My Undercover Prince

My Undercover Prince
Tiba di Dubai


__ADS_3

Dubai International Airport


Pesawat milik Emir Al Jordan mendarat dengan selamat dan mulus usai menempuh perjalanan hampir sembilan jam. Semua orang pun keluar dari dalam pesawat dan Kalila bergandengan tangan dengan Ken. Kedua saudara kembar itu tampak bahagia melihat sang ibu Georgina ikut menjemput dan langsung memeluk wanita berdarah Jepang Malaysia Inggris itu.


Alexander yang melihat pemandangan itu, merasa terharu bagaimana gadisnya tampak lega setelah bertemu sang ibu. Pria itu juga melihat Direndra Blair datang menjemput bersama dengan istrinya Raana yang langsung memeluk Damian.


Suasana haru dan lega sangat terasa disana. Setelah mengobrol sebentar, dua keluarga itu saling berpamitan untuk kembali ke istana masing-masing. Sepanjang perjalanan menuju istana Al Jordan, Kalila tidak lepas dari memeluk Georgina yang juga merangkul erat putrinya.


***


Istana Al Jordan Dubai UAE


Garvita dan Gabriel menyambut kedatangan rombongan keluarga nya bersama dengan Mariana, Sabine, Karl, Reyhan dan Paradina. Gadis yang hendak menikah itu langsung memeluk Kalila, sepupunya yang kemudian membawa ke kamar tidurnya yang ditinggal lebih dari dua Minggu.


Enzo melihat putranya datang langsung memeluk Ken erat. Begitu juga dengan Gabriel yang memeluk Gasendra dan merasa sedikit bersalah karena harus keluar dari Hongkong duluan daripada sahabat nya itu.


Pagi ini semua orang dibebastugaskan untuk bekerja dan diwajibkan untuk beristirahat termasuk para pengawal yang mengikuti Ayrton dan Kalila serta Ken.


***


Kamar Kalila


Kedua gadis itu tampak tiduran diatas kasur empuk milik Kalila. Garvita menggenggam tangan sepupunya yang tampak lelah dan menatapnya intens.



"So, kamu pulang dari Hongkong, kenapa jadi bakapu muka kamu?" goda Garvita.


"Gimana nggak macam bakpao?! Koh Sky Chen tiap hari bawain bakpau dan dimsum halal buat kita tidak kelaparan."


"Apa bakpau n dimsum nya enak?"


"Enak banget, Gar. Sangat berbeda dari yang kita makan disini. Entah bahannya atau memang vibe nya dari pusat Chinese culinary jadi aku nggak bosan makannya." Kalila menatap Garvita sambil tersenyum.


"Koh Sky orang nya seperti apa?"


"Well, cakep, tinggi dan istrinya cantik banget tapi karena lagi hamil muda jadi nggak ikut ke Hongkong."


"Oh udah menikah ya?"

__ADS_1


"Sudah. Sama adik kelasnya di Harvard University."


"Katanya orang nya dingin?" Garvita memiringkan tubuhnya dan menyangga kepalanya dengan tangan kiri.


"Koh Sky? Mirip lah sama bang Luke atau mas V kalau sama orang lain dingin tapi kalau sama keluarga nggak. Kamu tahu Gar, koh Sky itu pernah ditolong sama Nadya waktu hampir mati dikeroyok. Nadya itu bawa baton dan langsung hajar orang-orang yang mengeroyoknya."


"Kok bisa ketemu Nadya?" tanya Garvita.


"Koh Sky habis keluar dari bar dekat kampus Harvard dan ternyata ada yang nggak suka dengan ucapannya. Langsung main keroyok deh! Nadya pas itu baru sampai di kampus habis dari perpustakaan, melihat koh Sky dikeroyok, bantuin deh. Dan saat itu Nadya tidak tahu kalau orang yang ditolongnya adalah koh Sky." Kalila menoleh ke arah Garvita. "So, apa yang kamu lakukan ke Gabriel? Jadi kamu potong rambutnya pakai parang?"


Garvita tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "No, rupanya sudah rapi tapi aku tetap menghajarnya."


Kalila melotot tidak percaya. "Ya ampun Gar, itu calon suami kamu ! Kamu hajar pakai apa?"


"Calon suami yang main kabur demi ikutan gelut tanpa ijin calon istrinya! Aku hajar pakai pedang Kendo lah! Langsung babak belur."


"Ya jelas lah Garvitaaa! Kamu kalau sudah menghajar Gabriel kan super niat!" gelak Kalila. "Terus habis itu?"


"Yaaaa aku harus mengobatinya lah. Oma Sabine sudah mendelik judes soalnya."


Kalila tertawa geli. "Ya belajar menjadi calon istri yang berbakti, Gar."


"Beruntung nya dirimu, Gar..."


Garvita menatap Kalila. "Apakah kamu masih kepikiran dengan calon suamimu?"


"Yup. Tampaknya aku akan menjadi Midori Megure yang menikahi inspektur Megure..."


"Ya ampun, kamu masih membayangkan kalau calon suamimu itu pendek, gemuk dan... tua? Eh tapi nggak mungkin Lila, karena aku tahu kakak sulung pangeran Qatar itu good looking. Jadi mana mungkin adiknya nggak seperti kakaknya?"


"Bisa jadi kan Gar? Dalam keluarga ada saja yang berbeda..."


"Macam Mas Shin dan Sakura? Stefan dan Thea ?"


"Iya. Mas Shin kelihatan blasteran nya tapi Sakura full bule. Stefan putih blasteran seperti Oom Adrian kulitnya, tapi Thea mirip Tante Lovisa, kulitnya Tan eksotis."


"Kita apa kabar? Mommy kita Asia, tapi kita nya bule?" cengir Garvita.


"Nah tuh!"

__ADS_1


Kalila tampak menguap yang langsung menular ke Garvita. "Kita tidur saja Lila. Capek kan perjalanan dari Hongkong."


Kalila mengangguk dan tak lama kedua gadis itu pun terlelap apalagi Dubai baru saja menunjukkan pukul sepuluh pagi.


***


Kamar Alexander


"Bagaimana Kalila?" tanya Asad dan Alesha, kedua kakaknya yang sedang melakukan panggilan video. ( Alesha ini berbeda dengan Alesha di My 100th Secretary. Nama sama tapi beda orang ).


Asad yang berada di kota Doha ibukota negara Qatar dan Alesha yang di Mekkah, tampak mencemaskan kondisi calon adik iparnya. Apalagi Alesha yang seorang dokter, tahu rasanya bagaimana mengalami PTSD karena dia menangani para ibu-ibu yang mengalami baby blues. Berbeda situasi tapi kondisi yang sama, depresi dan stress.


"Masih berjuang untuk menghilangkan PTSD nya."


"Tapi semua anggota keluarga melindungi Lila kan Lex? Kamu juga kan?" tanya Alesha.


"Aku akan selalu melindungi Lila, kak Alesha. Aku tidak menyangka di balik sikapnya yang seperti itu, Lila termasuk rapuh. Di luaran dia berusaha tampak kuat tapi di depan aku, kembarannya Ken, Lila tampak mengeluarkan semua emosi nya."


"Lex, Kakak yang pria saja mungkin tidak sanggup harus menembak orang sebegitu banyak dalam waktu singkat..." ucap As'ad yang menjabat menteri pertahanan Qatar mengakui calon adik iparnya benar-benar badass.


"Kamu tidak berada disana Kak, aku yang melihat sendiri bagaimana tenangnya Lila menembak semua orang itu. Yang ada di benaknya hanya melindungi semua anggota keluarganya..." Alexander mengusap wajahnya. Hatinya sekarang merasa sedih jika mengingat gadisnya menjadi sniper karena keadaan.


"Yang penting kalian semua sudah keluar Hongkong dan tugas kamu adalah lindungi Lila. Dan perlakukan seperti biasa meskipun kamu ingin lebih over protective tapi jangan membuat kesan dia seperti lemah. Lila tidak lemah, Lex tapi Lila butuh waktu untuk mengembalikan semua perasaannya." Alesha menatap lembut ke adiknya.


"Thanks kak... Aku akan ingat semua pesan kakak. Tetap membuat Lila nyaman seperti biasanya meskipun aku juga jadi sasaran samsak dia."


"Alex, bersiaplah jika nanti Lila tahu siapa dirimu" kekeh Asad.


"I know kak Asad. Dan aku harus menyiapkan kamar VIP rumah sakit untukku..." keluh Alexander sambil manyun membuat kedua kakaknya tertawa.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2