
Jam 22.00 Meita baru sampai rumah nya di antarkan Tanti.
" eh itu mobil suami kamu kan??" tanya Tanti saat lampu mobil menyorot rumah Meita.
" Iih ko sudah pulang lagi, tumben " ucap Meita
" Bagus dong " tambah Adel.
" Marah ga ya kamu main sama kita?? Ko perasaan aku tidak enak ya " tambah Tanti
" Engga akan " jawab Meita sambil turun dari mobil Tanti
" makasih ya untuk hari ini, sering - sering culik aku " ucap Meita sambil tersenyum memperlihatkan gigi nya.
" Iya , sana cepat masuk. Jangan sampai ada perang dunia " timpal Adel
" wkwkke iya salam buat suami kalian ya. Mas Andre dan Mas Budi " ucap Meita dan berlalu meninggalkan temannya.
Tanti melajukan mobil nya setelah yakin Meita menutup pintu pagar rumah nya.
---- Meita melihat suaminya duduk di dalam mobil dan memperhatikannya. Sedang Meita berlalu begitu saja setelah sekilas melirik suaminya dan membuka kunci rumah nya.
Ibnu masuk saat pintu rumah nya terbuka.
Meita menyalakan lampu rumah nya, dan mengabaikan Ibnu.
" Jadi begini kelakuan kamu selama ini??" tanya Ibnu
Meita hanya sekilas melihat Ibnu lalu masuk ke dalam kamar nya.
ibnu mengikuti Meita masuk ke dalam kamar yang sama
" setiap hari kamu pulang selarut ini??" tanya Ibnu
" setiap hari kamu main bersama mereka??"
" Mas Ibnu tumben pulang??? Biasanya 2 bulan atau 3 bulan baru pulang. Ini baru 2 hari pulang, ko sudah pulang lagi."
" kenapa?? Kaget ya Mas pulang dan ketahuan kelakuan kamu"
" kelakuan apa??"
" Kelayapan dan mengabaikan suami"
" Kelayapan dan mengabaikan istri maksudnya??"
" oh jadi begitu tingkah sarjana pendidikan yang sebenarnya"
" jangan bawa - bawa pendidikan Aku" jawab Meita datar
" ikut pengajian coba, biar tahu. Baik tidak seorang istri meninggalkan rumah tanpa ijin suami. jangan kelayapan sama orang - orang yang tidak jelas"
" maksudnya??? siapa orang - orang tidak jelas?? Adel dan Tanti??? "
" Iya "
" hati - hati Mas kalau ngomong, mereka wanita baik - baik. mereka juga punya suami. Suami nya Adel TNI, suami nya Tanti karyawan Bank. mereka juga wanita wanita mandiri, punya pekerjaan sebagai ASN. Tidak jelas nya di bagian mana ya??"
__ADS_1
" mengajak kamu main sampai pulang selarut ini. Kamu tahu ini jam berapa??" tanya Ibnu
Meita melirik jam dinding di kamarnya. Jam sudah menunjukan pukul 22.30.
" sama kamu aku tidak pernah diajak main mas, selama 10 tahun nikah sama kamu, tidak pernah diajak jalan - jalan. Tidak pernah diajak makan bareng diluar, Tidak pernah diajak nonton bareng. Salah kalau teman - teman aku mengajak Aku??? Menyenangkan hati Aku?? Harusnya kamu berterima kasih sama mereka."
" Mulai besok kamu tidak perlu main lagi dengan mereka"
mendengar ucapan Ibnu Meita tersenyum sinis
" Oke kalau begitu besok aku mainnya sama suami orang " ucap Meita tanpa beban
Mendengar ucapan Meita, suhu tubuh Ibnu rasanya semakin panas. Ingin rasanya Ibnu menjambak Meita namun dia masuh menahan diri.
" jaga ucapan kamu Mei"
" kalau cuma ucapan tidak apa - apa kan. Belum aku lakukan. Beda sama Mas Ibnu yang sudah bertemu dan jalan bareng dengan Tiara, mantan Mas Ibnu yang statusnya istri orang."
" Mas jalan sama Tiara rame - rame, bareng teman - teman SMA. tidak berdua "
Meita hanya tersenyum mendengar ucapan Ibnu.
" jangan begitu " ucap Ibnu melihat senyum Meita. Ibnu lebih senang melihat Meita yang menangis saat ribut dengan nya. sekarang Ibnu tidak melihat lagi air mata yang keluar dari pelupuk mata Meita.
" Aku ganti baju dulu, nanti kita lanjutkan lagi kalau mau" ucap Meita mengambil baju tidur nya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Ibnu keluar kamar menuju dapur. Ibnu melihat meja makan kosong, tidak ada makanan apapun di meja makan. Biasanya semua makanan kesukaannya tersaji di meja makan, namun tidak pernah dia makan. Karena dia selalu makan di rest area sebelum sampai rumah.
Ibnu menarik nafas nya panjang, lalu mengambil mie instan untuk dia makan.
Ibnu cukup cepat membuat mie instan dan melahapnya. Rasanya dia belum puas untuk berdebat dengan istrinya.
Ibnu pun ikut berbaring disamping Meita.
" Kita belum selesai bicara"
" Besok ya, Aku mau tidur dulu. Besok harus sekolah" ucap Meita membelakangi Ibnu.
mendengar ucapan Meita, Ibnu pun memeluk Meita. Dan meraba dada Meita.
" Aku sedang tidak ingin bercinta dengan kamu Mas Ibnu " jawab Meita dan menepis tangan Ibnu
" tapi Mas ingin, dosa Mei menolak suami, Mas masih suami kamu "
" jangan ngomongin dosa lah, berasa jadi manusia paling benar saja"
" makin sering main dengan teman - teman kamu, sekarang lebih pintar bicara ya"
" dari dulu juga aku pintar bicara, hanya dulu Aku sambil menangis kalau debat sama kamu, sekarang engga karena air matanya sudah habis. " jawab Meita
" jadi mau kamu apa??"
" tidak ingin apa - apa, hanya ingin hidup tenang dan bahagia. Selamat malam Mas Ibnu "
Mendengar ucapan Meita, Ibnu memilih diam. Ibnu menatap langit - langit kamar lalu melirik ke arah Meita. Dilihatnya punggung istri nya. rasanya sekarang istrinya berubah total.
------- Ibnu membuka matanya saat gorden kamar dibuka oleh Meita. Meita sudah memakai pakaian rapi. Ibnu melihat jam menunjukan pukul 06.30.
__ADS_1
Meita dan Ibnu beradu pandang saat Meita mengambil tas dan kunci mobil di meja samping Ibnu tidur.
" berangkat ke sekolah sekarang??" tanya Ibnu
Meita tidak menjawab hanya melihat ke arah Ibnu lalu berlalu setalah mengambil tas dan kunci mobil nya.
Ibnu mengambil ponsel nya dan banyak sekali pesan dari petempuan perempuan yang selalu chat bersamanya. Namun Ibnu memilih membuka chat dari Ardi sahabatnya.
" Le, jadi balik maneh??"
" iya "
" sudah baikan sama bojo maneh?? Sudah minta di buka blokirnya??"
Membaca pesan dari Ardi, Ibnu menepuk jidatnya. Dia lupa meminta Meita membuka blokirnya.
Saat dia hendak beranjak dari tempat tidur nya. Sudah terdengar suara mobil istrinya meninggalkan rumah.
Mau tidak mau Ibnu mengurungkan niatnya meminta Meita membuka blokirnya.
" Belum Le, aing lupa. Semalam aing nyampe rumah. Bojo aing tidak ada di rumah. Dia balik jam hampir jam 11 malam"
" Wuih hati - hati Le, jangan - jangan main sama geng nya.padahal sambil bertemu laki - laki lain"
" Tidak mungkin lah Le"
" tidak ada yang tidak mungkin Le, kan maneh juga reuni sambil bertemu mantan "
Membaca chat Ardi rasanya menambah kacau perasaannya. Ibnu memilih untuk tidak membalas lagi pesan Ardi. Dia memilih mandi lalu sarapan.
------ Ibnu yang sudah mandi dan berniat sarapan sangat kaget saat melihat di meja makan masih tidak ada apa - apa untuk dia makan.
" ko jadi begini" gumam Ibnu.
------ Papua
Hari sabtu dan minggu Kholis tidak berdinas, hari sabtu ini kebetulan ada acara bersepeda sebatalyon.
Acara nya dimeriahkan olah artis ibu kota dan disediakan juva berbagai doorprize untuk acara gowes bersama yang diadakan oleh batalyon dimana Kholis sebagai komandan nya.
Ini sebagai acara terakhir yang di adakan Kholis sebagai perpisahan juga. Karena jabatan dirinya akan segera diganti oleh orang lain.
Selama kegiatan, Kholis masih kepikiran dengan Meita. Mau tidak mau Kholis harus menunggu hari senin untuk menghubungi kembali Meita.
Rasanya ingin hari itu juga Kholis menghubungi Meita, namun masih di tahan Kholis, Kholis mempertimbangkan untuk tidak menghubungi Meita saat weekend dan tanggal merah.
----- Bandung
jam istrirahat Meita membuka kembali ponsel nya. Dia tertawa sendiri membaca pesan dari teman - teman nya. beruntung dia punya tim ngunyah, punya Adel dan Tanti yang selalu ada.
Meita memposting kembali Foto sisa semalam yang belum dia post.
Akun Fatih Alfaridzi menjadi orang pertama yang memberikan like di postingan Meita.
Meita pun melihat akun Fatih Alfaridzi memposting sebuah foto kegiatan Fatih sebagai seorang TNI.
Meita pun membalas memberikan like dipostingan Fatih.
__ADS_1
Meita tersenyum sendiri melihat sosok Fatih.