Nama Baik

Nama Baik
NB 12


__ADS_3

Meita mengunci kamar nya.dia melemparkan tasnya dan juga membuka kerudungnya, dia langsung masuk ke kamar mandi.


" Meitaaaa!!!" teriakan Ibnu terdengar begitu keras, namun Meita memilih untuk mandi.


kurang lebih satu jam Ibnu menunggu Meita keluar dari kamar namun Meita tidak kunjung keluar juga hingga pukul 16.00 barulah Meita keluar kamar, sudah rapi dan wangi.


" Kemana Mah???" tanya Ibnu dengan nada rendah


Meita tidak menjawab karena pertanyaan yang tidak perlu dia jawab. Harusnya suaminya tahu bahwa itu adalah jam di mana waktunya dia menjemput anak - anak nya.


" Mah, Papah sudah tanya baik - baik. Mau kemana??"


" Papah juga tidak ada hubungan apa - apa dengan Tiara. Apa tidak sebaiknya kita bicara dulu??" tanya Ibnu.


" apalagi yang mau di bicarakan???sudah jelas kamu masih berhubungan dengan Tiara bukan???" ucap Meita


" Iya kemarin ada rencana reuni SMA, terus ada yang masukin nomer Papah ke grup"


" rencana??? Terus perlu juga pergi ke Jogya tanpa memberi kabar??? Ingat Mas, yang ijin jika bepergian bukan hanya seorang istri. Seorang suami juga wajib memberitahukan istrinya jika dia akan bepergian, jangan memberikan contoh yang tidak baik sama aku mas, lama - lama aku bisa bertingkah sepertimu. Apalagi ini ke Jogya dan bertemu teman teman lama, bahkan disana ada mantan pacarmu. Cobalah kamu pikir kalau misal posisinya di tukar, apa kamu tidak akan bertindak lebih dari Aku???" tanya Meita


" Siap Mas salah, bisa kan kita biasa lagi???"


" sudah terlalu sering kamu begini, ada Tiara ada Fitri, ada siapa lagi yang mungkin tidak aku ketahui. "


" semua hanya sebatas teman chat. Sumpah demi anak - anak kita. Mas tidak seburuk yang kamu bayangkan."


" Tidak berpikiran buruk bagaimana, selama 12 tahun menikah, kamu hanya terus mengulang ngulang kesalahan. Aku berusaha menjaga nama baik kamu Mas, dengan susah payah aku menjadi istri yang baik buat kamu. Menjadi ibu yang baik untuk anak - anak kita. Kenapa dengan perempuan lain kamu bisa bercerita dengan bahagianya, kenapa dengan perempuan lain kamu bisa chat hingga lupa waktu, lupa anak istri. Kenapa kamu bisa jadi teman curhat perempuan lain sedangkan keluh kesahku jangan kan kamu dengarkan, kamu tanya kabar saja tidak pernah. Pernah kamu nanya apa aku baik - baik saja disini?? Pernah kamu nanya keadaan anak - anak?pernah kamu nanya apa uang yang kamu berikan cukup atau tidak??? Kenapa mas Ibnu??? Kenapa dengan perempuan lain bisa dengan aku tidak bisa. Aku juga ingin di perlakukan seperti mereka, diperhatikan oleh kamu, diajak berdiskusi. kenapa untuk perempuan lain kamu bisa. Kenapa untuk aku kamu tidak bisa. Kalau misalkan aku sudah tidak berarti apa - apalagi, tolong lepaskan Aku mas. Lepaskan Aku, aku capek Mas " ucap Meita dengan mata berkaca kaca menahan tangis agar tidak lolos dari pelupuk matanya.


" Maaf" ucap Ibnu dan berusaha menarik Meita kepelukannya namun Meita menepis tangan Ibnu.


" Kejar perempuan - perempuan itu, kejar siapapun yang kamu mau. Tapi lepaskan Aku dulu."


" Mas tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun itu."


" Kita harus berpisah Mas"


" Tidak "


" aku tidak bahagia"

__ADS_1


" Kasih Mas kesempatan"


" kesempatan keberapa???bahkan aku sudah tidak bisa menghitung kesempatan keberapa yang harus aku berikan kepadamu."


" Tuhan saja maha pemaaf?"


" Jangan bawa - bawa Tuhan, apa kamu ingat Tuhan saat kamu berselingkuh di belakangku???" ucap Meita.


" Mas minta maaf"


" Aku mau menjemput anak - anak, tolong saat anak - anak di rumah, bersikaplah seperti Papah yang baik untuk anak - anak. walau kamu bukan suami yang baik untuk Aku" ucap Meita tanpa menjawab permintaan Maaf dari suaminya.


mendengar ucapan Meita yang berlalu begitu saja, Ibnu berdecak kesal.


------ Meita melajukan mobil nya menuju sekolah anak - anak nya dan ternyata anak - anak nya sudah menunggu. Meita tidak ada kesempatan turun dari mobilnya karena anak - anak nya sudah langsung berlari menuju mobilnya.


" assalamualaikum Mah" ucap Mujib saat masuk mobil Mamah nya."


" Waalaikum salam sayang" ucap Meita sambil menyambut tangan Mujib yang menyalaminya.


Davin juga tak mau kalah mengikuti apa yang kakak mya ucapkan dan lakukan.


" ayo!!" jawab Meita dengan senyuman dan mengacungkan jempolnya.


" Asiiiik " ucap Davin sambil bertepuk tangan.


---- mereka ber 3 sudah sampai ditempat es krim yang di mau Mujib


Meita berfoto ber 3 dengan anak - anak nya sambil mengacungkan es krim yang mereka beli Meita langsung memposting foto bersama anak - anak nya dengan caption " my loving sons "


Untuk pertama kali nya Ibnu melihat postingan istrinya, biasanya dia tidak pernah melihat postingan istrinya apapun itu.


Meita mulai membuka akun akun sosial medianya, mengarsipkan postingan - postingan yang ada suami nya.


Kini postingan Meita hanya ada dirinya dan juga Anak - anaknya. Dia juga membuka akun sosial medianya menjadi akun publik, bukan akun privat lagi sehingga semua orang bisa melihat semua postingannya.


Meita juga mengganti nama kontak suaminya menjadi Ibrahim Nur Sujud. Nama lengkap Ibnu suaminya. Tidak ada lagi nama kontak suamiku.


" kita makan steak yuk" ajak Meita

__ADS_1


" Ayo " seru Davin


Meita melirik Mujib, dan Mujib pun mengacungkan jempolnya.


Mereka berpindah tempat setelah es krim mereka habis.


" Papah ada di rumah??" tanya Davin


" Ada, Papah capek kan kerja terus. Jadi kalau di rumah Papah istirahat."


Davin mengangguk.


Meita melihat suaminya memberikan like dipostingannya, tak lama dia memblokir akun sosial media suaminya.


" Demi menjaga kewarasan, kadang kita harus memblokir kontak orang yang merusak mental kita. Sekaliapun itu sosok orang yang disebut suami" gumam Meita.


cukup lama Meita dan anak - anak nya menghabiskan waktu bersama dengan membeli makanan yang mereka mau. Sampai adzan magrib berkumandang barulah mereka kembali ke rumah.


" Besok hari minggu Mah??" tanya Davin


" Iya sayang"


" Asiiik , hari bermalas malasan " ucap Davin tentu saja membuat Meita terkekeh.


Saat sampai di rumah Meita melihat suaminya berdiri di depan pintu. Saat mobil berhenti barulah anak - anaknya keluar duluan.


" Papah !!!" teriak Davin langsung berhambur kepelukan Papahnya. Di ikuti Mujib, Mujib juga langsung menyalami Papah nya dan memeluk Papah nya.


Meita melihat pemandangan seperti itu hati nya terasa sakit sekali, entah harus berapa lama dia bertahan dengan keadaan seperti ini.


Pura pura bahagia dan pura pura semuamya baik - baik saja


Tidak mungkin juga memberikan keluarga yang tidak utuh untuk anak - anak nya.


Meita cukup lama terdiam dalam mobil, sampai suami dan anak - anak nya masuk ke dalam rumah dia masih tertegun di dalam mobil nya.


" Capek, aku capek" gumam Meita.


" Ini harus segera berakhir " ucap Meita dan turun dari mobil nya.

__ADS_1


__ADS_2