Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Balas Dendam


__ADS_3

Disebuah tempat yang tidak diketahui, terdapat seorang wanita dan seekor rubah berwarna hitam dengan beberapa garis berwarna ungu ditubuhnya.


"Aku merasakan energi dari pedang. Sepertinya tunanganku sudah tiba" ucap si wanita melirik rubah hitam.


"Sepertinya begitu"


"Aku akan menunggumu, sayang" Wanita itu terlihat dingin.


***


Raungan marah terdengar di seluruh gua membuat gelombang kejut yang luar biasa. Bahkan tanah-tanah di gua terdapat yang retak.


Tubuh Barga yang besar mulai membesar melebihi ukuran awal. Dua ekor ular yang putus mulai tumbuh kembali dan terlihat lebih menyeramkan. Barga yang sebelumnya berbentuk seperti gajah sekarang memiliki tubuh seperti manusia dalam bentuk hewan.


***


Nama : MadBarga(Bermutasi)


Level : 50


Hp : 100.000/200.000


***


Karasu tersenyum kecut melihat status Barga. Walaupun sekarang dia memiliki kekuatan yang luar biasa dari pedang ditangannya, tapi tidak tetap tidak memiliki keyakinan karena penindasan level dan kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.


"Monster yang memasuki tahap kedua sangat mengerikan. Pantas saja dia memiliki sedikit skill, ternyata semua skillnya ada di tahap kedua. Apalagi monster ini bermutasi. Dia memiliki bisa belajar dari pertarungan jika ini berlarut terlalu lama" pikir Karasu khawatir.


Dia tidak memiliki trik untuk melawan MadBarga. Apalagi memiliki perbedaan selisih 40 level. Kekuatan dan kecepatan MadBarga sangat melampui dirinya.


"Jika begini aku hanya harus melampui diriku sendiri" Karasu menghela nafas untuk berkonsentrasi melawan MadBarga.


Tatapan Karasu berubah menjadi tanpa emosi. Dia mempersiapkan posisi untuk menyerang MadBarga. MadBarga menatap Karasu dengan penuh kebencian dan amarah.


MadBarga menerjang ke arah Karasu. Karasu masih di posisinya. Saat hanya tinggal beberapa meter, Karasu tiba-tiba berlari ke depan lalu meluncur melewati MadBarga lalu menikam MadBarga dari belakang. MadBarga marah menerima serangan Karasu. Dia memutar balik tubuhnya. Sayangnya Karasu berjalan ke arah berlawanan MadBarga. Dia lalu menikam lagi belakang MadBarga.


-500


MadBarga mencoba memutar tubuhnya ke belakang dengan cepat. Saat memutar tubuhnya, Karasu sudah melancarkan tebasan beruntun ke MadBarga.


-100


-200


-100


Barga merasa marah karena di permainkan. Sebuah kapak besar muncul di udara yang langsung di pegang MadBarga. MadBarga langsung memutar tubuhnya dengan kapak. Karasu segera mundur menghindari serangan MadBarga.


"Seperti yang kupikirkan, dia pasti belajar dari pertarungan sebelumnya. Aku tidak akan bisa melakukan trik yang sama berulang kali" pikir Karasu merencakan trik lain.


MadBarga mengayunkan kapaknya ke tanah membuat gelombang kejut. Karasu tidak sempat menghindar dan terkena dampak serangan MadBarga.

__ADS_1


-400


Karasu terkejut dengan angka yang muncul di kepalanya. Dia tidak menyangka yang bertambah setelah memasuki tahap kedua adalah penambahan kekuatan. Tetapi memiliki efek samping yaitu kecepatannya berkurang. Juga tahap kedua tidak akan bertahan lama. MadBarga akan mengalami keadaan lemah saat tahap kedua selesai.


"Sepertinya aku hanya memiliki satu cara, mengulur waktu" pikir Karasu memulai aksi.


Karasu berlari bersembunyi di belakang batu. MadBarga yang marah mengayunkan kapaknya berusaha menghancuri batu besar tempat Karasu bersembunyi.


Karasu dengan cepat berlari dari batu. Gelombang kejut muncul. Karasu dengan cepat menangkal gelombang kejut dengan pedangnya.


Auman dari Barga terdengar, dia berusaha mencabut kapaknya yang tertancap ke dalam batu. Dampak serangan MadBarga begitu besar sehingga kapaknya tenggelam ke dalam batu.


"Jadi begitu" sebuah trik muncul dikepala Karasu.


Karasu segera berlari dan menyerang MadBarga yang lagi berusaha mencabut kapaknya. Karasu menyerang titik-titik lemah MadBarga yang dia ketahui. Dia juga berusaha menyerang mata MadBarga.


-200


-200


"Seperti yang kuduga" pikir Karasu berdecak senang.


Dia melangkah mundur setelah melepas enam serangan. MadBarga mengeluarkan asap beracun dari ekor ularnya. Asap beracun terus menutupi tubuh MadBarga dan terus menyebar.


Karasu tersenyum melihat asap racun yang menyebar. Dia mengambil dua belati besi dari penyimpanannya. Dia dengan akurat melempar satu persatu belati untuk saling bertabrakan membuat percikan didalam asap.


Ledakan terjadi menyebabkan MadBarga terluka parah karena berada di tengah ledakan.


-1.000


-1.000


...


Angka mengerikan muncul di kepala MadBarga. Selain terkena efek ledakan MadBarga juga terkena efek terbakar. MadBarga yang memiliki tubuh besar mulai menyusut hampir setinggi Karasu.


"Sepertinya dia sudah memasuki keadaan melemah" pikir Karasu kesenangan.


Karasu segera mengumpulkan seluruh energi ke pedangnya. Pedangnya menjadi sangat bersinar membuat kilauan yang membutakan mata. Karasu memutup mata memusatkan energi untuk menjadi sangat tajam. Karasu mengayunkan pedangnya ke arah Barga yang dalam keadaan melemah.


Sinar putih terbentuk dari lintasan pedang, menyerang ke arah Barga yang tidak berusaha menghindar. Tapi karena dalam keadaan melemah kecepatan Barga sangat menurun.


-70.000


Barga terbelah menjadi dua. Tubuhnya perlahan jatuh ke tanah. Terdapat goresan di tanah dampak serangan pedang.


"Haha, aku menang" tubuh Karasu jatuh ke tanah.


Karasu terlihat sangat kelelahan karena mengeluarkan semua energinya. Karasu melirik tubuh Barga yang sudah berubah menjadi item.


Ting*(Anda telah naik level...)

__ADS_1


Pesan itu terus muncul hingga sepuluh kali. Karasu sangat senang menerima isi pesan. Karasu berusaha bangkit berdiri dengan susah payah. Dia dengan sempoyongan berjalan ke item yang jatuh dari Barga. Karasu dengan cepat memasukkan semua item ke dalam tas penyimpanannya.


Buku Skill : Gelombang Kejut


Pengguna menghantan tanah dengan senjata yang dimiliki untuk membuat gelombang yang membuat musuh termundur dan terkena dampak.


Cooldown : 1 menit.


"Skill yang bagus" ucap Karasu setelah melihat item yang jatuh.


Karasu berjalan keluar gua berniat untuk kembali ke istana. Tapi saat di pertengahan untuk keluar dari hutan. Karasu merasakan es yang sangat dingin di sekelilingnya. Karasu berusaha melarikan diri tapi sayangnya telah diubah menjadi es.


"Kali ini kau gak akan bisa kabur Karasu" suara dingin yang mencekam terdengar.


Dia membawa Karasu pergi dari hutan.


***


Di pagi hari tempat pelatihan di istana. William dan Accel sedang melakukan pertarungan. Sedangkan Dany mempelajari skill sihir.


"Sambaran petir" William melancarkan skill miliknya. Petir muncul dari langit mengarah ke Accel.


"Lenyap" Accel segera menghilang dari hadapan William dan muncul dari samping.


William dengan panik berusaha memblokir serangan Accel. Sebuah bongkahan es muncul dari langit. Accel melihat bayangan menutupi tubuhnya dari atas dengan segera melangkah mundur.


Bongkahan es menghantam tanah. Terlihat seorang pemuda yang terlempar jatuh ke tanah. William, Accel dan Dany terkejut. Celia muncul di samping instruktur.


"Ajarkan dia sebuah pelajaran, instruktur" perintah Celia.


Instruktur hanya mengangguk. Dia mendekati Karasu yang lagi kebingungan.


"Ah, dimana ini?" tanya Karasu menengok ke instruktur.


"Neraka" jawab instruktur tanpa ekspresi menyerang Karasu.


Karasu terkejut dengan serangan yang mendadak. Dia segera mengatifkan langkah cahaya.


"Sial, sepertinya ini memang neraka. Masa baru datang sudah di sambut dengan serangan bukannya jabatan tangan" keluh Karasu dalam hati menghindari setiap serangan instruktur.


Karasu mengambil pedang dari tas penyimpanannya. Dia berkonsentrasi memusatkan energi ke seluruh tubuhnya.


"Alirkan energi ke seluruh tubuh. Serang musuh dengan satu serangan kejutan di awal diikuti serangan lain yang memecahkan pertahanan musuh lalu lakukan serangan beruntun" Karasu memusatkan fokusnya ke arah instruktur.


Karasu tiba-tiba melakukan serangan ke bagian bawah instruktur. Instruktur terkejut dan merinding ngeri. Instruktur segera melompat. Karasu tersenyum, dia memutar tubuhnya membuat dorongan untuk pedangnya. Pedang instruktur terlempar terkena serangan Karasu. Karasu lalu melancarkan serangan beruntun. Instruktur jatuh ke tanah dengan beberapa luka goresan di tubuhnya.


Ting*(Skill telah dibuat, apakah anda ingin memberi nama?)


Pesan muncul tapi segera dihiraukan Karasu. Dia melirik Celia dengan marah yang dibalas dengan tatapan dingin Celia. Celia tersenyum dingin ke arah Karasu. Karasu menyadari sesuatu dengan segera melompat kesamping tapi sudah terlambat. Sebuah tombak es menembus perutnya.


-700

__ADS_1


"Sepertinya ini akhir bagiku" Karasu terbatuk mengeluarkan darah. Dia merasa lelah dan rasa kantuk yang luar biasa. Karasu dengan perlahan menutup matanya.


__ADS_2