Nama Baik

Nama Baik
NB 1


__ADS_3

Meita adalah seorang perempuan yang dipaksa mandiri karena sejak sekolah sampai menyelesaikan kuliahnya jauh dari keluarga. berbekal ijazah sarjana pendidikan dia menjadi seorang aparatur sipil negara di salah satu sekolah negeri yang ada di Bandung, sedangkan keluarga nya semua berada di kota lain.


Meita sudah menjadi seorang istri abdi negara selama 10 tahun, selama itu dia terlatih tanpa suami tanpa keluarga hingga bisa dikatakan dia menjadi wanita yang terlewat mandiri.


Meita memiliki dua orang anak laki - laki yang harus dia besarkan dan dia didik tanpa suaminya, karena suaminya berada di kota yang berbeda dengan nya. Di tahun ke 10 pernikahannya Meita sedang di uji kesetiaan dan kesabarannya dalam mempertahankan rumah tangga.


 


Bandung


Tepat pukul 00.00 meita terbangun.tepat tanggal 22 Mei 2022 adalah ulang tahun pernikahannya bersama suaminya Mas Ibnu.


" tidak ingat kah Mas Ibnu hari ini dan tanggal ini??" gumam Meita.


ini sudah ke 3 kali nya, mas Ibnu melupakan hari pernikahan kita" gumam Meita kembali


Meita bercermin dan melihat wajah dirinya tanpa polesan make up.


" dulu Mas Ibnu yang mau sama Aku, memaksa Aku untuk mau sama Mas Ibnu. Lalu kenapa sudah kamu dapatkan Aku diperlakukan seperti ini" gumam Meita kembali.


Meita mengingat kembali bagaimana 10 tahun pernikahannya, disetiap tahun selalu ada saja perlakuan suaminya yang mrmbuatnya kecewa. Mulai dari menduakan hatinya dengan perempuan lain, mulai dengan penghasilan nya yang tidak pernah Meita ketahui. belum lagi dengan Mas Ibnu yang lebih mementingkan Ibu mertua nya.


" Sabar Meita, anak laki - laki itu milik Ibu nya" gumam Meita kembali


" ALLAH SWT maha adil, kenapa kamu bisa menghasilkan uang. Kenapa kamu jadi perempuan yang bekerja. Agar kqmu tidak menggantungkan hidupmu kepada orang lain Meita. Jangan pernah berharap kepada satupun manusia kecuali ALLAH" ucap Meita sambil menangkup wajahnya denga kedua telapak tangannya.


" Jangan mengabaikankan ku terlalu lama Mas Ibnu, atau Aku benar - benar tidak takut kehilanganmu lagi.aku tidak membutuhkan mu lagi. Percuma kalau dipaksakan sakit dan bertahan hanya untuk sebuah nama baik" gumam Meita kembali namun dia hanya menggerutu dalam hati. Dia tidak sanggup untuk mengatakan langsung kepada suaminya, karena dia takut suaminya marah dan tidak pulang, maka anak - anak yang akan kecewa.


Meita menjatuhkan kembali tubuhnya ketempat tidur, mrmcoba memejamkan mata san menahan segala rasa kecewa yang dia rasa. dari 10 tahun pernikahan, Mas Ibnu hanya 1 tahun bersikap hangat kepadanya.


Meita terus memejamkan mata berusaha terlelap kembali.


---------


Sebelum subuh berkumandang Meita sudah bangun dan mempersiapkan keperluaan anak - anak nya untuk bersekolah di SD IT AR Rahman. Salah satu sekolah islam terpadunyang dipilih Meita untuk menitipkan anak - anak nya bersekolah.


Rasa pusing dikepala nya tidak dia rasa, rasanya dia baru saja terlelap namun alarm jam nya berbunyi.


Hati nya pun sedang tidak baik baik saja, rasanya sudah cukup kesabarannya di acuhkan oleh suaminya.


Namun dia berusaha menutupi rasa kecewa dan kesalnya saat melihat kedua anak - anak nya sudah tersenyum dengan manisnya.


Tepat pukul 06.00 Meita sudah mengantarkan kedua anaknya ke Sekolah.


" Nanti pulang nya Mamah jemput lagi ya" ucap Meita kepada kedua anak nya.


" Iya Mah" ucap Mujib anak Meita yang paling besar.


" Jaga adikmu" ucap Meita lagi


Mujib hanya mengangguk.

__ADS_1


" Ade sama Kakak ya, nanti Mamih jemput lagi"


anak kedua Meita tersenyum dan mengangguk


Meita melihat kedua anaknya berjalan beriringan memasuki gerbang sekolah mereka.


------- tiba disekolah tempat Meita mengajar.


" Ko lesu, bahagia dong sudah sampai dititik 10 tahun.selamat ya " ucap Anto rekan kerja Meita


" makasih ya. Lesu lagi inget anak - anak"


" Makanya pindahin saja sekolah nya disini, biar kepantau sama kamu"


" Mereka harus mandiri, tidak boleh bergantung sama orang lain. Sekalipun kepada Ibunya"


" Hemmm ya sudah lah, terserah"


Meita kembali termenung, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya yang ke 10 bersama suaminya mas Ibnu.


Meita melihat ponselnya, tidak ada kata ucapan happy anniversary atau ucapan manis dari suaminya. Entah kenapa dia menunggu sekali ucapan itu. Padahal sangat tidak penting, karena sudah sebelumnya pun Mas Ibnu sudah tidak pernah mengucapkan Happy anniversary kepadanya dari usia pernikahan ke 8.


" Ini ketiga kalinya Mas Ibnu tidak mengucapkannya" gumam Meita.


entah sejak kapan, Mas Ibnu pun jarang mengirimkan pesan - pesan manis walau hanya mengatakan " selamat pagi istri ku , atau menanyakan sudah makan belum sayangku. " gumam Meita kembali.


Meita pun menulis story di akun sosial medianya.


" Allhamdulillah 10 tahun" tulis Meita.


" Mei , kelas 5 olahraga dulu ya" ucap Anto


Meita hanya mengacungkan jempolnya.


-- " pagi Mei " ucap Siti guru kelas 6 yang juga sahabatnya.


" Pagi " ucap Mei sambil tersenyum


" Selamat 10 tahun " ucap Siti sambil memeluk Meita


" Makasiiih senior" ucap Meita kepada siti yang memang usia pernikahan Siti sudah jauh lebih lama dari Meita.


" semoga selalu bahagia, menjadi kelaurganyang sakinah mawadah warrahmah. Pokoknya seluruh doa terbaik buat Meita"


" aaaah terharu" ucap Meita


" karena doa nya tulus jadi kamu terharu" ucap Siti sambip mengelus punggung Meita.


" mba hari ini free??"


" iya pelajaran agama jawab Siti sambil sibuk dengan laptop nya.

__ADS_1


" Suami pulang tidak??"


" besok mungkin ada Ijin Bermalam, kan kalau ada libur biasanya jumat sore."


" cieee langsung dirayakan dong"


" ah sudah lama tidak pernah dirayakan Mba. Lagian ini ulang tahun pernikaha ke 10 bukan ke 1 "


" 1 dekade kan" ucap Siti sambil tersenyum"


"iya ya" jawab Meita singkat sambil menarik nafasnya panjang.


" emang masih belum bisa mengajukan pindah ya??"


" masih belum Mba"


" 10 tahun LDR, hebatlah" ucap siti yang membuat Meita senyum getir.


" Mba sih enak suami dari awal nikah sampe.sekarang sudah di polsek, tidak mengalami bagaimana LDR"


" iya allhamdulillah, sabar ya Mei. Ada saatnya nanti kamu juga berkumpul dengan suami dan anak - anak"


" Aaaamiiin Mba"


" Pokoknya Do'a terbaik buat kamu"


Meita dan Siti pun saling lempar senyum


----------


Meita beraktivitas seperti biasa hingga bel pulang sekolah berbunyi.


" Mba duluan ya" ucap Siti kepada Meita


" Oke mba" ucap Meita sambil tersenyum melihat siti berlalu dari pandangannya. Meita cukup lama duduk didalam mobilnya sambil memegang ponselnya.


" sampai jam 12.30 mas Ibnu belum juga ngasih kabar" ucap Meita sambil ngecek story nya dilihat tidak nya oleh suami nya. Dan ternyata tidak.


" Mas " tulis Meita di pesan singkat yang dia kirim. Dan dia memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa menunggu balasan dari suaminya.


.


.


.


..


.


.

__ADS_1


Bismillah cerita baru😁


Mohon dukungannnya dan semoga mood nya bagus terus sampai ceritanya selesai🤭🙏


__ADS_2