
Meita sudah berada di sekolah nya. Pagi itu dia bagian menjadi pembina upacara.
ada notifikasi pesan masuk dari Ibnu suaminya
Ada beberapa panggilan dari Kholis saat Meita mau memulai upacara. Meita merubah ponselnya ke mode pesawat.
---- Papua
Ayo dong Mei jawab telpon Abang, kamu kenapa sih???" gumam Khòlis
Kholis yang sedang berada ruangannya masih mencoba menghubungi akun Meita. Namun Belum ada respon. Padahal Kholis menunggu hari senin dari hari jumat itu berasa menunggu bertahun tahun.
" Mei jawab telepon Abang atau balas chat Abang, kenapa kamu unfollow Abang??? Kenapa kamu hapus Abang sebagai pengikut, mohon jawab Mei" tulis Kholis.
------ Bogor
" Kenapa Le??? Kusut sekali maneh???" tanya Ardi saat Ibnu masuk ke ruangannya.
" kemana yang lain??" tanya Ibnu karena di ruang Staf Infolahta hanya ada dirinya dan Ardi"
" Lagi ada giat di kodim "
" Maneh sama aing bagian piket kantor Le. Heh Le, maneh kenapa sih???" tanya Ardi menggeser kursinya mendekati meja Ibnu"
" Asu lah aing ketahuan lagi sama bojo aing, kemarin waktu di rumah Tiara malah nelpon, dikira Aing sudah berangkat ke Bogor."
" Alamak masih amatir saja manehLe. Kenapa tidak di ganti nama Tiara nya jadi nama aing misal. Ah maneh bikin penyakit saja"
" Dulu pernah yanti aing save jadi Yanto, tetap saja ketahuan "
" harus tobat maneh Le, ketahuan terus. Jangan sampai bojo maneh ngaju cerai ke batalyon."
" Sudah minta cerai dari kemarin juga "
" Bahaya Le, di staff Intel ada letting kita tidak??? Buat antisipasi takutnya bojo maneh laporan jadi pas litsus bisa koordinasi "
" si Yadi masih di staf intel tidak ya?" ucap Ibnu
" hooh masih Le, amanlah nanti bisa ngambang kasusnya di staf intel. Bojo maneh keburu leleh, dan baikan lagi"
" Le masalahnya Tiara tidak mau putus sama aing Le. Aing pusing"
" Maneh sudah ceck in sama Tiara?? Hp off kan pas ceck in, jangan sampai Tiara punya foto kalian lagi di hotel. Bahaya Maneh, langsung acc sama komandan kalau cerai, maneh bisa di sel itu istri orang" ucap Ardi langsung tepok jidat.
" Jawab jujur maneh sama aing?? Sudah tidur belum sama Tiara??"
" Eh apaan maneh Le? Aing harus jawab pertanyaan maneh??"
" Jawab lah"
" males " jawab Ibnu
" hahahaha " Ardi tertawa terbahak bahak melihat raut wajah Ibnu yang bermuram durja.
" coba Le lihat postingan istri aing hari ini apa???"
" sebentar Aing cek dulu Le"
" cepat lah"
" hari ini belum posting apa - apa" ucap Ardi
" kira - kira istri aing seperti Tiara tidak Le??"
" Ya mana Aing tahu"
Ibnu termenung sejenak " akh tidak mungkin, bojo aing wanita baik - baik Le"
" ingat Le, jodoh itu layaknya kita bercermin. Kamu tersenyum dia tersenyum. Kamu menangis dia menangis, kamu selingkuh dia selingkuh"
Ibnu langsung melirik ke arah Ardi, sejenak mereka saling tatap dan Ardi mengangguk sambil tersenyum
" tidak mungkin lah Meita seperti itu"
" Kadang yang tidak mungkin menjadi mungkin. Waspada maneh Le!"
" Sudah ah, aing kerja dulu." ucap Ibnu fokus kembali dengan laptopnya.
----- kurang lebih 30 menit Meita melaksanakan upacara bendera.
hari itu Meita full mengajar sampai bel jam pulang berbunyi Meita tidak menyentuh ponselnya. Bahkan saat istirahat dia lebih memilih ngobrol bersama Mba Siti dan juga Anto, teman dekat Meita di sekolah.
Saat bel pulang berbunyi, Meita langsung pulang ke rumah nya, dia tidak bertemu dulu dengan Tanti juga Adel untuk makan siang bersama.
--- pukul 13.00 barulah Meita membuka ponselnya, kebetulan di luar hujan. Meita membuka ponsel nya sambil menonton film dan menikmati secangkir kopi.
Meita melihat pesan dari Ibnu
" Pagi Mah "
" sudah pulang sekolah belum???"
Meita hanya melihat pesan dari Ibnu, pesan dengan kata kata yang sama dan dikirim berkali kali oleh Ibnu.
Meita lebih memilih akun sosial medianya.
__ADS_1
Meita kaget saat melihat 20 panggilan dari kholis dan beberapa pesan. Meita membaca seluruh pesan dari Kholis, Meita pun membalas nya.
" Maaf bang😄🙏" balas Meita dan langsung dilihat Kholis
"😌kenapa tidak mau berteman dengan Abang??? Kamu masih marah karena dulu Abang tiba - tiba hilang tanpa kabar, dan menikah dengan orang lain???"
" bukan🤣"
" lalu kenapa kamu unfollow abang?? Abang juga kamu hapus sebagai pengikut"
" kenapa ya??? Aku juga tidak tahu😄"
" Ya sudah konfirmasi lagi permintaan pertemanan dari Abang"
" iya " balas Meita
" Followback"
" Engga ah"
" Followback Mei"
" 😩iya"
" Awas kalau unfollow lagi, awas kalau menghapus abang lagi sebagai pengikut"
" Awas???emang mau diapain??"
" Mau di cari ke Bandung"
" 😄Papua - Bandung jauh loh"
" Minggu depan sudah di Jakarta dong"
"ngapain??"
" pindah satuan"
" Mantap"
" Mei, abang boleh nanya??"
" Boleh lah"
" Punya suami kan??"
" 🤣pertanyaan apa itu???"
" postingan kamu ko tidak ada suami kamu"
" harus lah, nanti kamu di kira janda"
" Oooh jadi Bang kholis ngira Aku janda??"
" Engga Mei"
" Lalu ??"
" cuma ngasih tahu saja, kamu kan cantik pintar jangan sampai laki - laki lain mengira kamu single dan dengan leluasa mendekati kamu"
" 🤣 "
" 🙄ko begitu balasnya"
" habis Abang aneh, Abang kali yang ngira Aku janda"
"eh Mei, suami kamu di rumah setiap hari kan???"
" engga, dia di Bogor. Perasaan sudah Aku kasih tahu deh waktu chat"
" kenapa tidak ikut???"
" Aku kan kerja di Bandung"
" bisa pindah ko"
" engga ah, rumah Aku juga kan di Bandung"
" Ya suami saja yang pindah. Dia guru juga???"
" 😄bukan"
" Lalu "
" 😌kepo ih"
" katanya tadi boleh nanya"
" pokoknya aku punya suami, punya anak dua.sepertinya itu alasan aku unfollow kamu Mas. Dan menghapus kamu sebagai pengikut. Kita sudah punya kehidupan masing - masing. Kita saling menghargai pasangan kita ya Bang"
" Abang tidak berniat apa - apa ko. Cuma ingin silaturahmi kita seperti dulu, Abang juga belum sempat minta maaf untuk kejadian dulu"
" tidak apa - apa Bang, Abang sudah melakukan hal yang tepat."
Kholis melakukan panggilan suara kepada Meita.
__ADS_1
Meita berpikir beberapa detik sebelum menjawab telepon Kholis namun akhirnya dia menjawabnya.
" hay assalamualaikum"
" Waalaikum salam " jawab Kholis dengan senyum penuh mendengar kembali suara Meita.
" apa kabar Mei??"
" baik"
" kenapa nelpon? "
" emang tidak boleh??"
" Ya chat kan bisa"
sambil ngetik soalnya ini lagi bikin laporan.
" kalau sibuk lanjut saja, Aku juga mau tidur siang"
" Tidak sibuk Mei, maaf ya untuk saat itu"
" sudah dimaafkan, lagian 12 tahun yang lalu kan. Aku juga sudah menikah."
" sudah berapa lama menikah???"
" 10 tahun "
" kamu bahagia???"
" Oia jelas dong, kenapa Abang nanya nya begitu??"
" Syukurlah"
" Meita juga mendo'akan semoga Abang dan istri juga anak anak Abang bahagia selalu"
" Aaamiiin, terima kasih ya"
" sama - sama Bang Kholis " jawab Meita.
" Mei boleh minta nomer hp nya???"
" untuk apa??"
" Biar komunikasi lebih mudah"
" hehehehe disini juga bisa, mau komunikasi apa sih???"
" ya siapa tahu pas Abang ke Bandung kita bisa ketemu"
" ya tinggal di sini saja chat nya. Sama saja kan"
" Ya sudah kalau tidak mau ngasih nomer hp tidak apa -apa, yang penting jangan hilang seperti kemarin"
" ehehehe merasa kehilangan rupanya"
" iyalah, Abang banyak dosa sama kamu Mei"
" dosa apa ih"
" dosa Abang dulu meninggalkan kamu tanpa kabar dan menikah dengan orang lain"
" jangan dibahas terus Bang, itu masa lalu"
" sekali lagi maafkan Abang ya"
" Iya Bang, sudah Aku bilang kan. Abang sudah melakukan hal yang benar. Pilihan Abang juga sudah sangat tepat. Dia wanita terbaik untuk Abang, dia anak Jendral. Bisa mendukung perjalanan karir Abang.Lah Aku apa Bang?? jauh lah kalau dibandingkan istri Abang."
" Dulu, Abang tidak bisa menolak permintaan beliau untuk menikahi anaknya, Karena memang Abang juga bukan siapa - siapa." jawab Kholis dengan suara lemah.
" tidak apa - apa Bang, Meita sudah bahagia dengan suami Meita. Apalagi sekarang sudah ada anak - anak yang menambah kebahagian Mei"
" allhamdulillah Mei, Abang selalu mendo'akan agar kamu bahagia selalu walau tidak bersama Abang " ucap Kholis.
Entah kenapa kata - kata Kholis membuat air mata Meita lolos. Betapa beruntungnya istri Kholis, di perlakukan seperti ratu oleh Bang Kholis. Meita ingat kembali semua postingan Kholis bersama anak dan istrinya. Jujur hati kecil Meita sangat iri melihatnya.
Mei kamu masih disitu??"
" iya" jawab Meita mencoba membuat suaranya tetap stabil
" Kamu nangis Mei??"
" Meita???" tanya Kholis dengan suara penuh tanya dan khawatir.
Meita menarik nafasnya panjang, mengusap air matanya yang sudah lolos dari mata nya.
" Mei??? Kamu nangis??
.
.
.
.
__ADS_1
Ternyata pura pura bahagia itu sangat sulit🤪