My Undercover Prince

My Undercover Prince
Pulang


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat


"Alex..."


"Ya sayang?"


"Aku ingin pulang..."


"Kemana? Dubai?" tanya Alexander.


Kalila mengangguk. "Aku ... aku merasa bahwa amarahku sudah keterlaluan dan... memang sudah waktunya untukku bertemu dengan kedua orang tuaku..."


"Baik Lila. Kita pulang hari ini?"


Kalila mengangguk.


"Aku hubungi pilot nya dan biar para pengawal kamu mengembalikan mobil yang aku sewa di Jakarta."


Kalila hanya mengangguk.


Pagi itu semua orang dipersilahkan kembali ke Jakarta karena tugas mengawal Kalila sudah selesai sebab putri Emir Al Jordan itu akan kembali ke Dubai. Bik Minah memeluk erat gadis yang sudah dianggap nya putrinya sendiri. Sementara dokter Asep datang untuk memeriksa kondisi Alexander pasca pingsan sehari sebelumnya dan mengijinkan untuk terbang ke Dubai.


"Mbak Lila, berbahagialah. Apapun keputusan mbak, be happy."


"Terimakasih Bik Minah. Terimakasih sudah menemani aku selama ini" senyum Kalila.


"Kalau bosan di Dubai atau Qatar, kesini saja mbak. Nanti bibik buatkan karedok, bubur ayam, nasi bakar..."


"Stop Bik. Aku nanti nggak pulang-pulang" gelak Kalila. "Kena racun makanan enak."


Bik Minah memegang pipi Kalila. "Bibik tidak tahu apakah kasus kalian lebih berat dari Nyonya Zinnia atau tidak. Karena bisa saja orang lain menilai tidak berat tapi bagi mbak Lila berat karena yang mengalami. Tapi mbak, satu hal, setidaknya mbak Lila tidak selama nyonya Zinnia pisahnya dan kalian belum memiliki anak. Berat lho..."


"Iya bik. Aku kan juga tahu bagaimana perjuangan mbak Zee punya Arsya tanpa ada bang Sean di sebelahnya."


"Ulah Pundungan ( jangan kelamaan merajuk ), neng. Henteu saé ( tidak baik )" senyum Bik Minah. ( maaf kalau bahasa Sunda aku belepotan, udah lama nggak belajar lagi ).


"Thanks Bik." Kalila menggenggam tangan Bik Minah.

__ADS_1


"Semoga tahun depan bibik sudah dapat kabar ada cucu dari Qatar."


Wajah Kalila memerah. "Aamiin. Insyaallah."


Siang itu semua rombongan pun kembali ke Jakarta dan meninggalkan hanya penjaga yang memang tinggal di sekitar rumah Zinnia. Bik Minah melambaikan tangannya saat rombongan itu pergi dan dalam hatinya dia berharap semuanya menjadi lebih baik.


Anak bisa salah, orang tua juga bisa salah dan semuanya bisa terselesaikan jika masing-masing pihak saling berbicara dengan kepala dingin, menyampaikan apa yang mereka rasakan. Secara tidak langsung, hal itu merupakan konseling dari hati karena tanpa bantuan dari pihak ketiga, mereka bisa saling terbuka.


Keluarga adalah segalanya, mau saling menistakan, berteriak satu sama lain, benci tapi yang jelas keluarga adalah tempat kamu pulang, tempat banyak cinta dan kasih sayang. Meskipun kamu kesal dan marah, rasa cinta keluarga dan memiliki rasa memaafkan yang luas, tetap akan membuat kalian bisa bersama lagi. Have a big heart dan cinta adalah kuncinya.


Cinta adalah kekuatan untuk bertahan bukan hanya milik sendiri, tapi juga ketidaksempurnaan kehidupan orang lain. - Ron Kritzfeld.


***


Sepanjang perjalanan menuju Dubai, Kalila tidak banyak bicara dan hanya menjawab seperlunya ucapan Alexander. Pria itu tahu kalau istrinya sedang berusaha menata hati dan emosinya.


"Semua akan baik-baik saja Lila..." ucap Alexander sambil menggenggam tangan Kalila yang duduk di sebelahnya.


Kalila hanya tersenyum tipis. Alexander mencium punggung tangan Kalila dan menatapnya lembut. "Semangat..."


"Iya..." Kalila menarik tangannya dan meletakkan diatas perutnya dan wajahnya melihat pemandangan langit dari jendela pesawat. Semoga saat kami bertemu, tidak ada keributan.


***


Kedatangan pesawat milik keluarga Khalid membuat pihak bandara kelimpungan karena tidak ada jadwal jika keluarga Emir dari Qatar itu akan datang ke Dubai. Asisten Alexander yang menjelaskan bahwa kedatangan Pangeran bungsu Qatar itu untuk menemui mertuanya.


Alexander menggandeng tangan Kalila untuk masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh pengawal Alexander di Dubai. Kalila pun masuk ke dalam mobil dan sepanjang perjalanan gadis itu menikmati pemandangan kota kelahirannya yang sudah ditinggalkan hampir enam bulan ini.


Kalila membuka ponselnya dan tampak berbagai pesan dari para sepupunya yang tahu dirinya berada di Dubai, semuanya memberikan semangat dan mengucapkan selamat kembali ke rumah. Gadis itu tampak terharu saat Zinnia mengirimkan pesan padanya.


Pasti mereka melihat GPS aku.


📩 Mbak Zee Léopold : mbak senang kamu akhirnya pulang, Lila. Be kind, have courage and always believe in a little magic ( selalu baik, beranilah dan percaya akan keajaiban kecil ). Kamu ingat kan kita nonton film Cinderella bersama dan kita semua suka dengan quotes nya. Bisa kita terapkan Lila. Mbak tahu kamu masih ada rasa mengganjal tapi mbak yakin, kamu, Oom Enzo dan Tante Georgina akan membaik lagi hubungannya. Have a courage and be kind, beranilah tapi tetap berbuat baik. Jangan seperti mbak Zee yang harus pergi lama... Mbak Zee sayang kamu, Lila.


Kalila menangis membaca pesan Zinnia membuat Alexander terkejut dan memeluk istrinya. Alexander tidak tahu apa yang membuat Kalila menangis tapi yang dia paham pasti dukungan keluarga nya.


Alexander mengusap bahu istrinya lembut seolah berusaha menenangkan Kalila yang tampak emosinal. Kalila berusaha menghentikan tangisnya dan mencoba menjadi tegar.

__ADS_1


Que Sera Sera... ( Yang terjadi, biarlah terjadi )


***


Istana Al Jordan Dubai


Kedatangan Kalila membuat semua keluarganya menyambut hangat Bahkan Ken pun menangis melihat saudara kembarnya datang Selama ini Kalilae menolak siapapun datang ke Indramayu dan Ken termasuk yang dilarang datang.


"Miss you so much Lila" ucap Ken sambil memeluk Kalila. "Jangan pergi seperti itu lagi. Apa kamu tahu, kami semua merasa bersalah dan patah hati karena kamu pergi dan tidak mau bertemu dengan kami semua."


Kalila pun memeluk erat kembarannya. "Maafkan aku Ken."


"No, akulah yang bersalah padamu tidak bisa melindungi kamu dari rasa sakit hati... Maafkan aku..." Ken mencium pelipis Kalila.


Kalila melihat Gasendra dan Gemma, Garvita dan Gabriel berdiri disana. Gadis itu langsung menghambur ke Gemma dan Garvita. Ketiganya menangis bersama dan Gasendra pun memeluk ketiga wanita yang disayanginya itu.


Alexander menatap adegan itu dengan perasaan campur aduk sampai Ken menghampiri dirinya.


"Jangan kamu sakiti Lila lagi, Lex. Dia sudah banyak terluka."


"No Ken. Aku sudah mendapatkan hasilnya yang membuat semua orang jadinya sakit, Lila terutama... Aku masih berusaha membuatnya moving forward meskipun tidak mudah" jawab Alexander.


"Lila sama keras kepalanya dengan Opa Senna dan Opa Kai. Keluarga Al Jordan sama keras kepalanya dengan Blair. Jadi aku harap, kamu bisa paham bagaimana sisi lain dari Lila." Ken menatap tajam ke iparnya.


"Iya Ken. Aku sudah kapok luar dalam dan aku sudah berjanji sejak dihajar bahwa aku akan berusaha membahagiakan Lila, sesulit apapun penerimaan istriku itu."


Kedua pria itu melihat saat Enzo dan Georgina keluar dari kamar mereka. Meskipun awalnya canggung, tapi Kalila lah yang menghampiri kedua orangtuanya dan saling berpelukan.


Suasana haru sangat terasa di istana Al Jordan dan memperlihatkan sisi lain dari keluarga yang tampak perfct tapi bisa melakukan hal yang tidak disangka hingga sempat mengalami kerenggangan dalam hubungan keluarga.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2