My Vampire Ceo

My Vampire Ceo
Episode 26 - Go to New York


__ADS_3

Revon mencium bibir Rose dengan penuh hasrat. Secara naluri Rose menaikkan kakinya untuk memeluk pinggang Revon.


Lelaki itu beralih ke tepi kolam yang memiliki dudukan. Rose semakin menggesekkan pinggangnya ke Revon sehingga membuat miliknya semakin tegang di bawah sana.


"Lepaskan gaunmu." Ujar Revon sambil menarik gaun Rose.


Tanpa membuang waktu Rose membuka gaunnya sehingga meninggalkan pakaian dalam saja. Karena tidak sabar menyentuh Revon, wanita itu membuka kemeja Revon.


Setelah itu Revon membuka celananya sehingga mereka sama-sama hanya menggunakan pakaian dalam.


Rose mulai mencium bibir, leher dan bahu lelaki itu. Nafas Revon tercekat melihat aksi Rose.


"Rose.. hmm." Erangan keluar dari bibir Revon.


Tidak tinggal diam, Revon menggerakkan jarinya ke titik sensitif Rose. Wanita itu terkejut dan menghentikan aksinya mencium Revon.


Tiba-tiba Revon melihat sekelebat scene muncul di pikirannya. Vampir yang dia minta pergi ke New York semua telah mati.


Seketika Revon menghentikan kegiatannya.


"****!" Ujar Revon.


"What's wrong?" Ujar Rose yang melihat seluruh tubuh Revon tegang dan raut wajahnya marah.


"I have to go. Now." Ujar Revon lalu keluar dari kolam renang.


"Where are you going? Revon!" Ujar Rose.


"I'm sorry, Rose. I have something urgent. I don't have time to tell you now. But, soon i will." Ujar Revon yang mengambil handuk dari lemari di sisi kolam lalu pergi meninggalkan Rose.


"Fu*k you." Ujar Rose yang berteriak.



Revon membersihkan diri dengan cepat. Lalu bersiap pergi ke New York. Dia menelpon Robert.



"Robert, siapkan helikopter sekarang. Kita akan ke New York." Ujar Revon.


__ADS_1


"Yes, Boss." Ujar Robert.



Setelah mematikan panggilan, Revon beranjak keluar kamar.



![](contribute/fiction/1267715/markdown/11808357/1606450638675.jpg)



Saat di bawah tangga lelaki itu berpapasan dengan Rose. Wanita itu menatapnya tajam dengan raut wajah marah.



"Bae, i'm really sorry. Aku tidak bermaksud melakukan ini dengan sengaja. Look, tadi aku merasakan kalau terjadi sesuatu pada perusahaan di New York. Aku akan jelaskan lebih lanjut saat kembali nanti, okay? Please, jangan marah." Ujar Revon sambil menggenggam tangan Rose.



"Alright. Kali ini aku tidak akan marah. Tapi, aku tunggu penjelasan darimu." Ujar Rose dengan serius.




"Aku tidak janji untuk tidak dekat dengan lelaki. Kamu tahu aku seorang model. Pasti ada saatnya pemotretan dengan lelaki. Soal Alex, aku sama sekali tidak tertarik dengannya." Ujar Rose.



"Ya hanya saat pemotretan saja, tidak lebih. Ah, sepertinya Robert sudah datang." Ujar Revon.



Mereka pun keluar dari rumah dan melihat di halaman samping yang luas terdapat helikopter.



"OMG! Helikopter? Kamu punya helikopter?" Ujar Rose yang terlihat takjub.


__ADS_1


"Yeah. Salah satu dari mainanku. Aku akan mengajakmu lain kali. Kamu belum pernah naik helikopter, bukan?" Ujar Revon dengan satu alis terangkat.



"Really? Ya, aku belum pernah naik helikopter. Baiklah, aku pegang janjimu." Ujar Rose.



"Aku pergi dulu. Baik-baik di sini. Aku akan merindukanmu, bae." Ujar Revon lalu memeluk Rose.



"Safe flight. Aku juga akan merindukanmu." Ujar Rose lalu mencium pipi Revon.



Lelaki itu mengecup bibir Rose, lalu pergi menuju helikopter.



Rose POV


Selama Revon pergi, aku melakukan aktivitas ditemani Erica. Ternyata Revon menyuruhnya berhenti bekerja di bar demi menjadi pelindungku. Erica mengatakan 'Aku tidak bisa menolak karena dia membayarku lebih banyak dari gaji di bar'.


Ah, lelaki itu sudah 5 hari pergi. Dia tidak pernah menelponku untuk sekedar memberi kabar. Aku coba beberapa kali menelponnya juga tidak diangkat. Sebenarnya sesibuk apa dia sampai lupa denganku?


"Rose. Sebelum pulang kita makan diluar dulu yuk. Bagaimana? Rose?" Ujar Erica yang menunggu jawaban Rose.


Namun dia melihat Rose melamun dengan menggerutu.


"Rose? Hello? Kamu sedang memikirkan apa hah?" Ujar Erica.


"Ah, ya? Tidak aku tidak memikirkan apapun. Tadi kamu bilang apa?" Ujar Rose.


"Don't lie to me, Rose. Aku bisa melihat raut kesalmu itu. Katakan kamu kesal dengan Revon, bukan?" Ujar Erica.


"Sudahlah. Aku malas membahas dia. Katanya mencintaiku? Tidak bisa jauh dariku? Tapi sudah 5 hari dia tidak memberi kabar apapun kepadaku. Bastard." Ujar Rose sambil memutar matanya kesal.


"I see. Hahaha.. Rose. Aku tahu kamu sedang kesal dengan Revon, tapi menurutku dia tidak memberi kabar mungkin karena dia ingin fokus menyelesaikan masalahnya dulu, atau dia menghindari menghubungimu agar tidak ada pihak musuh yang tahu tentangmu. Karena dia mencintaimu, jadi dia tidak ingin mengambil resiko." Ujar Erica.


"Mmm.. But.. Iisshh okay fine. Kita lupakan masalah ini, lebih baik kita pergi makan enak saja." Ujar Rose.

__ADS_1


"Okay, Let's go!" Ujar Erica.


Setelah sampai di restoran mereka memesan menu yang menjadi favorit mereka. Sambil menyantap makanan, mereka saling bercerita mengenai banyak hal.


__ADS_2