My Undercover Prince

My Undercover Prince
Berbaikan


__ADS_3

Istana Al Jordan Dubai UAE


Alexander duduk di ruang tengah bersama dengan Gasendra, menunggu Kalila yang sedang bersama dengan kedua orangtuanya berbicara di ruang kerja Enzo Al Jordan.


Sabine Al Jordan Schumacher dan Paradina Al Jordan menghampiri Alexander dan menatapnya tajam.


"Sudah ya Lex! Oma tidak mau kehilangan cucu Oma lagi!" bentak Paradina.


"Iya Oma. Saya sudah kapok, sudah jera... Saya tidak akan membuat Lila terluka lagi ataupun membohongi sekecil apapun ke Lila. Itulah sumpah saya saat saya dihajar oleh Lila..." Alexander menatap kedua Oma badass itu.


"Masih bagus kami tidak membuat kalian berpisah karena kamu pasti tidak mau kan?" Sabine memicingkan matanya. "Gasendra! Ingat, kalau Alexander macam-macam lagi, tembak saja pakai baby !"


"Repot Oma. Revolver saja cepat !" balas Gasendra durjana membuat Alexander melirik judes ke iparnya.


"Antri !" balas Ken membuat Alexander semakin terpojok tapi itu memang harga yang di dapat akibat ulahnya juga.


Sabine dan Paradina pun duduk di sofa bersebalahan dengan suami masing-masing dan masih menatap Alexander galak.


"Apa yang kamu perbuat, itu yang kamu tuai, Lex" ucap Gasendra dingin.


"Mas Sendra... sudah" tegur Gemma sambil berbisik yang duduk bersama Garvita.


Alexander hanya mengusap tengkuknya. Memang pantas aku disudutkan sana sini.


***


Hampir tiga jam Kalila bersama Enzo dan Georgina di dalam ruang kerja tapi Alexander tetap setia menunggu di sofa sambil menatap pintu kokoh itu. Keluarga Kalila yang lain sudah masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat usai acara minum teh sore.


Alexander membuka pesan ponselnya dan melihat ada berita tentang dirinya dan kalila.


Akhirnya pangeran Qatar membawa pulang istrinya.


Alexander tersenyum kecut membaca berita itu. Brengseeekkk!


Suara pintu besar itu terbuka dan tampak Kalila tersenyum ke kedua orangtuanya. Enzo dan Georgina memeluk putri mereka dan melihat bahasa tubuh mereka, semua persoalan sudah diselesaikan.


Alhamdulillah.


Alexander berdiri dan menghampiri kedua mertuanya. Enzo menepuk bahu Alexander sedangkan Kalila tampak manja dalam pelukan Georgina.


"Bagaimana Lila?" tanya Alexander.


"Alhamdulillah sudah berbaikan." Kalila mencium pipi Georgina.

__ADS_1


Alexander bisa melihat mata istrinya dan ibu mertuanya bengkak yang sudah pasti banyak emosi tertuang di dalam.


"Alex, ingat janjimu pada Lila. Jangan kamu langgar !" ucap Enzo dingin.


"Baik Daddy. Saya sudah bilang pada Lila. Saya sudah pasrahkan nasib saya jika membuat Lila terluka lagi."


Enzo mengangguk


"Alex, apa kamu tidak keberatan kalau aku bersama kedua orang tuaku dulu?" Kalila menatap Alexander penuh harap.


"It's okay. Enjoy ... Aku akan ke kamarku dulu ..." senyum Alexander. Syukurlah mereka mulai membaik hubungannya.


"Kamu istirahat saja di kamar Lila, nanti kita sholat Maghrib berjamaah habis itu lanjut sholat isya baru makan malam." Georgina tersenyum ke menantunya.


"Baik Mommy."


***


Kamar Kalila Usai Makan Malam


Alexander sudah berapa kali masuk ke dalam kamar Kalila termasuk saat gadis itu sakit. Alexander melihat bahwa tidak ada yang berubah dari kamar itu dan melihat foto-foto dirinya dan Kalila saat liburan ke Ladakh.


"Saat - saat indah dengan pemandangan yang indah..." senyum Alexander sambil mengambil pigura foto itu.


Alexander membuka pintu kamar mandi dan menutupnya untuk mandi di malam hari.


***


Menjelang pukul sebelas malam, Kalila masuk ke dalam kamarnya dan melihat Alexander sudah terlelap. Pipi Kalila memerah melihat suaminya tidur tanpa pakaian tapi bergelung selimut.


Hampir semua saudara laki-laki Kalila rata-rata tidur tanpa pakaian hanya mengenakan celana pendek atau panjang tergantung musimnya. Tapi melihat pria lain yang menjadi suaminya, tidur di tempat tidur nya, ada yang berbeda.


Alexander dan Kalila sudah tidur satu kamar di Hongkong tapi kan bedanya Alexander tidur di sofa sedangkan dia di tempat tidur.


Kalila masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti gaun tidur. Kalila memilih memakai piyama lengan pendek dan celana pendek berbahan satin warna pink. Seperti biasanya, dirinya mulai dengan treatment wajahnya dan setelahnya dirinya pun berjalan menuju tempat tidur ke sisi yang kosong.


Perlahan gadis itu menyibakkan selimut dan naik ke atas tempat tidur dan memilih untuk memunggungi suaminya. Kalila masih tidak nyaman untuk menghadap suaminya jadi dia mencari jalan amannya.


Malam itu pun berlalu dengan tanpa gegeran karena baik Kalila dan Alexander, keduanya merasa lelah usai perjalanan dari Jakarta ke Dubai.


***


Pagi harinya menjelang ibadah subuh, Kalila terbangun dengan merasakan tangan kekar memeluk perutnya yang rata. Kalila menoleh dan tampak Alexander menempelkan hidung dan bibirnya di tengkuknya. Suara dengkuran halus terdengar dari pria itu, membuat Kalila tersenyum tipis.

__ADS_1


Bahkan pangeran Qatar pun mendengkur? Aku kira hanya mas Dam dan mas Sendra kalau tidur kadang mendengkur kalau lelah. Kalila berusaha menyingkirkan tangan Alexander dan perlahan turun dari tempat tidur.


Kalila pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan bersiap beribadah subuh. Betapa terkejutnya Kalila saat membuka pintu kamar mandi melihat Alexander berdiri di hadapannya.


"Astaghfirullah... Kamu mengangetkan aku, Lex" ucap Kalila sambil menepuk-nepuk dadanya.


"Maaf Lila, tapi kenapa kamu tidak membangunkan aku?" senyum Alexander.


"Kamu tidurnya nyenyak, Lex." Kalila berusaha keluar dari kamar mandi.


"Tunggu sebentar Lila. Aku akan menjadi imammu." Alexander memberikan ruang untuk Kalila bisa masuk ke kamarnya.


***


Seminggu dihabiskan oleh Kalila dan Alexander di Dubai. Mereka mencoba memperbaiki semua komunikasi dengan semua anggota keluarga Al Jordan dan Alexander sekali lagi meminta maaf kepada semua orang. Karl Schumacher akhirnya mengambil jalan tengah bahwa semua kekacauan ini sudah memberikan pelajaran kepada semua keluarga.


Banyak yang bisa memetik hasilnya bahwa sebagai orang tua bisa salah, keluarga juga salah karena tidak tahu dan tidak mampu melindungi Kalila. Semua orang sudah merasakannya dan belajar dari kasus Zinnia dan Sean ( Baca The Prince and I ) serta Gemintang dan Krisna ( Baca Gemini and Gemintang Love Stories ), dan sekarang Kalila bersama Alexander, semua keluarga berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi.


Dan hari ini Kalila pun diboyong Alexander ke Doha Qatar karena sudah menjadi kesepakatan, Kalila akan ikut bersama Alexander apalagi kakek Ahmed Khalid sudah tidak sabar bertemu dengan cucu menantunya.


Keluarga Kalila mengantarkan hingga ke bandara Internasional Dubai. Ken memeluk erat Kalila karena mereka harus berpisah.


"Cari calon istri Ken" goda Kalila.


"Doanya saja. Insyaallah akan segera datang jodoh ku" senyum Ken.


Setelah berpamitan, Alexander menggandeng tangan Kalila.


"Yuk Midori Megure, pulang bersama Inspektur Megure" goda Alexander.


Kalila tertawa. "Aoyama Gosho bakalan menangis melihat inspektur Megure berubah seperti ini."


Alexander tertawa dan keduanya pun masuk ke dalam pesawat milik keluarga Khalid.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2