
Indramayu, Jawa Barat
Hampir tiga bulan Kalila berada di rumah Zinnia bahkan gadis itu tidak datang acara pernikahan Eagle dan Elane yang diadakan di London karena tahu Alexander datang ke acara itu. Semua anggota keluarganya pun tutup mulut dimana dirinya berada.
Kalila tahu kalau dia salah karena pergi meninggalkan suaminya hampir enam bulan dan dalam Islam adalah haram hukumnya tapi dalam kondisi apa dulu? Kalila teringat Zinnia pergi meninggalkan Sean karena sakit hati merasa dikhianati begitu juga dirinya yang tidak terima dibohongi oleh suaminya.
Dan hari ini Kalila sudah siap untuk kembali ke Dubai karena sudah waktunya dirinya menghentikan acara kucing-kucingan dengan Alexander dan memutuskan bagaimana mereka ke depannya. Kalila sudah meminta pengawal yang dikirimkan David Hakim Satrio mengantarkan dirinya besok ke Jakarta untuk terbang kembali ke Dubai. Kalila sudah memesan tiket Emirates untuk kembali ke negaranya dan dia menolak tawaran Enzo menggunakan pesawat milik keluarga Al Jordan.
"Mbak Lila, sarapan sudah siap" ucap bik Minah yang datang untuk memasak dan melayani Kalila. Bik Minah adalah pembantu saat Zinnia berada disana. Dan setelah Zinnia kembali ke Belgia, bik Minah tetap bekerja disana untuk membersihkan rumah itu rutin seminggu dua kali. Wanita paruh baya itu baru full bekerja disana jika ada anggota keluarga datang. ( Baca The Prince and I ).
"Terimakasih bik Minah" jawab Kalila.
"Mbak Lila jadi pulang besok?" tanya Bik Minah.
"Insyaallah jadi bik. Sudah kangen rumah" senyum Kalila sambil menikmati acara sarapannya. Hari ini dirinya tidak ke sawah dan hendak menghabiskan waktu di rumah saja.
"Wah sepi lagi deh nggak ada mbak Lila. Soalnya nyonya Zee sekarang jarang pulang kemari dan yang masih rutin datang keluarga Jakarta. Paling tidak sebulan kemari ada yang datang lah..."
"Kan mbak Zee sudah sibuk urusan kerajaan jadi mau liburan saja susah. Kalau pun bisa juga nggak jauh - jauh dari Eropa" jawab Kalila.
"Tapi nyonya Zee tambah cantik ya. Saya gemas dengan non Alisha... Ya ampun, nyonya banget!"
"Kan anaknya mbak Zee, bik" kekeh Kalila.
"Iya ya. Saya tinggal ke dapur dulu mbak. Kalau sudah selesai, tinggal saja biar bibik yang bereskan." Bik Minah pun pergi meninggalkan Kalila yang sedang sarapan.
Gadis itu menyetel televisi dan menonton berita tentang hutan Kalimantan yang sudah mulai tumbuh pohon - pohonnya setelah dibeli oleh Ratu Belgia. Area yang dulu adalah bekas perkebunan kelapa sawit, sekarang sudah dikembalikan menjadi hutan lindung dengan berbagai macam pohon yang sempat hilang sebelumnya.
Kalila tersenyum melihat bagaimana para pasukan kemanan yang disewa Zinnia berhasil menangkap para pembalak dan pemburu hewan-hewan dilindungi. Kalila tidak heran jika banyak dari orang-orang jahat itu sudah hilang akibat semua pasukan keamanan memiliki license to kill internasional.
Hanya segelintir yang dihukum di pengadilan, itu pun bukan yang kejahatan berat.
Kalila lalu mengganti berita dan melihat kakak sepupunya Luke Bianchi, meresmikan sebuah apartemen mewah di kota Hokkaido. Tampak Luke didampingi oleh sang istri Rin Ichigo Bianchi dan tangan kanannya Hidetoshi Matsumoto. Apartemen itu ditujukan bagi para ekspatriat atau pun warga Hokkaido yang bekerja di dekat distrik perkantoran.
"Makin moncer aja tuh AJ-Bianchi Corp" senyum Kalila karena tahu Luke adalah seorang pebisnis handal selain orang tahu dia adalah Yakuza keluarga Takara. Kalila tahu kalau soal bisnis, Luke tidak pernah membawa-bawa nama Yakuza nya, selalu membawa nama Bianchi.
Kalila menyelesaikan sarapannya dan membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya. Meskipun dirinya putri Emir, tapi Kalila terbiasa sejak kecil bekerja di penginapan milik Georgina di Silverstone jadi soal pekerjaan rumah tangga dia sudah terbiasa.
Gadis itu membuat segelas es kopi susu, membawa potato chips dan mengambil sebuah novel lalu membawanya ke teras. Suasana pagi di Indramayu yang masuk musim kemarau memang panas tapi Kalila sangat senang dengan keadaaan rumah Zinnia. Meskipun panas tapi karena banyak pohon-pohon yang ditanam disekitar rumah membuat suasana adem.
Kalila sedang membaca ketika mendengar sayup-sayup lagu lama milik Imagine Dragon. Gadis itu melihat para pengawal menuju gerbang pagar dan salah seorang datang menghampiri Kalila.
__ADS_1
"Nona Kalila, ada seorang pria membawa boombox dan berdiri di depan pagar" lapor pengawal itu.
Kalila menatap bingung. Boombox? Bukannya sudah punah? Gadis itu pun penasaran ingin tahu siapa lalu mengikuti pengawalnya.
So look me in the eyes
Tell me what you see
Perfect paradise
Tearing at the seams
I wish I could escape
I don't wanna fake it
Wish I could erase it
Make your heart believe
But I'm a bad liar, bad liar
Now you know
Now you know
Now you know, you're free to go (go)
Kalila mendekati gerbang dan terkejut melihat siapa yang datang. Tampak Alexander meniru gaya iconic John Cusack di film Say Anything ...
Begini lah gayanya kira-kira
"Alex?"
"Nona Kalila tahu siapa dia?" tanya salah seorang pengawal.
"Yup, calon mantan suamiku."
***
__ADS_1
Alexander tersenyum senang melihat wajah istrinya yang cantik dan terlihat kulitnya semakin eksotis akibat lama di Indonesia. Alexander mendapatkan ide melakukan ini gara-gara tidak sengaja dia melihat film lama itu dan berharap dengan begini, Kalila akan luluh. Dia tahu istrinya sangat menyukai film kuno dan pasti tahu adegan iconic seperti ini.
"Lila! Buka gerbangnya!" pinta Alexander sambil meletakkan boombox yang merupakan bluetooth speaker dengan casing seperti itu demi penghayatan menirukan adegan film itu.
Para pengawal menoleh ke arah Kalila dan tampak gadis itu mengatakan sesuatu lalu pergi meninggalkan Alexander membuat pria itu melongo. Jauh-jauh aku terbang dari Qatar ke Jakarta lalu menyetir hingga Indramayu, hanya dikacangi?
Setelahnya para pengawal yang tadinya berkumpul di gerbang membubarkan diri membuat Alexander hanya menatap kebingungan karena tidak diijinkan masuk.
Brengseeekkk! Istriku masih marah! Ya ampun Lila, mau marah sampai kapan? Apa kamu tidak lelah? Aku sudah cukup lelah mendapatkan hukuman dari kamu seperti ini... Alexander mengusap wajahnya yang berkeringat karena udara sangat panas dan dirinya hanya mengganjal perutnya dengan roti dan air putih.
Lila ... buka pintunya...
***
Kalila melanjutkan acara membaca, mengacuhkan keberadaan Alexander yang berada di depan gerbang. Jujur dia terkesan dengan cara Alexander meminta maaf dengan gaya iconic film Say Anything yang Kalila sudah pernah menontonnya. Tapi aku masih marah sama kamu! Dan akhirnya kamu ngaku kan kalau kamu bad liar ( pembohong yang buruk )?
Setengah jam Kalila masih menikmati acara membaca nya sampai pengawalnya datang tergopoh-gopoh.
"Nona Kalila... Pria itu pingsan!" lapor pengawal itu.
Kalila menatap tidak percaya. "Apa kamu yakin?"
"Yakin nona."
"Haaaiissshhh, bikin repot saja! Bawa dia masuk dan letakkan di kamar tamu."
"Baik nona." Pengawal itu lalu bergabung dengan rekannya dan membuka pintu gerbang. Ada enam orang menggotong Alexander yang memang bertubuh tinggi tegap sedangkan pengawal lainnya memasukkan mobil Alexander ke dalam halaman rumah.
Kalila hanya bersedekap dengan wajah dingin saat melihat suaminya dibawa masuk ke dalam rumah.
Tukang bikin repot!
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1