Nama Baik

Nama Baik
NB 18


__ADS_3

Meita terbangun, padahal rasanya dia baru saja tertidur. Meita bermimpi sedang melakukan hubungan badan dengan mantan pacarnya. Meita membuka matanya dan ternyata memang dia sedang melakukannya namun bersama suaminya.


" selamat pagi istriku " tanpa tahu malu ucap Ibnu sambil tersenyum dan meremas dada Meita.


Meita yang masih setengah sadar melihat tangan besar suaminya di dada nya. Ternyata dia sudah bertelanjang kembali dan ternyata bukan mimpi.


Ibnu melakukannya lebih pelan, tidak sekasar tadi malam. Meita memilih diam dan memejamkan matanya. Rasanya badannya sakit semua karena sisa semalam dipaksa melayani Ibnu, pagi ini dia membiarkan Ibnu melakukan apa yang di inginkannya.


Meita merasakan Ibnu mulai mendekapnya, menciumi wajahnya. dan melakukannya lebih cepat. Meita tahu suaminya akan mencapai puncaknya.


" Maaf " bisik Ibnu ditelinga Meita dengan nafas yang tidak beraturan.


" maafkan Mas " ucap Ibnu dan Meita merasakan gerataran ditubuh suaminya dekapannya pun terasa begitu makin kuat.


" Aaaaaahhhh " desah Ibnu sambil memejamkan matanya. Meita merasakan sesuatu yang hangat sudah menyembur didalam tubuunya.


Dekapan Ibnu makin melemah namun nafasnya masih tidak beraturan. Ibnu membuka matanya dan mencium kening Meita.


" Makasih ya " ucap Ibnu lalu berpindah mengecup bibir Meita.


Ibnu segera melepaskan penyatuan tubuh mereka dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Meita berdecak dan menarik selimutnya. dia melihat jam di ponselnya menunjukan pukul 06.00


" astagfirulloh" ucap Meita sambil beranjak dari tempat tidur nya.


Dia mandi di kamar anak sulungnya


" jangan sampai kesiangan kesekolah " ucap Meita saat mandi.


Saat selesai mandi dan masuk ke kamarnya. Ibnu juga baru selese mandi.


" jangan macem macem, aku sudah kesiangan" ucap Meita saat melihat tatapan Ibnu.


Dan benar saja handuk Meita sudah di tarik oleh Ibnu.


" aku mau kesekolah, tidak cukup semalam dan ..... ??" belum selesai Meita bicara Ibnu sudah mencium bibirnya.


Dan Ibnu benar - benar melakukannya lagi. Kali ini Meita lebih pasrah dan dia ikut merasakan kenikmatannya. tanpa disadari Meita berdesah , dan membuat Ibnu tersenyum puas.


" Maaaass " ucap Meita.


" makasih ya " ucap Ibnu dan beranjak lagi ke kamar mandi.


Meita pun akhirya memilih masuk ke kamar mandi yang sama dengan Ibnu karena menghemat waktu.


Ibnu tersenyum saat mereka berada di kamwr mandi yang sama, Meita pun tersenyum namu senyum penuh arti.


" ko begitu senyum nya??" tanya Ibnu namun diabaikan Meita dan Meita lebih mempercepat mandinya, dan segera meninggalkan Ibnu dikamar mandi.


Meita sudah siap pergi ke sekolah dan da meliht sudah menunjukan pukul 6.50


" 10 menit lagi " ucap Meita dan langsung peri ke sekolah tanpa pamit kepada suaminya.


Sedangkan Ibnu tesenyum puas hasratnya sudah tepenuhi oleh Meita.


Dia sudah berpakaian dinas kembali dan hendak menemui anak - anak ya dipesantren. namun diluar dugaan Ibnu.anak - anaknya baru bisa dia temui setelah 1 bulan anak - anak mondok.


Ibnu mengcek ponselnya dan Meita ternyata belum membuka blokir nya.


Ibnu pun menuju sekolah Meita.


----- " bu Mei " ucap siti setelah mengetuk pintu kelas Meita.


" Mba ... Eh Bu siti " ucap Mei


" suami kamu tuh nyariin, emm pantes kesiangan" bisik Siti.


Meita pun beranjak dari duduk nya sambil tersenyum. Meita melihat dari dalam kelasnya mobil suaminya dan tak jauh suami nya pun berdiri.


" sana temui dulu" ucap siti sambil menepuk bahu Meita.


" Titip kelas sebentar ya, Mba free kan ?"


Siti megacungkan jempolnya dan mendorong tubuh Meita untuk segera keluar kelas.


------ " ada apa Mas??"


" Hey, Mas mau ke Bogor lagi, tdi sdah ke pesantren anak - anak. Tapi katanya kalau sudah satu bulan baru bisa di temui"


" ya sudah hati - hati "

__ADS_1


Ibnu pun menatap Meita, " buka dong blokirnya"


" nanti ya kalau sudah mau, pasti di buka" ucap Meita


Ibnu pun mengangkat alis matanya dan tersenyum. Lalu mendekat dan mencium kening Meita.


" Mas berangkat dulu ya.


" Oke " ucap Meita.


-------- Ibnu baru sampai Bogor pukul 10.00


dia juga membuka ponselnya, ada beberapa pesan dari Fitri dan juga Leni. Namun tidak di buka oleh Ibnu.


Tiara juga tid mengirimkan pesan apa - apalagi st diriny bilng off dulu.


‐‐-----


Sedangkan di Bandung. Meita menunggu jam pulang karena setelah istirahat sampai pulang pelajaran agama. Dia menunggu waktu pulang sambil memainkan ponsel nya.


Iseng - iseng dia membuka akun sosial media nya. Dilihatnya kembali chat masuk dan ternyata dari mantanya Bang Kholis.


" Mei" isi chat nya namun hanya di lihat oleh Meita sedangkan Kholis yang jauh disana masih membuka akun Meita, kholis melihat akun Meita hanya dengan anak - anak nya tanpa ada sosok laki - laki.


" Mei apa kabar???"


Kholis melihat pesannya hanya dilihat oleh Meita.


" Iya ini aku Meita, kabar baik. Apa kabar Abang??"


Kholis tersenyum menerima balasan dari Meita, 11 tahun yang Meita adalah pacarnya namun saat Itu Kholis yang baru lulus dari akmil dapat penempatan di Medan, dan saat itu Kholis juga sudah di jodoh kan dengan salah satu anak jendral karena kholis adalah taruna terbaik angkatannya. Karirna sudah pasti akan bagus. Oleh sebab itu banyak jendral yang mengincar Kholis jadi menantunya.


Saat Itu kholis meninggalkan meita begitu saja dan tidak pernah berkomunikasi lagi, pernah dulu kholis mencari akun Meita namun tidak pernah dia temukan.


Meita tersenyum melihat postingan akun Kholis. Ada istrinya dan juga ada anak laki - laki dan perempuan.


" di mana sekarang Mei??? Masih di Purwakarta?? "


" Di bandung "


" sudah lama?"


" semenjak SMA disini sampai sekarang "


" iya allhamdulillah, Bang Kholis dimana sekarang???"


" Di Indonesia paling timur "


" Papua??"


" Iya "


" tidak pernah pulang ke Purwakarta?"


" jarang, waktunya yang susah. Lagian ibu dan bapak sudah meninggal "


" innalilahi, ikut berduka bang "


" Makasih Mei"


Meita pun hanya menyukai pesan yang dikirim kan kholis. Sebagai tanda Meita ingin menakhiri percakapan chat mereka.


Meita pun mengirimkan pesan di grup nya.


Meita : jadi kan pulang sekolah ngopi bareng??


Tanti : jadi dong 🥳


Ade : kuy, gaskeun


Meita : aku udah bubar. Aku otw lokasi


Adel : yang paling duluan datang yang pesen makanan


Tanti : ok


Meita : sip😋


------ selang beberapa menit Meita sudah berada di tempat dia dan teman - temannya janjian.


Dia pun memesan makanan yang sama untuk tiga orang.

__ADS_1


saat pesanan datang barulah Tanti dan Adel datang.


" Pas nih " ucap Tanti sambil duduk disamping Meita di susul Adel.


Foto dulu " ucap Adel saat Mei mau mengambil minumannya.


" kirimke grup ya, mau post storu" ucap Meita setelah mereka melakukan foto bersama dengan berbagai gaya.


Mereka cukup lama asik dengan ponselnya mengabaikan satu sama lain dan makanan yang mereka pesan. Mereka saling tag lalu tertawa saat membaca caption mereka masih - masing di foto yang mereka post


" sudah ah kita makan dulu "ucap Mei.


Setelah makan mereka masih berbincang dan tak lama mereka fokus kembali dengan ponsel mereka


" Enak nih " tulis Kholis mengomentari foto yang di post di story Meita


" 😁 "


" lagi dimana?"


" makan siang bareng temen "


" itu temen - temen kamu?"


"iya "


Meita tersenyum sendiri membaca pesan dari kholis "


" Hey senyum - senyum sendiri, baikan ya sama suami??" tanya Adel


" Sudah di buka blokirnya?? Syukurlah. " timpal Tanti


" Bukan ih, blokir belum di buka"


" terus itu senyum - senyum apaaan???"


" ini Del, lagi chat sama mantan"


" Hadeuh mulai mengikuti jejak suami .hati - hati nanti baper"


" engga lah Tan, aku tidak semurahan Mas ibnu "


mana lihat mantan pacarmu, usahakan segalanya lebih dari Mas Ibnu" ucap Tanti


" jelas ebih segalanya"


" mana lihat " ucap Adel


Meita menperlihatkan ponselnya dan mempelihakan akun sosial media mantannya.


" Nur Kholis Ramdani " ucap tanti sambil ngetik di pencarian ponselnya.


" Yah akun privat, mana aku lihat " ucap tanti meraih ponsel Meita yang dipegang Adel.


Adel dan Tanti dibuat melongo


" Tentara juga??? Tapi pangkatnya lebih tinggi dari suamimu kan??" tanya Tanti


" Jelas lah , ini mayor. Deuh keren komandan yonif kayanya nih. " ucap Adel yang lebih paham karena memang suaminya TNI juga.


" wow keren " ucap Tanti mengacungkan jempolnya.


boleh juga Mei, gaskeun" ucap Adel


" jauh di Papua, istrinya anak jendral " ucap Meita terkekeh.


" tapi masih bisa di godain tuh kalau doi chat kamu"


" hooh istrinya juga biasa saja kalau bukan anak jendral, cantik kamu Mei "


" bagaimana bisa kamu berhubungan kembali dengan mantan mu Mei??"


" Semalam aku nyari akun nya, pas ketemu akun nya aku follow. Eh beliau follow balik.terus kaget kayanya aku follow langsung dm"


" sweat banget" ucap tanti


" eh nama nya sama ada Nur nya ya." Ucap Tanti


" hooh ya, suami kamu Ibrahim Nur Sujud, mantanmu Nur kholis ramdhani"


" cocok lah dengan nama mereka, sama - sama pemberi cahaya dikehidupanmu Mei" ucap Tanti sambil terkekeh.

__ADS_1


" hemm bang Kholis dan Mas Ibnu punya persamaan. Tergoda mantan " ucap Meita terkekeh saat melihat notif kholis memberikan like disetiap postingan story nya."


" cahaya gelap dong " timpal Tanti yang membuat mereka bertiga terkekeh "


__ADS_2