
Bandara Hongkong
Kalila dan Alexander dikirim oleh Ayrton untuk masuk ke dalam pesawat terlebih dahulu usai semuanya terungkap di pengadilan pagi ini. Travis Blair dan Steven Hamilton hanya meminta agar semua anggota keluarga Pratomo dideportasi keluar Hongkong hari ini juga. ( Baca Jayde dan Wira Stories ).
Hakim ketua akhirnya memberi keputusan bahwa semua anggota keluarga Pratomo harus keluar Hongkong hingga pukul 23.55 malam. Dan kini Kalila bersama Alexander berangkat terlebih dahulu karena dirinya membawa Baby.
Alexander pun menurut permintaan Ayrton demi kecepatan dan keselamatan mereka semua. Dan sekarang, dirinya dan Kalila sudah lolos imigrasi berada dalam pesawat Emir Al Jordan.
"Princess, mau di kamar milik Mr Enzo?" tawar Alexander.
"Nggak Lex." Kalila memberikan kode ke Alexander untuk duduk di sofa dan pria itu pun menuruti permintaan gadis itu.
"Ada apa princess?" tanya Alexander. Keduanya masih menunggu kedatangan keluarga mereka dari penjara.
Kalila memegang lengan Alexander dan bersender di bahu kekar itu. "Aku capek Lex. Rasanya ingin segera pulang."
"Sebentar lagi kita akan pulang, princess. Kita akan melihat istana Al Jordan lagi" ucap Alexander lembut.
"Apa besok kalau aku akhirnya menikah dengan inspektur Megure, kamu akan tetap menjadi pengawal aku?" Mata hazel Kalila menatap mata hijau Alexander.
"Saya yakin suami anda kelak akan mengijinkan saya tetap menjadi pengawal anda."
"Apa kamu yakin?" Kalila tampak skeptis dan meragukan apakah ada seorang suami yang mengijinkan istrinya dikawal bodyguard pria. Mbak Zee aja dikawal sama Jasmine dan Sarah. Mbak Leia saja dikawal sama Susan, mbak Gemini sama Xena. Kalila yakin bahwa suaminya di masa depan adalah pria posesif seperti kebanyakan pria-pria chauvinist lainnya.
Istilah male chauvinist ini baru lahir kira-kira pada tahun 60an untuk menggambarkan pria yang menganggap wanita lebih inferior daripada laki-laki,sehingga semua sikap, perkataan, perbuatannya 'merendahkan' kaum wanita. Meskipun sekarang sudah berbeda karena kaum wanita dikenal mampu sepantaran atau lebih dari kaum pria, tapi bagi kelompok yang masih memiliki pola asuh dan pemikiran tradisional, mereka masih memegang paham ini.
__ADS_1
"Saya yakin princess" jawab Alexander yakin. "Kenapa? Anda takut jika inspektur Megure akan berbuat macam-macam ke anda?"
"Kamu tahu sendiri kan Lex, meskipun kita sudah memiliki persamaan gender, tapi masih saja yang memiliki pola pikir wanita masih dibawahnya."
"Ada beberapa hal memang wanita 'di bawah' pria apalagi di Islam, wanita memang dibawah pria karena pria adalah kepala rumah tangga tapi di Islam juga memberikan perlindungan pada wanita. Dalam pernikahan, suami wajib memimpin dan melindungi isteri serta segala keperluan keluarga, sedangkan wanita di sisi kaum pria adalah laksana organ tubuh dalam raga yang satu, kaum pria sebagai kepala, sedangkan wanita sebagai badannya. Qs. an-Nisa’ [4]: 34 menjelaskan kedudukan laki-laki lebih tinggi dari perempuan, hal ini dimaksudkan untuk mempertegas pembagian tugas antara laki-laki sebagai suami dan perempuan selaku isteri. Penyebutan kata ar-Rijal dan anNisa’ dalam ayat ini tidak menekankan pada signifikansi biologis, tetapi lebih kepada kepemimpinan karakter dan fungsi sosial. Sosok kepemimpinan (qawwam) umumnya lebih dominan ditunjukkan oleh kaum laki-laki daripada perempuan. Keutamaan laki-laki dalam ayat ini dihubungkan dengan tanggung jawab nya sebagai kepala rumah tangga. Namun, al-fadhl (kelebihan) yang dimiliki oleh laki-laki lantas tidak menjadikan laki-laki (suami) berbuat semena-mena terhadap perempuan (isteri) nya" papar Alexander yang membuat Kalila tersenyum mendengar pengawalnya sangat open minded.
"Aku sangat yakin, istrimu kelak akan sangat beruntung mendapatkan suami seperti dirimu."
Alexander menatap Kalila. "Why?"
"Karena aku yakin, kamu akan melindungi istrimu dan membuatnya satu-satunya wanita dalam hatimu jika kamu memiliki pola pikir seperti itu."
Alexander mencium pucuk kepala Kalila. "Terimakasih princess." Wanita itu kamu, Lila. Dan ya, kamu lah wanita yang hanya ada dan selalu menjadi satu-satunya si hatiku.
Kalila memeluk erat lengan Alexander. Apa aku akan mengalami patah hati lagi untuk kedua kalinya? Aku benci perjodohan ini, membuat aku tidak bebas memilih pria yang aku inginkan. Jika memang aku harus menikah dengan si pangeran Qatar berujud inspektur Megure itu, setidaknya biarkan aku seperti ini dulu bersama Alex.
Alexander melirik bagaimana wajah Kalila tampak sendu dan tersenyum lembut karena tahu gadis itu mulai memiliki perasaan kepadanya. Sabar ya Lila. Jika kamu tahu soal aku dan setelahnya menghajarku, aku terima.
Kalila melepaskan pelukannya di lengan Alexander dan langsung bergegas menuju jendela pesawat, melihat tiga bus besar memasuki hangar tempat semua pesawat keluarga dan pesawat yang disewakan oleh Abiyasa serta Benji terparkir rapi.
Gadis itu pun berlari keluar pesawat untuk menyambut semua anggota keluarganya dengan diikuti oleh Alexander di belakangnya. Keduanya menunggu di bawah tangga pesawat sampai tiga bus itu berhenti.
Wajah Kalila tampak sumringah melihat semua kakak lelakinya keluar dari bus dan gadis itu langsung menghambur memeluk mereka satu persatu. Terakhir adalah Ken yang langsung memeluk kembarannya erat. Alexander hanya tersenyum melihat bagaimana gadis itu mengungkapkan semua emosinya.
Bayu lah yang paling emosional bersama Kalila usai gadis itu melerai pelukannya ke Ken. Tampak pria bertubuh besar itu memeluk adiknya seperti ingin menjadi tempat perlindungan bagi Kalila.
Semua orang saling berpamitan di bawah pengawasan pegawai kehakiman Hongkong yang harus memastikan semua orang sudah terbang meninggalkan Hongkong... Semuanya!
__ADS_1
Lucas Syahputra memeluk Hoshi saat hendak masuk ke pesawat yang membawa para agen BIN pulang ke Jakarta karena Hoshi bersama Sadawira harus ke Tokyo menggunakan pesawat milik keluarga Takara.
Para agen Mossad bersama Eli Yaqub sudah mendapatkan pesawat sendiri yang akan membawa mereka kembali ke Tel Aviv, sedangkan Katrin Jaeger bersama rombongan naik pesawat milik agen BND yang dikirim pemerintah Jerman.
Tepat pukul tujuh malam waktu Hongkong, semua pesawat yang sebelumnya berjajar rapi di area khusus, sudah tinggal landas menuju New York, Jakarta, Tokyo, Tel Aviv, London, Dubai dan Muenchen.
***
Di dalam pesawat Al Jordan
Kalila memeluk Ken di sofa panjang dan tidur bersama disana membuat semua orang maklum dengan gadis yang berperan banyak sebagai sniper dan pelindung bagi kakak-kakaknya, membutuhkan healing dengan memeluk saudara kembarnya.
Alexander hanya tersenyum melihat bagaimana eratnya hubungan Ken dan Kalila yang saling mensupport emosi masing-masing.
"Lila sudah mendingan Lex?" tanya Gasendra yang mendekati pengawal adiknya.
"Butuh waktu Mr Gasendra, butuh waktu" jawab Alexander.
"Jangan jauh-jauh dari Lila, Lex. Dia butuh seseorang yang paling dekat dan dia percaya. Dan orang itu kamu."
Alexander mengangguk sambil menatap lembut ke Kalila.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️