My Undercover Prince

My Undercover Prince
Ditangkap Polisi


__ADS_3

Ubud, Bali


Kalila menatap pria yang berdiri di depannya dengan wajah dingin dan tanpa berbicara apapun gadis itu menutup pintunya dan menguncinya. Alexander melongo melihat pintu itu tertutup di hadapannya.


"What? Lila !! Buka pintunya !" Alexander menggedor - gedor pintu villa Kalila.


Sementara di dalam, Kalila menelpon kepolisian sektor Ubud. "Halo? Pak, saya minta tolong, ada orang gila masuk ke dalam villa saya dan sekarang menggedor pintu... Saya takut pak. Bisa minta kirim petugas... Iya pak... Bapak dengar kan ?" ucap Kalila dengan nada dibuat ketakutan. "Baik pak... saya tunggu... terimakasih."


Usai menelpon polisi, Kalila menelpon Made. "Made, hari ini saya out dari villa ... Tidak, penguntit saya bisa mengejar saya sampai sini... Sudah, saya sudah menghubungi polisi... Kamu pakai saja semua bahan makanan di kulkas yang masih tersisa dan ada soto Betawi... Iya Made... Baik saya tunggu..."


Kalila sekarang menunggu pihak kepolisian datang.


***


"Lila! Buka pintunya ! Biarkan aku masuk! Aku akan jelaskan semuanya..."


"Diam di tempat!"


Alexander menoleh dan dirinya terkejut dengan adanya enam anggota kepolisian Indonesia yang dua diantaranya polwan.


"Ada apa ini...?" tanya Alexander bingung.


"Nona Al Jordan, anda bisa keluar dari pintu samping!" panggil salah satu anggota kepolisian dan dua orang polwan itu pun menghampiri pintu yang dimaksud. Kalila keluar dari sana dengan wajah ketakutan dan tubuh gemetaran.


"Anda baik-baik saja Nona Al Jordan? Apakah pria ini menyakiti anda?" tanya salah seorang polwan sambil memeriksa Kalila.


"Ti... tidak ... Sa ... saya langsung menutup...pintu dan ... Menelpon anda ..." jawab Kalila dengan mimik ketakutan hingga harus dipeluk salah satu polwan.


Mulut Alexander menganga tidak percaya Kalila memanggil polisi dan menyiratkan dirinya adalah penjahat?


"Pria ini mengikuti anda nona?" tanya Polisi pria yang berdiri dekat Alexander.


"I...iya pak. Di... dia sudah mengikuti...saya sejak tadi saya berjalan pagi... Tolong pak ... Saya takut..." Wajah Kalila terlihat pucat ketakutan.


"What! Lila ! Aku suami kamu !" teriak Alexander.


"Anda mengenal pria ini?" tanya Polwan yang memeluk Kalila dan dijawab dengan gelengan.


"Ti...dak... Saya tidak mengenalnya..."


"Lila! Aku itu suami kamu ! Pak Polisi, saya suami nona Al Jordan dan kami sudah menikah... Wajar kan jika..."


"Bapak dengar kan ... Dia mengaku-ngaku sebagai suami saya ... Saya tidak mengenalnya..." Kini Kalila menangis membuat polwan yang memeluknya mencoba menenangkan gadis itu.

__ADS_1


Kepolisian sektor Ubud sudah terbiasa menghadapi para turis yang aneh-aneh, jadi tidak heran jika ketambahan satu bule gendeng yang mengaku suami padahal wanitanya tidak mengenal dan tampak ketakutan akibat di stalking.


"Ayo, kamu ikut saya!" ucap Polisi yang tampaknya pangkatnya lebih tinggi, menarik lengan Alexander.


"Pak, Kalila Al Jordan adalah istri saya ! Nama saya Alexander Khalid! Saya pangeran dari Qatar!" Alexander berusaha melepaskan cengkraman polisi itu.


"Ohya dan saya adalah si buta dari gua hantu! Dasar bule gila! Ayo ikut ke kantor polisi!" Polisi itu memberikan kode untuk memborgol tangan Alexander dan membawanya masuk ke dalam mobil patroli.


Alexander masih bersikeras jika dia adalah suami Kalila, namun petugas kepolisian itu sudah membawanya pergi dari halaman villa.


"Nona Al Jordan, biar kami proses kasus ini dan saya minta anda pindah villa sebab dia bisa tahu anda di sini" ucap polisi yang menangkap Alexander.


"Be...berapa lama anda akan... menahan pria gila itu?" tanya Kalila dengan nada gemetar.


"Maksimal semalam kami tahan di sel. Jadi anda ada waktu untuk pindah villa."


Kalila mengangguk. "Terimakasih pak polisi."


"Sama-sama. Hubungi kami lagi jika anda membutuhkan perlindungan."


***


Kalila bergegas mengepak semua barang bawaannya usai para anggota kepolisian pergi dan tak lama Made pun datang.


"Yang jelas, aku pergi jauh Made. Terimakasih sudah menerima saya disini dan jangan kapok jika suatu saat nanti saya kemari lagi."


"Kapan saja anda akan kemari, villa ini terbuka untuk anda, nona."


"Terimakasih. Apakah taksi aku sudah datang?" tanya Kalila sambil menyeret kopernya.


"Sudah nona."


"Good." Kalila keluar dari villa dan melihat dua pengawalnya sudah menunggu di depan taksi. "Kita ke bandara. Pesawat sudah siap?"


"Sudah princess."


Kalila mengangguk dan membiarkan pengawalnya memasukkan koper-koper ke dalam bagasi mobil dan setelahnya mereka pergi ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.


***


Polsek Ubud Bali


"Sudah saya bilang jika saya adalah prince Alexander Khalid!" ucap Alexander gusar setelah pihak kepolisian memeriksa paspor diplomatik milik pria itu dan segera menghubungi kedutaan Qatar untuk mengkonfirmasi.

__ADS_1


"Bagi kami, kasus penguntitan itu sangat serius dan kami berkewajiban melindungi semua turis dari orang-orang seperti anda !" hardik salah satu penyidik.


"Astaghfirullah! Saya adalah suami nona Al Jordan! Ini buktinya!" Alexander menunjukkan foto-foto pernikahan mereka.


"Hanya ada anda seorang! Kamu tidak percaya semudah itu!" komentar penyidik yang melihat foto - foto Alexander proses ijab qobul. Foto dengan Kalila ada tapi dari sisi wajah saja saat gadis itu menatap dirinya usai ijab qobul. Tentu saja wajah Kalila tampak berbeda saat memakai make up pengantin dengan sekarang.


"Pihak kedutaan Qatar akan datang guna mengkonfirmasi siapa anda sebenarnya, mister dan sementara anda kami tahan dalam sel tahanan!"


Alexander melongo tidak percaya jika dirinya harus masuk sel tahanan. Damn it!


***


Menjelang tengah malam, Alexander baru bisa dibebaskan setelah perwakilan dari kedutaan Qatar datang untuk mengkonfirmasi bahwa dirinya memang pangeran Khalid.


"Anda menginap dimana yang mulia?" tanya atase Qatar itu.


"Aku menginap di Kastara tapi aku hendak ke villa tempat istriku berada" jawab Alexander.


"Yang mulia, lebih baik besok anda baru menemui princess Al Jordan. Jika malam-malam seperti ini anda kesana lagi, nanti akan lebih ramai ceritanya. Bersabarlah."


Alexander hanya mendengus kasar mendengar ucapan atase itu. Sabar Alex... Tidak mudah membujuk istri yang mode marah tingkat tinggi.


***


Kamar Alexander di Hotel Kastara


Alexander merasakan tubuhnya sangat lelah dan memutuskan untuk berendam di bathtub kamar mandinya. Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, pria itu memulihkan diri di Doha untuk mencari tahu keberadaan Kalila dengan kekuatan tim IT nya meskipun istrinya sudah berusaha menutupi jejak kepergiannya.


Hingga Minggu kemarin Alexander menemui Enzo Al Jordan dan merobek surat pengajuan cerai dari Kalila yang dikirimkan dari biro hukum milik keluarga Blair. Saat itu Alexander sudah tahu jika istrinya berada di Ubud setelah dirinya menghack nomor ponsel Georgina. Kalila memang mengganti nomornya tapi Georgina tidak dan dari situlah dia mendapatkan posisi istrinya.


Disaat Alexander berada di kamar mandi, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya.


Kalila Al Jordan. Position Hindia Ocean.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2