My Silver Star

My Silver Star
Blue Sky


__ADS_3

The rain fell in the desert garden.


Flowers lonely wither.


Ujian sudah berakhir beberapa hari yang lalu. Aktivitas sekolah kembali seperti biasa, beberapa guru terlihat sibuk menginput nilai para siswa. Sang ketua kelas diberi amanat untuk menjaga kelas. Bu Choi terkadang tidak masuk kelas dan lebih sering memberi tugas.


Sangking bosannya aku dan Sora setelah selesai mengerjakan tugas akan tertidur di kelas. Bukan hanya aku dan Sora, beberapa siswa lain juga begitu bahkan sang ketua kelas juga pernah tertangkap basah sedang tidur di kelas. Cuaca yang dingin, langit yang mendung, sikap bermalas-malasan siswa sudah melekat tanpa terkecuali pada diriku sendiri.


Aku mengecek handphone, bermain SNS dan membaca webtoon. Aku tidak terlalu mempermasalahkan perihal SNS, toh SNS sebagai penghubung antara kita dengan yang lain. Kenapa harus dipusingkan jika like menurun atau followers menurun, bodo amat lah. Membaca webtoon dan menonton drama Korea lebih menyenangkan.


"Perhatian semuanya! Jam selanjutnya adalah jam kosong. Tetaplah di dalam kelas! Lakukan apa yang ingin kalian lakukan kecuali keluar kelas! Ada pertanyaan?" Kata ketua kelas sambil berdiri di depan dan menuliskan yang is ucapkan di papan tulis.


"Ketua kelas! Bagaimana kalau ingin ke toilet?" Tanya seorang temanku.


"Ya kecuali itu juga s*al*n! Kau ini sudah SMA bukan anak SD lagi!" Jawab seorang temanku yang lain.


"Ya benar, kecuali itu." Kata ketua kelas.


Suasana kelas sedikit ricuh setelah pertanyaan tadi. Banyak yang tertawa dan meledeknya, dan yang bertanya tadi juga tertawa. Sereceh itu mood booster di kelasku, aku juga ikut tertawa.


TAK TAK TAK


"Sstt! jangan ribut!" Kata ketua kelas yang mengetukkan penghapus papan tulis ke papan tulis.


Sora melanjutkan tidurnya, aku memasang earphone ke handphone dan menyalakan lagu. Alih-alih tidur, dengan mendengarkan lagu aku melamun melihat ke arah jendela. Embun yang membasahi jendela membentuk pola vertikal yang blur. Pepohonan dan daun-daun juga basah, lapisan epidermis daun tampak mengkilat. Sinar mentari yang menyinari bumi seperti enggan untuk bersinar. Atau karena awan mendung yang menghalanginya untuk bersinar.


Selama 15 menit aku mendengarkan lagu yang kusetel. Aku bangun dan melihat ke sekitar kelas. Kehidupan anak SMA, ada yang bergosip, ada yang Mabar game, ada yang menggambar, dan yang paling ekstrim ada yang belajar. Ya ... Ekstrim di jam yang kosong, dengan rajinnya sekretaris kelas mengerjakan soal-soal latihan. Lama-lama melihatnya aku juga tertarik untuk belajar, tidak ada salahnya mencetak rekor disaat yang lain sedang santai.


Ku buka buku latihan sastra Inggris dan mengerjakan soal-soal di dalamnya. Dengan mendengarkan lagu rasanya lebih nyaman ketika belajar meskipun yang lain ricuh. Ku ubah settingan lagu yang tadinya mostly K-Pop sekarang ku ubah western agar lebih nyaman mengerjakan soal berbahasa Inggris. Ku lihat Sora yang masih tertidur pulas dan ku tutupi wajahnya dengan bukunya. Kulakukan agar Sora tidak silau meskipun mendung, dan orang lain tidak melihatnya tertidur.


.....


Aku tidak menghabiskan seluruh jam kosong untuk belajar. 18 menit sebelum jam kosong berakhir, aku memutuskan untuk menutup buku latihan dan memilih membaca webtoon. Tanpa terasa jam kosong telah usai, suara bel terdengar nyaring. Membangunkan Sora yang tertidur sejak tadi. Masuk ke jam pelajaran terakhir, Sora pergi ke toilet untuk cuci muka.


Aku sudah menyiapkan buku untuk jam selanjutnya. Membereskan mejaku dan juga meja Sora, menyusun buku-buku di mejanya. Kehidupan seorang siswa yang terus-menerus seperti ini, seperti siklus Krebs yang tidak ada habisnya. Handphone-ku bergetar, ada pesan masuk dari Junsu. Saat aku membaca pesannya Sora kembali ia juga melihat pesan teks yang kubaca.


"... Sudah keluar dari rumah sakit ... Siapa itu Junsu?" Tanya Sora padaku setelah membaca pesan teks.

__ADS_1


"Tetanggaku, kau ingat yang tempo hari kecelakaan? Saat ujian hari pertama ..."


"Ah iya! Aku ingat. Jadi dia tetanggamu?"


"Ya ... Aku juga baru tau setelah sopir Han yang menjemputku bilang bahwa orangtuaku menjenguk Junsu di rumah sakit."


"Malang sekali ya si Junsu itu ..."


"Hey!"


"Maaf maaf."


"Aku dan senior Jo juga sudah menjenguknya."


"Benarkah? Ah kalian ini ... Tidak mengajakku dan juga Yeon Seok Oppa ..."


"Hey Soraaa malamnya kau meneleponku sambil menangis, dan ternyata kau sakit."


"Hehehe maaf membuatmu kesal ya."


"Kau mau ikut ke rumahku sepulang sekolah? Menjenguk Junsu di rumahnya juga ..."


Sepulang sekolah aku meminta sopir Han menjemputku. Aku mengirim pesan pada senior Jo bahwa aku pulang bersama Sora. Di luar gerbang sopir Han sudah datang, aku dan Sora masuk mobil duduk di bangku belakang.


"Sopir Han, Junsu sudah di rumah?"


"Ah .. iya nona Kim. Mereka baru saja sampai, tuan dan nyonya juga disana."


"Appa sudah pulang?"


"Hanya sebentar untuk menjenguk Junsu."


"Begitu ya ..."


"Vivi, kita tidak membawa bingkisan?"


"Oh iya! Sopir Han nanti mampir sebentar di toko buah dekat rumah kita."

__ADS_1


"Baik nona Kim."


Mobil mampir ke toko buah, aku dan Sora turun dari mobil dan membeli beberapa buah. Setelah selesai membeli buah, kami kembali ke mobil menuju ke rumah Junsu.


Sampai disana tampak mobil Appa di depan rumah pak Kwon. Aku mengucapkan terima kasih pada sopir Han, lalu kami masuk ke rumah Junsu. Tapi, ada satu mobil yang ku kenal, mobil yang tampak tidak asing juga terparkir di depan rumah Junsu.


Masuk ke rumah Junsu, pak Kwon yang melihat kami langsung menyambut kami. Ada Appa dan Eomma juga disana, lalu ... Senior Jo juga ada disana. Senior Jo tidak memakai seragam sekolah namun ia memakai setelan suit berwarna navy dengan dasi bergaris abu-abu. Rambut senior Jo ditata dengan sangat rapi, aura chaebol ... Tidak kali ini aura pimpinan melekat sekali dengannya.


Mereka berkumpul di ruang tamu, luka-luka di wajah Junsu sudah mengering dan beberapa tampak tak berbekas. Junsu duduk di sofa dengan mengenakan sweater berwarna hijau army dan celana jeans hitam beraksen ripped. Sora menyerahkan buah yang dibawa kepada pak Kwon. Senior Jo melihatku dan tersenyum. Pak Kwon mempersilahkan kami duduk, kami berterima kasih pada pak Kwon dan menerima tawarannya.


"Semuanya, perkenalkan ini adalah Sora teman sebangku dan sekelas denganku."


"Annyeonghaseyo~ perkenalkan nama saya Kang Sora. Senang bertemu dengan kalian semua."


"Oh Halo Sora, senang bertemu denganmu juga." Jawab Junsu kepada Sora.


Kami semua mengobrol dengan akrab, kami juga banyak membicarakan tentang hal yang sedang trend saat ini. Lalu tiba-tiba ...


"Kebetulan sekali disini ada tuan muda Jo dan juga nona Kim." Ucap pak Kwon membuka suara. Aku tersedak ketika sedang minum dan mendengar perkataannya.


"Kwon-ssi terlalu frontal ya." Kata senior Jo sambil minum dengan santai.


"Kurasa obrolan ini hanya cocok dibicarakan di rumahku saja. Ya kan tuan muda?" Ucap Appa-ku kini membuka suara juga.


Aku dan Sora hanya diam saja saling bertatapan. Junsu juga hanya makan buah dan minum dengan santai. Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, seperti bukan hal yang dibicarakan orang awam.


"Baiklah~ kurasa sudah cukup berbincangnya, Vivi ayo kita pulang. Sora juga pulang akan diantar sopir Han ya." Kata Eomma


"Baik, terima kasih Tante." Ucap Sora


Aku, Sora dan Eomma keluar terlebih dahulu dari rumah pak Kwon. Kami juga mengucapkan salam sebelum pulang. Junsu melambaikan tangan kepada kami dan juga tersenyum. Di luar Sora diantar pulang oleh sopir Han, aku dan Eomma pulang ke rumah.


Eomma dan aku duduk di ruang tamu. Eomma meminta ahjumma pengurus rumah untuk membuatkan minuman. Kata Eomma akan ada tamu yang datang. Aku bertanya-tanya siapa tamu yang akan datang itu.


"Eomma, kita kedatangan tamu? Siapa?" Tanyaku pada Eomma yang duduk disamping ku.


"Kau masuk ke kamar dan ganti baju dulu ya dear, Eomma sudah menyiapkan pakaian yang akan kau pakai. Lalu kembali lagi kesini ya ..."

__ADS_1


"Eomma belum menjawab pertanyaanku."


"Tidak perlu dijawab, kau tebak saja dear ..."


__ADS_2