Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Dunia game


__ADS_3

Disebuah sisi dunia yang penuh dengan monster. Terlihat empat player sedang bertarung dengan monster. Mereka terus membantai para gerombolan monster hingga tak tersisa.


"Apakah ini yang terakhir Karasu?" seorang pemuda berambut pirang bertanya kepada teman disebelahnya.


Karasu mengangguk lalu memperhatikan disekitarnya. Dia berjalan ke seseorang yang memiliki rambut berwarna biru dan penutup mata di sebelah kanan matanya.


"Kapten, apa yang akan kita lakukan?" Karasu bertanya sambil melihat disekitarnya yang penuh dengan mayat monster.


"Kita sebaiknya log out, kita sudah lama bermain game. Juga besok kita ada ulangan, jadi sebaiknya kita mempersiapkan diri" Karasu mengangguk mendengar jawabannya.


Karasu lalu melihat ke arah sebuah batu. Disana terlihat seorang pemuda berambut coklat sedang bersantai sambil melihat langit biru. Karasu berjalan mendekati dia. Saat jarak mereka tinggal lima meter. Karasu mengambil pedangnya, lalu mengayunkan pedangnya kebawah.


Dany yang melihat kelakuan Karasu dengan reflek menghindar ke samping. Sebuah petir putih turun menghantam batu. Menciptakan sebuah lubang yang lumayan besar.


"Apakah kamu mau membunuhku Karasu?" dengan kesal Dany melihat Karasu yang menghiraukannya.


"Mari log out, kita harus mencari tempat aman" Karasu menghiraukan Dany dan berjalan balik ke arah William dan Accel.


Dengan kesal Dany mengikuti Karasu dan melihat ke tempatnya tadi. Dia terkejut melihat ada monster di tengah lubang.


"Kawan sial" Dany menghela nafas berat dan melihat ke Karasu, William dan Accel.


"Kita akan log out di rumah itu" Perintah Accel menunjuk ke rumah tua yang tidak berpenghuni.


Mereka berjalan memasuki rumah tua. William dan Accel memutuskan untuk log out duluan. Sedangkan Karasu dan Dany menyiapkan perangkap untuk berjaga-jaga. Setelah selesai mereka juga log out.


***


Di pojokan kelas paling belakang terlihat empat siswa sedang berbincang-bincang.


"Sial, Karasu, apa jawaban nomor empat tadi?" William bertanya dengan frustasi.


Karasu membuka buku paket dan memberikannya ke William. Setelah melihat jawabannya William bertambah frustasi.


Accel hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan mereka.


"Bagaimana kalau kita pergi ke restoran yang baru buka lusa lalu?" Accel bertanya kepada tiga temannya.


William dan Dany mengiyakan ajakan Accel diikuti anggukan Karasu. Karasu melihat jam di hpnya lalu tersenyum.


"Sudah hampir pulang, bagaimana kalau kita main sekali?" Karasu bertanya sambil membuka game di hpnya.


Accel, William dan Dany juga mengambil hp mereka dan membuka game.


"Awas kau ngetroll Karasu" ucap Accel, William dan Dany serentak.


Karasu hanya tersenyum masam lalu mengangguk.


("Silahkan pilih hero")


("Alufid")

__ADS_1


Dengan cepat Karasu berlari keluar kelas membawa tasnya menghindari kejaran Accel, William dan Dany. Karasu tertawa saat teman-temannya tidak bisa menangkapnya.


***


Di sebuah restoran, terlihat banyak pengunjung yang berdatangan dan keluar restoran. Banyak pengunjung yang terlihat puas saat keluar dari restoran. Termasuk empat siswa yang berjalan keluar restoran.


"Haha, nanti kita kapan-kapan kesini lagi" seru Karasu yang dipandang sinis Dany "Ya, lain kali ngetroll lagi biar kamu yang bayar".


Semangat Karasu langsung hilang mendengar ucapan Dany. Dia terlihat sedih sambil melihat dompetnya.


Mereka berjalan melewati sebuah gang yang sepi. Accel dan Dany mengikuti seni bela diri jadi mereka santai melewati gang.


Karasu tiba-tiba berhenti. Dia memperhatikan disekitarnya. Accel yang melihat tingkah Karasu merasa heran dan bingung.


"Ada apa Karasu?" tanya Accel mendekati Karasu diikuti William dan Dany.


"Apakah kalian tidak merasa aneh dengan sekeliling kalian?" tanya Karasu masih memperhatikan sekitarnya dengan waspada.


Accel dan Dany menyadari ucapan Karasu langsung ikut waspada pada sekitarnya. Hanya William yang merasa bingung.


"Kenapa dengan kalian, apakah ada seorang preman? Bukannya kalian biasanya tenang aja, kok pada waspada?" William bertanya bingung.


Karasu menghiraukan ucapan William dan melihat ke langit yang sudah gelap. Ada sebuah cahaya yang terlihat makin terang ke arah mereka.


Dengan cepat Karasu menyuruh mereka menunduk. William yang bingung dengan situasi hanya mengikuti perintah Karasu.


"Tutup mata kalian!!" perintah Karasu.


Saat mereka membuka mata, mereka terkejut dengan keberadaan mereka. Mereka mengenakan karakter game yang biasa mereka mainkan.


"Selamat datang di dunia game, Pahlawan" ucap seorang perempuan mendekati mereka diikuti penjaga menemani disampingnya.


"HAH?!!" Semua kebingungan dengan situasi yang terjadi.


Karasu dan Accel mengamati situasi disekitarnya. Mereka memandang si perempuan dengan bingung.


"Apa maksudmu dengan 'Pahlawan'?" Tanya Accel


Si perempuan tersenyum mendengar pertanyaan Accel.


"Kalian pasti bingungkan pahlawan. Sebelum itu, perkenalkan, saya adalah Putri Milea dari Kekaisaran Malam" ucap perempuan itu kepada mereka.


William terkejut mendengar ucapan Putri Milea. Dany dan Accel menatap tajam ke arah Putri. Sedangkan Karasu hanya menghiraukannya.


"Kenapa kalian di panggil 'Pahlawan' karena kami membutuhkan seseorang untuk memusnahkan seekor monster yang sangat mengerikan. Monster itu sudah menyebabkan bencana dan teror di Kekaisaran Malam. Banyak petualang yang sudah kami perintahkan untuk melawan si monster. Tapi monster itu sangat kuat. Dia menghabisi setiap petualang yang datang. Kami sangat takut dengan monster itu sehingga kami memutuskan untuk memanggil kalian".


Mendengar ucapan Putri Milea, Karasu memikirkan sesuatu. Dia bergumam rendah "Status". sebuah data muncul di hadapannya.


 


__ADS_1


\(Status\)


 


Nama : Karasu


Ras : ???


Level : 0


Kelas : ???


HP : 200


MP : 200


(Str 7)(Int 10)(Vit 10)(Agi 7)(Dex 7)


Peralatan : Pakaian biasa, bunga mawar.


Skill Bawaan : Licik


Skill : Mata Licik


****


Karasu menyipitkan matanya melihat data statusnya. Karasu menekan ke salah satu skill bawaannya.


Skill Bawaan : Licik(Pasif)


Mendapatkan semua informasi yang ada sesuai situasi yang terjadi. Mendapat banyak trik untuk mengelabui musuh atau target yang dituju.


Syarat : Terjadi hanya pada saat Pengguna ditolak.


Karasu tersenyum kecut membaca syarat skillnya. Lalu mengklik skill Mata Licik.


Skill : Mata Licik(Aktif)


Melihat semua informasi status musuh atau target yang dituju untuk bermain trik.


Cooldown : 10 detik.


Karasu melihat ke arah Putri Milea. Karasu terlihat ragu-ragu ingin menggunakan skill bawaannya.


Putri Milea melihat keraguan Karasu ternyum hangat "Ada apa Pahlawan?"


Karasu masih terlihat ragu-ragu akhirnya menggertakkan giginya dan maju ke depan menghadap Putri Milea. Dia mengambil bunga dari penyimpanan ruangnya. Bunga muncul ditangannya.


Karasu memandang Putri Milea dengan serius dan menyerahkan bunga.


"Mudahan berjalan lancar" pikir Karasu dengan tertekan.

__ADS_1


"Putri, maukah kamu menjadi pacarku?" ucapan Karasu mengejutkan semua orang.


__ADS_2