Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Sekolah Avaris III


__ADS_3

Sorak sorai para tim lain terdengar setelah menyaksikan aksi Accel yang mengagumkan. Dia hanya sendirian melawan tim CrimsonEra tapi berhasil menjebak mereka semua untuk meraih kemenangan.


Guru Deira tersenyum melihat kemenangan tim Accel. Dia lalu melihat ke lembaran kertas di tangannya dan memanggil tim selanjutnya untuk bertarung.


{Arena Pelatihan}


{Four Knight Team}



Frans[Fighter]


Herga[Mage]


Kong[Tank]


Nam[Mage]



{Fantasy Team]



Mega[Fighter]


Victor[Assassin]


Aswa[Mage]


Titan[Tank]



Melihat nama kedua tim membuat Accel merasa familiar. Dia memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Sebentar lagi... Bertahanlah sebentar lagi... Aku akan... "


Sebuah ingatan muncul di kepalanya. Dia mendengar sebuah suara tapi suara tersebut samar-samar.


{Kedua Tim telah siap. Pertandingan akan dimulai dalam 10 detik}


Suara sistem membuat Accel tersadar dari lamunannya. Dia langsung memperhatikan layar yang menampilkan kedua tim.


"Eh, bukankah itu kelas [Dratan]" salah satu anggota tim langsung berteriak kaget.


Teriakannya menarik perhatian semua tim. Mereka langsung melihat ke Fantasy Team. Suara kagum terdengar.


Kelas [Dratan] merupakan kelas khusus tank memiliki pertahanan yang sangat tinggi. Tapi memiliki kekurangan dalam pergerakan. Ketahanan kelas [Dratan] sebesar 200% sedangkan kecepatan berjalannya hanya 5%.


Karena kecepatannya yang sangat lambat, hanya orang tertentu yang menggunakan kelas ini. Karena jika tidak bisa menghindari serangan yang sangat banyak walaupun memiliki ketahanan tinggi, kematian pasti terjadi.


Fantasy Team hanya berdiam di altar. Sedangkan Four Knight Team sudah berlari menuju tempat altar Fantasy Team. Nam dibiarkan menjaga altar.


Victor tersenyum lalu mendekati Titan. Dia menyentuh punggung Titan lalu membuat bayangan diri lain Titan.

__ADS_1


[Doppelganger Titan]


Setelah selesai melakukan itu, Victor menghilang dalam kegelapan. Titan dan doppelganger berjalan ke depan dengan lambat.


"Wahai peri angin, bimbinglah kami dengan arus anginmu"


Aswa membuat jalur angin yang menambahkan kecepatan Titan sebesar 20%.


"Sepertinya jika kita berhadapan dengan Fantasy Team, kita akan mengalami kesulitan"


William merasa kagum dengan kerja sama yang dilakukan Fantasy Team. William mengetahui bahwa Fantasy Team adalah tim terkenal di beberapa game. Fantasy Team bahkan telah meraih kemenangan dalam sebuah turnamen game sehingga tidak diragukan lagi kehebatannya.


"William, Dany, mau bertaruh siapa yang menang?"


William dan Dany segera mengangguk tanda setuju.


"Baiklah, yang salah harus mentraktir makan yang benar" segera mereka menebak siapa yang akan menang.


"Menurutku Fantasy Team" Dany dan William memilih Fantasy Team.


"Kalau begitu aku Four Knight" Accel tersenyum dan melihat kembali pertandingan.


Fantasy Team terlihat mendominasi pertarungan. Titan dan doppelgangernya menyerang Frans dan Herga membuat mereka kewalahan. Ditambah Herga yang didesak oleh Aswa dengan sihir anginnya.


Herga mengeluarkan sihir airnya tapi selalu digagalkan oleh Aswa. Aswa tersenyum ke arah Herga yang terlihat kewalahan.


Herga melihat mananya yang sekarat. Dia berniat meminum mana potion tapi Aswa menyerangnya. Aswa terus mendesak mereka hingga Four Knight harus berakhir mati karena mana habis.


William dan Dany tersenyum ke arah Accel. Wajah mereka menunjukkan kalau kemenangan milik mereka. Accel tetap tersenyum dan melihat ke layar.


"Sepertinya timmu telah mengalahkan anggotaku hingga mereka harus dikeluarkan"


Nam masih terlihat santai walaupun tau bahwa timnya telah dikeluarkan. Dia hanya tersenyum menyapa Victor yang siap menyerangnya.


Victor menyerang dengan pedang pendek. Pedangnya dikelilingi aura kegelapan yang pekat.


"Walaupun timku telah tidak ada, tapi sebelum mati mereka telah membunuh semua tim mu kan kecuali Mega yang masih menjaga altar"


Ekspresi Nam berubah total. Sebuah pedang panjang tipis muncul di tangannya. Dia mengayunkan pedang itu dengan cepat. Bahkan tim lain yang menyaksikan hanya tidak melihat pedang panjang tipis Nam bergerak.


Victor terjatuh sebelum pedangnya menyentuh Nam. Nam masih tersenyum. Dia menginjak kepala Victor dengan kejam.


Setelah membunuh Victor, Nam bergerak cepat menuju Altar Fantasy Team. Bahkan Titan dan Aswa dilewatinya dengan mudah.


Nam bertemu Mega yang sedang menjaga altar. Nam memainkan pedangnya sebelum bergerak ke hadapan Mega dan menghabisinya dalam serangan yang sangat cepat. Mega terjatuh tanpa mengetahui apa yang terjadi. Nam berjalan mengambil kristal.


{Kristal telah dicuri}


Notif segera muncul di Fantasy Team. Victor yang baru hidup langsung melancarkan serangan. Nam hanya melihat Victor. Victor merasa tubuhnya tidak bisa bergerak. Pandangannya berubah gelap. Dia terjatuh tidak sadarkan diri membuat tim lain yang menyaksikan terkagum.


"Seberapa cepat dia?" William tanpa sadar bertanya.


Accel hanya tersenyum dan terus menyaksikan pertandingan.


Fantasy Team yang sebelumnya berada diatas angin harus terjatuh dengan bergeraknya Nam sendirian menghabisi mereka.

__ADS_1


{Tim Nam berhasil mendapatkan Kristal Fantasy. Jika 10 detik Four Knight berhasil mempertahankan Kristal, maka kemenangan akan diraih Four Knight}


Hingga hitungan ke-10, Fantasy Team tetap tidak bisa merebut kembali kristal.


{Four Knight Winner}


Nam menatap Fantasy Team dengan senyuman meremehkan dan berkata "Easy Game" yang langsung menarik kemarahan Victor.


Victor berniat maju menghajar Nam tapi ditahan oleh Titan dan Mega. Victor berdecak dengan penuh kebencian lalu berjalan pergi.


William dan Dany yang melihat kemenangan tim Four Knight merasa kecewa. Mereka melihat Accel yang sedang berusaha menahan tawanya.


"Bagaimana kamu tau bahwa Four Knight akan meraih kemenangan?" Dany bertanya dengan rasa penasaran.


Karena sebelumnya terlihat bahwa Fantasy Team mendominasi pertandingan di awal. Bahkan mereka telah mengeluarkan tiga anggota tim Four Knight yang menyisakan Nam.


Dilihat bagaimanapun Nam tidak terlihat bisa memutar balikkan kemenangan sendiri.


"Apakah kalian sadar seharusnya Nam menggunakan kelas Assassin daripada Mage. Bahkan semua orang tau dia menggunakan kelas Assassin. Hal itulah yang tidak kalian perhatikan. Nam yang terkenal dengan kecepatannya berpindah kelas ke Mage pasti ada alasannya"


Accel menutup satu matanya dan melihat dengan bangga ke arah William dan Dany. William memutar matanya dengan malas.


"Jika seseorang mengganti kelas ke Mage. Pasti kelas yang akan digunakan tidak jauh dari teknik berpedang atau senjata jarak dekat. Seperti Magic Sword. Jika dilihat dari serangan dan kecepatannya, aku bisa menyimpulkan elemen yang digunakan adalah angin. Dia menyerang dengan angin sehingga serangannya cepat dan tidak terlihat oleh mata"


Accel langsung bingung dengan teman-temannya yang terlihat tidak bersemangat.


"Kenapa dengan kalian?"


William melihat Accel tanpa semangat dan berkata "Jika aku tau bakal begini lebih baik aku tidak menyetujui taruhan itu".


Dany menggelengkan kepalanya tanpa semangat. Dia melihat sekitarnya dan menyadari bahwa dia merasa kurang di sebuah tempat.


Dany merasa kosong tanpa sebab. Dia memegangi dadanya yang berdetak.


"Ternyata hatiku yang kosong" Dany mengingat Milea tidak berada di sampingnya.


Dia segera berjalan mencari Milea. Dia melihat Milea di hampiri oleh dua siswa. Dua siswa itu terus menggoda Milea.


Dany berjalan mendekati mereka dengan tatapan suram. Dia memegang salah satu pundak siswa. Siswa yang merasa pundaknya disentuh menoleh dan melihat Dany. Dany menarik tubuh siswa tersebut membuatnya menjauh dari Milea.


Tangan Dany dengan cepat menarik tubuh Milea ke pelukannya. Dany membawa pergi meninggalkan dua siswa yang tercengang dengan situasi yang terjadi.


Milea yang masih berada dalam pelukan Dany merasa malu hingga wajahnya semerah tomat.


"Milea"


Mendengar namanya dipanggil, Milea mengangkat kepalanya. Dany yang melihat wajah imut Milea merasakan sesuatu di hatinya. Dany mendekatkan kepalanya ke wajah Milea.


"Maaf mengganggu, tapi kalian masih di sekolah, tidak boleh melakukan itu"


Dany tersadar dan menjauhkan kepalanya dari Milea. Tubuhnya tanpa sadar bergerak sendiri ingin mencium Milea.


"Apa yang kulakukan" Dany merasa sangat malu hingga ingin mengubur dirinya dalam lubang.


\>\>\>\[Unknown\]<<<

__ADS_1


__ADS_2