior Jo berdiri di sampingku yang masih terduduk. Ia tersenyum melihat dan tiba-tiba saja ...


Cepat sekali sampai aku tidak menyadarinya. Senior Jo mencium pipiku! Sial! Wajahku terasa panas pasti terlihat memerah!


"Vivi ... Mungkin saja nanti kita tidak bertemu lagi. Aku tidak bisa janji untuk terus di dekatmu, tapi aku janji aku akan kembali jika aku pergi. Kalung ini hanya ada satu-satunya dengan desain seperti ini, bila nanti aku pergi terus pakailah kalung ini, agar aku bisa menemukanmu."


"Senior apa maksud ..."

__ADS_1


Senior memelukku dan terdiam, disaat seperti ini dia memang butuh support. Di pertandingan nanti aku pasti akan datang. Dan akan ku pastikan senior Jo-ku tidak akan pergi dan menghilang. Kalung ini akan terus kupakai dan kujaga jika memang nanti senior Jo menghilang, aku akan menunggunya.


Aku berjanji ...


__ADS_2