
Ibnu sedang berada di kantin batalyon dan makan siang bersama Ardi.
Ibnu mengecek pesan yang dia kirim kepada Meita, namun ternyata hanya di lihat saja.
" Mah, sudah pulang sekolah??" tulis Ibnu dipesan yang dia kirim kembali.
--- " bagaimana komunikasi hari ini setelah blokir kontak maneh di buka??"
" belum komunikasi Le"
" terus Tiara bagaimana Le, mau diapakan sekarang???"
" aing masih balas pesannya,balasnya pun harus sangat hati - hati, takutnya salah chat. Bahaya Le, Tiara belum jinak" jawab Ibnu sambil mengusap pundaknya dan sedikit memijit belakang kepalanya sendiri. Dia ingat bagaimanaTiara mengancamnya.
" Yaaah masa bom saja bisa dijinakan, Tiara tidak. Kamu pasti bisa Le"
" Tiara memang persis seperti bom, bom waktu yang siap meledak kapan saja"
" hahahah parah selingkuhan maneh, baper berat. Memang maneh komitmen apa sih sama Tiara"
" Harus ya aing cerita sama maneh Le??"
" Harus lah"
" cepat maneh cerita Le " paksa Ardi
" ya komitmen akan selalu ada disaat dibutuhkan.kamu butuh aku, Aku ada. begitupun sebaliknya"
" alamak kaya anak baru gede yang mau pacaran.
Terus hari ini ngapain saja sama Tiara??"
" Untungnya lagi ada suaminya"
" syukurlah, kusut wajah mu Le.kelihatan banyak beban, selingkuh itu harusnya happy. Bukan dibikin ribet"
" mana tahu bakal seribet ini" jawab Ibnu.
--- sedangkan di Bandung Meita masih menahan tangis nya agar tidak bersuara.
" Mei, kamu nangis??" tanya Kholis lagi
" Engga, hehehe nangis kenapa coba. Hadeuh Abang" jawab Meita, berusaha seperti biasa sambil mengusap air matanya lagi
" hehe maaf "
" sering banget minta maaf ih, pasti sering melakukan kesalahan"
" kesalahannya cuma sekali, tapi permintaan maaf berkali kali pun tidak akan cukup"
" lebay, Bang sudah dulu ya. Mau bobo siang dulu"
" jangan pamit bobo siang ah. Abang trauma. setelah itu besok kamu hilang, sulit Abang hubungi"
" hahaha ya ampyun segitunya"
" janji ya jangan hilang - hilang lagi, sebelum kita bertemu dan Abang minta maaf langsung"
" hahahaha jangan lah jangan bertemu, nanti ketahuan istri Abang. Bahaya Bang"
" ya jangan sampai tahu dong"
" naluri istri tidak pernah salah, dia pasti tahu. Kalau sampai tahu, akan sangat menyakitkan sekali kalau tahu suaminya ada komunikasi dengan mantannya"
" seperti pernah saja, suami kamu pernah komunikasi juga dengan mantannya??"
mendengar pertanyaan Kholis, Meita terdiam seketika.
" Mei??"
" enggak pernah kayanya"
" Kamu kenal mantan pacar suami kamu??"
" Engga, cuma tahu namanya saja. Itupun dikasih tahu suami kalau lagi ngobrol sebelum tidur.hehehehe"
" Suami kamu pernah nanya siapa mantan kamu??"
" pernah"
" Kamu cerita tentang Abang??"
" enggak, hehehehe. Terlalu perih untuk diceritakan.hahaha " ucap Meita sambil tertawa
Namun lain halnya dengan kholis yang merasa tidak enak dengan ucapan Meita.
__ADS_1
" tuh kan, kan Abang sudah minta maaf"
" iya ih, Aku cuma becanda. sudah ah kapan Aku tidur siangnya kalau ngobrolnya tidak selesai selesai" ucap Meita
" sebentar dong, lagi asik ngobrol juga. Boleh tidak panggilan vidio sebentar??" tanya Kholis
" boleh, tapi jangan lama - lama ya"
iya " jawab kholis lalu beralih ke panggilan Vidio
Meita pun menggeser tombol terima panggilan vidio.
Dan taraaaaaaaa....
Meita dan Kholis untuk pertama kali nya setelah 12 tahun saling lihat di ponsel masing - masing.
" Hay " ucap Kholis dengan senyum penuh melihat wajah Meita
" hay juga" jawab Meita sambil tersenyum, namun mata sembab Meita masih bisa di lihat Kholis
" Habis nangis apa ngantuk??"
" ngantuk Bang"
" emang harus ya tidur siang??"
" wajib"
" anak - anak kemana??"
" pesantren"
" jadi, kamu di rumah sendiri??"
" Iya"
" suami pulang kapan??" mendengar pertanyaan Kholis, Meita bingung harus menjawab apa.
" mmmmm , kapan ya. Tidak tahu Aku juga. Soalnya pulang nya tidak tentu. "
" berapa minggu sekali?? Atau berapa bulan sekali?"
" kadang seminggu sekali, kadang dua minggu, kadang satu bulan, kadang dua bulan, kadang pernah sampai tiga bulan baru pulang."
" waduh, suami kamu kerja apa sih??" tanya Kholis mengerutkan keningnya
" Apa pangkatnya??" tanya Kholis dengan ekspresi datar saat tahu suami Meita TNI. Meita pikir Kholis akan kaget, lalu langsung pamit pergi. Dan mengakhiri komunikasi nya.
" sama dengan Abang"
" Mayor?? Akmil tahun berapa?? 2006, 2007, 2008 atau 2009??"
" hahahaha bukan dari akmil"
" secapa? berarti secapa 2009 ya??"
" hahahaha bukan ih"
" lalu apa?? Sersan mayor " jawab Meita sambil terkekeh
Mendengar jawaban Meita, Kholis merasa bangga.karena suami Meita masih jauh berada di bawahnya.
" kenapa tidak ikut ke Bogor??"
" jangan nanya itu lagi, bosen jawabnya. "
" Berapa lama LDR??"
" semenjak nikah lah. 10 tahun"
" ikut kegiatan persit??"
" pertemuan wajib saja 1 bulan sekali"
" alamak "
" Bang sudah dulu ya, Aku ngantuk banget."
" Ya sudah, selamat istirahat. Terimakasih untuk hari ini" ucap Kholis sambil tersenyum
Di balas acungan jempol oleh Meita dan senyuman yang membuat Kholis bergetar melihat senyuman itu.
" bye " ucap Meita
Meita memutuskan sambungan telepon nya. Bersama Kholis
__ADS_1
" hadeuh" gumam kholis saat melihat wajah Meita sudah hilang dari ponselnya.
Kholis tersenyum sendiri mengingat kembali obrolannya dengan Meita.
" Cuma serma, sersan mayor" gumam Kholis sambil tersenyum ngece.
" apa benar dia bahagia??" gumam Kholis kembali. Karena Kholis merasa heran dengan suami Meita yang tidak pulang sampai tiga bulan, sedang Kholis tahu bagaimana kegiatan TNI.
-------- " Bang Kholis aneh ya, tidak takut apa ketahuan istrinya chat kembali bareng mantan pacar. Persit juga" gumam Meita menyimpan ponselnya dan mencoba memejamkan matanya di sofa setelah dia matikan siaran televisinya.
Baru saja Meita mencoba memejamkan matanya. Dia ingat kembali dengan chat Fatih yang belum dia balas
" Aku asli purwakarta🤭🙏"
5 menit
15 menit
20 menit
25 menit
30 menit
1jam
Pesannya belum dilihat apalagi dibalas, akhirnya Meita tidak tidur siang karena adzan ashar sudah berkumandang. Dia pun beranjak dari sofa.
Setelah selesai sholat ashar Meita masak seadanya untuk dia makan malam kalau lapar. Dia merasakan kembali sepi tanpa anak - anaknya. Kalau tanpa suami dia sudah terbiasa, tapi tanpa anak - anak dia harus membiasakan dengan susah payah.
Sampai adzan magrib berkumandang, Meita melaksanakan kembali sholat magrib.bada magrib adalah waktu yang paling bagus untuk berdoa.
Meita menengadahkan kedua tangannya untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT
Bismillahirrahmanirahim Allahumma Fighfirlii Wa Liwaa Lidhayya Warham Humaa Kamaa Rabbayaa Nii Shaghiraa.” “Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”
Ya Allah jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan sunah, orang-orang yang paham dalam agama diberkahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.”
ya Allah kabulkan do' a hamba, karena hanya kepadamu hamba meminta. Hanya kepadamu hamba memohon.
Allahumma innaa nas aluka salaamatan fid diin, wa 'aafiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil 'ilmi wabarokatan dir rizqi, wa taubatan qoblal maut, warohmatan indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut, allaahumma hawwin 'alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal 'afwa indal hisaab.”
Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar
Aaaamiiiin ya robbal'alamin.
Meita mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, tanda doanya sudah selesai.
Namun Meita mengingat kembali suaminya. masih duduk diatas sajadahnya, sudah ada satu minggu setiap sholat dia tidak mendoakan suaminya.
Meita pun membuka kembali telapak tangannya dan menengadahkan kepalanya.
Bissmilahirrahmanirrohim
Allahumma Innii As-alikal 'Afwa Wal 'Aaffiyah Fid Dun-yaa Wal Aakhirah. Allahumma Innii As-Alukal 'Afwa Wal 'Aafiyah Fi Diini Wa Dunyaa-ya Wa Ahlii Wa Maalii. Allahummas-Tur 'Au-Raatii Wa Aamin Rau-'aatii,”.
Ya Allah lindungilah suami hamba dimanapun dia berada, bimbinglah dia agar selalu dijalan yang benar. Ucap Meita dalam doanya.
Ya Alloh apakah masih panjang jodoh hamba bersama suami hamba ya Alloh. Jika memang kami masih berjodoh, tolong bimbing dia selalu di jalan yang benar ya Allah, jadikanlah hamba wanita satu satunya yang ada dalam hati dan hidupnya ya Allah. Lembutkan hati nya lembutkan. Aaamiiin ya alloh ya mujib.ya mujib . ya mujib
Ya Mujib
Ya Mujib
ya Mujib
Ya Mujib
Meita terus mengulang kata ya Mujib sampai 1001 kali, berharap Allah mengabulkan doanya.
Ya Meita mengambil nama salah satu anaknya dari salah satu asmaul husna, Ya Mujib yang artinya kabulkan/ maha mengabulkan.
Saat Meita baru mau beranjak adzan isya sudah berkumandang kembali. Dia pun langsung melaksanakan sholat Isa.
Setelah melaksanakan sholat isa, Meita mengunci semua pintu pagar dan rumahnya. Dia akan bersiap tidur,namun Meita tidak lupa membuka kembali ponselnya melihat kembali pesan yang dia kirim sudah di balas Fatih atau belum
" waduh lama sekali balasnya, kemana kemarin???" balas Fatih 30 menit yang lalu
.
.
Terimakasih sudah berkenan mampir di ceritanya...🙏
.
__ADS_1
.