My Undercover Prince

My Undercover Prince
Love You Lila


__ADS_3

Kamar Alexander dan Kalila


Alexander melongo melihat bagaimana Kalila berjalan ke arahnya dengan lingerie pendek sebatas pahanya dengan potongan dada rendah memperlihatkan belahannya ditambah tali spaghetti yang mungkin sekali tarik langsung putus.


"Lila... kamu... " Alexander sampai tidak mampu berkata apapun saking terkejutnya.


Kalila tidak menjawab tapi duduk diatas pangkuan Alexander. "Kamu tanya soal hak kamu kan Lex?"


Alexander hanya mengangguk.


"Dan aku menjawab apa yang membuat aku yakin memberikan padamu... Well..." Kalila mengalungkan lengannya ke leher Alexander. "Kamu boleh mengambil hak mu..."


Alexander merengkuh wajah Kalila dan mencium bibirnya panas. Tidak ada kelembutan disana, yang ada hanya rasa memiliki, rasa seperti seorang musafir yang mendapatkan apa yang dia cari. Kalila pun melakukan hal yang sama. Rasa bencinya ke Alexander ternyata setipis rasa cintanya ke pria itu.


Keduanya saling berbalas ciuman bahkan Alexander mencum*Bu leher Kalila yang dengan suka rela memberikan akses kepada suaminya untuk mengeksplorasi bagian tubuhnya. Hingga nafasnya tercekat saat Alexander menciumi belahan daddanya dan menarik tali lingerie nya hingga terbuka.


"Lila... Lila ku... " gumam Alexander dengan nafas memburu.


"Yes Alex..."


"Kita ke kamar... Aku tidak mau kita ber*cinta diatas meja kerjaku ... " Alexander langsung membopong tubuh Kalila yang bergelayut macam koala.


keduanya tidak melepaskan pagu*tannya sampai Alexander meletakkan tubuh seksih istrinya diatas tempat tidur mereka.


Alexander menurunkan tali lingerie satu lagi dan meloloskan kain satin bewarna hitam itu lalu melemparkannya sembarangan.


Kalila pun panik lalu menutupi tubuhnya dengan tangan. "Kamu buang kemana itu?"


"Apanya?" balas Alexander bingung.


"Victoria Secret aku?"

__ADS_1


Alexander melongo. "Lila... kamu nggak butuh itu... Kamu hanya butuh aku..." Alexander lalu membungkam bibir Kalila dan membangkitkan gairah istrinya serta gairahnya.


Kalila merasakan bagaimana dirinya merasa dicintai dan disayangi oleh Alexander hingga dirinya tidak menyadari bahwa mereka sama-sama sudah tidak ada sehelai benang pun.


"Lila... Bolehkah?" Mata hijau Alexander tampak sayu dan berkabut dengan gairah yang membuat Kalila terhipnotis.


Gadis itu hanya bisa mengangguk karena dirinya sendiri juga merasakan sesuatu yang baru, sesuatu yang membuatnya penasaran dan Kalila tahu setelah ini, dia akan menjadi wanita, sudah bukan gadis lagi.


Apa yang aku jaga akan kuberikan kepada suamiku yang sah secara hukum dan agama. Kalila teringat akan janji yang dia ucapkan pada dirinya sendiri dan sekarang adalah waktunya.


Alexander mencium bibir Kalila sembari berusaha menembus pertahanan terakhir milik Kalila. Gadis itu tampak tercekat saat sesuatu mendesak dalam dirinya dan rasa nyeri itu pun terasa. Tanpa sadar air matanya mengalir dan Alexander menciumi pipinya.


"Maafkan aku... Tapi..."


"Nggak... apa... "


"Nanti akan berbeda Lila..." Alexander mulai bergerak diatas Kalila. Dan gadis itu mulai bisa menyesuaikan diri terhadap sensasi yang baru dia rasakan. Otak Kalila mulai merespon dan dirinya merasakan bagaimana dirinya mendapatkan puncak gairah yang belum pernah dia rasakan sebelumnya hingga pelepasannya yang pertama didapatkan, membuat Kalila sedikit berteriak yang menurut Alexander adalah suara paling seksih yang dia dengar.


"Tadi ... itu apa?" tanya Kalila bingung.


"Kamu sudah dapat sekali Lila... Apa kamu tidak mendapatkan 53ks education?"


"Kan tidak gamblang, Alex... "


"Aku belum keluar... "


"Haaahh?"


"Kita coba gaya lain ya?" Alexander lalu membalikkan tubuh Kalila yang merasakan sensasi berbeda lagi.


Malam itu Kalila mendapatkan pengalaman pertamanya menjadi seorang istri seutuhnya dan dirinya baru tahu jika suaminya memiliki gairah yang besar.

__ADS_1


Ya iyalah Lila... Kamu tinggal setengah tahun dan harus puasa... Jadi umpak-umpakan.


Alexander dan Kalila melakukannya dua kali malam itu. Alexander masih ingin lagi tapi melihat ini pertama kalinya mereka bercin*ta dan istrinya tadi sudah lelah mengikuti acara istana, pria itu memilih menahan keinginannya.


Biarkan Lila istirahat Lex. Apalagi baru saja kamu unboxing dan butuh istirahat! Alexander merutuk dirinya sendiri yang terlalu bersemangat apalagi melihat bentuk tubuh istrinya yang sangat seksih. Semuanya serba pas dan nikmat.


"Lex... istirahat dulu ya. Aku... capek" keluh Kalila yang merasakan tubuhnya mulai terasa pegal - pegal. Gimana nggak pegal, tadi yang kedua aku benar-benar dieksplorasi inchi demi inchi membuat aku merinding.


"Iya sayang. Kita istirahat dulu sebagai penghormatan kamu sudah memberikan milikmu yang berharga... Terimakasih..." Alexander mencium bibir Kalila lembut lalu menarik selimut yang sudah berantakan.


Mata hijau Alexander melihat ada bercak merah diatas seprai putihnya. Bibirnya tersenyum simpul.


"Lex... seprainya" ucap Kalila dengan wajah memerah melihat noda disana.


"Besok saja atau nanti siang saja... Sekarang istriku, kita tidur." Alexander memeluk Kalila sambil menarik selimutnya. "I love you Kalila. Dan aku tidak akan pernah menyakitimu lagi..."


"Tapi tadi kamu menyakiti aku..." Kalila menatap wajah Alexander yang mulai muncul bulu - bulu halus di rahangnya.


"Karena memang caranya seperti itu..." Alexander mencium kening Kalila. "Terimakasih."


Kalila mengangguk lalu menyandarkan wajahnya di dada Alexander. Tak lama keduanya pun terlelap.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2