My Vampire Ceo

My Vampire Ceo
Episode 9 - The worst of me


__ADS_3

Revon POV


Setelah sampai di dekat hutan, aku memutuskan untuk berjalan kaki dan meninggalkan motor itu disini. Segera mungkin aku mencari hal yang mencurigakan, dan setelah masuk ke bagian terdalam hutan yang gelap aku menemukan suatu bangunan tua.


Aku mendekat dan mengamati dari atas pohon, terdapat aktivitas di dalam bangunan itu. Beberapa suara orang sedang membicarakan seorang wanita yang mereka bawa. Itu pasti Rose, pikirnya.


Tapi aku juga merasakan keberadaan vampir lain di sekitar sini.


Seorang lelaki, vampir newborn sedang berjalan masuk ke bangunan itu. Namun aku belum melihat wajah lelaki itu. Saat lelaki itu menengok, terlihat wajahnya yang semakin membuat keinginan membunuhku meningkat.


Rupanya dia sudah bosan hidup, wajah itu adalah lelaki yang gagal menjadi model di agencyku, walaupun aku tidak ingat namanya. Aku mulai masuk kedalam dengan kemampuan vampirku, berjalan cepat tanpa terlihat siapapun.


Lelaki bodoh itu masih vampir newborn, dan dia terlihat sama sekali belum terlatih karena sampai sekarang dia masih belum menyadari keberadaanku.


Aku berjalan menelusuri ruangan satu persatu, hingga ada satu ruangan yang menarik perhatianku. Ruangan itu terkunci dan berada di sudut bangunan ini.


Detak jantungku mulai tak beraturan. Rose, aku akan segera menyelamatkanmu. Memastikanmu berada di pelukanku selamanya. Sihirku berhasil membuka kunci pintu, dan aku pun masuk kedalam.


Di sudut ruangan kecil dan tidak ada penerangan sama sekali, disudut sana aku melihat wanita tergeletak di lantai. Wajahnya tertutup oleh rambutnya yang hitam dan aroma lavender itu, Roseline.


Saat aku mendekat dan terlihat jelas semuanya. Luka memar di pipi kanan, bibir yang sobek, cakaran dan memar di seluruh tubuhnya dan yang membuatku sangat takut bekas gigitan yang dalam dileher jenjangnya.


Masih mengalir sedikit darah, aku mendekapnya kedalam pelukanku sambil memeriksa denyut nadinya.


Tidak!! tubuhnya terasa dingin dan denyut nadi hampir tidak terbaca olehku. Aku harus segera membawa Rose dulu, mereka berani bertindak sejauh ini.


Kalau begitu aku tidak akan menahan lagi. Sebelum pergi aku menghubungi Robert untuk kemari dan menangkap semua orang yang ada disini.


Membawa mereka untuk berhadapan langsung denganku nanti. Sementara mengurung mereka di basement, tempat yang sudah lama tidak aku pakai untuk menyiksa orang.



1.00 AM - Kediaman Revon



Revon sampai di rumahnya dengan melakukan teleportasi. Walau sebenarnya tenaganya berkurang karena melakukan lebih dari 1 kali teleportasi dengan jarak yang jauh.



Tapi dia tidak perduli, demi wanita itu akan kulakukan apapun resikonya. Revon memasuki rumah dengan tergesa dan membuka pintu dengan keras.



"Mr. Pont. Panggilkan dokter segera. Apa stok darah di penyimpanan masih lengkap? Semua tipe darah ada?" Ujar Revon dengan nada tergesa dan cemas saat berbicara dengan Mr. Pont.



Ini pertama kalinya Mr. Pont melihat tuannya menunjukkan ekspresi. Lalu pandangannya tertuju kepada seorang wanita yang digendong tuannya.



Wanita itu yang pernah menginap disini. Dengan segera dia tersadar dan menjawab pertanyaan Revon.



"Semua stok darah masih lengkap tuan. Saya akan segera memanggil dokter" Jawab Mr. Pont.



Revon segera menuju kamarnya dan membaringkan wanita itu di ranjang. Dia mengambil wadah yang berisi air dan handuk. Dengan mudahnya dia menyobek pakaian Rose dan mulai mengelap seluruh tubuh wanita itu.


__ADS_1


Luka di lehernya sangat dalam bila tidak segera di sembuhkan akan memperburuk kondisinya. Apalagi itu luka gigitan vampir yang tidak bisa disembuhkan oleh obat - obatan manusia.



Dia juga bisa menjadi vampir kalau tidak menetralisir racun gigitan vampir. Hanya vampir murni sepertinya yang bisa melakukan itu, namun bila dilakukan bersama sihir penyembuhan akan sangat menguras tenaganya dan kekuatannya.



Dan jika terlalu berlebihan bisa melukai organ dalamnya. Tapi dia tidak ingin kehilangan wanita yang dicintainya, dia harus melakukannya.



Revon mulai melakukan aksinya, mengigit pergelangan tangannya dan memusatkan kekuatannya. Setelah itu darah yang keluar dari pergelangan tangannya di teteskan ke luka di leher sambil mengusap luka itu.



Lelaki itu bisa merasakan racunnya menghilang dan lukanya semakin memudar. Begitu pula luka memar di tubuhnya jug semakin memudar. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Revon menyudahi aksinya dan beranjak membuka pintu.



Revon hanya memperbolehkan dokternya masuk karena dia tidak ingin Mr. Pont melihat tubuh Rose yang sedang tidak berpakaian. Dokter itu mulai memeriksa wanita itu.



Sementara itu Revon mendapat pesan dari Robert kalau sudah membawa orang - orang itu ke penjara basement.



Dia meminta Robert untuk menempatkan di ruangan khusus untuk vampir newborn itu, ruangan di sudut basement dan disana terdapat segel khusus yang tidak bisa membuat vampir biasa kabur.



Pemeriksaan dari dokter sudah selesai, dan dia memberitahukan tipe darah milik Rose. Kondisi Rose sudah lebih baik dan membutuhkan transfusi darah.




Terlihat sedikit raut kaget dari dokter karena biasanya stok darah hanya rumah sakit yang punya. Dokter ini adalah dokter baru yang Mr. Pont bawa hari ini.



Dia tahu kalau Revon adalah orang berpengaruh yang pasti dapat dengan mudah memperoleh apapun yang dia inginkan. Selang beberapa menit Mr. Pont datang dan memberikan box berisi darah kepada Revon.



Setelah masuk kembali ke dalam kamar dia memberikan box itu ke dokter. Sambil mengamati dokter bekerja, Revon duduk di sofa ketika tubuhnya mulai terasa sakit.



Dia mengeratkan rahangnya dan mencoba tidak menghiraukan rasa sakit itu. Menuangkan wine ke gelas yang ada di meja lalu meneguknya dengan cepat.



Dokter itu melakukan tugasnya dan tinggal menunggu sampai kantong pertama darahnya selesai di tranfusikan. Dia memperbolehkan dokternya pulang dan meminta Mr. Pont mengantarnya.



Revon mendekat ke ranjang dan memasangkan selimut di tubuh Rose sambil berbisik ditelingannya.



"I love you, Rose." Setelah itu di beranjak menuju basement.

__ADS_1



2.30 AM - Basement


Revon masuk kedalam basement, Robert sedang berjaga bersama beberapa orang. Revon mengatakan dia akan mengurus langsung vampir newborn itu dan membiarkan Robert yang mengurus manusia-manusia itu.


Saat Revon masuk ke ruangan tempat vampir itu, seketika vampir newborn itu menyerangnya, tapi tentu saja tidak berhasil. Revon menggunakan sihirnya untuk menekan vampir itu menunduk dilantai.


"Sepertinya kamu terlalu antusias bertemu denganku." Ujar Revon dengan tatapan dingin. Lelaki dihadapannya mendongak ke atas dan tersenyum. Tubuhnya gemetar karena dia mencoba melawan tekanan dari Revon. Tapi justru Revon semakin menekannya ke lantai.


"Marco Clarke, apa alasanmu melakukan semua ini?" Ujar Revon dengan tenang sambil melepaskan pengaruh sihirnya dari lelaki itu.


Ya, dia adalah Marco Clarke. Model yang gagal karena kesalahan fatal. Dia menyabotase saingannya pada saat pemilihan model hingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawanya.


Namun masalah ini hanya pihak Fristin yang tahu, Marco didiskualifikasi dari pemilihan dan tidak ada agency model yg menerimanya atas permintaan Revon.


Atas kejadian itu membuat Marco menyimpan dendam kepada Revon. Dan menunggu waktu yang tepat untuk membalasnya.


"You know better than me, Mr. Dent. Ah ya, memang anda memiliki selera yang bagus, dia sangat manis dan menggoda." Ujar Marco sambil menjilat bibirnya.


Mendengar perkataan itu amarah Revon meningkat seketika. Secepat kilat dia menerjang lelaki didepannya, memukul dan meleparnya ke dinding.


Marco melawan dan menendang Revon tapi meleset. Revon tiba - tiba berada di belakang lelaki itu dan memutar lengannya sampai patah. Terdengar jeritan yang keras.


Lelaki itu terduduk dilantai sambil memegang lengannya yang patah. Saat itu dia melihat ke arah Revon dan dia sangat kaget melihat penampilan Revon.


Warna bola mata merah gelap yang tajam, rambut hitamnya sedikit memanjang, dan muncul aura gelap yang menakutkan.


"Let's begin. Shall we?" Ujar Revon dengan smirknya.


Dia menggerakkan jarinya, dan seketika Marco menjerit kesakitan. Rupanya Revon menggunakan sihirnya dan membuat Marco merasa seluruh tubuhnya remuk.


Beruntung semua dinding basement kedap suara sehingga orang - orang di luar tidak dapat mendengar jeritan kesakitan. Setelah puas menyiksa dia, Revon menambah kekuatan sihinya dan membunuh Marco seketika.


Revon memerintahkan Robert membersihkan semua kekacauan yang terjadi. Sambil berjalan ke arah rumah dia berusaha mengembalikan penampilannya seperti sebelumnya.


Namun gagal karena terlalu banyak emosi yang dia rasakan sehingga mendominan wujud vampirnya.


"Aku harus menenangkan diri" Ujar Revon pada dirinya.


Dia kembali ke kamarnya untuk melihat kondisi wanita itu. Sudah berganti kantong darah kedua rupanya. Tapi dia masih terlihat pucat dan belum sadar.


Rasa sakit di tubuh Revon kembali lagi dan sekarang lebih buruk dari sebelumnya. Dia keluar kamar dan menuju ke kamar tamu dengan cepat. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan siapapun.


Saat sampai di kamar tamu, perutnya terasa bergejolak dan ingin muntah. Berjalan cepat ke kamar mandi dan memuntahkan darah yang cukup banyak. Kepalanya pusing hingga telinganya berdengung.


Dia benar - benar sudah terlalu banyak memakai kekuatannya. Sekarang dia harus memulihkann diri dan sementara tidak memakai kekuatannya. Satu lagi untuk mengembalikan penampilannya dia harus pulih terlebih dahulu.


Dengan sekuat tenaga dia membersihkan diri dengan mandi lalu berganti pakaian. Kaos hitam dan celana kain hitam. Dia menghubungi Robert untuk membawakan beberapa kantong darah ke kamar tamu.


Beberapa menit kemudian Robert datang membawa box yang berisi 10 kantong darah. Dia melihat tuannya berbaring diranjang sambil memejamkan mata.


Dia melihat wajah Revon mengeryit dan rahang yang mengeras seperti menahan sakit. Dia berinisiatif bertanya kepada Revon.


"Boss. Apa anda baik - baik saja?" Ujar Robert.


"Letakkan saja boxnya di meja itu" Ujar Revon sambil menunjuk meja samping ranjang.


"Baiklah, saya mohon undur diri." Ujar Robert.


"Wait. Aku tidak akan ke kantor beberapa hari kedepan. Kamu urus semua pekerjaan. Aku sedang memulihkan diri. Jangan sampai ada yang menggangguku disini." Ujar Revon.


"Baik, Boss." Jawab Robert. Pemulihan? Apa karena dia terlalu banyak memakai kekuatannya hari ini, pikir Robert. Setelah tinggal Revon sendiri di kamar, dia mulai meneguk satu persatu darah yang ada di box.

__ADS_1


__ADS_2