My Vampire Ceo

My Vampire Ceo
Episode 21 - Someone coming


__ADS_3

Pagi ini Revon disambut dengan pemandangan Rose yang sedang sibuk memasak sesuatu di dapur.


Namun yang menarik perhatian Revon adalah Rose yang memakai kaos putih miliknya dan rambut yang diikat ala messy bun membuat wanita itu terlihat semakin seksi.


"Morning, bae." Ujar Revon sambil memeluk Rose dari belakang.


"Morning, hon. Aku membuat sandwich dengan bacon with exstra cheese. Ada orange juice di kulkas kalau kamu haus. Ujar Rose sambil menata sandwich di piring.


Lalu tiba-tiba terdengar bunyi bel dari pintu depan. Revon merasa was-was karena tidak biasa ada orang yang membunyikan bel kecuali memang sedang bertamu. Lelaki itu meminta Rose tetap di dalam sementara dia membuka pintu.


Saat membuka pintu ternyata seorang wanita vampir yang datang. Karena Revon merasa tidak mengenalnya sehingga dia hanya menatap tajam dan menunggu wanita itu berbicara.


"Revon, do you miss me? Ah, you are looks so good with that black outfit." Ujar wanita itu dengan tersenyum menggoda.


"Who are you? Listen, i dont want to play around with you. So, get the hell out of here." Ujar Revon dengan serius dan menunjuk ke arah pintu keluar.


"Really?! You don't remember me? Ah, aroma manusia. Rupanya kamu sedang bersenang-senang dengan buruanmu. Apa kamu sedang mencumbu manusia itu? Apa dia begitu hebat hingga kamu melupakanku?" Ujar wanita itu dengan menatap wajah Revon.


"Let me tell you bit*h. I dont know and dont care about you. Kamu ingin pergi sekarang atau aku akan melemparmu keluar." Ujar Revon dengan wajah dingin dan menahan emosi.


Wanita itu merasa terintimidasi karena tahu kalau Revon memilki kekuatan yang tinggi daripada vampir biasa sepertinya. Tapi dia tetap berusaha untuk tidak menyerah.


Dari jauh wanita itu mencium aroma manusia yang berjalan mendekat ke tempatnya sekarang.


Rose POV



Karena mendengar keributan di ruang tamu, aku menjadi penasaran dan berjalan ke ruang tamu. Samar-samar aku mendengar percakapan Revon dengan seorang wanita.



"Really?! You don't remember me? Ah, aroma manusia. Rupanya kamu sedang bersenang-senang dengan buruanmu. Apa kamu sedang mencumbu manusia itu? Apa dia begitu hebat hingga kamu melupakanku?" Ujar wanita itu.



Aroma manusia? Bersenang-senang dengan buruan? Apa maksud wanita itu berbicara seperti itu. Saat sampai di ruang tamu, aku terkejut melihat Revon yang hanya diam ketika wanita itu mendekatinya dengan mesra, menyentuhkan jarinya ke dada Revon.



"Let me tell you bit\*h. I dont know and dont care about you. Kamu ingin pergi sekarang atau aku akan melemparmu keluar." Ujar Revon dengan menahan emosi.



Saat itu aku melihat wanita itu tersenyum mengerikan ketika melihatku. Lalu tiba-tiba dia sudah berada di hadapanku.



"Hello, human. Your smell is good." Ujar wanita itu sambil menatapku dari atas sampai bawah, lalu tersenyum sinis.



Dengan cepat Revon mendorong wanita itu agar tidak terlalu dekat denganku dan menjauhkanku dari wanita itu.

__ADS_1



"Who is she? Do you know her?" Tanyaku kepada Revon. Namun Revon tidak menjawab dan mengusir wanita itu keluar.



Setelah kembali ke ruang tamu, Revon terlihat marah dan panik.



"Revon! Siapa wanita itu? Apa kamu mengenalnya?" Tanyaku lagi.



"No, i don't know her. Rose, kita harus kembali ke rumah sekarang." Ujar Revon dengan raut wajah panik.



"What?! Seriously? Tidak. Kita baru saja sampai sini. Oh apa jangan-jangan kamu ingin bertemu wanita tadi." Ujarku.



"No, ofcourse not. Listen, I love you Rose. And just you. Tapi kita harus kembali ke rumah sekarang, disini tidak aman lagi." Ujar Revon dengan lembut.



"I don't understand. Kenapa tiba-tiba kamu seperti ini. Just tell me.." Ujarku yang lalu dipotong oleh Revon.




"So? Revon, kamu adalah vampir murni seharusnya dia bukanlah ancaman buat kamu bukan? I know that you can protect me." Ujarku.



"....But.. I.. " Ujar Revon yang ingin mengatakan sesuatu namun tidak ada kalimat yang keluar dari bibirnya. Aku menatapnya dan menunggu penjelasan darinya.



Tapi, lelaki itu tidak melanjutkan perkataannya dan pergi ke halaman belakang. Ada apa dengannya? Kenapa dia bersikap seperti ini? Seperti ada yang dia sembunyikan dariku.



Hari sudah sore dan matahari mulai menghilang. Sejak tadi Revon hanya diam dan bertingkah berbeda dari biasanya. Saat tatapan kami bertemu, dia hanya memberikan senyum yang sekilas.



Ditambah lagi siang tadi Robert tiba-tiba datang dan mengatakan kalau ada perlu dengan Revon. Mereka masuk ke ruang koleksi Revon dan menghabiskan waktu lama di dalam sana.



Suasana hatiku benar-benar buruk sekarang. Ah, aku ingat di belakang villa ada air terjun. Lebih baik aku berenang sambil menenangkan pikiran.

__ADS_1



Robert dan Revon mencoba mencari solusi agar kekuatan Revon segera kembali. Lelaki itu tidak bisa membiarkan Rose dalam keadaan bahaya karena vampir wanita itu mengancam akan membunuh Rose.


Setelah mendengar cerita Revon, membuat Robert ingat kalau vampir wanita itu adalah salaah satu one night standnya dulu. Dia bernama Natalie.


Memang vampir itu meminta lebih dari one night stand tapi seketika di tolak oleh Revon.


Akhirnya Revon menghapus memori Natalie agar dia tidak terus mengganggunya. Sampai hari ini dia tiba-tiba muncul di villa dan obsesinya pada Revon masih belum menghilang.


Robert membawa beberapa buku yang mengenai sejarah vampir dari seluruh dunia. Dan sudah hampir setengah buku mereka baca dan tidak menemukan cara mengembalikan kekuatannya.


"Fu*k. We don't have much time here. Wanita itu akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Rose dan mendapatkanku." Ujar Revon dengan frustasi.


"Bagaimana kalau saya membawa Erica kemari? Mungkin dia bisa membantu kita." Ujar Robert.


"Dia tidak akan bisa berbuat banyak. Natalie! Aku yakin dia sudah menyusun rencana sekarang. Walau dia vampir biasa tapi dia sudah hidup lama dan memiliki seseorang yang berada dibelakangnya." Ujar Revon.


Tiba-tiba Revon perasaannya tidak enak.


"Rose!!" Ujar Revon dengan panik. Lelaki itu berlari mengikuti nalurinya yang mengarah ke air terjun di belakang villa.


Seketika dia terkejut melihat Rose yang berada di bebatuan tebing yang cukup tinggi. Wanita itu ingin menangkap kelinci yang berada di ujung tebing.


Sementara di bawah tebing adalah pinggiran dari air terjun yang dangkal dan bebatuan.


"Rose, stop right now!" Ujar Revon dengan teriak namun Rose tidak bergeming.


Rose semakin mendekati kelinci membuat Revon bergegas menghampiri Rose di atas tebing. Dan benar saja, Rose menangkap kelinci itu tapi kakinya tergelincir. Wanita itu refleks berteriak dan memejamkan mata menunggu rasa sakit yang datang.


Tapi rasa sakit itu tidak kunjung datang melainkan rasa hangat pelukan yang dia rasakan. Rose membuka mata dan melihat wajah Revon. Akan tetapi raut wajah lelaki itu seperti menahan sakit.


Saat Rose melihat sekitar, dia sadar kalau ternyata mereka terjatuh ke pinggir air terjun yang dangkal dan banyak bebatuan. Rose melihat bahu Revon yang berubah posisi dan darah dari belakang kepala lelaki itu.


"Oh my god!! Revon." Ujar Rose cemas.


Robert yang berada disana lalu membantu Revon bangkit.


"Arrghhh..." Ujar Revon yang merasa beberapa tulangnya patah.


Mereka masuk ke dalam villa dan membaringkan Revon di kamar yang berada di lantai 1.


"Nona Rose, saya akan menjemput Nona Erica. Sementara saya pergi anda tetaplah berada di dalam villa." Ujar Robert.


"Yes, alright." Ujar Rose. Rose mengambil kotak obat untuk mengobati luka di kepala Revon. Lelaki itu hanya diam dan memejamkan mata.


"Revon. Do you hear me? Please, stay with me." Ujar Rose sambil menangis. Mendengar wanita yang dia cintai menangis, dia membuka mata dan tersenyum sambil menahan sakit.


"Ssstt.. Don't cry, bae. I'm not dead yet. Aku tidak selemah itu. Lagipula aku belum berencana mati dalam waktu dekat." Ujar Revon dengan nada bercanda.


"Yeah. Aku tidak mengizinkanmu mati sekarang. Jadi tetaplah hidup." Ujar Rose.


Setelah cukup lama menunggu Robert. Rose tertidur disamping Revon.

__ADS_1


__ADS_2