
Istana Khalid Doha Qatar
Kehamilan Kalila sudah menginjak usia enam bulan dan semakin hari mood swing bumil itu sudah semakin berkurang apalagi soal morning sick yang sempat menimpanya.
Pagi ini, Kalila menikmati cuaca cerah di Doha melalui balkon kamarnya dan bumil itu sangat suka matahari pagi demi mendapatkan vitamin D.
Alexander yang melihat istrinya menikmati sinar matahari pagi pun datang menghampirinya lalu memeluk dari belakang.
"Kamu bakalan gosong lho sayang kalau begini" ucap Alexander sambil mencium pipi Kalila.
"Cuma setengah jam kok Lex. Jadi nggak gosong-gosong banget" balas Kalila sambil tersenyum.
"Tuh sudah keringatan kamu... Yuk masuk" ajak Alex.
"Tunggu sepuluh menit lagi."
Bumil dan pawangnya
"Yuk jangan lama-lama. Aku tidak mau anakku jadi Tan" kekeh Alexander sambil menggandeng tangan Kalila.
"Mana mungkin Lex ! Kan ketutup baju dan kulit serta daging aku. Dia sangat aman di dalam. Yakin kulitnya akan putih" sergah Kalila.
"Masuk yuk. Ada garlic bread favorite kamu dan teh mint." Semenjak hamil, Kalila tidak bisa lepas dari yang namanya Garlic Bread. Setiap pagi paling tidak dia harus makan tiga potong garlic bread dan minumnya adalah teh mint. Kalau tidak ada, bumil cantik itu bisa nangis drama.
Kalila tersenyum dan masuk ke dalam kamar mereka menuju sofa dan meja kopi. Wajah Kalila tampak berbinar melihat makanan favoritnya.
"Asyik, ada garlic bread." Kalila pun duduk dan langsung mengambil sepotong garlic bread. Wajahnya tampak senang setelah mendapatkan gigitan pertama.
"Sayang, karena kita sudah tahu jenis kelaminnya... Bagaimana kita mencari nama buat si boy?" Alexander menatap wajah istrinya yang mulai chubby.
"Kamu ada usul apa?" balas Kalila sambil menyesap teh mintnya.
"Bagaimana dengan Kaysan? Kaysan memiliki arti orang bijak dan aku sih berharap besok anak kita menjadi anak yang bijak dalam menghadapi segala sesuatu. Tidak seperti ayahnya..." Alexander tersenyum kecut.
"Ayahnya memang bukan pria bijaksana saat memutuskan membuat ibunya dibohongi..." Kalila menatap dingin ke Alexander.
"I know. Dan aku sudah cukup kapok mengalami nya... Akibat dari perbuatan aku memang diluar ekspektasi..." Alexander memegang tangan Kalila. "I'm sorry."
Kalila memegang wajah Alexander. "Jangan diulang lagi. Itu saja permintaan aku, Lex."
Alexander memegang tangan Kalila. "Never ever. Aku berjanji padamu, Lila."
"So, Kaysan? Lengkapnya?" Kalila menatap mata hijau itu.
"Kaysan Alzam Al Jordan Khalid."
"Artinya apa Lex?"
"Pria yang bijaksana. Kaysan berarti bijaksana dan Alzam artinya pria. Al Jordan dan Khalid nama belakangnya. Bagaimana? Bagus kan?"
__ADS_1
Kalila mengangguk. "Aku suka namanya."
***
Waktu pun berjalan dan hari ini adalah hari yang ditunggu Kalila dan Alexander. Karena dilihat panggul Kalila sempit, maka dokter obgyn Kalila meminta agar bumil itu melakukan operasi Caesar.
Kalila sendiri tidak begitu suka dengan ide operasi tapi Alexander tidak mau mendapatkan resiko yang membahayakan nyawa Kalila dan putranya. Akhirnya Kalila pun menuruti permintaan suami dan dokternya.
Hari ini di hari Jumat, Kaysan Alzam Al Jordan Khalid pun lahir ke dunia dengan proses operasi Caesar. Kalila dan Alexander tidak berambisi untuk membuat Kaysan menjadi salah satu pengganti Emir Arkham meskipun di garis silsilah, Kaysan termasuk salah seorang pangeran mahkota.
Mengingat As'ad juga memiliki putra yang menjadi anak sulungnya, maka kemungkinan besar nanti saat As'ad selesai menjadi Emir, putranya yang menggantikan. Emir Arkham sendiri menyatakan akan turun tahta lima tahun kedepan dan akan digantikan oleh As'ad.
Dan kini Qatar pun menyambut kelahiran cicit Emir Ahmed dan cucu Emir Arkham yang nantinya akan menjadi Emir bagian keluarga Khalid dengan sangat meriah. Enzo dan Georgina Al Jordan yang datang menunggui putrinya melahirkan, tampak bahagia saat tahu Kalila dan Kaysan selamat dan sehat semuanya.
Ken Al Jordan yang datang sehari usai Kalila lahiran, tampak manyun saat melihat keponakannya.
"Kamu kenapa Ken?" tanya Alexander saat melihat iparnya cemberut melihat Kaysan.
"Kenapa Kay mirip kamu Lex? Hampir semuanya kamu ambil! Benar-benar keterlaluan deh !" sungut Ken kesal.
Alexander terbahak. "Ken, bukannya katanya kalau kamu benci seseorang saat hamil, maka anakmu akan mirip dengan orang yang kamu benci?"
"Salah doa tuh Lila !" eyel Ken sebal sedangkan Alexander tertawa geli.
"Kamu kapan menyusul Lila dan aku?"
"Doanya saja. Aku baru saja bertemu dengan wanita cantik dan cerdas. Rasanya aku jatuh cinta dengannya."
Ken mengangguk. "Dia pindahan dari London dan memilih kuliah di Dubai karena ibunya sakit disini. Jadi dia memilih kuliah disini sembari merawat ibunya."
"Ambil spesialis apa?"
"Onkologi."
"Namanya siapa Ken?"
"Faheema."
***
Dua Tahun kemudian...
Kalila lagi-lagi harus melaksanakan operasi Caesar untuk kehamilannya yang kedua. Alexander yang menggendong Kaysan tampak antusias menanti kelahiran putri mereka.
Ya, saat Kalila dinyatakan hamil kedua kalinya, Alexander adalah pria paling bahagia karena hendak mendapatkan seorang anak perempuan. Baginya sudah cukup dua anak sepasang dan Alexander pun menyetujui keputusan Kalila untuk segera steril.
"Kita tidak perlu punya anak banyak-banyak Lila. Dua sudah cukup apalagi sepasang" ucap Alexander saat kontrol sebelum melahirkan.
"Iya. Aku tidak sanggup banyak - banyak." Kalila memang mengasuh putranya dan nanti putrinya sendiri. Istana memang menyediakan baby sitter tapi Kalila lebih suka memegang anaknya sendiri. Baby sitter hanya dia pakai disaat harus menghadiri acara kerajaan.
Dan kini di ruang bersalin, Kalila melahirkan seorang anak perempuan. Kalila dan Alexander sudah sepakat memberikan nama Aghnia Kyara Al Jordan Khalid. Aghnia Kyara berarti wanita terhormat yang kaya.
__ADS_1
Alexander mencium bibir Kalila lembut usai melihat putri cantik nya mampu mendapatkan kolostrum pertamanya dari sang ibu.
"Sayang, Aghni ternyata sangat cerdas. Seperti kamu... Heeeeiiii kenapa putriku mirip kamu?" celetuk Alexander tidak suka.
"Putrimu? Ini adalah putriku ! Kamu hanya menyumbang bibit kecebong !" pendelik Kalila sebal. "Allah itu adil Lex! Kay mirip kamu, Aghni mirip aku ! Masih protes?"
Alexander tertawa. "Iya deh. Asal tidak bar-bar saja..."
"Kalau itu, aku tidak yakin Lex..."
Alexander memegang pelipisnya. "Tampaknya aku harus sekuat tenaga menjaga kamu dan Aghni agar tidak kebabalasan bar-barnya."
"Selamat berjuang, Ayah..." kekeh Kalila. "Kamu menikahi dan memiliki anak dari wanita yang dikenal memiliki keluarga bar-bar. So, dinikmati lah!"
Alexander hanya bisa tersenyum kecut.
*** END ***
Kalila dan Alexander tamat ya gaeeesss
Terima kasih sudah mengikuti cerita pasangan ini.
Tapi tenang saja. Insyaallah ada lanjutan anaknya, Aghnia di bulan Agustus atau September.
Judulnya adalah The Rocker and The Princess
Blueberry :
Aghnia Khalid adalah putri bungsu salah satu Emir Qatar dan putri Emir Al Jordan, Alexander Khalid dan Kalila Al Jordan. Gara-gara kakaknya, Kaysan mengundang band rock favorit nya di acara ulang tahunnya yang ke 25, Aghnia yang berusia 23 tahun berkenalan dengan Mark Becker, sang vokalis.
Tanpa dinyana Mark jatuh cinta dengan putri Emir itu tapi Aghnia tidak menyukai kehidupan bebas Mark yang memiliki banyak cewek-cewek groupies. Aghnia menolak mentah-mentah perasaan Mark.
Tanpa Aghnia tahu, Mark menyimpan identitas rahasia dan mau tidak mau, demi mendapatkan putri Emir, Mark harus melepaskan kehidupan hedonisme nya lalu kembali ke kehidupan aslinya.
Visual nya
Ditunggu ya hanya di Noveltoon
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1