
Acara resepsi Pernikahan Gemintang dan Raj Rao
Kalila dan Raine tampak heboh menari India bersama Radyta dan Yudhistir menyanyikan lagu Satu Aasman yang berarti seratus langit. Para generasi kelima dan keenam pun mengikuti acara menari lainnya dengan lagu-lagu India populer lainnya.
Alexander yang hanya berdiri memperhatikan Kalila, tersenyum melihat gadisnya menjadi gadis India. Dirinya tidak menyangka kalau Kalila hapal dengan gaya tari beberapa lagu itu.
Setelah heboh dan merasa lelah, Kalila mencari Alexander untuk menemani dirinya mengambil minum. Raine yang melihat akan hal itu lalu menarik Kalila untuk pergi dengannya.
"Lila, jangan bilang kamu ada perasaan dengan Alex" bisik Raine cemas karena Kalila sudah dijodohkan dengan pangeran Qatar.
"Kenapa Raine?" tanya Kalila polos.
"Ya Allah, kamu itu sudah dijodohkan sama pangeran Qatar..."
"Aku tahu itu Raine. Jadi tidak perlu kamu ingatkan lagi."
"Tapi Lila..."
"Raine, biarkan aku bahagia dulu sambil menghitung hari..." Kalila menatap Raine dengan wajah memelas.
"Jangan sampai kejadian kamu dengan Riyadh terjadi lagi, Lila."
Kalila tersenyum. "Sebelum aku harus memenuhi janjiku, tidak ada larangan kan untuk dekat dengan Alexander? Toh sampai sekarang keluarga Qatar juga tenang-tenang saja. Karena mereka sudah yakin aku akan tetap menikah dengan putra mereka."
Raine memeluk Kalila. "Nikmatilah waktu dulu Lila. Tapi aku berharap, kamu akan mendapatkan kebahagiaan nanti."
"Thanks Raine. Kamu juga."
***
Alexander menghampiri Kalila yang sedang melamun di depan air mancur sembari menikmati fruit punchnya. Pria itu membawakan makanan untuk Kalila.
"Makan dulu, Lila. Lihat, ada roti canai dan kari kambing. Benar-benar menu kali ini sangat gado-gado" senyum Alexander.
"Terimakasih." Kalila menerima piring yang diberikan kepadanya.
"Ada apa Lila? Kamu kok tampak lelah?" Alexander menatap gadisnya dengan penuh concern.
"Ternyata menari itu capek ya?" kekeh Kalila sambil memakan roti canai dengan saus kari kambing. "Duh, ini enak banget!"
"Kata para pelayan, yang membuat ini chef dari Mumbai langsung yang dibawa oleh mertuanya Gemintang. Tampaknya keluarga Rao ingin agar kejadian lalu yang tidak mengenakkan, bisa dilupakan..."
"Mbak Mintang dan bang Krisna katanya sudah berbaikan kok. Maksud aku, mereka sudah bisa berkompromi segala sesuatunya dan meninggalkan semuanya yang tidak enak di belakang. Aku salut dengan kakakku satu itu. Kuat banget mentalnya. Kalau aku sendiri di posisi mbak Mintang belum tentu akan bisa kuat..." ucap Kalila sambil mengunyah daging kambingnya. "Kamu nggak makan ?"
"Ini" Alexander membawa sebuah kotak yang dibuka terdapat nasi mandhi. "Mau?"
"Mau lah! Aaakkk..." Kalila membuka mulutnya minta untuk disuap oleh Alexander yang tersenyum melihat gaya calon istrinya tanpa ada jaim. Pria itu menyendok nasi mandhi dan memasukkan ke dalam mulut Kalila. "Hhmmm... esjjhmmmakk..."
__ADS_1
"Lila, dikunyah dulu baru ngomong."
Kalila hanya tersenyum simpul. "Enak!"
"Beneran deh kamu cuma ada tiga. Tidak enak, enak dan enak sekali."
"Tul!" gelak Kalila.
Keduanya pun makan sambil mengobrol tentang ramainya acara dan banyaknya wartawan yang mengambil gambar mereka.
"Alamat masuk ke acara gosip deh!" gumam Kalila.
"Kayaknya cuma acara berita Lila."
"Mbak Zee dan Bang Sean sering masuk berita terutama gosip karena mereka Keluarga kerajaan terkenal ketiga setelah Inggris dan Spanyol" cengir Kalila. "Belum kita semua kena kasus Hongkong jadi bisa saja dikaitkan ala-ala."
"Kira-kira apa berpengaruh dengan kondisi pemerintahan King Sean?" Alexander menatap Kalila.
"Semoga tidak tapi aku dengar dari Mas V kalau tidak ada acara penggagalan unboxing nanti malam karena semua sedang disorot."
"Tapi pas Gabriel menikah dengan nona Garvita, mereka semua bisa kabur ke Autodrome."
"Posisinya berbeda Alex. Kalau ada acara itu disini, bisa berpengaruh dengan Kekuasaan bang Sean. Apalagi masih ada yang tidak terlalu suka dengan mbak Zee karena bukan bangsawan Eropa plus keluarganya habis buat perkara ditambah mengadakan acara pernikahan sepupunya disini meskipun keluarga Oom Haris dan Paman Yusra yang keluar duit. Tapi kalau sudah julid, pasti dicari-cari kesalahannya dan dibuat menjadi bahan untuk menyerang." Kalila menatap serius ke Alexander.
"Resikonya Lila. Kalian keluarga beken dengan jaringan luas. Dari pernikahan merembet lah ke keluarga terkenal lainnya..."
"Sakura telpon siapa itu?" gumam Kalila.
"Paling Alessandro Moretti. Apa kamu lupa kalau Sakura pacaran dengan Alessandro Moretti?" kekeh Alexander.
Kalila menepuk jidatnya. "Bang Ale kan dihukum Oom Hideo! Dan sekarang tepat setahun tidak boleh bertemu dengan Sakura. Jadi sudah boleh ketemu lah!"
"Heh dengar manusia spidol! Datang ke Tokyo!" bentak Sakura kesal lalu mematikan ponselnya. Gadis blasteran Jepang Korea Amerika Itu menoleh ke arah Kalila dan Alexander yang menatapnya kepo.
"Sudah selesai hukumannya?" goda Kalila.
"Sudah! Makanya aku suruh ke Tokyo!" Sakura lalu menghampiri keduanya. "Lho ada roti canai dan kari kambing? Dimana?" tanya Sakura yang heboh melihat salah satu makanan favoritnya.
"Ada di booth dekat sushi Nona Sakura" jawab Alexander.
"Oke. Aku kesana dulu!" Sakura pun setengah berlari untuk mencari makanan favoritnya.
"Dasar kembang kantil!" gumam Kalila geli.
***
Keesokan Harinya...
__ADS_1
Acara keluarga besar pun dilanjutkan ke makan siang di istana Brussels bersama Zinnia dan Sean. Dua keluarga besar pun saling berbaur untuk lebih akrab lagi di suasana lebih santai. Yusra dan Bitti Rao pun tampak asyik mengobrol dengan besan mereka, Haris dan Freya Lexington.
Para generasi keenam pun juga ramah tamah dengan keluarga Raj yang kebanyakan tinggal di Mumbai dan New Delhi.
"Harusnya kalian jalan-jalan ke India. Nanti aku ajak ke berbagai lokasi film-film India yang iconic" ucap Yudhistir ke Raine dan Kalila.
Raj dan Gemintang hanya tersenyum melihat bagaimana para sepupunya bisa akrab satu sama lain.
"Iyakah? Wah seru nih Lila !" celetuk Raine. "Aku ingin ke Ladakh!"
"Bagaimana kamu bisa tahu Ladakh?" tanya Yudhistir.
"Aku fans berat film 3 Idiots. Buat aku itu film yang membuat aku jadi tertarik film Bollywood. Bukan Kuch Kuch Hota Hai atau film lainnya" senyum Raine. "Aku suka pemandangan di film itu. Berbeda dengan Dubai maupun Inggris."
"Aku juga suka 3 Idiots, semakin suka dengan fisika!" timpal Kedasih yang ikut datang bersama dengan keluarga Park.
"Kamu anak fisika? Dari kampus mana?" tanya Yudhistir. "Aku juga anak science! Biokimia tepatnya."
"Wah berat ini! Aku pusing" gerutu Raine dan Kalila bersamaan.
Raj, Gemintang, Kedasih dan Yudhistir tertawa.
"Aku anak Tokyo University" jawab Kedasih.
"Wah hebat. Aku anak University of Mumbai" sahut Yudhistir antusias.
"Jangan terlalu excited, Yudhistir. Kedasih sudah punya pacar. Tuuuuhh" ucap Raj sambil menunjuk ke arah Shinichi yang sedang mengobrol dengan Jayde dan Ken Al Jordan.
"Yaaahhh .. sayang banget!" keluh Yudhistir mendrama.
"Raine, kayaknya kalau kita bisa libur seminggu, perlu diagendakan kita ke India. Mumpung punya saudara sekarang disana!" Kalila tampak excited.
"Boleh tuh!"
"Ditunggu!" seru Yudhistir bersemangat.
Raj dan Gemintang hanya tersenyum melihat dua gadis itu heboh tapi tidak dengan pria yang berdiri tidak jauh dari Kalila.
Yang benar saja mau ke India!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️