Nama Baik

Nama Baik
NB 11


__ADS_3

Meita, Adel dan Tanti sudah berada di sebuah tempat makan, mereka memang selalu bertemu dan saling menguatkan satu sama lain, mereka bersama sejak mereka sekolah menengah atas lalu melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama dengan jurusan yang sama juga. Lalu bersama - sama lagi menjadi aparatur sipil negara, Jadilah mereka seperti saudara.


" Jadi kamu kenapa Del??" tanya Tanti kepada Adel


" di uji benar - benar sama anak Aku"


" terlalu di dramatisir " ucap Meita


" Mas Andre sudah pindah kesini, sekarang sudah tidak LDR lagi, serahkan sama Mas Andre, biar Raka lebih dekat juga dengan Ayah nya" ucap Tanti kepada Adel


" Mas Andre tidak peka" jawab Adel


" Emang begitu kali kalau militer" ucap Meita


" eh Mei suami kamu pulang??" tanya Adel


" Pulang"


" Kamu ijin dulu??"


" Engga"


" hadeuh " jawab Adel dan Tanti kompak


" Eh Tan, kamu tadi bilang suami kamu selingkuh?? Aku ga percaya sumpah" ucap Adel


" Hooh, Mas Budi orangnnya diam, kalem banget. kelihatan dewasa, tidak pernah tebar pesona juga" ucap Meita


" tahu dari mana??? Iya kalem dan diam. Diam - diam menghanyutkan" ucap Tanti


" Dari postingan akun sosial medianya Mas budi tidak aneh - aneh. Postingan nya juga anak istri" ucap Meita


" Itu untuk menyembunyikan sesuatu pastinya, biar aku mengira dia setia dan tidak macam - macam, nyatanya satu macam saja bikin aku kesel" ucap Tanti


" Eh postingan akun sosial media suami kamu tidak ada kamu dan anak - anak deh " ucap Adel dan Tanti melihat ke arah Meita bersama - sama.


" karena ada hati yang harus dia jaga" ucap Meita sambil terkekeh kecil


" Hadeuh" ucap Adel


" Laki - laki emang brengsek semua, apalagi kalau kita nyusahin dan cuma rebahan. Bisa menghasilkan uang saja masih di khianati" ucap Tanti sambil mengunyah makanannya dengan cepat


" sabar ya, Mas Andre juga dulu pernah ko selingkuh, dulu banget. Aku pernah minta cerai juga.kalian kan tahu. Tapi sebrengsek - brengsek nya laki - laki yang lebih memilih pelakor bisa di hitung jari. kebanyakan mereka akan lebih mempertahankan anak istrinya. Jadi ya kalian sabar saja kalau memang mau bertahan, kecuali kalau memang kalian sudah siap melepaskan"


" Siap kapan saja" ucap Mèita


" Hus kalau ngomong tuh, di jaga" ucap Adel


" Iya ih" ucap Tanti


" ingat ada nama baik yang harus kamu jaga, selain nama baik keluarga. Ada dua nama baik instansi juga yang harus kamu jaga iuga Mei"


" jangan mengatakan nama baik, sudah trauma mendengar kata nama baik"


" jadi bagaimana??" tanya Adel


" Aku pengen cerai sama Mas Ibnu"


" Jadi janda itu tidak mudah Mei, dipandang sebelah mata. Terus mental anak - anak kamu harus pikirkan juga" ucap Tanti


" kamu mau mempertahankan Mas Budi??"


" mas Budi sudah minta maaf"

__ADS_1


" Yakin Mas Budi sudah berubah??? "


" Ya semoga saja"


" Mas Budi baru kali ini kan ketahuan selingkuh, Mas Ibnu sudah berkali kali. kali ini sama wanita dari masalalunya"


" Mantannya??" tanya Adel dan Tanti kompak


" iya "


" Mana akun sosial medianya, kepo aku mantannya Mas Ibnu" ucap Adel sambil membuka ponsel nya


Begitupun Tanti buru buru mengambil ponselnya


" coba kalian cari Tiara swastika "


" kaya orang Bali, Swastika"


" orang Jogya "


Meita memperhatikan kedua temannya yang sibuk dengan pencarian sambil melahap makanannya.


" Ini???!!!!!" tanya Adel dan Tanti dengan serempak sambil memperlihatkan ponsel mereka.


Meita mengangguk


Lalu Adel dan Tanti kompak mengscroll semua postingan Tiara


" Bagaimana pendapat kalian??"


" Ibu rumah tangga biasa ya???"


" sepertinya begitu"


" selera Mas Ibnu rendah banget" ucap Adel


Meita terkekeh mendengar ucapan Adel


" cantik itu urusan selera" ucap Tanti


" Iya makanya seleranya rendah banget " ucap Adel kemudian


" Jangan aneh - aneh sih menurutku, masa kamu mau mengalah gara - gara perempuan begini. Lagian dia punya suami, istri orang"


" apa aku godain saja suaminya??"


" kerja apa suaminya??"


" Tidak tahu"


" Ih jangan suami nya jelek banget"


" Hahahahaha " Meita tertawa lepas mendengar ucapan Tanti dan Adel


" aku tidak semurahan Mas Ibnu" ucap Meita


" Kamu jangan terlalu polos kalau jadi perempuan, ingat suami kita TNI banyak yang suka karena mereka gagah saat pake seragam " ucap Adel


" Mas Andre kan sudah berada di genggaman mu" ucap Meita


" ya pokoknya jangan terlalu polos "


" Jadi aku harus ke dukun juga??" ucap Mei

__ADS_1


" Bukaaaaaaaaaaaaaaaaan"


" Terus??"


" hiburan itu perlu, coba kamu lakukan apa yang Mas Ibnu lakukan"


" kalau itu Aku sudah kepikiran dari dulu, belum terlaksana saja" ucap Meita


" sepertinya kita harus sering main" ucap Tanti


" iya biar ga gila" ucap Meita


Adel terkekeh mendengar ucapan Meita


" Kalian di pusingkan sama suami, Aku di pusingkan sama Anak " ucap Adel


" Raka perlu pendekatan dari kamu Del, kamu jangan terlalu galak lah. Coba sering sering jalan bareng, luangkan waktu yang banyak buat Raka. Manjakan dan perhatikan anakmu" ucap Meita.


" Jangan terlalu memaksakan keinginan kamu kepada Raka, Raka punya keinginan sendiri pasti. Jadi dia berontak dengan cara nakal dan bikin kamu kesel " ucap Tanti


" Iya bener tuh Del, jadi kamu ke psikiater, ke ustad sampe ke dukun akan jadi percuma. Kalau kamu belum memperbaiki sikap kamu ke Raka. Raka itu anak kamu jangan juga kamu banding - bandingkan dengan anak orang lain" ucap Meita lagi


" Iya benar tuh, setiap anak punya kelebihan masing - masing, kamu juga jangan paksa Raka ikut les matematika, jangan paksa Raka les renang. Jangan jadikan Raka seperti yang kamu mau. Raka punya kemauan sendiri, cobain deh kamu ikuti apa mau nya anak mu" ucap Tanti


Mendengar ucapan teman - temannya Adel tampak merenung, memang Raka dari rumah berangkat Les matematika, tapi tidak pernah sampai lokasi. Daftar les renang pun Adel yang daftar dan anak nya tidak pernah dengan sungguh sungguh latihan.


" Memang benar, Aku memaksa Raka menjadi yang Aku mau"


" Makanya kata Aku juga terlalu di dramatisir" ucap Meita


" kunci anak mu ada di kamu" tambah Tanti


" Huaaaaan, pulang ah. Jadi kangen Raka" ucap Adel


" ya sudah yuk pulang, Salsa juga udah nyuruh Aku pulang " ucap Tanti ( salsa adalah nama putrinya)


" Yuk" ucap Meita.


---------- jam 14.30 Meita baru sampai di rumahnya.


" baru pulang??" tanya Ibnu


" Iya "


" dari mana dulu??"


Meita tidak menjawab dan memilih berlalu dari pandangan suaminya.


Ibnu setengah berlali mengejar langkah Meita


" Mas bicara sama kamu"


Meita menepis tangan Ibnu yang mencengkram lengannya.


" lepas!!!"


" selangkah saja seorang istri meninggalkan rumah tanpa ijin suaminya maka tuhan melaknat perempuan itu."


Meita tersenyum sinis mendengar suaminya.


" Lalu, apakah Tuhan tidak melaknat tingkah laku suami yang telah menyakiti istrinya, membuat istrinya kecewa lalu menangis???? Aku meninggalkan rumah bekerja jelas, membantu perekonomian keluarga. Kalau kamu mau aku di rumah terus, cukupi semua kebutuhanku dan anak - anak Aku. Aku keluar rumah bukan malacurkan diri" ucap Meita kemudian dan meninggalkan Ibnu masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang


" Meita!!!" teriak Ibnu

__ADS_1


__ADS_2