
Istana Al Jordan Dubai UAE Dua Hari Kemudian
Alexander kebingungan mencari Kalila kemanapun termasuk Dojo jika dirinya merasa gundah gulana. Kemana calon istriku itu?
Pria bermata hijau itu mengubek-ubek istana dan tidak menemukan gadisnya. Ponselnya pun tidak aktif membuat Alexander merasakan frustasi. Tidak berhasil menemukan Kalila, Alexander menuju ruang monitoring dan mencari gadis itu. Wajahnya pun tersenyum ketika melihat Kalila tampak berkuda menuju Padang rumput tempat para keluarga Al Jordan berkuda disana.
Padahal semua sedang sibuk untuk acara pernikahan Gabriel dan Garvita, tapi gadisku malah pergi berkuda. Alexander pun menuju istal istana dan mengambil kuda favoritnya, Ferarri, untuk menyusul Kalila.
***
Kalila mengikat kudanya yang bernama Evangelion di sebuah pohon dekat pohon willow favoritnya untuk merumput dan dirinya memilih bersandar di pohonnya. Entah kenapa dirinya merasa tidak bersemangat menyambut kemeriahan persiapan pesta pernikahan Garvita dan Gabriel. Kalila berbekal coklat dan air mineral di tas ranselnya seperti biasanya dirinya ingin menyendiri.
Efek PTSD dari Hongkong ternyata masih berbekas di dirinya. Kalila merasa dirinya butuh ketenangan dan waktu untuk sendiri dulu. Ternyata aku tidak sekuat yang aku duga... Oma Sabine, Lila tidak sekuat Oma ternyata ....
Kalila memejamkan matanya menikmati angin sepoi-sepoi yang membuatnya semakin mengantuk. Tak berapa lama, gadis itu terlelap dan tidak mendengar suara derap kaki kuda yang datang ke tempatnya.
Alexander pun mengikat kudanya berdekatan dengan kuda milik Kalila lalu berjalan menuju gadis yang sedang terlelap. Pria itu pun duduk di sebelah Kalila dan memandangi wajah lelah gadis itu. Ini sudah hari kesekian tapi PTSD Lila masih saja membekas.
Kepala Kalila menempel di bahu kekar Alexander dan pria itu membenarkan posisi gadisnya biar nyaman. Alexander mengambil tangan Kalila dan menciumi nya seolah ingin menghapus kejadian tidak enak di Hongkong.
"You're strong ( kamu kuat ), Lila. And I'm so proud of you ( dan aku sangat bangga padamu )" bisik Alexander penuh perasaan.
Kalila hanya menggumam tidak jelas dan Alexander memeluk gadis itu dan mencium pelipisnya. "I love you Lila. Be strong. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Lila. Tidak akan!"
***
Kalila mengerjapkan matanya dan merasakan kepalanya bersandar ke sesuatu atau seseorang?! Gadis itu melihat tangannya digenggam erat oleh tangan yang sangat dihapalnya. Alexander.
Perlahan gadis itu menegakkan kepalanya dan melihat Alexander yang terlelap. Kalila celingukan dan melihat kuda pengawalnya dan kudanya berada di tempat yang sama.
"Sudah bangun, princess" ucap Alexander dengan mata masih terpejam.
"Kamu menyusul aku kemari?" tanya Kalila.
"Yup."
"Kenapa?"
"Karena sudah menjadi tugas saya untuk menjaga anda, princess."
"Tapi aku kan tidak membawa ponsel."
"Apa gunanya CCTV, princess?" Alexander membuka matanya dan menatap Kalila lembut. "Bagaimana tidurnya?"
"Nyaman. Terimakasih kamu datang jadi aku ada sandaran..." ucap Kalila sedikit kikuk dipandangi pengawalnya sedemikian rupa.
"Princess, are you okay?"
__ADS_1
"Stop asking me 'i am okay' ( stop menanyakan aku oke )! Cause I'M NOT OKAY, Alex...."
"Kamu mau menangis lagi?"
Kalila menggelengkan kepalanya. "Aku ingin pergi..."
"Bagaimana kita ke pantai? Saya temani. Kita pergi bebas, membuat istana pasir, nona bisa mengubur saya di dalam pasir..."
Kalila memegang wajah Alexander. "Aku suka ide itu! Mengubur kamu hidup-hidup!"
Alexander melongo. "Astaghfirullah... Anda sangat psycho, princess."
Kalila mencium ujung hidung Alexander. "Ayo, kita pulang terus kita ke pantai melihat sunset!" Gadis itu berdiri. "Come on Alex!" ajaknya sambil berlari menuju tempat kuda-kuda mereka ditali.
Alexander yang masih termangu kena cium Kalila, akhirnya pun berdiri dan mengikuti nonanya.
***
Dubai Exclusive Private Beach...
Kalila tampak sumringah saat masuk ke dalam pantai private yang disewa oleh Enzo demi kebahagiaan putrinya. Alexander yang mengikuti nonanya dengan santai, ikut senang melihat bagaimana wajah Kalila berseri-seri.
Keduanya pun tiba di sebuah bangunan bata alam yang dibuat seperti reruntuhan dan Alexander merasa ingin mengambil foto Kalila.
"Princess, berbalik lah" pinta Alexander yang sudah siap dengan ponselnya.
Miss Kalila Al Jordan
"Cantik..." gumam Alexander sambil melihat hasil jepretannya.
"Mana, lihat!" Kalila menghampiri Alexander dan melihat hasilnya. "Bagus kamu ambilnya. Kirim ke ponsel ku Lex. Aku suka cara kamu mengambil angle wajahku."
Alexander pun segera mengirimkan foto itu ke ponsel Kalila dan diam-diam dia pun mengganti wallpaper ponselnya dengan wajah Kalila yang ini.
"Bahagia princess?" tanya Alexander sambil berjalan di belakang Kalila.
"Aku ingin suasana ini tidak usai. Andaikan ada mesin penghenti waktu biarkan aku disini dulu... "
Alexander menggandeng tangan Kalila. "Kita berjalan kesana yuk. Duduk disana sambil makan." Sebelum mereka sampai di pantai private itu, keduanya membeli banyak makanan untuk piknik dadakan. Kalila meminta untuk membeli makanan Jepang yang praktis dan Alexander pun mengiyakan permintaan gadisnya.
Alexander menggelar kain piknik dan mereka pun duduk di bangunan itu sembari menikmati acara matahari terbenam.
"Andaikan aku disini bersama dengan orang yang aku sayangi..." gumam Kalila.
"Apakah orang itu Riyadh?" tanya Alexander. Please, Lila, jangan mengingat pria itu!
__ADS_1
Kalila menggelengkan kepalanya. "No, Alex. Aku sudah mulai menyukai orang itu mungkin sudah menyayangi nya tapi sayangnya aku harus melarang perasaanku semakin berkembang... Karena aku tidak sanggup patah hati lagi jika aku sudah terlalu jauh menyukai nya..."
"Kenapa princess?"
"Karena aku sudah terikat dengan perjodohan dan takutnya aku tidak bisa mencintai suamiku kelak" jawab Kalila dengan wajah sedih.
"Apakah saya boleh tahu siapa pria itu?" Alexander menatap wajah cantik Kalila. Please Lila. Bilang kalau kamu mencintai aku seperti aku mencintaimu.
Kalila tersenyum getir. "Orang itu... kamu Lex. Aku tidak tahu sejak kapan... tapi..."
Alexander langsung mencium bibir Kalila mesra dan penuh perasaan membuat gadis itu awalnya terkejut tapi setelahnya dia menikmati bibir dan lidah pria yang mulai dicintainya.
"Terima kasih princess..." bisik Alexander dengan nada bergetar. Alhamdulillah ya Allah... calon istriku memang mencintaiku...
"Tapi aku... takut Lex..." bisik Kalila.
"Takut apa?" Alexander menempelkan dahinya ke dahi Kalila.
"Jika nanti pangeran Qatar si@lan itu tidak mengijinkan kamu menjadi pengawal ku..."
Ya ampun Lila, mau sampai kapan kamu mengumpati aku si@lan terus !
"Kamu mau selingkuh dari pangeran Qatar?!" tanya Alexander nyaris tergelak. Ya ampun Lila, kamu bakal selingkuh dengan suami kamu sendiri?!
"Mungkin..."
"Aku rasa, pangeran Qatar bisa menerimanya...Maksud aku, aku sebagai pengawal kamu karena aku sudah lama menjadi bodyguard kamu kan?!" Alexander tersenyum manis.
Kalila meletakkan kepalanya di bahu Alexander. "Insyaallah..."
Alexander merangkul bahu Kalila dan keduanya menikmati acara sunset nya.
Sabar ya Lila. Perasaan kita sama.
Siap - siap lu dibogem kalau Lila tahu!
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1