Nama Baik

Nama Baik
NB 17


__ADS_3

Meita !!!!" teriak Ibnu


" Mei buka pintunya"


Mendengar Ibnu berteriak mau tidak mau Meita membuka gerbang pagar rumahnya karena kalau tidak dibuka suaminya akan terus berteriak dan akan membuat tetangga heran.


Mobil Ibnu telah masuk dan Meita mengunci kembali pagar rumah nya.


Ibnu turun dari mobil nya, Meita melihat suami nya masih memakai baju loreng lengkap. Meita sudah mengira bahwa suami nya pulang dinas langsung pulang ke Bandung


" kenapa lama sekali membuka pintunya " tanya Ibnu namun diabaikan Meita


Ibnu mengikuti Meita dan menutup pintu rumahnya terlebih dahulu.


" Kenapa nomer Mas di blokir??"


" Mah, jawab Papah lagi bicara " ucap Ibu menarik tangan Meita.


Namun Meita masih tetap diam.


" buka blokirnya" ucap Ibnu sambil menatap kedua mata Meita, begitupun Meita.8mereka saling tatap


" untuk apa??" jawab Meita


" setidaknya kita bisa kemunikasi tentang anak - anak"


" Anak - anak.sudah tidak membutuhkan kita, mereka sudah memilih kehidupan mereka sendiri, lagian biasanya juga kamu jarang kan menanyakan kabar mereka" ucap Meita sambil menepis tangan Ibnu yang memegang pergelangan tangannya.


" Papah minta maaf mah"


" minta maaf kepada siapa??? "


" Kamu dan anak - anak"


" Untuk kesalahan yang mana??"


" Yang jarang menanyakan kabar kalian"


" Sudah kami maafkan, karena kami juga sudah terbiasa tanpa kamu. sebaiknya Mas Ibnu segera pulang. Saya mau istirahat, hari ini begitu berat untuk saya"


" Mas mau menemui anak - anak dulu"


mendengar ucapan Ibnu, Meita tersenyum sinis.


" silakan" ucap Meita dan berlalu meninggalkan Ibnu.


---- Ibnu menaiki satu persatu anak tangga dan diperhatikan Meita, Meita sedikit menggelang kecil dan mulutnya berdecak sinis. Ibnu mengecek kamar anak pertamanya namun kosong, begitupun saat Ibnu masuk ke kamar anak keduanya kosong juga.


" Kemana mereka??" gumam Ibnu sambil mengerutkan keningnya. Setelah beberapa detik dia sadar dan mengusap wajahnya.


Ibnu bergegas turun ke lantai bawah dimana kamar Meita berada. Namun saat mencoba membuka kamar Meita ternyata terkunci.


Mah buka, Papah mau bicara.


" Kakak sudah di pesantrenkah??"


" Apa Ade juga ikut pesantren??" tanya Ibnu dibalik pintu kamar Meita namun Meita abaikan.


Ibnu memilih merebahkan badannya di sofa, Ibnu meluruskan punggung nya dan menatap langit langit ruang tamu.


lamunannya terhenti saat dering ponselnya berbunyi, Ibnu melihat Ardi memanggil


" Hallo "


" Jadi balik??"


" Jadi"


" dimana sekarang??"

__ADS_1


" Rumah"


" sudah maaf maafkan??"


" Sudah"


" Bobo bareng dong"


" engga"


" ko bisa??"


" hemmm"


" suami istri kalau udah bobo bareng biasanya baikan"


" Hemmm "


" hadeuh" ucap Ardi dan mengakhiri panggilannya .


Ibnu pun menyimoan ponselnya namun hp nya berbunyi kembali, dilihatnya Tiara memanggil.


Ibnu dengan cepat menolak panggilan Tiara


" Kenapa di tolak??" isi chat Tiara


" Off dulu ya, lagi di rumah"


" Kan baru hari rabu, belum weekendπŸ™„"


" anak - anak mau pesantren"


" Oooo, maaf. Tapi chat boleh kan😚"


" off dulu "


" πŸ₯Ί ko begitu "


" Ya udah deh. Mau ML ya?? Apa sudah??"


" engga ko"


" masa sih??"


" iya engga " balas Ibnu kepada Tiara. Namun Ibnu malah ingat bagaimana tadi pagi Tiara melakukan panggilan vidio habis mandi. Hasratnya naik 3 level lebih tinggi.


" off dulu ya " balas Ibnu dan memilih merubah hp nya ke mode pesawat.


" Mei, buka!!!! Teriak Ibnu rasanya hasratnya sudah di ubun ubun.


" Mei aku dobrak pintunya ya??"


Mendengar ucapan Ibnu Meita hanya berguling merubah posisinya. Mei yakin tidak mungkin suaminya bisa mendobrak pintu dalam keadaan terkunci, karena ini bukan sintron yang sering dia tonton.


Terdengar 1 kali tendangan di pintu.


2 kali


3 kali


Mei buka, jangan membuat Aku marah ya!!!


Ayo buka atau aku panggil Pak RT dan tetangga untuk mendobrak pintu kamar kamu.


Mendengar ucapan Ibnu, Mei langsung terperanjat dan membuka selimutnya. Jangan sampai tetangga atau RT benar benar mendobrak pintunya.


Hampir saja Ibnu mencoba menendang kembali pintu kamar Meita. Namun terdengar Meita membuka kunci nya.


Sedikit saja Meita membuka pintu kamarnya

__ADS_1


" Ada apa??" tanya Meita dan di lihat nya wajah suami nya telah berubah, mata yang memerah dan nafas yang ngos ngosan.


Meita mundur perlahan saat suaminya mendorong pintu kamar menjadi terbuka dan terus mendekati dirinya.


Kalau Mas Ibnu mau tidur di sini boleh, Aku yang tidur di kamar anak - anak " ucap Meita hendak meninggalkan Ibnu namun tangan Meita langsung di raih oleh Ibnu. Dan dengan seketika Tubuh Meita sudah terlempar ke tempat tidur.


"jangan melakukan apa - apa, kita sudah bukan siapa - siapa lagi. Dan aku juga sedang tidak ingin melakukannya" ucap Meita dengan segera bangkit dari tempat tidurnya namun dengan secepat kilat Ibnu sudah merebahkannya kembali sampai Meita tidak bisa menggerakan tubuhnya.


" Aku akan berteriak kalau kamu memaksa Mas, aku juga akan bilang kepada semua tetangga kalau kita sudah bercerai."


Namun Ibnu mengabaikan ucapan Meita, nafsunya sudah di ubun - ubun dan dia tidak ada waktu untuk meladeni perkataan Meita.


Meita berusaha berontak namun jangankan berontak, menggerakan tubuhnya saja dia tidak bisa.


Baju daster Meita sudah terangkat ke atas, ********** pun sudah terlepas. Ibnu menjepit tubuh Meita yang ada di bawahnya dengan kedua lutut nya untuk membuka celana.


" kamu tidak berhak memaksaku untuk melayani nafsu kamu Mas. Kita sudah bercerai, kita tidak boleh melakukannya Mas Ibnuuuuuuuuuuuu!!!!" teriak Meita


Namun sia - sia Meita berteriak karena tubuh mereka sudah bersatu.


" sudah cukup Mas" ucap Meita semakin lemah sedangkan Ibnu masih dengan buasnya melampiaskan nafsunya.


setelah beberapa menit, Ibnu sudah mencapai puncaknya. Ibnu melihat wajah Meita yang ada di bawahnya basah oleh keringat dan air mata.


Ibnu mencium kening Meita dengan sangat lama


" Mas Ibnu, kita sudah melakukan dosa Mas. Kenapa Mas Ibnu melakukannya??"


" Kamu masih istriku " ucap Ibnu melepas penyatuan mereka dan berguling tidur disamping Meita.


Meita menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak tertutup oleh sehelai benangpun.


sedangkan Ibnu membuka kaos loreng nya dan menyalakan AC dikamarnya.


" mas minta maaf"


Meita memilih membelakangi Ibnu. Namun Ibnu malah memeluknya dari belakang.


" Kita sudah bercerai Mas. Mas sudah mengembalikan Aku sama Ibu"


" Bukan berarti bercerai"


" itu sudah jatuh talak 1 "


" anggap saja barusan kita rujuk, sampai kapanpun, sampai mati Mas tidak akan menceraikanmu"


" Aku sudah bulat Mas, kita harus berpisah. Aku mohon" ucap Meita namun tidak terdengar lagi suara Ibnu.


Meita merasakan bahwa Ibnunsudah tertidur pulas


Meita melepaskan pelukan Ibnu dan mencari keberadaan baju nya yang terlempar oleh Ibnu. Meita mengambil baju tidurnya dan memakainya kembali. Meita mengecek pintu rumahnya sudah terkunci atau belum dan ternyata sudah. Meita melihat ponsel Ibnu tergeletak di sofa.


Meita mencoba membuka ponsel suaminya namun ternyata kode nya sudah di rubah.


Meita menarik nafasnya panjang dan membuang nya kasar.


" Aku kira sudah berubah. Dan ternyata masih tetap sama " gumam Meita


" jangan salahkan Aku kalau suatu saat aku melakukan hal.yang sama dengan kamu Mas, karena kamu yang sudah mengajarkan Aku segalanya" gumam Meita.


Meita masuk kembali ke dalam kamarnya. Lalu mengambil ponselnya. Dia mencari akun mantan pacarnya, dan Meita tersenyum tanpa berfikir panjang Meita follow akun mantan pacarnya memberikan like di salah satu postingan mantan pacarnya.


Meita melihat Akun Nur Kholis Ramdani mulai mengikuti anda


" Meita???😱 ini kamu kan???" isi pesan yang di baca Meita saat mantan pacarnya mengirim pesan dm.


" semudah ini ternyata " gumam Meita yang merasa mantan pacarnya masuk umpan.


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


Sudah dulu ya, jangan lupa dukungannya.


"


__ADS_2