Nama Baik

Nama Baik
NB 13


__ADS_3

Meita melihat suaminya sedang membantu Davin mengganti baju, Meita juga melihat suami nya sepertinya masak. Namun dia dan anak - anak nya tidak akan merasa lapar atau makan makanan yang dia masak.


Meita masuk ke kamarnya dan membiarkan suaminya bercengkrama dengan anak - anak nya.


Meita sudah berganti baju, dan sedang memainkan ponselnya. Meita melihat akun sosial media nya lagi, teman - temannya memberikan like di postingan dia, dan memberikan komentar komentar manis. Mendoakan kedua anak - anak nya. Bahkan banyak akun akun yang mulai mengikuti nya.


" Mah, kata Papah makan bareng " ucap Mujib yang membuat Meita kaget, saking serius dengan ponselnya dia yidak sadar kalau Mujib sudah membuka pintu kamarnya.


" Mamah kan sudah makan tadi sama Kakak dan Ade"


" Mamah tidak mau makan bareng kita??"


" Kakak mau makan lagi??" tanya Meita setengah tidak percaya.


Mujib mengangguk


" Ya sudah Kakak saja yang makan sama ade"


" Kata Papah habis makan jalan - jalan Mah"


" Oooh ya sudah hati - hati "


" Mamah tidak ikut??"


" Mamah capek"


Mujib pun mengangguk dan meninggalkan Mamah nya.


Meita melanjutkan lagi bermain dengan sosial medianya. cukup lama bahkan dia membalas semua komentar - komentar temannya. sampai suami nya masuk ke kamar


" Mah jalan - jalan yuk sama anak - anak, sok aja mas ajak anak - anak. Aku mau istirahat, sialnya aku tadi sudah jalan - jalan sama mereka."


" Apa tidak sebaiknya kita jalan - jalan lagi bersama"


" tidak perlu, silakan saja Mas latihan bermain sama anak - anak tanpa Aku, siapa tahubnanti kamu ganti istri kan"


" Oh ya sudah " jawab Ibnu.


Jawaban yang sangat tidak di percaya oleh Meita


Ibnu pun berlalu dari hadapannya.


Meita masih tidak percaya, bahkan suaminya tidak membujuk nya untuk ikut bersama mereka jalan - jalan.


 


Pukul 21.00 anak - anak belum menunjukan batang hidungnya, Meita tertidur dan tidak ingat apa - apa, sampai pukul 01.00 dia baru terbangun, dia tidak melihat suaminya masuk kamar. Diapun keluar kamarnya dan melihat suami juga anak - anaknya tertidur di ruang keluarga, bahkan televisi masih menyala.


Meita membiarkan televisi nya menyala dan memilih untuk kembali ke kamar tidur nya, namun saat hendak menutuppuntu kamar nya ternyata Ibnu menahan pintu kamar nya.


Kini Ibnu dan Meita saling tatap.


" Mas minta maaf" ucap Ibnu.


" sudah aku maafkan mas, tapi sulit untuk aku lupakan. Apalagi ini untuk kesekian kalinya. " ucap Meita


" tolong lah seperti biasa lagi"


" Aku memang sudah terbiasa kamu abaikan Mas"


" Maksud Mas, seperti sebelum kamu bisa membuka kode hp nya."

__ADS_1


" Mas pikir sebelum aku buka kode HP nya aku biaaa biasa saja? Aku menahan rasa sakit hati Mas, kecewa."


" apa yang harus Mas lakukan??"


" Ini pertanyaaan yang selalu terulang dari kamu Mas, dan jawaban aku masih sama perlaukan aku seperti kamu memperlakukan perempuan perempuan itu dan sekarang yang harus mas lakukan bertambah, jika Mas tidak sanggup tolong ceraikan Aku"


" Tidak semudah itu untuk bercerai, harus menghadap kesana kemari. Kamu pikir mudah."


" bilang saja Aku selingkuh Mas, biar langsung acc. Aku sudah tidak tahan Mas. Tolong Mas lepaskan Aku, aku sudah cape Mas pura - pura bahagia dan pura - pura semuanya baik - baik saja"


" pikirkan anak - anak, apa mereka tidak akan sakit hati kalau kita bercerai. "


" suatu saat, mereka akan mengerti. Saat mereka tumbuh dewasa. Tolong Mas Aku sudah tidak tahan."


" Begini saja, Mas kasih waktu kamu untuk berfikir dan menjernihkan pikiran mu. Jangan sampai kamu suatu saat menyesal. Lagian dengan siapapun Mas tidak pernah ngapa - ngapain. Tidak pernah kan ada perempuan yang datang ke batalyon misal karena hamil, atau pernah Mas tiduri. Atau ada yang datang kesini minta pertanggung jawaban"


" kalau hal itu sampai terjadi, ceritanya tidak akan serumit ini"


" Yang pasti Mas tidak seburuk yang kamu pikirkan"


" terserah Mas Ibnu, yang pasti seharusnya kita berpisah Mas. Biar kamu bebas, tidak akan ada lagi aku dan anak - anak sebagai penghalang kebahagiaanmu. Mengejar perempuan yang Mas inginkan. Masalalu kamu dengannya belum selesai."


" Dia sudah punya Suami"


" dia bisa saja minta cerai sama suaminya, sama halnya Aku yang minta cerai sama kamu Mas Ibnu"


" cerai itu perbuatan yang sangat dibenci oleh Tuhan"


" Tapi cerai juga di halalkan jika memang rumah tangganya tidak akan baik kalau dilanjutkan, kamu sudah menyakiti aku Mas, Aku tidak mau gila gara - gara ini."


" Mas mohon Mas minta maaf"


" Kamu benar sudah siap kalau kita berpisah?? Kamu fikirkan dulu saja"


" sudah Aku pikirkan baik - baik Mas Ibnu "


" bercerai dengan anggota TNI tidak mudah, mungkin tunggu mas pindah dulu ya, cerai di batalyon bakal susah soalnya"


" mas jadi pindah ke Jogya???"


" Iya " jawab Ibnu yang membuat hati Meita tambah sakit.


" Aku siap bercerai Mas, kapanpun itu " ucap Meita dan mengusap air matanya lalu berlalu meninggalkan Ibnu dikamarnya.


Meita memilih tidur di kamar Davin, karena Davin tidur di ruang keluarga bersama Mujib.


Sampai adzan subuh berkumandang, Meita masih membuka matanya. Setelah perdebatannya dengan Ibnu, dia tidak bisa lagi memejamkan matanya.Meita lalu melaksanakan sholat subuh, dia tidak memasak atau menyiapkan sarapan untuk anak - anak nya, dia mendengar anak - anak nya sudah bangun dan sudah sholat berjamaan dengan Papah nya.


Mamah tidur di kamar Ade??" tanya Davin saat melihat Mamahnya keluar kamar.


" Iya" jawab Meita sambil tersenyum


" Mah, kakak sama Ayah sama Ade mau lari, terus cari sarapan. Mamah mau ikut??"


" mamah mau istirahat, hari minggu me time nya Mamah kan"


" Hari bermalas malasan ya Mah" ucap Davin kemudian.


Meita melihat Ibnu dan anak - anak nya keluar rumah untuk lari pagi. Bahkan Ibnu tidak menegurnya, lucu bukan. yang menyakiti seolah olah orang yang paling tersakiti, dan mendiamkan Meita.


Meita pun membiarkan Ibnu berlalu behitu saja membawa anak - anaknya. Sedangkan Meita membuka ponselnya dan mengirimkan pesan di grup nya.

__ADS_1


Meita : tes


Tanti : tis


Adel : 🤣🤣🤣🤣masih pagi udah tes tis aza nih


Meita : Mas Budi pulang Tan???


Tanti : iya ada, kemarin magrib datang


Adel : syukurlah, terus sudah baikan??"


Tanti : sudah kan sudah nganu nganu


Adel : 🤣🤣🤣🤣🤣🤣baikan dengan cara tersingkat


Meita : syukurlah kalau kalian baik - baik saja dengan suami kalian, aku mau cerai sama Mas Ibnu


Adel : 😱😱😱😱😱


Tanti : serius??😯


Meita : iya, aku sudah tidak tahan


Adel : proses nya lama Mei😌ga mudah pokoknya. Aku tahu pokoknya banyak ko yang cerai nya menggantung


Meita : cara yang mudah dan cepat aku nya harus selingkuh ya, terus ketahuan PM


Tanti : amit - amit Mei, kalau ngomong tuh. Ingat harga diri dan nama baik😞


Meita : 🤣tenang aku tidak semurahan Mas Ibnu.


Adel : pikirkan dampaknya buat anak - anak Mei


Tanti : buat kamu juga, apa nanti kata orang tua murid kalau kamu bercerai


Meita : Aku sudah cape memikirkan itu, memikirkan nama baik dan apa kata orang.


Adel : orang tua kamu sudah di kasih tahu???


Tanti : iya ih, orang tua kamu bagaimana, apa tidak akan jadi pikiran mereka kalau kamu bercerai.


Meita : Ibu dan bapak pasti sudah lebih peka. Lagian Mas Ibnu juga dari Bogor mau pindah ke Jogya bukan ke Bandung.


Adel : memang Mas Ibnu agak kurang waras kayanya. untung Mas Andre masih waras.


Tanti : padahal kalau masih suka bersenang senang dengan perempuan lain jangan menikahi anak orang.


Meita : doakan aku ya


Adel : seluruh dia terbaik buat kamu Mei😚


Tanti : tentu saja, hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu Mei


Adel : besok kita harus bertemu, pualng sekolah ditempat biasa ya


Tanti : hayu


Meita : oke besok aku yang traktir


---- Meita menyimpan ponsel nya dan menarik nafasnya dalam dalam membuang nya perlahan.

__ADS_1


__ADS_2