My Vampire Ceo

My Vampire Ceo
Episode 28 - Dissappear


__ADS_3

Revon POV - kamar hotel


Setelah sampai hotel, Revon pergi membersihkan diri. Pikirannya sedang kacau. Siapa sebenarnya penyihir itu?


Apakah Evan telah membuat perjanjian dengan penyihir itu?


Tapi, apa imbalan yang dia tawarkan sampai penyihir itu menuruti permintaanya?


"AARRGGHH!! AKU PASTI AKAN MEMBUNUH PENYIHIR ITU! " teriakku kesal dan menghantamkan tinjuku ke cermin kamar mandi.


Tok. Tok. Tok.


"Boss. Ada sesuatu terjadi di kantor sini." Ujar Robert dari luar kamar.


Mendengar itu aku bergegas membuka pintu kamar dan meminta penjelasan dari Robert.


"Apa yang terjadi?" tanyaku tidak sabar.


"Ada tulisan ancaman di studio pemotretan kantor. Dan itu membuat semua karyawan takut dan meminta untuk libur sementara." Ujar Robert lalu memperlihatkan foto yang ada di ponselnya padaku.


"TINGGALKAN PERUSAHAAN INI JIKA KALIAN INGIN HIDUP. DALAM 10 DETIK JIKA MASIH ADA YANG DATANG KE PERUSAHAAN AKAN AKU BUNUH.


REVONELLE DENT, AKU TUNGGU PERTEMUAN KITA SELANJUTNYA. AKU HARAP KAMU MENEMUKANKU SEBELUM AKU BERBUAT YANG LEBIH BURUK.


PS : DIA TERNYATA SANGAT CANTIK DARI YANG AKU BAYANGKAN. "


****! No!


Dia tahu tentang Rose. Aku tidak bisa tinggal diam. Aku akan menggali informasi dari Evan. Kalau perlu aku akan menyiksanya dengan kejam.

__ADS_1


"Robert. Kamu bawa Evan ke alamat ini. Aku akan menemuimu 30 menit di alamat itu. Lakukan apapun caranya, kamu harus berhasil membawa Evan tanpa ada satu orang pun yang tahu. " Ujarku dengan wajah serius.


"Baik Boss." Ujar Robert lalu pergi.


Aku harus menelpon Erica untuk meminta memasang sihir pelindung kepada Rose.


"Hallo" Ujar Erica.


"Apa kamu sedang bersama Rose?" Ujarku dengan tenang.


"Ya. Kita sedang pemotretan di jalan xxxx. Ada apa?" Ujar Erica penasaran.


"Ternyata mereka tahu tentang Rose. Erica, kamu buat sihir pelindung untuk Rose. Lakukan semua yang kamu bisa untuk melindungi Rose sementara aku mencari orang itu. Orang itu adalah seorang penyihir juga. Aku mohon kamu lebih berhati-hati. Sial. Aku bahkan tidak tahu seberapa mahir dia." Ujarku frustasi.


"OMG! Ini benar-benar serius. Baiklah aku akan membuat sihir pelindung. Revon, aku harap kamu cepat menyelesaikan masalah ini dan kembali kesini. Kamu tahu aku belum mahir, kan? Aku takut aku tidak bisa melindungi Rose dengan maksimal." Ujar Erica.


"Revon. Kemana saja kamu? Kenapa kamu sama sekali tidak memberi kabar?" Ujar Rose dengan frustasi.


"Hallo juga, bae. Aku tidak bisa berlama-lama. Aku akan menjawab pertanyaanmu saat aku pulang nanti. Sekarang dengarkan aku baik-baik. Aku minta kemanapun kamu pergi, ajak Erica. Tidak peduli kemanapun itu. Dan, jangan pernah percaya kepada siapapun." Ujarku.


"Apa terjadi sesuatu? Kenapa tiba-tiba kamu seperti ini?" Ujar Rose bingung.


"Rose. Please, just do what i said. Okay? Kamu harus lebih berhati-hati. Erica akan membuat sihir pelindung untukmu." Ujarku.


"Sihir pelindung? Apa maksudmu?" Ujar Rose.


"Erica adalah penyihir. Jadi dia bisa menjagamu sementara. Aku akan segera kembali, Rose. Stay safe." Ujarku.


Aku memutuskan panggilan dan bersiap pergi untuk bertemu Robert.

__ADS_1




Hello guys๐Ÿ‘‹



Terimakasih sudah membaca cerita ini. Dan terimakasih untuk semua yang sudah mendukung karya ini.



It's mean a lot to me.



Btw, aku sedang mencari visual karakter yang cocok menjadi pemeran di cerita ini. Tapi aku masih bingung siapa wkwkwk..



Mungkin kalian ada rekomendasi buat pemerannya?



Jangan lupa like dan komen ya.



Ciao๐Ÿ‘‹

__ADS_1


__ADS_2