Nama Baik

Nama Baik
NB 4


__ADS_3

Rutinitas pagi yang dah menjadi kebiasaannya menjadi kesibukan Meita.


Meita sudah mandi terlebih dahulu dan sudah berpakaian rapi, dia juga sudah menyiapkan brkal makan untuk anak - anaknya.


" Ade bangun sayang sudah pagi " bisik Meita di telinga Davin anak bungsunya.


Davin langsung terperanjat bangun


" Jam berapa Mah??"


" Masih pagi, baru jam 5"


" Nonton Tv dulu ucap Davin"


" sholat dulu sayang"


" nonton dulu barbapapa di necklodeon " ucap Davin sambil menyalakan televisi nya.


" Kalau iklan sholat dulu ya, masa anak SD IT sholat nya bolong, habis sholat mandi." ucap Meita sambil berjalan keluar kamar Davin menuju kamar Mujib.


" Kak " ucap Meita sambil mengetuk pintu dan mencoba membuka pintunya namun terkunci.


" Tumben di kunci" gumam Meita


" Kak bangun sayang sudah siang" ucap Meita sambil mengetuk pintu kamar Mujib


" Kak!!!"


" Kak bangun sayang"


" Kakak buka pintu nya"


Meita masih berdiri didwpan pintu berharap anak sulungnya segera membuka pintu kamarnya.


" Kak... Kakak!!!" ucap Meita kembali.


Tak lama terdengar suara kunci di buka dan Meita melihat mujib sudah siap dengan seragam nya.


" Kakak " ucap Meita yang melihat anaknya sudah mandi, sudah rapi berpakaian sekolah tanpa bantuannya lagi.


" Kakak sudah siap???"


Mujib tersenyum dan mengangguk


" Baju nya kan belum Mamah siapkan "


" Kakak bisa sendiri Mah, kan nanti dipesantren Kakak harus melakukannya sendiri"


" Kaaaak" ucap Meita sambil memeluk anaknya dan mencium puncak kepala anaknya.

__ADS_1


------ Meita sudah siap hendak mengantarkan kedua anak nya bersekolah. Rencananya Meita akan menemui kepala sekolah dan kepala pondok pesantren disana.


Mamah mau menemui pak Ustad hari ini" ucap Meita sambil melirik anak nya Mujib


" kenapa tidak besok Mah, hari ini hari jumat. Nanti malam Papah pulang kan?? Besok saja Mah sama Papah ke sekolah nya.


" takutnya Papah tidak ada IB ( ijin bermalam), jadi hari ini Mamah yang menemui pak Ustad ya"


" Iya " jawab Mujib sambil tersenyum kepada Mamahnya.


Senyuman Mujib membuat Meita tersenyum lebih lebar lagi.


" hari Rabu Mah ya "


" Iya sayang"


" Kakak mau pesantren??" tanya Davin


" iya"


" Ade juga mau"


" Ade nanti ya kalau sudah kelas 4"


" sekarang ade kelas berapa??" tanya ade yang membuat Meita tertawa.


" kelas 1 ade Davin"


" Masih lama " jawab Mujib


" Kakak kalau pesanyren tidak bobo dirumah??"


" enggak" jawab Mujib mendengar pertanyaan adiknya.


" ade tidak ada teman, Kakak tidak boleh pesantren"


" Nanti Ade nyusul" ucap Mujib


" Ade pengen sama Kakak "


" Mamah sama siapa kalau Ade sama Kakak sama - sama pesantren.jadi Ade nanti saja ya"


" Mamah takut sendirian???"


" Iya Dek, Mamah takut sendirian"


" Iya Aden nanti saja, sekarang Kakak dulu. Kan lahirnya juga Kakak dulu."


Mendengar ucapan Mujib, Meita tersenyum. Penghuni pertama rahimku, kekuatanku. Mujib yang diambil dari nama nama asmaul husna ya mujib ( maha mengabulkan).

__ADS_1


----- selang beberapa saat Meita sudah sampai disekolah anak - anaknya.Meita juga mengirim pesan di grup sekolahnya bahwa dia akan datang terlambat karena kesekolah anak - anak nya dulu untuk bertemu kepala sekolah anaknya dan kepala pondok pesantrennya.


---- Meità pun berbicara kepada kepala sekolah sD IT dan kepada kepala pondok pesantren disitu keinginan anak nya.


Terntu saja keinginan Mujib disambut baik oleh kepala sekolah dan juga ustad kepala pondok pesantrennya. Ternyata tanpa Meita ketahui anak nya berkeinginan jadi hafidz qur'an.


" Ibu sudah sangat tepat menitipkan Mujib. Mujib punya cita - cinta menjadi hafidz qur'an Bu"


Mendemgar ucapan dari ustad nya Mujib, Meita sampai merinding.


" aaamiiin ya allah aamiin ya robbal'alamin, semoga cita - cita Mujib dapat tercapai" ucap Meita


" Anak ibu sudah hapal 4 juz bu" ucap Ustad kepala pondok pesantren nya, "


" MasyaAlloh, allhamdulillah allhamdulillah allhamdulillah Mujib " ucap Meita lagi.


" jadi akan lebih mudah saya mengawasi anak ibu kalau anak ibu sekolah sambil pesantren, karena kalau hanya disekolah waktunya terbatas "


Meita mengangguk mendengar perkataan kepala Sekolah tersebut. Dan Tentu saja ucapan kepala pondok pesantrennya membuat Meita tidak bisa berkata apa - apalagi, memanf sudah sangat tepat mengabulkan keinginan Mujib untuk sekolah sambil pesantren.


" sungguh beruntung kamu Meita Devi " gumam Meita kepada dirinya saat mendengarkan ucapan dari pihak sekolah dan pondok pesantren.


" Lebih cepat lebih baik bu"


" Bismillah ya Allah semoga menjadi keberkahan untuk kami " gumam Meita.


" Mujib mintanya mulai hari rabu pak ustad" ucap Meita.


" baik bu kalau ibu sudah setuju dengan keinginan Mujib, adminsitrasi nya sudah disiapkan ya bu untuk Ibu tanda tangani. untuk kamar tidur Muji bisa memilih sendiri mau dikamar yang mana, kami menyediakan kamar nya berdua untuk satu kamar. Dan untuk keseluruhan biaya tambahan pesantren ibu bisa di bayar di bagian keuangan. Ibu sudah tidak perlu lagi memberikan bekal makan kepada Mujib karena kami sudah menyediakannya. Ibu boleh membawa pulang Mujib kerumah satu bulan sekali dengan jadwal yang ditentukan pondol pesantren. jika ibu ingin menjenguk anak Ibu bisa setiap hari Rabu.


Meita mengangguk mendengar penjelaaan dari suami nya dan masih tidak percaya anak nya sudah hapal 4 juz. Dia memegang tangannya sendiri. Ingin segera memeluk Mujib. Karena saat dia masuk ke ruang kepala sekolah Mujib pun masuk ke kelas nya.


" saya akan segera melakukan pembayaran untuk biaya nya.


" Bissmillah mulai hari ini saya menitipkan anak saya untuk di didik menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama, menjadi pribadi yang berahlak mulia" ucap Meita


" InsyaAlloh Bu akan kami didik dan bimbing anak Ibu sesuai dengan ajaran Islam."


" jangan segan untuk menegurnya kalau dia salah pak Ustad"


" siap Bu"


.


.


.


.

__ADS_1


🤭🤭doakan mood nya bagus terus agar ceritanya selesai dengan tepat waktu.


__ADS_2