
Istana Khalid Doha Qatar
Acara memasak pun usai dan para princess dan chef terkenal di Doha pun memamerkan hasil masakannya, tidak terkecuali Kalila. Alexander yang penasaran istrinya memasak apa, akhirnya tidak tahan untuk tidak bertanya kepada wanita itu.
"Kamu masak apa Lila?" tanya Alexander.
"Nanti kamu juga akan tahu." Kalila menatap tajam ke Alexander karena tampak lebay keponya. Kalila bukannya tidak tahu Alexander berusaha untuk membuat dirinya menjadi suami yang terbaik untuknya tapi terkadang terlalu berlebihan.
Mungkin perasaan bersalahnya yang terus dia pupuk agar aku tidak terluka lagi.
Pembawa acara pun menanyakan ke peserta satu persatu apa masakannya dan saat giliran Kalila, gadis itu mengatakan bahwa masakannya adalah sup buntut sapi versi Jawa.
Dengan fasih Kalila menceritakan proses pembuatannya meskipun di tanah Arab juga ada masakan ox tail soup tapi pembuatan dan rasanya berbeda.
"Rempahnya berbeda ya dengan rempah di Qatar" ucap pembawa acara itu.
"Rempah yang dipakai di resep ini memang tidak sebanyak yang biasa orang masak di sini." Kalila tersenyum ke semua orang.
Alexander baru tahu kalau istrinya memasak makanan dari Indonesia.
Setelahnya Emir Ahmed Khalid dan Emir Akhram pun hadir untuk mencicipi masakan yang akan dilelang. Sahabat Sabine Al Jordan Schumacher itu langsung menuju meja Kalila.
"Grandpa mau cicip sup buatanmu, Lila" pinta pemimpin tertinggi Qatar itu.
"Grandpa kangen dibuatkan sama Oma Sabine ya?" kekeh Kalila sambil menyendok sup itu ke dalam mangkuk.
"Kamu tahu saja kalau Sabine pernah membuat sup seperti ini" kekeh Emir Ahmed.
"Rasanya mungkin akan berbeda dengan buatan Oma Sabine, Grandpa."
"Tak apa. Tapi pasti sama enaknya." Emir Ahmed lalu mencicipi langsung di depan Kalila.
"Bagaimana Grandpa?" Kalila menatap cemas ke opa mertuanya.
"Enak Lila. Segar dan mirip buatan Sabine tapi ini enak sekali." Emir Ahmed menoleh ke pembawa acara. "Hussain, sup milik cucu menantu aku, biar aku yang beli ! Orang lain tidak boleh !"
__ADS_1
Alexander, As'ad dan Akhram melongo begitu juga Maryam dan Kalila.
"Baik tuanku Emir."
"Grandpa..." Kalila tampak tidak enak.
"Aku tidak mau berbagi sup buatan kamu Lila, tidak juga kamu Alex ! Ini sup punya Grandpa!"
Alexander cemberut. "Grandpa pelit !"
"Kamu makan kuahnya saja..." jawab Emir Ahmed cuek.
"Astaghfirullah..." Alexander menatap Kalila dengan wajah memelas sedangkan istrinya hanya cekikikan.
***
Akhirnya Kalila menuruti permintaan Alexander untuk membuatkan sup buntut yang dikompeni oleh Grandpa nya. Kalila tidak tega melihat Alexander manyun tidak bisa mencicipi masakan buatannya.
Alexander makan dengan ditemani Kalila di halaman belakang istana. Pria itu ingin berduaan dengan istrinya usai bekerja dan kesal dengan grandpanya yang pelit nya naudzubillah.
"Enak Lex?" tanya Kalila.
Kalila tersenyum. "Untung masih ada sisa buntut jadi bisa aku buatkan."
Alexander menatap Kalila lembut. "Lila..."
"Ya?"
"Apa masa periode kamu sudah selesai?"
Kalila terbatuk. "Ke...kenapa Lex?"
"Apa... Boleh aku... meminta hak ku nanti malam?"
Kalila hanya memandang Alexander tanpa berkedip. "Apa yang membuat kamu yakin aku akan memberikan hak mu?"
__ADS_1
Alexander melongo. "Lilaaaa..."
Kalila hanya memasang wajah datar dan melanjutkan acara makannya.
***
Malam Harinya
Alexander dan Kalila usai beribadah bersama. Bagi Alex, wajib dirinya dan Kalila menjalankan bersama kecuali saat dirinya berada di pekerjaan.
"Lila... Aku masih mengurus beberapa pekerjaan. Kamu tidurlah terlebih dahulu. Lelah kan kamu seharian tadi memasak dua kali untuk lelang dan aku..." Alexander menatap istrinya yang sedang membereskan mukena dan sajadah.
"Baik Lex..." jawab Kalila.
Alexander melepaskan kemejanya dan berjalan ke arah ruang kerjanya yang bersebelahan dengan kamar tidurnya.
Kalila sudah terbiasa melihat suaminya bekerja hanya mengenakan celana panjang tanpa baju.
Gadis itu pun berjalan menuju lemari untuk menyimpan semua. Kalila melirik ke arah pintu dimana Alexander sedang serius menatap layar MacBook nya.
Kalila tersenyum.
***
Alexander masih sibuk bekerja terutama perdagangan olive dan minyak ketika dia mencium harum parfum Kalila. Pria itu menoleh dan melihat Kalila bersandar di kusen pintu dengan mengenakan lingerie bewarna hitam.
"Lila..."
Kalila tersenyum.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️