
Eh itu anak - anak Aku !" ucap Meita kepada Adel sambil menunjuk ke arah anak - anaknya.
Meita turun dari mobil nya di ikuti Adela.
" Mamaaaaaa!!!" Ucap Davin seperti biasa berlari dan lebih dulu memeluk Mamah nya.
" anak Mamah sayang" ucap Meita sambil mencium puncak kepala anak nya.
" salim dulu sama bunda Raka" ucap Meita kepada Davin.
" anak pintar" ucap Adel saat punggung tangannya di kecup oleh Davin.
tak lama Mujib menghampiri dan mengecup punggung tangan Mamah nya juga tangan Adel.
" Pak Ustad ada??" tanya Meita kepada Mujib.
"Ada" jawab Mujib
Meita memeluk dan menghujani Mujib dengan ciuman.
" maafkan Mamah ya sayang, maafkan Mamah"
" kenapa Mah?? Kakak tidak jadi pesantren??"
" Bukan, Mamah minta maaf sempat meminta Kakak untuk pesantren setelah lulus SD. Ternyata memang tempat yang tepat untuk Kakak disini"
" Mamah tadi sudah bilang kan sama Pak Ustad ny??"
Meita mengangguk mendengar pertanyaan Mujib. Senyuman Mujib mengembang begitu lebar nya dan langsung memeluk Meita dengan sangat erat.
" Terima kasih Mamah"
Meita memeluk Mujib tak kalah erat nya dari pelukan Mujib.
" Mamah yang berterima kasih karena Kakak sudah punya cita - cita yang sangat Mulia. Mamah doakan semoga Kakak bisa meraih cita - cita Kakakvdisini"
" Aaamiiin Mah, aaamiiin ya Robbal'alamin" ucap Mujib.
" sekarang Kakak Mujib sama Ade Davin tunggu di kantin ya, Mamah mau antar bunda nya Raka bertemu Pak Ustad"
" Iya Mah" jawab Mujib
" ini uang buat jajan" Adel memberikan uang 2 lembar 100 ribuan.
Mujib dan Davin tidak langsung menerima, mereka melirik kepada Mamah nya.
" Tidak perlu Del, mereka masih megang uang ko"
" Rejeki anak - anak Mei, jangan di tolak. Tidak apa - apa kamu banyak uang juga. Ini buat anak - anak.
Ini ambil sayang" ucap Adel kepada anak - anak Meita.
satu saja Bun, cukup berdua " jawab Mujib mengambil satu lembar uang dari Adel setelah Mamah nya mengangguk tanda memnolehkan Mujib mengambil uang pemberian Adel
" Bilang apa sama Bunda Raka"
" Terima kasih bunda " ucap Mujib dan Davin
__ADS_1
" Yuk Dek " ajak Mujib kepada Adiknya sambil di giring menuju kantin
" Itu uang buat kita??" tanya Davin kepada Kakak nya saat meninggalkan Mamah nya namun masih dapat di dengar oleh Meita dan juga Adel. Tentu saja Adel dan Meita tersenyum.
Terlihat Mujib memberikan uang tersebut kepada Davin.
" soleh banget sih anak mu Mei"
" Allah maha adil, Kalau anak aku bandel. Kemudian aku diperlakukan begitu sama suami. Aku juga pasti gila. "
" iya kamu benar Mei, aku pekerjaan oke, suami oke, anak yang tidak oke"
" hus, jangan ngomong begitu. Ucapan Ibu itu sangat tajam. Ucapannya adalah Do'a"
" kurang ajar nih mulut" ucap Adel sambil menepuk bibirnya memakan jari jarinya.
Mereka berhenti bicara saat merrka sudah sampai di ruangan pak Ustad.
" assalamualaikum" ucap Meita
" waalaikum salam"
" eeh Mamah Mujib, mari masuk Bu"
" Pak Ustad sudah mau kembali ke pondok??"
" tidak Bu, masih ada yang harus saya selesaikan. Mari silakan duduk. Ada yang bisa saya bantu."
" Pak ustad, saya bawa teman saya. Katanya ada hal yang ingin dibicarakan dengan Pak Ustad" ucap Mei sambil melirik ke arah adel
" Bagaimana Bu, ada yang bisa saya bantu?"
" Siapa nama anak nya Bu??"
" Raka Pratama "
" lahirnya hari apa?"
" sabtu "
" nama Ibu nya??"
" Adela Rahma"
" Apakah Ibu lahir hari senin??"
" Iya Pak Ustad" jawab Adel sedikit bingung kenapa bisa ustad tahu tanggal lahirnya.
" Ibu jangan terlalu keras sama Raka, karena ibu dan Raka itu bertentangan. Susah untuk bersatu. Ibu bacakan surat Iqro ayat 1-5 saja disetiap makanan yang akan Raka makan atau di minuman yang akan Raka minum. InsyaAlloh bu nanti dia akan menjadi anak yang pintar."
Adel mengangguk
" Ibu juga jangan terlalu takut berlebihan terhadap anak Ibu yang kata Ibu kurang pintar, nakal, dan lain - lain. Karena Alloh sudah menentukan Takdir setiap manusia termasuk anak Ibu,doakan lah yang baik - baik untuk Raka. InsyaAlloh dia akan menjadi anak yang soleh"
" tidak menjamin sekarang anak Ibu nakal, kurang pintar, malas sekolah, males ngaji membuat anak ibu tidak sukses didunia dan akhirat. Mungkin Ibu pernah mendengar ada anak yang kecil nya nakal luar biasa. Tapi sudah besar nya menjadi baik, berhasil."
" Iya" jawab Adel pelan.
__ADS_1
" Jadi Ibu tidak perlu takut, serahkan semuanya kepada Allah, berdoa yang terbaik untuk anak kita. Takut yang berlebihan itu tidak baik Bu"
" Iya Pak Ustad saya takut anak saya gagal, saya takut " ucap Adel
" semakin Ibu keras kepadanya maka Raka akan semakin membangkang. Saat Raka tidur, ibu pegang dadanya bacakan surat alfatihah sebanyak 7x ibu tiup kan ke ubun ubun nya. "
" ibu harus sering berbicara dengan baik dengan Raka, luangkan waktu lebih banyak untuk Raka.walaupun Ibu bekerja, jangan terlalu acuh. Ajak dua bicara sebelum tidur, jangan hanya dimarahi.
" Baik Pak Ustad" ucap Adel dengan mata berkaca kaca, dia sangat berdosa sekali rasa nya kepada anak nya. Rasa nya tidak pernah dia ngobrol dengan Raka, yang ada dia hanya berteriak dan marah - marah. Menuntut Raka untuk begini begitu seperti kemauannya, dan tidak pernah menanyakan apa maunya Raka.
" Pak Ustad terima kasih, doakan anak saya menjadi anak.yang pintar dan sholeh"
" InsyaAlloh Bu"
" Pak Ustad mungkin nanti suatu saat kalau Raka mau saya akan menitip kan Raka di pesantren ini dan sekolah disini bersama Mujib"
" Baik Bu, kami tunggu"
" Kalau begitu kami pamit dulu Pak Ustad "
-------- " Mei, ternyata yang dikatakan pak Ustad tidaknjauh beda sama psikiater anak. Intinya aku harus berbicara baik dengan anak aku. Tapi apa bisa??? Dia kenghindar terus kalau mau diajak ngomong"
" Bisa, pelankan nada bicara kamu saat ngajak bicara Raka"
" bismillah semoga bisa, doakan Ya Mei. Semoga Raka juga mau sekolah di sini dan pesantren disini."
"didoakan yang terbaik untuk anak mu Del"
---- tiba dikantin sekolah Mei melihat Mujib sedang menyuapi Davin mereka makan disendok dan mangkok yang sama
" Ya ampun Del, lihat anak - anak Aku mereka lagi makan apa ya??" ucap Mei dari kejauhan
" Mujib sayang banget ya sama adik nya"
Mei mengangguk dan berjalan mendekati anak nya diikuti Adel.
" Assalamualaikum anak - anak Mamah, lagi makan apa?? Sudah habis belum?? "
" Waalaikum salam, ade tadi minta bakso kuah Mah. Masih panas jadi Kakak suapin"
Meita tersenyum mendengar ucapan Mujib.
" Mei kamu mau jajan dulu??" tanya Adel
" Engga ah masih kenyang, kamu kalau mau jajan dulu aku tungguin"
" Engga ah , mau cepat - cepat pulang, ingi ketemu Raka"
" tunggu anak - anak Aku selesai makan ya" ucap Mei.
.
.
.
.
__ADS_1
❤❤❤❤❤