
Acara Pernikahan Garvita dan Gabriel
Alexander berusaha untuk tidak ketahuan oleh para pengawal ayah dan kakaknya yang datang ke acara pernikahan Emir Al Jordan Schumacher itu karena bisa-bisa mereka main menunduk dan penyamaran nya bisa ketahuan. Bubar deh semua rencananya nanti.
Kalila yang bingung melihat pengawalnya seperti ninja Hatori mengendap-endap, akhirnya menarik telinga Alexander.
"Aduuuh duh duh!! Princess!" desisnya kesakitan.
"Kamu kenapa macam ninja Hatori? Mending Naruto, ini kagak! Ada apa?" selidik Kalila gemas.
"Saya berusaha menghindari rival saya princess." Hanya alasan itu yang bisa dia ucapkan. Rival mana lagi coba?
"Rival apaan?" tanya Kalila bingung.
"Melamar jadi pengawal Al Jordan."
Kalila hanya ber 'oh'. "Harusnya kamu bangga dong bisa mengalahkan rival kamu, bukan mengendap-endap ala Naruto begini!"
"Soalnya saya curang, princess" cengir Alexander membuat Kalila mencubit lengan pengawal nya.
"Dasar!" umpat Kalila.
Alexander hanya tersenyum manis sambil mengusap bahunya. Mata hijaunya melihat ayah dan kakaknya datang yang langsung memberikan kode untuk bisa berbicara langsung dengannya. Pria itu mengangguk ke arah ayah dan kakaknya.
"Siapa itu Alex?" tanya Kalila yang pagi ini mengenakan abaya, gaun khas Dubai yang mirip dengan kaftan.
"Emir Qatar dan putra sulungnya" jawab Alexander apa adanya.
"Kalau kakaknya ganteng begitu, kenapa adiknya ngumpet ya?" gumam Kalila.
Adiknya di belakang kamu, Lila.
"Fix! Dia memang jelek!!! Jadi tidak berani datang kemari! Dasar pria pengecut!" umpat Kalila gemas. "Awas kalau ketemu! Aku buat jadi peyek!"
Alexander meringis mendengar Omelan calon istrinya. "Peyek itu apa?" tanya Alexander yang sudah terbayang bentuk tidak jelas.
"Secara umum, rempeyek atau peyek adalah gorengan tepung beras yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan kental, diberi bumbu (terutama garam, bawang putih) dan daun jeruk, serta diberi bahan pengisi yang khas, biasanya biji kacang tanah atau kedelai. Tepung beras berfungsi sebagai pengikat adonan. Itu makanan khas Jawa, bentuknya tipis begitu! Jadi jangan salahkan kalau inspektur Megure aku giling jadi tipis macam peyek!"
Alexander hanya bisa menelan salivanya susah payah. Bahaya kalau Lila sudah ngamuk.
***
Acara ijab qobul Garvita dan Gabriel berlangsung lancar dan khidmat. Yang membuat semua anggota keluarga terkejut adalah mas kawin yang diberikan oleh Gabriel, rumah nya yang di Miami dan emas dengan berat 23 kg sesuai dengan usia Garvita saat ini.
__ADS_1
Alexander tidak menyangka kalau partner dalam mengawal nya memiliki tabungan yang mampu membeli emas segitu beratnya.
"Gila tuh bocah!" gumam Alexander menatap kagum ke Gabriel yang notabene hanyalah mendapatkan gaji pengawal tapi bisa memberikan mas kawin yang tidak malu-maluin untuk anak seorang Emir meskipun semua orang tahu Ayrton tidak terlalu mementingkan mas kawin yang mewah karena Garvita sudah berkecukupan.
"Kamu iri Lex?" bisik Kalila yang memang diplot Enzo untuk tetap bersama dengan pengawal nya.
"Iri? No. Saya punya rencana sendiri kalau menikah dengan wanita masa depan saya."
Kalila menatap sedih ke Alexander yang membuat Pria itu menggenggam tangan gadisnya. "Don't worry, saya masih ingin bersama anda sampai inspektur Megure itu maju untuk melamar anda."
"Nanti aku bilang ke inspektur Megure supaya tetap kamu yang menjadi pengawal ku."
Alexander tersenyum sambil mengangguk.
***
Bangunan Tersembunyi Dekat Dojo Istana Al Jordan
Alexander menatap ayahnya Akhram dan kakaknya As'ad Khalid. Mereka bertiga di sebuah ruangan dekat Dojo dan tidak banyak orang yang tahu ruangan itu kecuali para anggota keluarga Al Jordan dan para pengawalnya.
Disana mereka aman tanpa ada yang bisa mendengarkan percakapan ketiganya, apalagi para pengawal berdiri di sana mencegah orang masuk.
"Mau sampai kapan kamu ngerjain Lila?" hardik Akhram yang gemas dengan putranya main menyamar menjadi pengawal calon istrinya.
As'ad dan Akhram hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Tenang ayah, anak bandel ini sudah pesan ruangan VVIP di rumah sakit kita di Qatar. Karena tahu, calon menantunya ayah, bukan gadis sembarangan. Dia bisa menghajar Alex tanpa ampun!" kekeh As'ad.
"Lex, kalau sampai Lila tahu .."
"Lila boleh tahu saat kami sudah melakukan ijab qobul" jawab Alexander tegas membuat kakak dan ayahnya melongo.
"Berarti kamu sudah siap kalau tidak ada malam pertama ya Lex karena kamu sudah pasti akan menginap di rumah sakit" seringai Akhram.
"Aku sudah siap lahir batin, Ayah" jawab Alexander kalem.
"Yakin kamu?" tanya Akhram.
"Insyaallah yakin Yah."
"Ayah tidak menanggung lho ya" kekeh Akhram.
***
Ruang pesta pernikahan
__ADS_1
Kalila diajak oleh Enzo untuk berkenalan dengan calon mertuanya dan iparnya. Gadis itu mengangguk hormat dengan Alexander berdiri di samping nya yang memasang wajah datar. Alexander tahu ayah dan kakaknya tampak usil menggoda dirinya dengan mata mereka. Enzo sendiri membiarkan Kalila mendekatkan diri dengan calon ayah mertuanya beserta kakak iparnya dan memilih untuk menemui banyak kolega yang datang.
"Kenapa pangeran bungsu tidak ikut, tuan Emir? Setidaknya saya bisa tahu seperti apa calon suami saya" tanya Kalila tanpa basa basi ke Akhram.
"Sayangnya, si bontot tidak mau ikut karena pertama, wajahnya tidak seganteng As'ad jadi dia minder..."
"Jerawatan dan banyak di wajah... besar-besar pula!" sahut As'ad membuat Alexander mendelik.
Brengseeekkk kak As'ad! Aku nggak jerawatan! Pelanggaran! Alexander menatap judes ke kakak nya.
"Apakah dia pendek?" tanya Kalila lagi menilik Akhram dan As'ad termasuk tinggi, besar kemungkinannya calon suaminya juga tinggi tapi tidak menutup kemungkinan kalau salah blueprint jadinya pendek dan gempal.
"Menurut kamu?" goda Arkham.
"Well, saya rasa calon suami saya tidak mungkin pendek mengingat paman Arkham dan kak As'ad tinggi tapi bisa jadi kan tidak setinggi kalian" jawab Kalila polos membuat Arkham merasa bersalah dengan calon menantunya karena mengikuti acara penyamaran putra bungsunya.
"Jika memang dia pendek dan gemuk, apakah kamu tetap mau menerimanya?" tanya As'ad.
"Bukankah jika sudah terjadi perjanjian, harus tetap kita jalani? Meskipun tidak sesuai tapi kalau sudah dijodohkan apalagi membawa nama keluarga, saya tetap berusaha menerima calon suami saya itu" jawab Kalila dengan wajah menatap lurus ke As'ad.
Arkham melirik ke arah Alexander yang tampak berusaha memasang wajah datar tapi tahu dari mata hijau ayahnya tampak teguran dan menyalahkan semuanya ke putra bungsunya.
Tenang Ayah, aku bakalan menerima konsekuensinya!
As'ad tersenyum. "Kamu memang calon adik ipar yang bisa dibanggakan. Terima kasih Kalila, mau menerima adikku yang tidak memiliki kelebihan apapun, hanya menyandang gelar putra Emir Qatar saja." Mata abu-abu As'ad menatap jahil ke Alexander.
Brengseeekkk!
***
Yuhuuuu Damian udah up
Monggo dicekidot.
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1