
Saat adzan subuh berkumandang Meita sudah bangun, dia buru buru mandi dan mengeringkan rambutnya. Suara pengering rambut yang digunakan Meita membangunkan Ibnu ya g sudah terlelap tidur.
" Jam berapa Mah??"
" Sebentar lagi subuh" jawab Meita. Namun tidak terdengar lagi suara suaminya. Tepat setelah dia berpakaian, adzan subuh pun berkumandang, Meita sholat subuh tanpa mengajak suaminya dan seperti biasa dia selalu menengadahkan kepalanya membuka kedua telapak tangannya berdoa kepada Alloh, meminta segala sesuatu yang yang paling baik untuk dirinya dan juga keluarganya.
Meita selalu mengurai air mata saat dia berdoa, isakan tangis Meita membuat Ibnu membuka mata dan melihat ke arah Meita.
Meita sudah membuka mukenanya dan melipatnya
" hari ini anak - anak sekolah??"
" iya, anak anak sekolah dari hari senin sampai hari sabtu. Dari jam 07.00 sampai jam 16.00
" jadi kakak pesantren??"
" jadi, mulai pesantren nya hari rabu"
" ooh "
" Biaya perbulannya sekolah + pesantren 2jt500, barangkali Mas Ibnu mau memberikan separu gaji nya atau remunerasi nya untuk Kakak"
Ibnu bangkit dari ranjang nya lalu membuka tas nya dan membuka dompet nya. Ini atm khusus remunerasi.
" Isinya cukup untuk biaya anak - anak sekolah. " ucap Ibnu.
Meita langsung mengambil atm yang diberikan suaminya. Ini pertama kali nya dia di beri atm oleh suami nya. Selama menikah dia dia tidak pernah tahu berapa penghasilan suaminya dia hanya di transfer 2jt/bulan dari suaminya itu untuk biaya sekolah, untuk mereka makan untuk anak - anak jajan, untuk pakaian mereka dan untuk anak - anak main. Kalau saja dia tidak bekerja, dan tidak punya penghasilan sendiri. Cukup apa uang segitu dengan dua orang anak yang sudah sekolah dan banyak kemauan
" Biaya adik 750rb/bulan tanpa antar jemput dari sekolah".
"Kalau misal berat di biaya kamu pindahkan adik di sekolah gratis saja, di sekolah Mamah misal" ucap Ibnu
mendengar ucapan suami nya dia memilih tidak bicara lagi. Dan hendak menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk anak - anak nya. Mengecek juga apakah anak - anaknya sudah bangun atau belum. Sebenarnya dia ingin sekali menanyakan perihal Tiara dan Fitri yang ada di ponsel suaminya. Namun dia memilih diam, karena dia takut suaminya merubah pola ponsel nya. Dia menahan rasa dan memilih pura - pura tidak tahu.
" Ayo Meita, kamu pasti bisa. Ini bukan pertama kali nya bukan suami kamu bermain dibelakang mu dengan perempuan lain" gumam Meita sudah berada di luar kamar, lalu menutup pintu kamar dengan perlahan.
seperti biasa Meita menyiapkan sarapan dan bekal anak - anak nya. Setelah selesai Meita baru mengecek ke kamar anak - anak nya untuk bangun, mandi sholat dan siap - siap.namun siapa sangka anak - anaknya sudah melakukannya sendiri. Bahkan Davin sudah bersiap dengan baju olahraganya.
" Ya ampun ade, ade sudah siap??"
" iya dibantu kakak" jawab Davin dan dilihat nya Mujib berada di kamar Davin dan sudah berpakaian lengkap.
" Nanti Kakak akan pesantren, mungkin tidak akan pernah lagi membantu Ade untuk siap - siap ke sekolah"
" Kakak" ucap Meita dan mendekati Mujib.
__ADS_1
" Soleh pinter banyak rejeki sehat panjang umur Nak" ucap Meita sambil memeluk dan mencium puncak kepala anak nya.
Kemudian mencium anak bungsunya juga.
" Soleh pinter banyan rejeki sehat panjang umur" ucap Meita kembali sebelum mencium puncak kepala anak bungsunya.
Itu menjadi kata - kata yang menjadi kebiasaan Meita saat mencium puncak kepala anak - anak nya.
" Yuk sarapan dulu, setelah itu berangkat kesekolah, ade dan Kakak kan olah raga bersama dulu jam 06.30, jadi kita harus berangkat lebi awal." ucap Meita sambil menggiring anak - anak nya keluar kamar dan turun ke meja makan untuk sarapan.
" Papah pulang???" tanya Mujib saat melihat mobil Papah nya di depan rumah.
" Iya, yuk duduk dulu. Nanti Mamah panggil Papah untuk sarapan bareng" ucap Meita.
" Kapan Papah pulang??" tanya Davin
" Tadi malam"
Setelah anak - anak nya duduk Meita ke kamar nya. Ternyata suaminya masih berdiri dengan posisi membelakangi pintu kamar dimana Meita masuk dan belum mandi sama sekali.
" Mas, belum mandi?? Anak - anak sudah siap mau sarapan." ucap Meita
Suaminya berbalik dan memegang kertas dimana semalam Meita menggambar berbagai pola ponsel dan mencoba membuka pola kode ponsel suaminya.
" apa ini??" tanya Ibnu
" tanpa Aku jawab Mas sudah tahu jawabannya"
" Kamu membuka ponsel ku??"
" Iya " jawab Meita dengan datar.
" kamu mencari apa??"
" tidak mencari apa - apa, memang Mas menyimpan apa disana sampai harus aku cari"
Mendengar jawaban Meita, Ibnu pun mendekat.
" Kamu menemukan pola nya?? Dan kamu bisa membukanya??"
" Iya, dan aku sudah tahu semuanya"
" tidak ada apa - apa di ponsel Papah " ucap Ibnu
" Kalau tidak ada apa - apa tidak mungkin kamu membuat pola ponsel yang aku tidak tahu, tidak mungkin kamu membawa ponsel kamu saat kamu masuk ke kamar mandi, tidak mungkin kamu merubah ponsel kamu ke mode pesawat."
__ADS_1
" setiap orang punya privasi"
" pantas kita disebut pasangan suami istri kalau masih ada kata privasi, hubungan kita sudah tidak sehat sejak lama Mas. Sudah aku tawarkan dari dulu jika Mas ingin berpisah dengan Aku, Aku sudah siap"
" tidak semudah itu kita berpisah, harus ada bukti bukti yang kuat untuk kita bisa berpisah. Kamu tahu, banyak anggota Mas juga yang proses cerai nya menggantung. tidak semudah itu bisa bercerai dengan TNI. lagian kamu fikir jadi janda TNI bakal di lirik laki - laki lain, kamu harus tahu cerai dengan TNI itu susah, dan kalau sampai cerai pasti kasusnya sudah fatal, kamu akan dipandang sebelah mata"
" terserah Mas Ibnu, hanya yang pasti. Ini untuk kesekian kali nya Aku tahu kamu ternyata belum berubah. Silakan kalau mas mau CLBK dengan Tiara, silakan"
" dia sudah punya suami"
" Siapa tahu dia mau tuker suami nya dengan kamu Mas, siapa tahu suami nya Tiara mau sama Aku" ucap Meita
" Ngomong apa sih kamu jangan ngaco"
" Atau kamu mau sama Fitri??? Dia pegawai puskesmas. Dari postingannya dia sendiri terus tanpa suami hanya ada dua orang anak yang dia post. Dia janda bukan??nah atau sama dia saja. Sekalian kamu kasih biaya anak - anak nya." ucap Meita dengan nada tinggi karena dia sangat merasa kesal, suaminya bahkan pelit dalam urusan uang."
" Fitri hanya sebatas teman waktu SMA"
" iya dulu teman SMA, sekarang teman curhat. 10 tahun Mas sudah memberikan pelajaran yang sangat penting untuk Aku mas, ingat ya Mas. Kesabaran aku ada batas nya. Aku bisa melakukan hal yang sama seperti yang Mas lakukan dengan perempuan lain.
" Aku juga bisa melakukannya dengan laki - laki lain, persetan dengan nama baik" ucap Meita makin menjadi.
" Aku dengan susah payah menjadi istri yang baik, menjaga nama baik mu, nama baik keluarga mu"
" Jangan salah kan aku kalau suatu saat aku seperti kamu, karena kamu sudah mengajarkan aku selama 10 tahun terakhir ini, Aku sudah biasa diabaikan. Aku juga mulai bisa mengabaikanmu."
" Jika istri orang lain cantik di matamu, maka istrimu juga cantik di mata laki - laki lain. Ingat itu!!!" ucap Meita dan berlalu meninggalkan Ibnu dikamarnya.
Meita!!! " Teriak Ibnu saat Meita membuka pintu kamarnya hendak keluar meninggalkan ibnu di kamarnya
Saat Meita membuka pintu, Meita membulatkan matanya ternyata Mujib berdiri didepan pintu kamar nya.
" Kakak" ucap Meita dengan ragu ragu Meita mendekati Mujib
" kakak mendengarnya??" tanya Meita dengan mata berkaca - kaca
.
.
.
.
.😁😁🙏🙏🙏
__ADS_1
Segitu dulu ya, makasih ya dukungannya yang membuat ku smangat lagi menulis