Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Dungeon Num III


__ADS_3

William menghantam Zombie Titan dengan obornya. Obor membakar tangan yang menahan hantaman William. William melompat mundur. Dia melihat Zombie Titan dengan perasaan sedih.


>>>[Power Of Heart(William)]<<<


Meningkatkan kekuatan serangan sebesar 50% dan semua atribut meningkat 25%. Pemain yang disekitar mendapat penambahan atribut sebesar 10%.


Info :


Power Of Heart adalah kekuatan yang berasal dari hati terdalam manusia. Mengeluarkan semua potensi yang dimiliki dari dasar hati. Tekad, Keinginan dan cinta adalah kunci untuk menggunakan Power Of Heart.


>>>[Unknown]<<<


Accel mendapat notif dari sistem. Dia melihat William dengan ekspresi tidak percaya. Accel memegang kuat obor di tangannya. Dia berlari menuju mesin penguat Zombie Titan. Zombie muncul menghalangi Accel. Accel menyerang setiap zombie yang menghalangi.


Dany yang melihat hal tersebut tidak tinggal diam, dia ikut menuju tempat lain mesin berada. Zombie juga menghalanginya.


Milea yang hanya melihat mereka karena tidak tau harus melakukan apa. Dia mencoba melihat sekitarnya. Dia menemukan sesuatu dan segera berlari kesana.


William terus berjuang melawan Zombie Titan. William terus menghindari serangan yang datang. Dia terus memperhatikan Accel dan Dany yang hampir mencapai mesin.


William terus menarik perhatian Zombie Titan. Walaupun kekuatannya sudah meningkat tapi itu belum cukup untuk melawan Zombie Titan yang sedang diperkuat oleh mesin.


Dari hantaman pertama kali yang dia berikan hanya membuat bekas di tangan Zombie Titan tanpa memberikan kerusakan. Tangannya juga bergetar karena hantaman tersebut.


Dia melihat Accel dan Dany berhasil menghancurkan mesin. Dia tersenyum tapi segera terkejut dengan teriakan Milea.


"William, awas belakangmu" William langsung berguling ke samping.


Sebuah pengangkut membawa tong besar menghantam Zombie Titan. Zombie Titan dengan mudah menghancurkannya tapi Zombie Titan terkena isi tong tersebut. William langsung melempar obor ke Zombie Titan. Nyala api muncul membakar Zombie Titan.


William tersenyum sedih saat melihat api membakar Zombie Titan.


"Aku akan menghapus kesengsaraan mu selama ini!" pedang muncul di tangannya memancarkan cahaya menyilaukan.


William segera melancarkan banyak serangan kepada Zombie Titan. Zombie Titan meraung marah. Dia berusaha menyerang William. William dengan lincah menghindar sekaligus melancarkan serangan balasan.


-10


-47


-23


-23


Hp Zombie Titan dengan cepat berkurang. William merasa bahwa Zombie Titan telah menuruni penjagaannya segera melancarkan tusukan ke sekitar titik jantung berada. William membelah di sekitar tempat jantung berada. Jantung Zombie Titan terlihat. William segera memotong penghubung jaringan sel jantung dan mengambilnya.


-3045


Angka kerusakan yang mengerikan terlihat. Tindakan William segera menghabisi sisa Hp yang dimiliki Zombie Titan. Tubuh Zombie Titan jatuh ke tanah membuat lantai bergetar.


William melihat jantung Zombie Titan dengan sedih. Dia mengingat dengan apa yang terjadi sebelumnya.

__ADS_1


"Kali ini aku pasti tidak akan membiarkan kejadian itu terulang lagi"


***


>>>{Pertarungan William melawan Gerombolan Zombie}<<<


William menyadari obor di tangannya tidak padam walaupun dia sudah mengayunkannya dengan kencang. Segera dia memanfaatkan obor di tangannya untuk membakar setiap zombie yang mendekat.


Zombie berjalan lambat begitu juga gerakannya. William merasa zombie terlalu mudah memutuskan untuk bermain-main.


Dia terus menjatuhkan salah satu zombie yang berada disampingnya. Zombie itu berusaha menggigitnya. William tersenyum mengerikan. Dia memasukkan obor ke dalam mulut zombie. Mulut zombie segera terbakar. William menendang tubuh zombie tersebut.


William berbalik dan melihat ke gerombolan zombie yang mendekat lalu ke pintu ruangan rahasia.


"Kurasa waktu bermain sudah selesai" William berniat menerjang maju hingga sebuah suara terdengar di telinganya.


"Tolonglah kakakku"


Suara itu segera membuat William terkena serangan dari gerombolan zombie. William segera melakukan serangan berputar menghabisi musuh di sekitarnya. William menyerang para zombie sambil mencari-cari sumber suara.


William tidak menemukan satupun anak kecil disekitarnya. William menganggap suara itu hanya khayalannya saja. William melanjutkan serangan pada zombie.


"Akhirnya selesai juga" William menepuk tangannya lalu mengambil obor di lantai.


Karena penasaran William memeriksa status obor tersebut.


>>>[Obor Penjara Num]<<<


+(2 Str)


Durability 995/999


Skill :


Burn(Pasif)


Membakar musuh yang terkena serangan dengan kerusakan sebesar 100 selama 3 detik.


Info :


Obor Penjara Num merupakan obor yang tidak pernah padam dibuat khusus untuk menerangi Penjara Num yang gelap.


>>>[Unknown]<<<


William sangat terkejut dengan status yang dimiliki obor. Dia tidak menyangka bahwa obor yang menjadi penerang jalan memiliki status yang bagus untuk melawan monster di Penjara Num.


William duduk santai di atas tumpukan zombie. Hingga suara anak kecil terdengar lagi. Suara kali ini sangat jelas membuat William mengetahui sumber suara tersebut.


William segera membalikkan badannya. Dia melihat seorang perempuan yang sedang memandanginya. William menyadari disekitarnya berubah putih. Zombie-zombie juga tidak terlihat.


"Perkenalkan, aku Elvina. Kita berada di alam bawah sadar mu. Aku memanggilmu kesini untuk meminta tolong. Bisakah kamu menyelamatkan kakakku?" suara imut membuat William goyah dan mengangguk.

__ADS_1


>>>[(Hidden Quest)]<<<


Kesulitan : ?


Elvina meminta kamu untuk menolong kakaknya yang terjebak dalam tubuh Zombie Titan. Ambil jantung Zombie Titan dan bawalah kembali pada Elvina.


Jantung Zombie Titan(0/1)


Reward : ???


Batas waktu : -


>>>[Unknown]<<<


"Siapa itu Zombie Titan?" William merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada kakak Elvina.


"Zombie Titan adalah tubuh tempat kakakku berada. Kakakku di tangkap oleh raja karena di tuduhan palsu. Raja memutuskan untuk memenjarakan kakak di Penjara Num. Yang tidak diketahui oleh raja adalah Penjara Num tempat tinggalnya ilmuwan gila. Ilmuwan gila merasa jantung kakakku sangat cocok untuk dijadikan jantung Zombie Titan. Aku mengetahui hal ini tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Aku mohon selamatkan kakakku. Aku tidak ingin dia terus tersiksa" William yang mendengarnya terkejut.


Elvina memperlihatkan kejadian-kejadian yang dialami oleh kakaknya. William yang menyaksikannya terlihat sangat serius. Tatapan mulai berubah. Dia menggenggam erat tangannya.


"Tenang saja, aku akan menyelamatkan kakakmu" William terlihat sangat yakin.


Elvina tersenyum melihat William. Dia memberikan sebuah pedang pada William.


"Mungkin pedang ini akan membantumu" William menerima pedang tersebut.


Perlahan-lahan sosok Elvina menghilang. William merasakan sakit dikepalanya. Di saat dia membuka mata, sekitarnya sudah kembali ditutupi mayat zombie yang berserakan. Dia juga duduk di tumpukan para zombie yang dibuatnya.


"Aku pasti akan menolongmu, Elvina"


William teringat sebuah kejadian yang mengerikan. Ekspresinya menjadi sangat serius. Dia mendengar suara pintu terbuka.


Accel, Dany dan Milea berjalan keluar dari ruangan. Mereka melihat William yang duduk di tumpukan zombie.


***


Accel dan Dany berjalan mendekati William. Dany menepuk pundak William membuatnya tersadar.


"Sekarang apa yang harus dilakukan?" pertanyaan Dany menyadarkan William apa yang harus dilakukan.


Milea berlari ke arah mereka dengan panik. Accel bertanya kenapa Milea berlari tapi Milea hanya menunjuk ke belakangnya.


Muncul banyak zombie dan skeleton. Mereka terkejut melihat zombie dan skeleton yang seperti lautan.


"Tolong jaga aku sebentar. Aku perlu menemui seseorang" William segera duduk dan menutup matanya.


"Yah, sepertinya kita bakal kerepotan" Accel dan Dany segera memasang kuda-kuda.


"Kasihan sekali Karasu tidak bisa ikut berkelahi"


\>\>\>\[Unknown\]<<<

__ADS_1


__ADS_2