Nama Baik

Nama Baik
NB 15


__ADS_3

" Mah " ucap Mujib


" hay, sini sayang , ade sudah tidur???"


" sudah, Mah kenapa Papah bawa koper?"


" Papah bilang ke Kakak apa??"


" Mau latihan di Jogya "


" iya itu benar kata Papah"


" Papah pasti kesini lagi kan Mah???'


" kesini dong, kan anak - anak nya ada disini "


" Kapan Papah pulang lagi???'


"kalau ada libur jumat juga pulang, tadi kan Papah bilang begitu. Kakak dengar sendiri kan??"


" Mah kalau pisah itu seperti Kakak mau pesantren nanti hari rabu pisah sama Mamah dan Papah"


" iya "


"jadi Papah pasti datang lagi Mah??"


 Meita hanya mengangguk mendengar pertanyaan Mujib


" Kemarin kata Papah kalau Mamah dan Papah mau pisan, karena Mamah minta cerai. terus kata Papah, Mamah minta cerai terus. Kata Papah cerai itu pisah rumah tidak bersama - sama lagi. nanti kalau misal ada laki - laki yang dekat dengan Mamah, terus menikah sama Mamah laki - laki itu bakal jadi Papah tiri Kakak "


"jahat sekali kamu Mas membicarakan hal ini kepada Mujib, dia masih terlalu kecil untuk membahas hal ini " gumam Meita.


"sayang dengar, kamu sekolah dan pesantren yang benar. Apa yang Papah ucapkan kemarin, tidak perlu Kakak ingat - ingat" ucap Meita sambil mengelus kepala anaknya yang duduk dihadapannya. Meita memeluk Mujib lalu mengecup puncak kepalanya.


" semua akan baik - baik saja, nanti Papah seperti biasa akan pulang ke rumah walau waktunya akan lama, karena liburnya susah. Kan Kakak tahu sendiri."


" Kalau sudah besar Kakak tidak mau jadi Tentara seperti Papah, takut susah bertemu Mamah " ucap Mujib


Meita menatap bola mata anaknya yang menatapnya


" jadi dokter ya, nanti kalau Mamah sakit. Kakak yang obatin, kakak yang rawat Mamah "


Mujib tersenyum mendengar ucapan Mamahnya


"Mamah sayang Kakak"


" apalagi Kakak " Jawaban Mujib membuat Meita tersenyum


" ya sudah Kakak tidur ya, besok hari senin. Kakak sekolah terus harus berangkat pagi, kan upacara bendera "


" iya Mah " ucap Mujib dan meninggalkan Meita untuk kembali ke kamar nya.


------------------------- Sepeninggalan Mujib Meita merebahkan tubuhnya, meluruskan punggungnya dan menatap langit - langit kamar. cukup lama dia tertegun sampai dia mencoba memejamkan matanya, dia masih tidak menyangka suaminya sudah mengembalikan dia kepada orang tua nya. Kemudian Meita bangun kembali dan mengambil ponselnya lalu memblokir kontak suaminya, bahkan seluruh akun sosial media suaminya juga dia blokir.


---------------- tepat pukul 22.00 Ibnu baru saja sampai di Bogor.


Ibnu langsung mengecek ponsel nya dan membuka apikasi khusus dia untuk chat bersama teman - teman wanitanya.


Ibnu paling pertama membuka chat dari Tiara


 "Komandan sudah sampai Bogor belum???😍"


" masih ceklis 😞"


" cepat kabari ya kalau sudah sampai, kangen❤ "


Ibnu membuka pesan dari Tiara sambil tersenyum.


" Baru sampai nih Bu " jawab Ibnu

__ADS_1


" Sudah makan?? sudah ganti baju???


" belum kan baru sampai, aman tidak???? suami kemana???"


" aman , suami sudah tidur "


" ooo "


" kangen tidak sama Aku???"


" kangen "


" apa kabar anak dan istrimu??'


" Meita tahu tentang kita, dia juga tahu tentang Mas yang kemarin pulang dulu ke Jogya "


" terus???"


" kita off dulu ya"


" ko begitu???"


" iya demi kebaikan juga, soalnya Meita minta cerai, takutnya dia laporkan tentang Ibu, kamu tahu sendiri kan konsekuensinya. Ibu kan istri orang. seragam Mas taruhannya"


 " Tapi aku belum  bisa tanpa kamu Mas, baru saja kita komunikasi lagi, baru kita bertemu lagi kemarin setelah 12 tahun tidak bertemu "


" iya jadi kita off dulu sampai suasana dingin ya "


" tidak mau, pokoknya Tiara pengen komunikasi seperti biasa, tidak apa - apa hanya chat juga yang penting Mas jangan menghilang☹."


membaca pesan Tiara , Ibnu mengusap kepalanya.


" Mas Ibra😭 " isi chat Tiara namun hanya di baca saja oleh Ibnu


" Mas Ibrahim Nur Sujud, kalau memang Mas Ibra Mau cerai. Tiara juga mau mikir bagaimana cara nya pisah sama suami " chat Tiara kemudian namun hanya di lihat oleh Ibnu


" jangan ngomong yang aneh - aneh, kan kita kemarin sudah sepakat. kamu dengan suami kamu, aku dengan istri ku. Namun Aku selalu ada buat kamu begitupun sebaliknya. Tanpa harus merusak rumah tangga masing - masing "


" proses cerai Tentara lama, tidak semudah sipil "


" mas mau makan dulu ya, terus ganti baju "


" jangan abaikan Tiara MAs "


" iya " jawab Ibnu agar Tiara tidak mengirimnya lagi pesan.


------- Ibnu membuka pesan dari Fitri


" Mas Ibra "  ( Memang saat masih sekolah Ibnu dipanggilnya Ibra, entah kenapa setelah jadi tentara teman - temannya memanggil Ibnu. mungkin singkatan dari namanya yang panjang Ibrahim Nur Sujud)


" Hai " jawab Ibnu


" Sudah di Bogor ??"


" sudah "


" bagaimana istrimu apa masih cuek dan mengabaikanmu "


" ya masih seperti biasa, dia cuek dan tidak ada mengirim pesan menanyakan Aku sudah sampai atau belum


" istri kaya begitu harus di tukar tambah Mas sama yang baru "


" Iya dia minta cerai malahan "


" terus ???"


" dia menuduh yang tidak - tidak "


" tapi yang dituduhkannya benar tidak ???"

__ADS_1


" ya begitulah Fit, susah kalau ngomong sama orang yang berpendidikan tinggi apalagi wanita karir, mana mau mendengar ucapan suaminya " jawab Ibnu menjelakan istrinya kepada temannya


" Aku juga wanita karir tidak begitu, Aku nurut sama suami. yah tapi suami Aku nya yang tidak pandai bersyukur, kan Aku sudah cerita kemarin sama Mas Ibra. Makanya aku sekarang jadi janda "


" ga tahu lah Fit bingung, dia juga nuduh aku ada apa - apa dengan kamu gara - gara ada foto kita di nikahan Heri kemarin "


" ya tidak apa - apa siapa tahu jadi do'a, Aku kan janda. heheheheh "


Pesan dari Fitri malah bikin bingung Ibnu.


Fit sebentar ya, Mas ganti baju dulu terus makan. soalnya baru sampai nih"


" oke, besok berkabar lagi ya "


" sip


------------------- kemudian Ibnu membuka chat dari Leni


" hay sudah di Bogor??"


" sudah baru sampai "


" terus kapan kita jadi ketemuannya Bang, kemarin Abang malah pulang "


" paling sabtu "


" nanti Abang pulang lagi, besok yuk Bang. ketemuannya, Leni besok pulang sekolah makan di depan Batalyon ya, Abang nyamperin. soalnya tidak enak ah chat tapi belum pernah bertemu, kita kan chat sudah lama "


" ya sudah besok kabari lagi ya "


" siap Bang "


---------------- kemudian ponsel Ibnu berdering panggilan dari sahabatnya Ardi


" celeng sia lama kali angkat telpon aing, sudah sampe belum???"


" wis "


" terus bagaimana kabar bojo mu??"


" minta pisah Le, aing bingung "


" makanya Le kalau mau main - main itu sing rapi. "


" sudah rapi celeng, memang istri aing nya saja yang pinter "


" terus lagian Le ngapain sih masih mau sama Tiara, istri orang lagi "


" nama nya mantan Le, silaturahmi lah."


" yang namanya sama mantan tidak perlu lah silaturahmi, apalagi kalau sampai membahayakan karir, inget Le. bahaya istri orang "


" ya sudah sia celeng asu malah bikin aing tambah pusing"


" ya sudah cepat kabari bojo mu kalau kamu sudah sampai celeng "


" dia tidak menanyakan aing sudah sampe apa belum"


" kan sia juga celeng yang ngajarin dia begitu "


" ya sudah aing telp bojo aing dulu " ucap Ibnu sambil menutup telponnya. Saat membuka kontak Meita, Ibnu heran kontak Meita tidak ada Fotonya.


" Mah " tulis Ibnu di chat yang dia kirim namun ceklis satu


" Diblokir??" ucap Ibnu setengah tidak percaya.


Ibnu membuka akun sosial media lainnya, diblokir juga, Ibnu tidak percaya semua akun sosial media nya di blokir. Ibnu mencoba menelpon Meita dengan telepon biasa namun tidak bisa juga.


Ibnu mulai panik, ternyata istri nya kali ini serius mau pisah dengannya. Ini pertama kali nya selama dia melakukan kesalahan Meita sampai memblokir seluruh akses komunikasi.

__ADS_1


" Iya diblokir " ucap Ibnu sambil meremas ponsel nya.


__ADS_2