My Vampire Ceo

My Vampire Ceo
Episode 32 - First Date Plan (adult only)


__ADS_3

Setelah meeting selesai, Revon ikut mengantar orang itu keluar. Revon menyerahkan sisa pekerjaan kepada Robert.


Saat kembali ke kamar, waktu sudah menunjukkan 10 malam. Rose sedang tertidur di sofa depan televisi yang menyala. Lelaki itu mendekati Rose dan menggendongnya ke ranjang.


Dia melepas kemejanya sambil mematikan televisi. Sebelum ikut ke ranjang, Revon mematikan lampu utama dan membiarkan lampu tidur menyala lalu menyelimuti tubuh Rose agar tidak kedinginan.


Lelaki itu memandangi wajah Rose sampai rasa kantuk menghampiri.




Sinar matahari memasuki kamar dari cela-cela jendela. Rose terbangun dipelukan Revon yang masih tertidur. Wanita itu tersenyum, ternyata sangat menyenangkan bangun tidur disamping orang yang disuka.



Rose mengamati wajah Revon, membelai rambut hitamnya yang halus. Terdengar erangan kecil dari lelaki itu.



"Hmm... Morning, bae." Ujar Revon yang membuka mata dengan malas.



"Morning, hon. Jadi.. apa yang akan kita lakukan hari ini?" Ujar Rose dengan tatapan tanya.



"Bagaimana kalau dating? Ya, karena kita belum pernah jalan keluar bersama atau makan diluar bersama. Tapi aku tidak keberatan kalau kamu ingin mengabiskan waktu di kamar saja." Ujar Revon lalu dengan sekali gerakan sudah berada di atas Rose. Rose hanya memekik kaget dan tertawa lepas.



"Really?! Aku ingin keluar, dan ya dating.. sounds great." Ujar Rose sambil tersenyum dan mengecup bibir Revon.



Senyuman di bibir Revon semakin lebar dan dia mencium Rose dengan lembut namun menuntut. Jari-jari Rose menelusuri tubuh Revon.



Revon menghentikan ciumannya dan membantu Rose melepaskan pakaiannya. Lelaki itu kembali mendekat dan mencium Rose dengan penuh hasr\*t.



Tangan Rose yang bermain rambut lelaki itu terhenti karena Revon yang memegang kedua tangannya dan menyatukannya ke atas. Revon beralih mengecup mata, hidung, dan bibir Rose. Kecupan dan gigitan kecil Revon berikan ke seluruh tubuh Rose.



Tidak terhitung lagi suara des\*han yang keluar dari mulut wanita itu. Tiba-tiba wanita itu mendorong Revon hingga terjatuh dan berbaring di ranjang.



Nafas lelaki itu tercekat ketika melihat Rose membantunya melepas celananya.



"Let's try something new. Ready?" Ujar Rose dengan smirk lalu memposisikan diri diatas Revon.



Tangan Revon menarik lengan wanita dihadapannya lalu mencium bibirnya.


__ADS_1


Rose mulai menggerakkan pinggulnya membuatnya menggeram disela ciuman dan menutup matanya menikmati sensasi Rose yang berada di atasnya. Keduannya tenggelam dalam kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan.



Melihat Rose yang akan mencapai puncaknya, sementara Revon yang masih perlu sedikit waktu.



Akhirnya lelaki tampan itu membalik posisi menjadi dia di atas dan Rose berbaring di bawah. Dengan sengaja dia membuat ritmenya menjadi pelan dan membuat Rose mendes\*h.



"Revon.. aahh.." Ujar Rose dengan kepala mendongak keatas dan jari-jari yang mencengkeram bahu Revon hingga kukunya menggores kulit lelaki itu.



"Yess, bae?" Ujar Revon dengan smirk dan tatapan yang menggoda.



Seluruh syaraf tubuhnya menjadi sangat sensitif, entah karena Revon yang sangat lihai atau memang karena dia yang memang sensitif.



Rose menarik wajah Revon dan mencium bibirnya dengan lembut. Lidah mereka saling bertautan dan jari-jari lentik Rose bermain dengan rambut Revon yang halus.



Tubuh lelaki itu bereaksi dan mulai mempercepat ritmenya. Beberapa menit kemudian Rose telah mencapai puncaknya lalu disusul dengan Revon.



Mereka mencoba menormalkan nafas mereka yang memburu. Keringat membasahi tubuh mereka. Revon melihat wajah Rose yang semakin terlihat cantik dengan bibir yang terbuka.




"This is the best morning in my life. With a gorgeous woman in my bed. Thank you so much, bae." Ujar Revon dengan senang dan gembira.



"With pleasure. Aku.. aku sungguh minta maaf atas perkataanku yang buruk kepadamu. Kamu selalu ada untukku dan selalu menolongku saat terjadi sesuatu padaku. Aku.. " Ujar Rose dengan mata yang berkaca-kaca membuat Revon tidak tega.



"Sssttt... It's okay. Aku sudah melupakan kejadian yang lalu. Sekarang yang terpenting kamu sudah mulai membuka hati untukku. Dan aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia. Sekarang mari kita membersihkan diri" Ujar Revon dengan smirknya.



Lelaki itu bangkit dari ranjang lalu menggendong Rose ke kamar mandi. Rose merasa senang dan sangat menikmati perlakuan Revon.



Di kamar mandi, Rose sedang menuntaskan keperluannya di closet. Sementara Revon mengisi bak mandi dengan air dan ekstrak lavender kedalamnya.



Setelah itu Rose menghampiri lelaki itu dan memeluknya dari samping. Revon masuk ke dalam bak mandi dan disusul Rose.



Tangan lelaki itu mengambil sabun dan mulai membersihkan Rose. Dia melakukannya dengan lembut dan memberikan sedikit pijitan pada ar\*a tertentu sehingga membuat wanita itu rileks.

__ADS_1



Rose menyandarkan punggungnya di dada bidang Revon sambil sesekali melirik lelaki itu dari sudut matanya. Tiba-tiba tatapan mata mereka bertemu dan Rose berinisiatif untuk mencium bibir Revon.



Lama-kelamaan ciuman menjadi intens namun Revon harus mengontrol dirinya. Dia ingat kalau akan melakukan first date hari ini. Revon menghentikan ciuman mereka dan berkata.



"Sore ini aku akan membawamu ke suatu tempat. Apa kamu ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi?" Ujar Revon sambil membilas tubuh Rose.



"Really? Aku tidak sabar menantikannya. Mmm.. Tidak ada tempat yang ingin aku kunjungi." Ujar Rose sambil berpikir sejenak.



Sekarang giliran Rose yang mengambil sabun dan mengubah posisi menghadap Revon. Wanita itu meminta Revon sedikit maju agar Rose bisa menggapai punggungnya.



Rose mulai menggosok punggung lelaki itu sementara bibirnya memberikan kecupan di area leher Revon. Revon mulai sedikit tergoda dan adrenalin mulai kembali.



Saat Rose beralih untuk menggosok bahu Revon, dia melihat goresan kuku yang masih baru di sana. Rose kaget dan berkata.



"Revon, goresan kuku ini... kenapa kamu tidak bilang padaku? Maafkan aku. Biar aku obati setelah mandi." Ujar Rose dengan raut wajah bersalah dan sedih.



"Bae. It's okay. That's not hurt at all. And i don't mind it. Jadi tetap tenang dan jangan merasa bersalah karena itu akan membuatku berpikir kamu menyesal telah bercinta denganku." Ujar Revon.



"Alright. Tapi bukankah jika kamu terluka akan cepat sembuh? I mean, aku pernah melihat luka di bibir kamu menghilang seketika." Ujar Rose.



"Ah, itu.. tidak selalu bekerja seperti itu. Terkadang itu membutuhkan waktu untuk sembuh. Tapi kamu jangan khawatir, okay?" Ujar Revon.



"Okay." Ujar Rose yang berusaha untuk tidak terlalu banyak bertanya lagi. Dia melanjutkan membersihkan tubuh Revon, lalu mereka bersama menuntaskan mandinya.



Mereka berganti pakaian di walk in closet. Revon memakai kaos abu gelap dan skinny jeans hitam. Karena Rose yang masih memilih pakaian, Revon pergi untuk mencari Mr. Pont agar menyiapkan sarapan.



Saat kembali ke kamar, Rose sudah selesai berpakaian dengan memakai kemeja hijau dengan celana jeans hitam. Rambutnya diikat pony tail dan memakai sedikit makeup.



Wanita itu terlihat asik memainkan ponselnya sambil duduk di sofa depan televisi. Lelaki itu mendekat dan berdiri tepat dihadapan Rose. Rose yang melihat refleks mendongak dan menaikkan alis.



"Sarapannya sudah siap. Ayo turun." Ujar Revon dengan lembut dan mengulurkan tanganya untuk Rose. Wanita itu menerima uluran tangan Revon lalu lelaki itu memeluk pinggang Rose sambil berjalan beriringan.

__ADS_1


__ADS_2