
Jam sudah menunjukan pukul 21.00 tapi suami nya masih belum ada kabar. belum lagi anaknya yang ingin pesantren padahal baru kelas 4 dan seminggu lagi anaknya baru akan merayakan ulang tahun nya yang ke 9.
Meita berbaring ditempat tidurnya sambil memainkan ponsel nya.
dia mencoba mengirimkan kembali pesan kepada suaminya.
" Mas Ibnu..." tulis Meita kembali.
dan telihat pesan sudah dilihat dan terlihat suaminya sedang mengetik.
" Mah maaf tadi habis samapta, tidak bawa ponsel"
" besok pulang??" tanya Meita
" Mudah - mudahan bisa pulang"
" rasa nya sudah lama tidak pulang, memang tidak ada Ijin Bermalam kah??"
"iya begitulah, kegiatan di Batalyon makin umek"
" ooh " jawab Meita
" anak - anak sudah tidur??"
" sudah"
" Ya sudah Papah istirahat dulu ya, hari ini kegiatan full. Lelah sekali "
Meita membaca balasan pesan suaminya dan menyimpan ponselnya.
dulu mungkin dia menangis saat diperlakukan begitu, dicuekin dan sebagainya. sekarang malah tidak merasakan apa - apa karena sudah terbiasa.
dulu mungkin langsung meluncur ke Bogor, meninggalkan anak - anak dengan pengasuhnya. dan mengecek langsung suami juga razia ponsel nya.
Meita berbaring dan mengingat kembali bagaimana saat anak pertamanya Mujib lahir, suaminya memiliki teman chat, namanya Memey perempuan cantik yang entah dari mana kenal nya. kemudian di tahun ketiga pernikahan saat hamil anak kedua suaminya pun pernah ketahuan seirng chat dengan perempuan lain bahkan sering memberinya makanan dan hadiah. entah apa yang mereka lakukan dibelakang Meita.
bahkan baru - baru saja Meita membaca chat dari sertu Yadi tapi isi chat seperti chat pasangan yang sedang kasmaran. Padahal Meita mengira itu nama laki - laki.
Meita dulu mungkin marah cemburu, namun dengan berjalannya waktu dan terlalu sering nya di khianati. Meita memilih menutup mata dan pura - pura tidak tahu. bahkan sudah 3 tahun Meita tidak tahu lagi kode ponsel suaminya.sehingga Meita tidak lagi dengan bebas bisa melihat isi ponsel suaminya ditambah lagi dengan mereka tang tidak tinggal satu atap.
__ADS_1
Meita menghela nafas sangat panjang dan membuang nya perlahan. tidak ada lagi air mata yang Meita keluarkan untuk perlakuan suaminya dari lupa hari ulang tahun pernikahan. hingga mengacuhkan dirinya dan juga anak - anak.
Meita langsung terperanjat dan kembali membuka ponsel nya.
" Mas, Kakak minta sekolah sekalian pesantren"
Meita mengirimkan kembali pesan dan terlihat suaminya sedang online.
Meita menghela nafasnya kembali dan menyimpan ponselnya. karena dia yakin dibalasnya besok, karena suaminya tadi pamit istrihat.
tak lama ponsel Meita berbunyi tanda pesan masuk.
" Oh bagus dong kalau Kakak mau pesantren. Papah dukung"
balasan pesan suami nya kembuat Meita benar - benar tidak percaya. Meita masih membulatkan matanya dan mulut nya setengah terbuka dengan balasan suami nya.
Meita mengusap dada nya. Memang hati nya dan hati suaminya sudah tidak saling taut lagi, bahkan keinginannya dan keinginan suaminya sangat bertolak belakang.
" Mamah ingin nya Kakak lulus SD dulu"
" kalau Kakak mau nya sekarang ya ikuti saja"
" masa kecil mereka sangat singkat, Mamah tidak mau melewatkan masa kecil mereka "
" baru kelas 4 sebentar lagi baru mau ulang tahun ke 9"
" Sudah besar lah, sudah bisa makan sendiri sudah bisa cebok sendiri."
melihat balasan dari suami nya Meita memilih menyelesaikan percakapan nya.
" iya , selamat Istirahat" ucap Meita namun tidak dibalas lagi oleh Suaminya.
Cukup lama Meita terdiam, jam pun terasa cepat berlalu dan menunjukan pukul 23.00. Tapi rasa kantuk nya belum juga datang, dia mencoba memejamkan mata namun entah kenapa rasa kantuk itu tidak ada sama sekali.
Meita mengambil lagi ponsel nya dia membuka sebuah aplikasi dan menscroll nya terus sekedar melihat vidio vidio orang lain, kadang dia meninggalkan jejak like untuk postinga orang lain yang dianggap nya cocok dengan kehidupannya.
tepat pukul 00.00 meita mencoba mrmrjamkan matanya lagi.
" Ayo tidur, besok sekolah" gumam Meita lalu menutup kepalanya dengan selimut.
__ADS_1
Dia membuka kembali ponselnya, dan dilihat suaminya masih online. entah kenapa dia sangat penasaran dan mencoba menghubungi suaminya.
Namun ternyata nomer yang di tuju sedang berada di panggilan lain, sampai jam 2.00 pagi Meita mencoba menghubungi suaminya masih tetap berada dipanggilan lain.
Meita tidak mencoba mengirimkan pesan dan menanyakan suaminya sedang menelpon siapa. Karena Meita tahu kebiasaan suaminya. Selalu lebih asik ngobrol bersama teman chat wanitanya ketimbang ngobrol dengan istri atau main bersama anak - anak.
Meita menyiman ponselnya. Dan mencoba memejamkan mata namun sampai adzan subuh berkumandang dia tidak bisa memejamkan matanya.
Meita pun memilih beranjak daei tempat tidurnya, al hasil malam itu Meita tidak tertidur sama sekali.
Dia mencoba melihat ponselnya lagi, namun suami nya tidak ada menghubungi. Padahal.pasti ada pemberitahuan kalau dia melakukan panggilan.
Meita melaksanakan sholat subuh dia menengadahkan kepalanya membula lebar lebar kedua tangannnya.
Bismillahirrahmanirahim Allahumma Fighfirlii Wa Liwaa Lidhayya Warham Humaa Kamaa Rabbayaa Nii Shaghiraa.” “Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”
Ya Allah jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan sunah, orang-orang yang paham dalam agama diberkahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.”
Allahumma Innii As-alikal 'Afwa Wal 'Aaffiyah Fid Dun-yaa Wal Aakhirah. Allahumma Innii As-Alukal 'Afwa Wal 'Aafiyah Fi Diini Wa Dunyaa-ya Wa Ahlii Wa Maalii. Allahummas-Tur 'Au-Raatii Wa Aamin Rau-'aatii,”. Ya Allah lindungilah suami hamba dimanapun dia berada, bimbinglah dia agar selalu dijalan yang benar.
ya Allah kabulkan do' a hamba, karena hanya kepadamu hamba meminta. Hanya kepadamu hamba memohon.
Allahumma innaa nas aluka salaamatan fid diin, wa 'aafiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil 'ilmi wabarokatan dir rizqi, wa taubatan qoblal maut, warohmatan indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut, allaahumma hawwin 'alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal 'afwa indal hisaab.”
Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar
Aaaamiiiin ya robbal'alamin
Meita menelungkupkan kedua tangannya mengusap seluruh wajahnya. Tanda doa nya sudah selesai. Lalu dia bersujud kembali, cukup lama Meita bersujud dan memejamkan matanya.
kemudian Meita terbangun dari sujudnya. Dia ingat anak - anak nya belum dibangunkan, dia juga belum mempersiapkan bekal makan untuk anak - anaknya sekolah. Belum menyiapkan pakaian ciri khas sekolah yang selalu dipakai di hari jumat untuk mereka.
Meita melipat mukenanya dan bersiap membangunkan anak - anak nya.
.
.
.
__ADS_1
.
dukung terus ya novel baru aku🤭🤭