Nama Baik

Nama Baik
NB 16


__ADS_3

Adzan subuh sudah berkumandang, rasanya Ibnu tidak memejamkan mata. dia mencoba menghbungi nomer Mujib namun tidak di jawab oleh anaknya.


" masa iya belum bangun " gumam Ibnu lalu Ibnu mencoba menghubungi nomer Davin.


" assalamualaikum Pah " suara Davin melegakan keresahan Ibnu.


" Ade lama sekali jawab telepon Papah."


" habis mandi Pah, terus di baju. sekarang mau sholat, Kakak dan Mamah sudah menunggu di  mushola "


" oh ya sudah nanti bilang sama Mamah Papah telpon, buka blokirnya "


" blokir apa Pah???'


" bilang saja sama Mamah begitu ya pintar "


" iya " jawab Davin


" ya sudah Davin sholat dulu sana, jangan lupa bilang yang tadi ke Mamah "


" siap " jawab Davin dan mengakhiri sambungan  telepon Papahnya.


" Adeeeeeeee Ayo sholat " teriak Mujib Kakak nya.


Davin setengah berlari dari kamar nya, dan segera bergabung dengan Mamah dan Kakaknya.


" barusan Papah telepon '


" Apa kata Papah ??? " tanya Mujib


" kata Papah , Mau telepon Mamah. Mamah buka blokirnya, blokir tuh apa Mah???" tanya Davin, sedang kan Mujib langsung melihat Mamah nya.. begitupun Meita langsung melihat Mujib, Mujib pasti sudah paham apa arti kata blokir


" tidak di blokir, hp mamah mati belum di charger, mungkin Papah kira di blokir padahal hp nya mati " ucap Meita sambil tersenyum.


" yuk sholat dulu, ayo Ade komat dulu " ucap Meita.


----- beberapa menit kemudian Meita sudah mengantarkan anaknya ke Sekolah. Dan dia juga sudah berada di sekolah nya. Dia masih mengabaikan permintaan Ibnu untuk membuka blokirnya.


" tidak semudah itu fulgoso" gumam Meita.


----- Bogor


Ibnu membuka ponselnya dan ada sebuah notif pesan dari Leni


" hay jadi kita ketemuan siang ini??"


" Ayo tapi jangan disekitar batalyon, takutnya ada yang melihat"


" Jadi di mana??"


" di tempat makan sekitar sekolah kamu bagaimana??"


" boleh, nanti aku sharelok disini ada cafe "


" oke " jawab Ibnu dan menutup ponselnya.


Namun tak lama ponselnyabberdering panggilan dari Tiara


" Hallo "


" Hay , lama sekali jawa teleponnya


" Maaf "


" Mas Ibra aku tidak mau di cuekin" ucap Tiara manja


" Kemana suami mu??"


" sudah berangkat kerja "


" Ooh"


" Mas Ibra kenapa sih ko ga se hot biasanya"


" masa sih, masih sama ko.lagi apa disana??"


" baru selese mandi"


" Wow, sudah di baju??"


" Baru mau"


" mana lihat" ucap Ibnu dan Tiara mengganti panggilan nya menjadi panggilan Video


Dilihatnya Tiara hanya memakai handuk dan rambutnya terurai basah.


" Semalam habis main ya??"


" engga "


" masa sih, ko rambutnya basah"


Tiara tersenyum mendengar pertanyaan Ibnu


" main sama suami tapi yang dibayangkan Mas Ibra"


" Mana buka handuknya" ucap Ibnu dan Tiara membuka handuknya. Dilihatnya oleh Ibnu Tubuh Tiara tanpa sehelai benangpun, Ibnu menelan air liurnya dengan susah payah. Tiara tersenyum melihat Ibnu yang tidak berkedip melihat nya.


kemudian Tiara mengambil kembali handuk nya dan dililitkan kembali ditubuhnya.


" Ya sudah di baju dulu sana, nanti masuk angin. Mas juga mau kerja dulu " ucap Ibnu.


" ya sudah, nanti lanjut chat ya" ucap Tiara


" oke " jawab Ibnu


------- Ibnu tersenyum lalu menyimpan ponselnya.


Tepat pukul 12.00 Ibnu baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaannya, dan saatnya dia makan siang


" Le, makan siang bareng aing maneh??" tanya Ardi


" ayo "


" Gimana bojo mu Le??"


" masih diblokir nomer aing"


" Balik lah Le, masa mau begitu terus. Walaupun banyak perempuan lain bojo mu tetap harus di prioritaskan"


" Entahlah Le, aing pusing"


" Le, nakal boleh lah.tapi jangan sampe merusak rumah tangga.konsep nnya harus Perkuat pusat, perbanyak cabang. Jangan rusak pusat, perkuat cabang. lagian cabang itu hanya nafsu sesaat, hanya sebatas penasaran saja, setelah kamu cicipi rasanya akan hambar" ucap Ardi.


" Gayamu Le, emang sudah kamu cicipi simpananmu??"


" simpanan Aku cuma satu, sudah sering aku cicipi" ucap Ardi sambil terkekeh


" lagian kamu tuh, simpanan banyak sekali. Emang mau kamu tiduri semuanya?? Tidak repot tuh membagi waktu. "


" Ga menganggap mereka simpanan sih, cuma mereka selalu ada di saat aku jenuh. Dan bisa membuat aing senyum - senyum Le saat membaca pesannya" ucap Ardi


" Yaaah setidaknya dan terlalu banyak lah, kalau mau Tiara ya Tiara, kalau mau Fitri ya fitri kalau mau Leni ya Leni" ucap Ardi kemudian


" Eh Le, baru ingat. Sekarang mau bertemu Leni"


" Yang guru itu kan??"

__ADS_1


" Iya"


" Terus Tiara bagaimana?? Mantan terindahmu?? cinta lama yang bersemi kembali"


" tadi udah Vc"


" ahahahahahaha " Ardi tertawa, dua sudah bisa membayangkan. Vc seperti apa yang Ibnu maksud.


" Le makan siang sendiri ya, aing mau ketemua dulu sama Leni. Ibu guru seksi yang aku kenal di instagram " ucap Ibnu sambil beranjak.


----- dimana??" tanya Ibnu kepada Leni


Leni membaca pesan dari Ibnu dan langsung mengirimkan lokasi nya.


--- tidak butuh waktu lama Ibnu sudah ebrada di hadapan Leni.


Ibnu tersenyum dan Leni terkesima dengan ketampanan Ibnu.


" ya ampun ternyata beda sekali dengan di foto " gumam Ibnu


" sudah lama menunggu??" tanya Ibnu basa basi


" Belum Mas "


" Sudah pesan??"


" Belum, saya nunggu Mas Ibnu"


" Pesan dulu" ucap Ibnu dan Lebi hanya menunduk dan mengangguk


" Sudah lama jadi guru??" tanya Ibnu


" Baru sekitar 5 tahun"


" Oooh baru sekali ya"


" Iya, masih honor juga"


" Ooo " jawab Ibnu pelan


mereka cukup lama ngobrol sambil menunggu makanan, sampai makanan datang dan mereka menghabiskan makannya.


----setelah berbasa basi Ibnu akhirnya pamit pulang dan membayar semua makanan yang sudah mereka pesan.


Tiba dibatalyon, Leni mengirimkan kembali pesan kepada Ibnu.


" Mas, terimakasih ya traktirannya"


" oke sama - sama"


" lain kali aku yang traktir"


" Oke"


" Mas, Aku jelek ya???"


" cantik"


" Ko tadi buru - buru pulang "


" masih dinas"


" tapi nanti mau kan ketemu lagi??"


" Boleh"


" main ke rumah Mas"


" kamu sama siapa di rumah??"


" Sendiri"


" Lagi di bawa mantan suami"


" Oooo"


" main ya ditunggu"


" Mau dikasih apa kalau main??"


" Mas mau nya apa??"


" ya apa saja yang enak - enak"


" Mau yang enak banget??"


" apa??"


" ML " jawab Leni


" boleh gitu??" tanya Ibnu


" Boleh dong, main saja dulu"


" Iya na ti cari waktu yang pas. Mas kerja dulu ya " balas Ibnu


" oke Mas😚" jawab Leni dan Ibnu menyimoan ponselnya.


" giman Le?? Cantik??" tanya Ardi kepada Ibnu


" Hahahahaha mending pamajikan aing Le" jawab Ibnu saat mengingat wajah Leni.


" Terus lanjut chat?".


" lanjut lah, masa aing langsung ilang"


" Hati - hati jangan PHP sama janda. Nekad nanti. Kecuali emang mua di kawin"


" emang simpanan maneh bukan janda??"


" Bukanlah, bahaya. Nanti minta dikawin"


" lah terus??"


" Istri orang Le, seperti maneh sama Tiara"


" Serius maneh??"


" Iyalah"


" bojo mu tahu??"


" Aing tidak sebodoh maneh " ucap Ardi sambil berlalu meninggalkan Ibnu.


-----------


Bandung


tiba hari Rabu, Mujib sudah bersiap untuk memulai pesantren disekolahnya SD IT AR Rahman. Setelah kakak nya bersiap, Davin ingin ikut serta Kakak nya untuk pesantren.


" Mamah sama siapa kalau Ade ikut pesantren sama Kakak??"


" Mamah kan ada Papah kalau Papah pulang. Pokoknya Davin mau sama Kakak pesantren" rengek Davin.


Cukup lama Davin merajuk, sampai Muji meyakinkan Mamah nya bahwa dia akan menjaga Davin.


Meita rasanya ingin menangis betapa baiknya Tuhan menitipkan kedua malaikat kecil kepadanya. Anak anak yang begitu soleh.disaat orang tua yang lain memaksa anaknya untuk pesantren, ini malah anak - anak nya yang membujuk dan memaksa ingin pesantren.

__ADS_1


" Apa Mamah galak sampai kalian meninggalkan Mamah??" ucap Meita kepada anak - anak nya.


" Engga, Mamah adalah Mamah yang baik untuk Kakak dan Ade"


" Ade mau sama Kakak pesantren. Kalau nanti ade jadi anak.yang soleh kita kumpul lagi di syurga. Iya kan Kak??" ucap Davin


Mujib mengangguk


Rasa nya akan percuma Meita menahan Davin untuk tidak ikut serta bersama Kakak nya untuk pesantren.


" ya sudah sekalian mengantarkan Kakak, mamah nanti bicara dengan pak Ustad menitipkan ade sekalian membayar biaya ade sekolah plus pesantren.


" yeaaaaaaayyy asik " ucap Davin


" Kalau misal kalian ingin pulang, kalian boleh pulang kapan pun" ucap Meita


dan di angguki kedua anak nya.


Meita membereskan baju baju Davin sambil mengurai air matanya. Dia akan merasa benar - benar sendirian. Tanpa anak - anak dan tanpa.suami.


Tidak membutuhkan waktu lama, Meita sudah membereskan baju anak bungsunya untuk dibawa ke pesantren.


" Mamah akan jenguk kalian setiap hari minggu " ucap Meita saat mereka telah sampai di pesantren.


dan anak - anak nya hanya mengangguk.


Meita telah menitipkan kedua anak nya kepada guru - guru keoada ustad dan ustadzah yang ada di sana. Berat rasanya untuk dia menitipkan kedua anaknya kepada orang lain, namun dia meyakinkan dirinya bahwa ini untuk kebaikan kedua anak nya didunia dan juga untuk bekal akhirat anaknya.


Meita sudah menuju ke sekolah nya, setelah mengantarkan anaknya.


-------- hey kenapa?? Tanya Anto melihap mata sembab Meita.


anak - anak Aku sudah diantarkan kesekolah, tapi nanti mereka tidak akan aku jemput lagi"


" jadi mereka pesantren??"


" Iya" ucap Meita dan air matanya meleleh begitu saja.


" mereka anak - anak yang soleh. Kamu harus bangga dan menghormati keinginan mereka. "


" mereka masih sangat kecil, baru usia 6 tahun dan 9 tahun. Belum puasa rasanya bersama mereka menghabiskan waktu" ucap Meita sambil terisak


" ih pagi - pagi sudah melow " ucap Siti yang baru datang


" Mereka sudah mulai pesantren Mba"


" Mereka??? Davin juga pesantren ???" tanya Siti


" Iya " ucap Meita


" Ya ampun, allhamdulillah ikut bangga. Kenapa malah nangis. Harusnya bahagia."


" belum terbiasa tanpa mereka" ucap Meita pelan.


Guru guru dan kepala sekolah yang lain turut menghibur Meita karena Meita tidak berhenti menangis


" Saya lemah kalau urusannya dengan anak " ucap Meita didepan semuanya.


" Iya itulah kenapa anak disebut buah hati, sampau kapanpun wapaupun mereka besar. Mereka tetap anak - anak untuk kita " ucap Kepala sekolah


" Ibu Persit harus kuat " ucap guru agama kepada Meita


Meita memaksakan tersenyum di depan rekan - rekannya dan bel masuk sekolah pun sudah berbunyi. Meita mengusap air matanya dan tersenyum


" Makasih semuanya, maaf pagi - pagi sudah melow " ucap Meita


 


pulang sekolah Meita hanya termenung di rumah nya sendiri.


" Ini ya yang namanya kesepian " gumam Meita.


Meita mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan di grup nya


Meita : geng


Adel : gong


Tanti : kenapa Mei??


Adel : masih menangisi anak - anak???


Meita : sepi tanpa mereka😭😭


Adel : nanti juga terbiasa


Tanti : iya terbiasa seperti di selingkuhi oleh suami🤭🙏


Meita : beda lagi lah, sama suami tidak ada hubungan darah. Kalau anak - anak itu separuh jiwa aku😭 Aku tidak bisa tanpa mereka


Adel : sabar Mei, mereka lagi mencari ilmu🥺


Tanti : iya Mei, senoga kelak mereka tumbuh menjadi laki - laki yang baik, bertanggung jawab dan berahlak mulia🤲


Adel : aaamiiin


Meita : iya Aaamiiin, jangan sampai seperti Papah nya.


Adel : mau ngopi bareng??? Yuk ketemuan sekarang habis ashar


Tanti : ayo


Meita : mager ah kalau sudah di rumah, besok saja pulang sekolah langsung meet up nya


Adel : ya sudah jangan terlalu memikirkan anak - anak, pikirakan suami kamu. Masih di blokir kah..???


Meita : masih lah, ngapain juga buka blokirnya.


Adel : jadi tidak berkabar dong dari hari minggu


Meita : iyalah ngapain juga, dia sudah baliki Aku ke orang tua ko. Tinggal nunggu sah cerai saja


Adel : tidak semudah itu😌


Meita : semoga saja mudah, masa mau begini - begini saja.


Tanti : ya setidaknya dipikirakan lagi, tidak apa - apalah sekarang kalian mungkin butuh waktu untuk saling mendiamkan. Tapi nanti sebaiknya dibicarakan lagi baik - baik


Meita : sudah tidak ada yang harus dibicarakan🤢sudah cukup


Adel : semua keputusan ada ditanganmu


Tanti : asal jangan ada penyesalan saja nantinya


Meita : menyesal tidak dari dulu minta cerai, itu yang paling bener


Adel : 🤦‍♀️


Tanti : 🙄


----- meita menyimpan ponselnya, hanya sekedar chat saja bersama teman - temannya rasa nya sudah membuatnya lega .


Tepat pukul 20.00 tiba - tiba hujan begitu derasnya. Meita sudah mengunci semua pintu rumahnya, dia pun sudah berada di kamar nya dan berbaring dibalik selimut. Tiba - tiba dia terperanjat ketika bel rumahnya berbunyi.


" siapa??" gumam Meita


Meita pun keluar dari kamarnya dan membuka gorden rumah nya, dilihatnya diluar gerbang pagar rumahnya mobil suaminya.

__ADS_1


" Mas Ibnu??" ucap Meita dan menutup kembali gorden rumah nya.


__ADS_2