Nama Baik

Nama Baik
NB 25


__ADS_3

Adzan ashar sudah berkumandang, namun Meita melihat Ibnu masih santai di rumah nya, belum menunjukan akan berangkat kembali ke Bogor.


Biasanya saat adzan dzuhur berkumandang, Ibnu sudah bersiap berangkat ke Bogor.


Meita melihat pesan dari teman - temannya, menanyakan apakah ikut ke kebundurian atau tidak.


Meita : tim, aku ga ikut ke kebun durian kayanya. Mas Ibnu masih di rumah


Adel : ajak saja


Meita : males ah, Aku masih kesel soalnya


Tanti : hadeuh, kamu juga kan chat sama Kholis. dia sama Tiara. Sama sama chat sama Mantan. Jadi menurut Aku ya sudah baikan saja


Adel : benar tuh, toh dia chat sama Tiara juga tetap kan pulang ke rumah😌


Meita : nanti Aku pikirkan lagi😬kalau mau pada berangkat ke kebun durian jangan jemput Aku. Aku tidak ikut. Bye


Meita menyimpan ponsel nya.


---- " jam brpa ke Bogor?? "


" habis magrib, kenapa??"


" tumben, biasa habis dzuhur berangkat "


" Biasanya apel IB jam 5 sore. Sekarang jam 9 malam "


Mendengar jawaban Ibnu, Meita tidak berbicara apa - apalagi.


" Mah, Papah minta maaf "


" Sudah di maafkan ya, jangan meminta maaf terus"


" jangan acuh begitu "


" tuh ponselmu berdering " ucap Meita sambil melihat ponsel Ibnu yang menyala di meja. Meita melihat si pemanggil Tiara


Ibnu melihat ke arah Meita


" Kalau mau dijawab jawab saja" ucap Meita sambil berlalu meninggalkan Ibnu.


" Hallo " ucap Ibnu menjawab telepon Tiara karena Meita sudah meninggalkannya di ruang tamu


" Mas sudah sampai Bogor ???"


" Masih di rumah " jawab Ibnu kemudian dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.


" Ih kenapa langsung dimatikan??" tulis Tiara di chat nya.


" masih di rumah tunggu sampai Aku yang menghubungi " balas Ibnu dan merasa sangat kesal dengan Tiara.


------ Ibnu mencari Meita ternyata Meita sedang sholat ashar.


Ibnu menunggu Meita hingga selesai sholat.


setelah beberapa menit Meita sudah menyelesaikan sholatnya.


Telat saat Meita berdiri dan membuka mukenanya Ibnu memeluk nya.


" Maaf "


Ucap Ibnu namun Meita tidak merespon apa - apa.


Ibnu melepaskan pelukannya dan menatap Meita


Tatapan datar dan biasa saja yang dilihat Ibnu. Dulu Meita selalu marah dan menangis saat dirinya melakukan kesalahan.


" Mas janji akan segera menyelesaikan urusan Mas dengan Tiara, beri Mas waktu "


Mendengar ucapan Ibnu, Meita masih terdiam.


Walau banyak perempuan yang pernah berhubungan dengan Mas, kamu tetap istri Mas sekarang dan selamanya.


Meita masih tidak membuka suara. Dia melipat mukenanya dan mengabaikan Ibnu.


Ibnu semakin frustasi saat Meita mengabaikannya.


" Mah, ngomong dong."


" Maaf Mas, Aku sedang malas berdebat. Sudah capek dan susah lelah. Sekarang terserah deh Mas Ibnu mau ngapain saja dengan Tiara atau perempuan mana pun yang Mas Ibnu mau, anggap saja Aku tidak tahu. Atau anggap saja Aku tidak ada"


" jangan bicara seperti itu"


" silakan Mas cari apa yang tidak ada pada diriku, dan kalau Mas Ibnu sudah menemukan perempuan itu. Perempuan yang Mas mau, perempuan sempurna yang selama ini masih dalam pencarian Mas Ibnu sampai ganti ganti perempuan mulai dari Memey, Yanti, Fitri, Leni sekarang Tiara dan entah siapa lagi nama perempuan yang tidak aku tahu.


" kamu perempuan sempurna Mei"


" Lalu kenapa Mas Ibnu masih penasaran dengan perempuan lain???"


" hanya chat saat Mas jenuh saja, pas Mas jauh dengan kamu dan anak - anak "


" chat dengan perempuan lain lalu lupa chat kepada istri sendiri dan anak - anak, bukan cuma aku dan kamu Mas yang berjauhan. Tanti juga dengan suaminya berjauhan, tapi suami Tanti tidak seberengse* kamu Mas!!"


" Suami Adel juga sama TNI, tapi suami Adel tidak sebajin*an kamu Mas Ibnu !!!"


Mendengar ucapan Istrinya rasanya dia sangat menyesal, baru kali ini rasanya kesalahan tidak termaafkan oleh Meita isrinya. Walau istrinya selalu mengatakan sudah dimaafkan.

__ADS_1


" silakan maki maki Mas sampai kamu puas, asal jangan minta berpisah. Kita menikah sudah 10 tahun, kasian anak - anak juģa"


" lebih kasian Aku Mas, Aku capek mendampingi kamu Mas.Capek !!!! Teriak Meita


" Sebaiknya Mas Ibnu secepatnya berangkat ke Bogor " ucap Meita dan keluar kamar meninggalkan Ibnu.


Sampai adzan magrib berkumandang barulah Ibnu bersiap untuk berangkat ke Bogor, sejak perdebatannya tadi sore mereka saling diam.


Ibnu menghampiri Meita


" Papah berangkat dulu " ucap Ibnu kepada Meita yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Meita hanya melihat sekilas kepada Ibnu, lalu fokus kembali depan laptopnya.


Ibnu memberanikan diri mendekati Meita lalu mencium kening Meita.


" hati - hati di rumah, jaga diri "


Mendengar ucapan Ibnu rasanya Meita ingin muntah, apa seharusnya Meita yang bilang jaga diri kepada Ibnu.


Ibnu meninggalkan Meita kembali untuk berdinas.


Di mobil menuju Bogor, Tiara terus menghubungi Ibnu.


Namun Ibnu masih mengabaikannya. Sampai pukul 21.00 saat Ibnu sampai di batalyon dia langsung ikut apel malam, pengecekan anggota yang sudah kembali dari ijin bermalam. Dia belum sempat membuka kembali ponselnya.


----


Sedang di Bandung Meita dan tim ngunyahnya sedang melakukan vidio call


" bagaimana tadi di kebun durian??" tanya Meita


" seru banget dong, tadi ada live music" jawab Adel


" Tanti nyumbang lagu dong??"


" Oia jelas, hampir satu album. Artisnya duduk manis saja aku gantikan nyanyi hampir sejam "


" hahahahaa harusnya honor nyanyi nya bagi dua tuh " ucap Meita


" Heeemmm ga tahan dia kalau lihat mix" tambah Adel


" Eh Mas Ibnu sudah berangkat lagi ke Bogor???"


" Sudah "


" Terus masih lanjut marahannya??"


" Masih lah, masih kesal. Apalagi tadi mantannya nelpon.mungkin dikira Mas Ibnu sudah berangkat ke Bogor"


" aduh udah deh jangan bahas Mas Ibnu tambah emosi saja"


" hemmm sabar ya"


" Jangan ajarkan sabar, sudah 10 tahun ko. Pengen cepat - cepat pisah kayanya"


" Hus, jangan ah. Rumah tangga banyak masalah itu wajar " ucap Tanti


" hoooh, lagian cerai PNS sama TNI tidak semudah memposting foto di akun sosial media" tambah Adel


" Nanti Mas Ibnu bakal sadar ko, tidak akan begitu terus, wajar ko laki - laki nakal, Mas Budi juga dulu pernah begitu" tambah Tanti


" Iya Mas Budi kan cuma sekali, udah ketahuan udah minta maaf, tidak di ulangi lagi. "


" Iya sih " jawab Tanti


" mas Andre kayanya pernah 2x deh apa 3x "


" Mas Ibnu sudah tidak terhitung jari Del "


" Yang penting tidak ngapa - ngapain"


" Masa iya tidak ngapa - ngapain" jawab Meita.


" pokoknya kalau untuk berpisah, untuk cerai dipikir - pikir lagi lah Mei, jadi janda itu tidak mudah. Dipandang sebelah mata, apalagi kita sebagai guru digugu dan ditiru, ada nama baik yang harus kita jaga Mei, ada nama instansi yang harus kita jaga"


" kaya pernah saja jadi janda " Meita terkekeh mendengar ucapan Tanti


" ingat nama baik Mei" tambah Adel


" sudah jangan katakan lagi nama baik, aku sudah trauma mendengarnya.


" Ya pokoknya usahakan perbaiki lagi, jangan minta cerai " ucap Tanti


" Aku sih terserah kamu Mei, tapi aku setuju sama Tanti "


" hahaha sudah ah jangan bahas Mas Ibnu, kasian nanti telinganya panas. "


" Eh Guys " ucap Meita sambil senyum melipat bibirnya


" Apa ih??" tanya Tanti dan Adel


" mayor Fatih chat akuuuuuuuuuu, aaaaaaah seneng dong Aku, tuh kan jadi keingetan belum balas lagi chat nya "


Tanti dan Adel langsung tepok jidat.


" Jangan baper dunia maya Meita!!! " jawab Adel

__ADS_1


" Hoooh lagian TNI, sama dengan suami kamu. Jangan macam - macam, coba kamu bilang sama dia. Kalau kamu persit, pasti langsung kabur. Takut seragam nya copot main - main sama Persit " tambah Adel


" Tidak mau bilang, kecuali kalau dia nanya, hehehehe " jawab Meita terkekeh kecil


" tidak apa - apa kamu hiburan lah sama dumay, tapi jangan sampai minta cerai. Lagian Mas Ibnu juga tidak mau menceraikan kamu kan" timpal Tanti


" hemmm aku cuma nyoba saja seperti Mas Ibnu"


" Asal jangan sampai merusak nama baik saja Mei, ingat kita wanita baik - baik. Malu sama pekerjaan dan pendidikan kita " tambah Tanti


" Wkwkkwkwkw iya "


" jangan merusak tumah tangga yang paling tepat "


" Mas Ibnu yang merusak rumah tangga tuh bukan Aku "


" hooh pokoknya sama Fatih, sama Bang Kholis. Ya sebatas chat saja, jangan lebih" tambah Tanti


" hooh jangan seperti suami kamu, kalau sama gilanya ya siap - siap rumah tangga hancur."


" iya benar tuh kata Tanti "


" Biasanya kamu dukung Aku, ko sekarang kamu dukung Tanti sih Del "


" Yang diucapkan Tanti ada benarnya sih " tambah Adel


" eh sudah dulu ya, Mas Andre sudah mengajak kelonan " ucap Adel


" jadi pengen kelonan " jawab Tanti


Adel melambaikan tangannya dan meninggalkan obrolan. Kini tinggal Meita dan Tanti yang masih melakukan Video call


" Mei, di pikir pikir lagi ya. Semoga saja Mas Ibnu suatu saat berubah. Mas Ibnu tidak pernah KDRT kan??"


" KDRT lah Tan, mental Aku yang kena. Ini lebih sakit dari tamparan Tan."


" pokoknya kalau kamu cerai aku kurang dukung, Aku tahu diposisi kamu itu pasti sakit - sakit sekali.tapi kamu sudah bertahan selama 10 tahun ini, kalau mau pisah kenapa tidak dari dulu. Kenapa baru sekarang??"


" Karena dulu Aku pikir Mas Ibnu akan sadar Tan, tapi terus berulang dan kesalahannya tetap sama. Setiap ketahuan dia minta maaf, tapi dia akan ganti perempuan lagi "


" kalau perempuannya ganti - ganti percayalah, Mas Ibnu tidak pake hati."


" Terus pake apa??"


" nafsu"


" Mereka melakakuan itu dong.?"


" hanya Tuhan yang tahu" jawab Tanti


" aaah sudah ah, Aku nanti tambah emosi. Bobo dulu besok upacara hari senin, bagian jd pembina upacara.Bye Tan.assalamualaikum!!"


" Waalaikum salam " jawab Tanti dan Meita langsung mematikan sambungan vidio call bersama Tanti


------ Meita merebahkan tubuhnya.dilihat nya jam sudah menunjukan pukul 23.00 ternyata mereka ngobrol hampir 3 jam.


Meita merenungkan semua ucapan Tanti. sampai dia memejamkan matanya untuk tidur.


---- sedangkan di Bogor


Ibnu baru selesai dengan kegiatannya, dia baru membuka ponselnya.


" suami mana??" tanya Ibnu kepada Tiara


" Lagi di luar kota "


" Tadi bemar masih di rumah??"


" Iya, Meita tahu hubungan kita"


" terus?? Dia marah??"


" Iya dia minta cerai "


" 😱terus?? Kalian mau cerai😁??"


" Tidak semudah itu, banyak aturan"


" Terus bagaimana??"


" Maaf ya sebaiknya kita akhiri ini, Aku mau tobat "


Tiara langsung menelpon Ibnu


" kalau mau off dulu tidak apa - apa, tapi jangan akhiri komitmen kita"


" Kita sudah punya pasangan, lagian kalau sampai suami kamu tahu. Mungkin bisa lebih parah dari ini, sebelum semua nya terjadi sebaiknya kita akhiri ini"


" Aku tidak mau, awas saja kalau Mas Ibnu meninggalkan Aku. Aku bisa nekad, aku banyak bukti ya chat kita sama screenshot videocall kita " ucap Tiara


" kamu lagi mengancam??"


" Anggap saja begitu, kalau Mas Ibnu besok berubah. Aku bisa nekad, aku akan kirimkan semuanya sama istri kamu" ucap Tiara dan langsung mengakhiri sambungan teleponnya.


" Tiara!!! " teriak Ibnu namun sambungan teleponnya telah berakhir.


" aaaaarrrrrggghhhh " Ibnu berteriak kesal.

__ADS_1


__ADS_2