
Clemenceau Medical Centre Dubai
Alexander terbangun dan perlahan matanya menyesuaikan dengan kondisi dirinya berada. Rumah sakit. Alexander merasakan tubuhnya terasa sakit dan tiba-tiba dia teringat. Kalila.
"Kalila..." bisik Alexander.
"Kamu sudah bangun little brother?"
Alexander melihat As'ad dan Alesha, kedua kakaknya menghampiri dirinya. "Berapa lama... aku tertidur...?"
"Well, hampir dua hari. Lila benar-benar menghajar mu habis-habisan. Tulang rusuk mu retak, hatimu cedera, retak rahang ... She's beat you up!" As'ad menatap wajah babak belur Alexander.
"Lila...?"
"Pergi." Alesha menatap sedih ke Alexander.
"Apa?"
"Lila pergi sehari setelah kejadian dia menghajar kamu dan semua keluarganya menutup mulut kemana dia pergi. Mungkin ayah dan Grandad tahu tapi mereka tidak mau memberitahukan pada kita, Lex. Grandad sangat malu dan marah padamu." As'ad mengehela nafas panjang.
"Tapi Papa Enzo juga tahu..." ucap Alexander.
"Hampir dua tahun kamu merahasiakan ke Lila, Lex. Dan wajar jika Lila terluka meskipun dia mencintaimu, dia tidak bisa memaafkan kamu dengan mudah!" Alesha menatap adiknya. Dokter obgyn yang sudah menikah dan tinggal di Mekkah itu hanya bisa mengelus kepala Alexander.
"Bagaimana keluarga... Lila..."
"Well, antara marah dan ingin menghajar kamu itu beda tipis tapi karena sudah diwakili Lila... Mereka sudah puas" senyum As'ad.
Alexander menatap ke arah jendela besar. Akan aku bawa pulang istriku.
***
Ubud, Bali sebulan Kemudian...
Kalila menikmati acara memasak nya di sebuah villa yang disewanya sebulan terakhir ini. Kalila memilih Ubud karena lingkungannya tenang dan villa yang disewanya adalah tempat yang private dan ekslusif.
__ADS_1
Selama di Ubud, Kalila lebih banyak memakai vespa kemanapun dan Enzo tetap mengirimkan dua pengawal untuk mengawal putrinya. Kalila sangat senang dengan vibe daerah tempat dia menginap. Meskipun banyak makanan enak dan murah, terkadang Kalila memasak sendiri di villanya.
Kalila sedang meletakkan makan siangnya, ketika ponselnya berbunyi dan gadis itu tersenyum melihat ibunya yang menelpon.
"Assalamualaikum, Okāsan."
"Wa'alaikum salam. Kamu lagi ngapain anak cantik?"
"Habis masak. Mau makan siang" jawab Kalila.
"Masak apa?"
"Soto Betawi. Lihat resep terus coba buat, oke juga" senyum Kalila yang mengganti panggilan menjadi video sembari memamerkan hasil masakannya.
"Nice..." puji Georgina. "Tidak sia-sia tiap libur kamu Okāsan seret ke dapur untuk belajar memasak."
"Well pada saat itu sangat menyebalkan tapi sekarang aku bisa memetik hasilnya" senyum Kalila. "Domo Arigato Okāsan ( terima kasih mom )."
"Kamu baru merasakan hasilnya setelah melakukannya sendiri bukan? Yang penting kamu dapat basicnya, Lila."
"Okāsan selalu benar."
"Mom, apakah wanita boleh menalak?"
"Sayang, wanita itu tidak memiliki hak untuk menalak karena Pertama laki-laki itu pemimpin keluarga, dia memimpin dalam keluarga. Laki-laki, suami, pemimpin buat istrinya. Jadi dalam rumah tangga harus ada yang memimpin harus ada yang dipimpin. Kalau dua-duanya jadi pemimpin ribet kalau harus ambil keputusan. Kalau dua-duanya dipimpin ribet siapa yang harus memutuskan segala sesuatu.
Kedua, laki-laki ini tanggung jawabnya lebih besar daripada perempuan. Perempuan harus dikasih mahar, belum bawa-bawaan kalau mau nikah, tergantung tingkatan. Itu kan beban dari seorang laki-laki. Mahar, nafkah, belum nafkah buat anak. Ada lagi kalau masa iddah, nafkah iddah-nya, nafkah mut'ah-nya. Maka laki-laki tanggung jawabnya lebih besar. Ini kenapa Islam membebankan hak talaknya pada laki-laki" papar Georgina.
"Haaaaahhh padahal kalau bisa, sudah aku talak si tukang bohong itu!" gerutu Kalila.
"Sayang, apakah kamu tidak memiliki perasaan pada Alexander?" tanya Georgina. "Okāsan tahu kamu cinta Alex kan?"
"Tapi rasa sakit hatiku lebih kuat mom. Aku jatuh cinta pada Alex tapi aku juga dibohongi! Kenapa sih dia tidak jujur saja? Kenapa sih..." Kalila tercekat. "Aku sampai memikirkan untuk tetap membawa Alex sebagai pengawalku bahkan sempat terpikir selingkuh dengan Alex yang mana ternyata selingkuh dengan calon suamiku sendiri... Sakit rasanya..."
Georgina tahu semua juga salahnya dan Enzo yang mau saja mengikuti permintaan Alexander. "Maafkan Okāsan dan Daddy yang membuat kamu menjadi sakit hati seperti ini... Okāsan dan Daddy berdosa sama kamu..."
"Aku sudah memaafkan Daddy dan Okāsan. Lagipula aku tidak bisa marah lama-lama dengan kalian. Alexander lah yang salah disini."
Kalila sempat mengamuk saat tahu kedua orangtuanya tahu siapa Alexander dan memilih pergi hari itu juga ke Bali. Ken pun ikut marah kepada kedua orangtuanya yang mempermainkan perasaan saudara kembarnya. Enzo dan Georgina meminta maaf kepada kedua anaknya tapi Kalila sudah terlanjur sakit hati, menolak berbicara kepada Enzo dan Georgina selama dua Minggu.
__ADS_1
Enzo, Georgina dan Ken akhirnya menyusul ke Ubud hingga keempatnya banyak berbicara tentang perasaan masing-masing seperti konseling agar tidak ada ganjalan diantara mereka berempat. Enzo menyerahkan semua keputusan pada Kalila tentang nasib pernikahannya dengan Alexander.
Rasa bersalah Enzo kepada putrinya yang merasa tidak dilindungi, membuat mantan pembalap F1 itu menerima keputusan Kalila untuk berpisah dengan Alexander.
Tapi Georgina berbeda, rasa bersalahnya masih menumpuk hingga setiap menelpon putrinya, selalu meminta maaf meskipun Kalila sudah memaafkannya.
"Okāsan tetap merasa bersalah kepadamu, Lila..."
"Okāsan, kita tidak akan move on jika merasa bersalah dan setiap menelpon meminta maaf. Aku anaknya kuat kok! Kalau tidak, mana mungkin baby diwarisi ke aku oleh Oma Sabine."
"Kamu benar Lila. Kamu tahu kan kami mencintaimu, sangat mencintaimu dan Ken."
"I know mom. Mistake in family is lumrah..." senyum Kalila yang membuat Georgina tertawa.
"Look, orang tua juga tidak sempurna tapi orang tua juga wajib meminta maaf jika berbuat salah kepada anaknya. Jadi hubungan antara orang tua dan anak tetap terjalin baik..."
"See mom, komunikasi itu yang utama..." Kalila mendengar suara motor masuk ke dalam halaman villanya.
"Ada apa Lila?" tanya Georgina.
"Ada motor masuk. Paling si Made membawakan bahan makanan buat aku karena memang harus stok lagi" jawab Kalila yang meminta tolong kepada pengelola villa untuk rutin dua Minggu sekali membawakan stok bahan makanan di kulkas.
"Ya sudah, kamu urus dulu si Made. Lagian soto Betawi kamu harus dipanaskan lagi biar enak. Hati-hati Lila. Assalamualaikum" pamit Georgina.
"Wa'alaikum salam. Love you Okāsan dan Daddy." Kalila mematikan ponselnya dan berjalan menuju pintu villanya.
"Tunggu Made... Aku buka pin..." Kalila melongo melihat siapa yang datang saat membuka pintunya.
"Halo istriku..." Alexander menatap Kalila penuh rindu.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1