
Kepsek tidak ada??" tanya Meita saat yiba disekolah kepada Mba Siti
" Tadi ada, tapi pergi lagi rapat bareng operator"
" ooh" ucap Meita sambil duduk
" kelas 5 dan kelas 6 olahraga bareng sama Pak Anto "
" Syukurlah bisa nafas dulu" ucap Meita
" tumben kesekolah anak - anak ada keperluan apa nyampe telat?"
" Mujib ingin pesantren "
" MasyaAlloh tabarokalloh Mujib, soleh anak mu"
" Aaamiiin Mba,aaammiin ya robba'alamin"
" Papah nya bolehin Mujib pesantren??"
" Boleh banget"
" syukurlah, ikut senang mba dengernya"
" Mujib sudah hapal 4 juz al- qur'an Mba" ucap Meita dengan tatapan penuh bangga kepada Siti
" serius Mei??"
Meita mengangguk " Pak Ustad nya yang kasih tahu Meta"
" Mei kamu beruntung sekali, Mba ingin anak Mba juga begitu"
" Randi anak Mba juga pinter, juara kelas terus. Juara olimpiade MIPA tk propinsi waktu kelas 5"
" Duh apa anak Mba juga masuk SMP IT ya plus pesantren SMP nya"
" Kalau mau di SMP IT AR Rahman saja Mba biar bareng sama Mujib"
" Iya nanti mau dibicarakan sama anak nya,takutnya malah Randi tidak mau pesantren. Sekarang pulang sekolah malah sering motor motoran . Boro boro hapal Al-Qur'an. Ngaji saja dipaksa"
" Randi sudah bisa pake motor??"
__ADS_1
" Lancar"
" siapa yang ngajarin??"
" bisa sendiri"
" ya ampun, terus ayah nya tidak apa - apa??"
" Malah seneng anak nya bisa naik motor tanpa dia ajarin, cuma pesannya jangan ke jalan dulu katanya takutnya bapak nya lagi razia di jalan kan malu kalau yang ditilang anak sendiri"
" ya lagian belum cukup umur Mba, Randi baru 12 tahun kan"
" iya, aah jadi pengen cepat - cepat dia lulus. Mau dimasukan ke SMP IT ah.nyesel deh dulu malah satu sekolah sama Mba. Coba SD nya juga SD IT"
" Belum terlambat Mba, Randi pasti bisa mengikuti. Randi anak yang pintar."
" Hooh semoga" ucap siti.
------ hari sudah menunjukan pukul 12.00. Meita tidak langsung pulang, karena anak - anak nya sekolah full day sampai jam 16.00
Meita mengambil ponsel nya, dicek tidak ada pesan dari suami nya. Dan dia pun memilih tidak menghubungi suaminya.
Tiba - tiba ponsel Meita berdering sebuah panggilan dari Adel teman kuliah nya.
" Mei dimana??"
" Disekolah"
" disana ada dukun tidak atau ustad"
" Dukun??" jawab Meita sambil terkekeh.
"Dukun atau Ustad , atau orang pinter Mei. Yang bisa ngobatin anak aku biar soleh"
" kenapa harus ke dukun. Sama kamu lah Ibu nya."
" Mei aku udah pusing, anak aku mogok sekolah, mogok ngaji juga"
" Terus???"
" aku sudah stres Mei, untung ga gila juga. Aku ini dalam perjalanan menuju rumah mu. Cerita panjang. na ti aku cerita di rumah"
__ADS_1
" Oke" jawab Meita dan telepon pun berakhir
------ Meita pun bergegas pulang karena Adel mau ke rumah nya.
------ Adel pun telah tiba di rumah Meita.
Aku jadi tidak bisa mengontrol emosi aku Mei, aku galak sama Raka. Raka mogok sekolah mogok ngaji. Kelas 4 ngaji masih Iqro Mei.
Meita mendengar ucapan Adel sahabatnya merasa bersyukur, karena Mujib benar benar tumbuh menjadi anak yang mandiri dan soleh.
" kamu kan membesarkan Raka bareng bareng Mas andre"
" terus Mas Andre bagaimana??"
" Kita kan bareng bareng baru satu tahun, selama ini kan Mas Andre di Malang. Baru satu tahun pindah ke Bandung"
" apakah semenjak Mas Andre pindah Raka jadi malas sekolah dan ngaji??"
" engga Mei, dari mau masuk kelas 1 juga sudah malas sekolah malas ngaji"
" duh " ucap Mei pelan
" Bahkan aku sudah bawa Raka ke psikiater anak Mei"
" terus??"
" kata psikiater, anak aku normal. Tapi dia membangkang sebagai bentuk protes. Minta perhatian ayah bunda nya."
" Emang kamu tidak perhatikan Raka. Raka satu sekolah kan sama kamu??"
" Hooh Mei satu sekolah tapi malu - maluin. Nakal ranking juga paling terakhir terus. Malu aku tuh Mei. Aku suka emosi sama dia, malu aku punya anak seperti itu. Masa ibu nya guru ayah nya Tentara tapi anak nya begitu."
" sabar Del, kamu jangan terlalu keras sama Raka. Jangan jadikan anak orang lain sebagai acuan"
" Aku sudah bingung pokoknya harus ke dukun"
" aku tidak tahu dimana ada dukun, kalau ustad aku tahu. Ada ustad yang punya pondok pesantren SD IT."
" Antar aku kesana"
" nanti paling sekalian jemput anak Aku"
__ADS_1
" Oke Mei, pokoknya aku harus minta doa yang harus aku baca agar anak aku soleh pinter"
" Aaamiiiin " ucap Meita.