
Istana Al Jordan The Wedding Day
Kalila menatap ke arah Alexander yang duduk di sebelahnya. Otaknya harus mencerna lebih dalam lagi. "Daddy... Apa maksudnya?" tanya Kalila dengan nada dingin yang bisa membuat semua orang yang mendengar merasa merinding termasuk Alexander yang belum pernah mendengar nada seperti itu dari istrinya.
"Alexander adalah suami kamu, Lila" jawab Enzo tenang.
"Jadi inspektur Megure selama ini adalah Alexander?" Mata hijau kecoklatan Kalila masih menatap tajam ke pria yang sudah menjadi suaminya. "Jadi selama ini kamu menyamar menjadi pengawal aku agar tahu siapa calon istrimu dan aku sama sekali tidak tahu seperti apa calon suamiku...?"
"Lila, aku bisa jelaskan..."
Kalila berdiri lalu pergi meninggalkan tempat ijab. "Raine! Ikut aku!" perintah Kalila galak ke sepupunya paling dekat membuat bontot Alaric itu terkejut tapi akhirnya gadis itu mengikuti kakaknya yang sedang marah.
"Apa yang akan dilakukan Lila?" gumam para sepupunya membuat Alexander kebingungan. Jujur dia sudah siap jika Kalila menghajarnya detik itu juga.
"Papa Enzo..." Alexander menatap Enzo panik lalu ke ayahnya dan kakaknya.
"Susul Lila, Lex. Kamu harus bertanggungjawab atas semuanya" senyum Enzo yang entah kenapa tampak menyeramkan.
Alexander lalu bergegas menyusul Kalila.
***
Kamar Kalila.
"Jadi kamu minta tolong sama aku untuk melepaskan gaun ini karena sayang rusak sebelum menghajar Alex?" tanya Raine sambil melipat gaun pengantin Kalila yang sudah berganti pakaian dengan kaos dan celana jeans. Gadis itu bahkan memakai sarung tangan olah raganya dan sepatu Doctor Marten sebagai persiapan.
"Yup!" Kalila menggerai rambut nya yang tebal..
__ADS_1
"Tapi setidaknya dia tidak seperti Inspektur Megure, Lila. Alexander adalah suami kamu sekarang!"
"Aku tidak perduli! Aku paling tidak suka dikerjain seperti ini, Raine ! Meskipun aku cinta Alex tapi aku sakit hati selama ini dia dekat padaku tapi tidak mau jujur !"
"Lila, aku tahu kamu sakit hati. Tapi Alexander mungkin juga sama denganmu ingin tahu seperti apa calon istrinya...Hanya saja terlalu lama dia tidak jujur padamu!" Raine menatap kasihan ke Kalila yang tampak tidak bisa mengontrol emosinya. "Lampiaskan pada sumbernya dan setelah itu tinggalkan! Biar dia tahu rasanya dibohongi itu sangat tidak enak!"
Kalila tampak berpikir. "Raine, aku minta tolong..."
***
Alexander kebingungan mencari Kalila karena dia tidak tahu kalau kamar istrinya sudah pindah ke kamar yang akan dipakai sebagai kamar pengantin di lantai dua.
"Kamu cari siapa Alex?" suara Kalila terdengar dingin membuat Alexander mendongakkan wajahnya dan melihat istrinya sudah berganti pakaian.
"Lila, maafkan aku. Aku akan jelaskan semuanya..."
Kalila berjalan menuruni tangga sambil menatap tajam ke arah Alexander. "Mau menjelaskan apa? Kebohongan kamu? Apalagi yang kamu sembunyikan Alex? Oh, apakah nama aslimu memang Alexander? Atau itu cuma rekayasa?" ucap Kalila sinis.
"Oh. Jadi kamu sudah merencanakan semuanya ya Lex? Mau sampai kita ijab, kamu baru membuka identitas kamu?" Kalila berjalan mondar mandir di hadapan Alexander sambil melemaskan tangannya.
"Lila... "
"Apakah kamu tahu kalau aku paling tidak suka dibohongi! Apalagi? Kamu pernah menikah? Kamu punya simpanan? Apalagi yang kamu sembunyikan dan akan berbohong padaku? Apakah perasaan kamu juga itu suatu kebohongan? Aku rasa kamu bohong bilang cinta padaku! Iya kan Alex? Aku jadi tersadar bagaimana kamu meyakinkan aku untuk membawa kamu sebagai pengawal aku karena kamulah yang akan menjadi suamiku!" Kalila bertepuk tangan.
"Very smart Alexander... Very smart. Kamu berhasil membodohi aku..." Tanpa dimau air mata Kalila mengalir. "Tega kamu Alex! TEGA KAMU!"
"Lila ... "
__ADS_1
BUGH!
Alexander terhuyung terkena tinju Kalila. Gadis itu tidak memberikan kesempatan ke Alex untuk bersiap - siap karena sudah langsung menerjang suaminya. Alexander berusaha menangkis semua pukulan dan tendangan Kalila tapi menghadapi orang yang sedang marah dan emosi membuat kekuatannya bertambah dua kali lipat.
Hingga akhirnya Alexander tersungkur usai perutnya ditendang dengan lutut Kalila. Pria itu membungkuk sambil memegang perutnya dan tak lama Alexander memuntahkan isi perutnya dan terdapat darah disana membuat Gasendra langsung memeluk adiknya yang kalap.
"Lila ! Lila ! Sudah ! Alex bisa mati!" ucap Gasendra yang harus mengeluarkan tenaga nya untuk membuat Kalila tenang.
Ken segera memeriksa Alexander dan tampak Ega dan Anarghya juga menghampiri keributan di ruang tengah. "Biar Oom periksa" ucap Anarghya.
"Aku minta kita berpisah! Aku tidak mau dengan pria pembohong macam kamu!" teriak Kalila histeris. "Talak aku ! TALAK AKU ALEX!"
Alexander yang masih diperiksa Anarghya dan Pandega hanya berbisik. "Sampai kapanpun... Aku tidak ... akan menalak mu... Lila..."
"Ssshhh Alex jangan banyak bicara! Ulu hatimu kena ini!" ucap Anarghya yang seorang dokter bedah. "Ken, ambulans..."
"Dalam perjalanan..." Ken melihat saudara kembarnya masih meraung histeris langsung mengambil obat penenang dan menyuntikkannya. "Maaf Lila..."
Tak lama tubuh Kalila terkulai lemas dan langsung dibopong Gasendra menuju kamarnya sedangkan Alexander menatap sedih ke arah istrinya. Hatinya sangat sakit dan menyesal membuat Kalila seperti itu. Tanpa disadari, air matanya pun menetes.
"Maafkan aku Lila..." ucapnya berulang hingga kesadarannya hilang.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️