
Sepeninggalan Meita, Ibnu memeriksa ponselnya. Tidak ada chat yang lupa dia hapus, tidak ada foto - foto yang mencurigakan, tidak ada video apa - apa. Cukup lama Ibnu berdiri dan memeriksa ponselnya. Dia yakin semalam sudah membersihkan chat nya, foto - foto juga. Lalu dari mana Meita tahu. Apa mungkin di bajak akun sosial medianya.
" Tapi tidak mungkin" gumam Ibnu. Sampai akhirnya Ibnu menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur dan menepuk jidatnya.
"Ibnu membuka sampah galery nya dan benar saja, dia lupa membersihkannya.
Ibnu buru - buru masuk ke kamar mandi untuk mandi.
" Kakak, mendengar semuanya??"
" mendengar apa Mah??" tanya Mujib
" Kakak sudah lama berdiri disini??"
" belum, Mamah keluar kamar Kakak baru sampai disini. "
Meita membuang nafasnya kasar
" ayo sarapan dulu"
" Kakak sama Ade sudah sarapan. Nunggu Mamah sama Papah lama".
mendengar ucapan Mujib Meita merasa bersalah.
" ayo Mah sudah siang" ajak Davin ketika melihat Kakak dan Mamah nya berjalan menuju ketempatnya.
" Ayo" ajak Meita.
" Kakak pamit dulu sama Papah ya Mah"
" Ade juga mau pamit dulu sama Papah"
" Tidak perlu, Papah masih tidur. Nanti saja ya pulang sekolah bertemu Papahnya"
" Iya " jawab Mujib
" kata bu Guru kita tidak boleh bangun siang Mah" ucap Davin
Meita hanya tersenyum mendengar ucapan anak keduanya.
Meita sudah melajukan mobilnya, dia menarik nafas panjang dan membuang nya kasar. Meita melirik Mujib dari spion mobilnya. Dilihatmya anak pertamanya melihat ke arah luar jendela mobil dan membiarkan angin masuk menerpa wajahnya.
" apa benar dia tidak mendengar pertengkaran aku dengan mas Ibnu??" gumam Meita
Mujib melihat langit dari dalam mobil, dia membuka jendela mobil nya lebih bawah lagi, angin semakin kencang menerpa wajahnya.
" kenapa Mamah dan Papah kalau bertemu selalu bertengkar " gumam Mujib
" sayang mamah naikin lagi jendelanya ya, nanti masuk angin" ucap Meita, Mujib melirik ke arah mamah nya dan menaikan sendiri jendela mobilnya.
" Mah, Papah pulang lagi ke Bogor nya kapan??"
" mungkin seperti biasa sayang. Besok malam" kan ijin berliburnya dari jumat malam sampainhari minggu. Senin Papah mulai dinas lagi"
" besok kita jalan - jalan ber 4 Mah??" tanya Davin
" Kita lihat besok ya"
------- beberapa saat kemudian Meita sudah sampau di sekolah anak - anaknya.
" Seperti biasa nanti Mamah jemput ya"
" Iya Mah" ucap keduanya dan mencium punggung tangan Meita bergiantian.
Meita memperhatikan anak - anak nya sampai anaknya masuk gerbamg sekolah dan hialng dari pandangannya.
" Ya Allah" gumam Meita menundukan kepala nya di strir mobil nya. Meita membayangkan lagi kejadian yang baru saja terjadi. Meita sungguh takut Mujib mendengar semuanya.
" Semoga Kakak tidak mendengarnya" ucap Meita sambil menancap gas menuju sekolah nya.
----- sedangkan di rumah Ibnu baru saja menyelesaikan mandinya, dia keluar kamar dan mencari keberadaan anak dan istri nya. Namun Ibnu tidak menemukan siapapun dirumah nya.
" sepagi ini mereka sudah berangkat??" gumam Ibnu.
----- sedang di sekolah Mujib
Meita tidak pergi dari sana sebelum memastikan anak - anaknya masuk gerbang sekolah.
Saat anak - anak nya sudah hilang dari pandangan, barulah dia pergi menuju ke sekolah tempat dia bekerja setiap hari.
__ADS_1
Mujib melihat mobil Mamah nya sudah berlalu
" Ayo Kak"
Ajak Davin kepada Kakak nya setelah mereka cukup lama berdiri disana, Meita tidak tahu bahwa dia selalu memperhatikan anaknya sampai anaknya masuk gerbang sekolah, di sela sela gerbang sekolah pun anak - anak mereka memperhatikannya sampai pergi.
Mujib sudah mengantarkan Davin ke kelasnya dan dia memilih diam di kelas sampai bunyi bel untuk melaksanakan sholat dhuha.
" Hey, kamu sakit??" tanya Miko saat melihat sahabatnya murung
Mujib menggeleng pelan.
" Uang bekal mu ketinggalan???"
Mujib menjawabnya dengan menggeleng lagi pelan.
" Aaaah pasti belum siap untuk setoran hapalan hari ini "
" Siap Ko"
" terus kenapa murung??"
" Di marahin Mamah ya??"
" Mamah tidak pernah marah sama Aku"
" terus kenapa ??" tanya Miko maksa.
Obrolan anak kelas 4 ini terdiam sejenak saat Miko menatap mata Mujib begitu pun Mujib
Mujib tersenyum
" Tidak apa - apa Miko"
" Jangan bohong, kata Ibu kalau aku ada masalah yang membuat Aku murung dan diam seharian.Aku harus cerita sama Ibu tidak boleh di pendam. Kamu cerita saja sama Aku" ucap Miko
mendengar ucapan Miko, Mujib jadi tergugah untuk bicara dengan Miko
" Ibu dan Ayah sering ribut tidak??"
Mendengar pertanyaan Mujin terntu saja membuat Miko kaget.
Maksudnya ribut, bertengkar??? Saling pukul??"
" sering banget, malah kebanyakan Ayah yang marahi Mamah. Mamah juga pernah di pukul sama Ayah"
" Kamu melihat sendiri Ayah pukul Ibu??"
" Iya, kata Ayah. Ibu nya nakal tidak nurut sama Ayah. Jadi Ayah pukul"
" Ayah sering mukul kamu juga??"tanya Mujib
" sering kalau aku salah, ga nurut sama Ayah, tidak belajar, banyak main Hp"
" kamu takut sama Ayah??"
" Iya, tapi kata Ibu. kalau ingin ayah baik, aku harus jadi anak sholeh dan pintar" ucap Miko
Mendengar perkataan Miko, Mujib malah berpikir apakah Mamah nya juga pernah di pukul Papah nya"
" Ibu Aku juga pernah di tampar, gara - gara nya hujan, baju yang udah kering kehujanan semua. Ibu ketiduran ngelonin adik. Aku juga sama kena cubit. Jadi aku lebih bahagia kalau Ayah pas pergi kerja" ucap Miko
mendengar perkataaa Miko, Mujib menghela nafasnya panjang. Walaupun Papah nya jarang di rumah, jarang memperhatikannya. Setidaknya Papahnya tidak ringan tangan.
obrolan mereka harus terhenti karena bel berbunyi tandanya harus melaksanakan sholat dhuha.
" Yuk kita sholat dhuha dulu" ajak Miko dengan ceria.
" Ayo!!!"ajak Mujib lebih smangat dari sebelumnya.
------- di sekolah Meita.
Meita sudah berada di dalam kelas, rasanya dia tidak sanggup untuk mengajar, dirinya tidak fokus. Namun dia berusaha untuk tetap profesional.
Di kelas murid - muridnya sedang disibukan dengan praktek membuat rangkaian listrik seri dan pararel, sehingga murid - muridnya tidak terlalu fokus kepada dirinya.
---- Meita melihat ponselnya . Ada tanda masuk digrup nya bersama teman temannya.
Adel : cek
'Meita sedang mengetik
__ADS_1
Meita : Cok
Tanti : cekcok mulu😄
Adel : pulang sekolah makan siang bareng yuk, pengen curhat
Meita : bagaimana Raka sekarang???
Adel : kemarin sudah aku dukunkan
Tanti : busyet dah, kenapa Raka??
Adel : soleh banget pokoknya
Tanti : anak kecil wajar lah
Adel : anak kamu perempuan,bedalah sama anak laki - laki
Tanti : sama saja
Adel : @tanti @Meita suami kamu pulang tidak?? Makan siang bareng yuk aku ingin cerita, aku traktir😋
Tanti : suami Aku kan pulang dari Yogya nya satu bulan sekali, terus suami aku sekarang udah pindah kerja.belum tahu jadwal pulang nya.
Adel : sudah tidak di Bank lagi??
Tanti : masih di bank, cuma sekarang bank swasta.bukan bank plat merah lagi
Adel : kenapa pindah????
Tanti : ketahuan selingkuh sama rekan kerja nya, mana masih gadis. Aku suruh berhenti kerja kalau engga pindah jangan di situ.karena Aku cemburu sekali🥵🥵🥵
Meita : mending selingkuh sama gadis, kalaupun ketahuan atau terjadi hal - hal yang di inginkan. Masih bisa dinikahi lah tuh gadisnya.
Tanti : hal - hal yang di inginkan????🙄
Adel : ML🤣
Meita : yes
Tanti : ih amit - amit🤢
Meita : ya dari pada selingkuh sama istri orang, kan tidak lucu. Kalau ketahuan, nama baik yang hancur. Seumur hidup tuh nama baik hancurnya bakal.di ingat orang
Tanti : perselingkuhan tidak ada mendingnya
Adel : ya udah ditempat biasa pulang sekolah ya, aku ngajar dulu. Bye
Tanti : Ok
Meita : 👌
Meita menyimpan ponselnya, dan memantau kegiatan anak - anak didiknya.
------ sedang di rumah Ibnu baru selesai sarapan, dia duduk di teras rumah nya dan mulai mengambil ponselnya. Ibnu mengirimkan pesan kepada sahabatnya Ardi.
" Aing ketahuan lagi sama bini"
" Amatir " balas Ardi
" 🤦♂️"
" ketahuan sama yang mana? Mantan??"
" Iya"
" bilang saja cuma iseng"
" tadi belum.siap berdebat, bini keburu berangkat kerja"
" Aing ga ikut campur le" jawab Ardi
.
.
.
.
❤❤❤❤maaf telat update nya😁
__ADS_1
Makasih yang selalu mendukung apalagi yang diposisi teratas🙏🙏