My Undercover Prince

My Undercover Prince
Mereka Merindukanmu


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat


Kalila menyelesaikan ibadahnya dan terkejut Alexander yang sedang menatapnya. Kalila memang tadi fokus berdzikir seperti biasanya dengan memejamkan matanya jadi tidak tahu jika Alexander sudah selesai ibadahnya.


"Kamu ngapain?"


"Hanya melihat wajah istriku yang pergi hampir enam bulan ini... "


Kalila membuka mukena dan melipatnya dengan rapi. "Bisakah kamu menyingkir?"


"Apakah kamu jadi pulang ke Jakarta?".


"Kenapa?"


"Apa kamu yakin hendak kembali ke Dubai? Are you sure?"


"Honestly?" Kalila menatap Alexander dengan tersenyum smirk. "Nope."


Alexander memegang tangan Kalila. "Bagaimana jika kita pergi, berlibur, ke tempat yang kamu mau. Pesawat Khalid ada di bandara Halim Perdanakusuma dan jika kamu siap, kita berangkat hari ini ke Jakarta dan setelahnya kamu mau kemanapun, akan aku turuti."


Kalila tampak bimbang dan melirik ke arah koper-koper nya yang sudah dia pack. Sejujurnya dia sedang tidak ingin pulang ke Dubai meskipun Georgina memintanya tapi Kalila masih ingin menata hatinya.


"Kemanapun?"


Alexander mengangguk. "Kemanapun kamu mau. Dengar Lila, biarkan aku menebus meskipun tidak bisa menghapus semua sakit hatimu, tapi ijinkan aku memberikan apa yang seharusnya seorang suami kepada istrinya."


"Apa itu?" tanya Kalila.


"Kebahagiaan kamu. Aku tahu permintaan maaf aku tidak lah cukup tapi ijinkan aku mengulanginya dari awal. Lila, akulah inspektur Megure mu... Dan aku tidak pendek dan gendut meskipun memiliki brewok..."


Kalila tertawa. "Aku sempat bilang kalau pangeran Qatar itu tua, pendek, jelek dan botak?"


"Kamu tidak tahu betapa sakit hatinya aku dibilang seperti itu!" sungut Alexander sambil manyun.


"Salah siapa kamu tidak mau jujur padaku? Andaikan kamu..."


"Aku tahu, sayang. Aku yang salah mengajak semua orang sekeliling kamu bersandiwara."


"Apakah Ken tahu?"


"No Lila, Ken tidak tahu. Hanya Keluarga aku, papa Enzo, mama Georgina dan Oom Benji. Asal kamu tahu, kakekku menarik semua fasilitas aku karena aku membohongi dan baru meminjamkan pesawat saat aku bilang akan membawa pulang cucu menantu nya..." Alexander tersenyum miris. "Kamu tahu, sepulang aku dari Dubai usai kamu hajar... Well Grandpa menghajar aku dengan tongkat kayunya jadi aku masuk rumah sakit lagi... Ternyata firasat kak As'ad kuat. Aku butuh dua rumah sakit."


"Jadi kak As'ad memesan dua rumah sakit, Dubai dan Doha?" Kalila menatap Alexander tidak percaya.


"Yup. Aku benar-benar babak belur Lila."

__ADS_1


Kalila pun berdiri dan membereskan sajadahnya. "Biar aku pikirkan dulu tawaran kamu, Lex."


Alexander tersenyum. "Semoga kamu memilih penawaran aku."


***


Kalila dan Alexander menikmati sarapan pagi yang hari ini menunya bubur ayam khas Bandung lengkap dengan kacang, cakue, suwiran ayam dan daun bawang, tidak lupa kerupuk.


"Enak!" ucap Alexander. "Baru kali ini aku makan makanan khas Indonesia."


"Memangnya di Qatar tidak ada restauran Indonesia?" tanya Kalila.


"Sayang RR's Meal belum buka cabang di Doha" jawab Alexander kalem membuat Kalila tersenyum.


"Maaf jika Doha belum masuk RR's Meal."


"Bagaimana jika aku minta pada Oom Rajendra untuk membuka RR's Meal dan aku yang akan menanam modalnya?" Alexander menatap Kalila serius.


"Hal itu bisa dibicarakan dengan Oom Jendra nanti" senyum Kalila.


Alexander mengangguk. "Aku suka melihat senyumanmu, Lila."


"Tidak usah merayu Alex."


"Why?! Aku hanya mengatakan apa adanya. Dengar, aku sudah bilang padamu kalau aku akan selalu jujur padamu."


***


"Alexander ke Indramayu? Bagaimana dia tahu?" tanya Georgina ketika Kalila memberitahukan kalau Alexander datang kepadanya.


"Arsyanendra."


"Arsya?! Ya Allah anak itu..." kekeh Georgina. "Anak yang cerdas. Jadi apakah kamu akan pulang ke Dubai hari ini?"


"Belum tahu Okāsan. Alexander kemarin sempat jatuh pingsan dan aku masih harus menunggu pemeriksaan dari dokter Asep untuknya..."


"Lila, kamu tidak sedang berusaha menjauh dari kami kan?" Kalila bisa mendengar nada cemas dari ibunya.


"Okāsan, kalau aku mencoba menjauh, tidak mungkin aku menerima telepon darimu mom, atau aku yang menelpon."


"Iya sayang, tapi secara fisik, kamu sepertinya masih belum mau bertemu dengan kami."


Kalila terdiam. "Mungkin... Aku masih mengalami trust issue dengan mu mom dan Daddy."


"Tapi dengan Alex... Apakah kamu sudah bisa mempercayainya?"

__ADS_1


"Karena Alex sudah berjanji untuk tidak membohongi aku lagi dan jika dia melanggar nya, aku sendiri yang akan mencabut nyawa nya. Sampai disini mommy paham kan?" jawab Kalila dingin. "Mom, aku tidak mau kualat pada kalian hingga sampai mengeluarkan kata-kata pedas jika bertemu dengan kalian tapi ijinkanlah aku harus mengatur emosi aku karena aku tidak mau menyakiti kalian."


Georgina hanya bisa menghela nafas panjang. Putrinya mewarisi keras kepalanya Senna Al Jordan serta dinginnya Reyhan Al Jordan.


"Maaf mommy tapi aku harus mengatakan apa yang aku rasakan dan aku tidak mau sakit hati lagi karena sakit hati akan menjadi kanker di tubuh mu."


"Mommy paham Lila. Tapi sayang, pulang ya nak."


"Mom, apakah mommy lupa kalau aku sudah menikah? Aku menjadi tanggung jawab Alexander sekarang."


Georgina terdiam.


***


"Bukannya aku tadi mencuri dengar Lila, tapi bukannya kamu terlalu keras dengan kedua orang tuamu?" Alexander menatap Kalila lembut.


"Kamu tidak tahu rasanya Alex..."


"You're right. Kami tidak tahu rasanya. Ini bagaikan bad joke. You got prank and semua akan baik-baik saja tapi not, kami membuat kamu seperti ini dan ini adalah kesalahan terbesar kami. But, berikan maaf pada kedua orangtuamu. Hadapi mereka karena aku yakin, mereka akan sama tidak nyamannya dengan mu. Sama seperti aku saat melihatmu di Ubud dan kemarin disini. Banyak hal yang aku pikirkan, apakah kamu mau menerima aku, menolak aku atau apapun itu aku tidak bisa memprediksi isi pikiran kamu..."


Kalila tampak merenungkan ucapan Alexander.


"Tapi jika kamu belum siap... Jangan dipaksakan...Aku memaksa diriku sendiri untuk menemuimu karena aku tidak mau kita sampai berlarut-larut saling kejar-kejaran, kucing-kucingan... Mau sampai kapan Lila? Seumur hidup?"


Kalila menghela nafas panjang. "You're right. Harus menghadapinya."


"Aku tahu kamu bisa dan kuat Lila..."


"Aku tidak sekuat itu Lex..."


"Kamu kuat Lila. Ingat Hongkong? Bagaimana kamu bisa menjadi sniper dadakan demi membantu saudara-saudara mu..."


Kalila terdiam.


"Jika kamu mengira saudara - saudara mu tidak ada yang melindungi kamu, kamu salah." Alexander memegang tangan Kalila. "Saat aku di rumah sakit, Luke Bianchi, Bayu O'Grady, Ken Al Jordan, Gasendra Schumacher dan Damian Blair mendatangi aku di rumah sakit. Mereka marah padaku. Ya, Lila, mereka marah ! Aku beruntung sudah kamu hajar sebab jika tidak, mereka sendiri yang akan menghajar aku karena membohongi adik perempuannya. Mereka sayang kamu Lila tapi kamu menjauh dari mereka..."


Kalila hanya menatap pemandangan halaman rumah Zinnia. "Aku butuh sendiri..."


"Jangan menarik dirimu dari keluarga mu. Mereka merindukanmu..." Alexander mengusap air mata yang mengalir di pipi Kalila.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2